Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Edukasi Pengelolaan Media Sosial untuk Mengurangi Hoax dan Bullying bagi Siswa Sekolah Menengah Pertama Melati Budi Srikandi; Chontina Siahaan; Jonathan Jacob Paul Latupeirissa; Ni Komang Vira Yunita
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v5i2.5037

Abstract

This activity was carried out to educate junior high school students, in this case, students of public junior high school 3 Marga, Gianyar Regency about proper social media management for students of SMPN 3 Marga in order to reduce hoaxes and bullying. In this activity, material was presented as well as examples of using social media for positive activities, especially how students of SMPN 3 Marga carried out self-actualization through social media and how they contributed to reducing hoaxes and bullying in their surroundings, especially in Pinge Village. Clan, Tabanan. Thus, students of SMPN 3 Marga can use social media to study through accounts that upload subject content, as well as utilize social media as a medium for self-actualization and focus on constructive online activities rather than activities that lead to bullying and hoaxes. Keywords: Education; Social Media Usage; Hoax; Bullying
Komunikasi orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah melalui media online dimasa pandemi Covid-19 Chontina Siahaan; Donal Adrian
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 7, No 4 (2021): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020211223

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang kurang baik di dunia pendidikan Indonesia. Setiap siswa diwajibkan untuk belajar di rumah melalui media online. Orangtua memiliki peran yang sangat besar dalam mendampingi anak-anaknya agar tetap fokus belajar. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui proses komunikasi orangtua dalam mendampingi anak belajar di rumah melalui media online dimasa pandemi. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara mendalam. Analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa untuk bisa mendampingi anak belajar di rumah melalui media online, orangtua mampu menerapkan fungsi komunikasi yang baik.
Kontribusi disinformasi pemerintah tentang pencegahan penyebaran covid-19 terhadap kepatuhan masyarakat menjalankan protokol kesehatan Chontina Siahaan
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 8, No 1 (2022): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020221309

Abstract

Informasi yang disampaikan oleh pemerintah tentang pencegahan penyebaran virus corona-19, ada berbagai jenis, antara lain,  Gerakan 5 M , pemberlakuan WFH dan WFO, PSBB, PPKM, dan lain-lain.  Di  antara informasi yang disampaikan oleh pemerintah, terdapat disinformasi  yang berdampak kepada kepatuhan menjalankan protokol Kesehatan. Misalnya pemerintah mengatakan bahwa hanya yang sakitlah yang menggunakan masker. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh disinformasi dari pemerintah  tentang pencegahan penyebaran covid-19 terhadap tingkat kepatuhan masyarakat menjalankan protokol Kesehatan. Hipotesis teori penelitian ini, informasi yang sudah disampaikan tidak dapat ditarik Kembali (irreversible) sedangkan hipotesis penelitian adalah semakin sering disinformasi  disampaikan oleh pemerintah, semakin tinggi tingkat ketidakpatuhan masyarakat. Populasi penelitian ini adalah masyarakat Jakarta Timur. Metode penelitian adalah survey dengan menyebarkan questioner melalui google form. Hasil penelitian  diolah dengan statistic SPSS dengan hasil terdapat pengaruh disinformasi pemerintah terhadap tingkat kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protocol Kesehatan. Rekomendasi dari penelitian ini agar pemerintah konsisten dalam menyampaikan informasi yang benar bukan disinformasi  karena komunikasi bersifat irreversible yang berdampak kepada kepatuhan masyarakat dalam menjalankan aturan dan kebijakan dari pemerintah dalam mencegah penyebaran virus Covid-19.
Pola Interaksi Pengguna Platform ‘Anonymous’ Telegram terhadap Perilaku Pelecehan Seksual Teresa Gita Olivia; Claudia Margareta; Karen Gabriella; Chontina Siahaan
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 3: April 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i3.3320

Abstract

Telegram is a digital platform that facilitates social interaction and content sharing, differing from conventional social media. Primarily recognized as an instant messaging application that emphasizes privacy and security, Telegram enables users to join chat groups and exchange information. With the progression of digital technology, Telegram introduced the anonymous chatbot feature, which has gained considerable interest. The purpose of this article is to raise awareness among the public regarding the potential negative impacts of the anonymous chatbot. This article is written by exploring user communication perspectives within the symbolic interactionism theories of Herbert Mead and Herbert Blumer, specifically focusing on the anonymous Telegram channel. The writer aims to provide an understanding to anonymous Telegram users that this feature may pose threats and negative consequences, particularly concerning sexual harassment, given the prevalent digital crimes in today's era. The writer employs a literature study method as the foundation for this article. Research findings indicate that the misuse of anonymous, supported by symbols, whether in words or images, in user interactions, can trigger instances of sexual harassment.
Selebgram Endorsement Sebagai Tren Pemasaran Produk di Media Sosial Instagram Kartika Novedian; Sara Ollivia; Naluri Jiwa Vertikal; Chontina Siahaan
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 3: April 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i3.3343

Abstract

Social media has become a familiar aspect of human life. Nowadays, it's akin to having a close friend. Approximately 4.76 billion people use social media, with Instagram being one of the most widely used platforms, boasting 1.32 billion users. The surge in Instagram usage has given rise to new phenomena, such as Endorsement. Endorsement involves individuals with a large following on Instagram promoting products. Business owners seeking to market their products through these influencers must agree on a payment for their services. This research aims to investigate whether a Selebgram's credibility or self-image plays a significant role in enhancing product sales through Endorsement.