Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Skrining Awal Ekstrak Etil Asetat Spons Leucetta sp. Sebagai Antikanker dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Martiningsih, Ni Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan tingkat toksisitas ekstrak etil asetat spons Leucetta sp. terhadap larva Artemia salina Leach. Isolasi dilakukan dengan ekstraksi menggunakan pelarut metanol:diklorometana (1:1). Campuran metanol:diklorometana disaring, diuapkan dengan rotary evaporator dan kemudian dipartisi dengan etil asetat:air (3:2). Ekstrak kasar etil asetat dianalisis kandungan metabolit sekundernya dengan cara skrining fitokimia. Uji toksisitas dilakukan dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) pada konsentrasi 5, 10, 50, 100, 200 dan 500 ppm. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya senyawa alkaloid. Hasil uji toksisitas dengan metode BSLT menunjukkan harga LC50 dari ekstrak kasar etil asetat spons Leucetta sp. adalah 104,47 ppm. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat spons Leucetta sp. memiliki potensi toksisitas terhadap larva Artemia salina Leach
SKRINING AWAL EKSTRAK ETIL ASETAT SPONS DYSIDEA SP. SEBAGAI ANTIBAKTERI Martiningsih, Ni Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan kemampuan dari ekstrak etil asetat spons Dysidea sp. dalam menghambat pertumbuhan bakteri Eschericia coli (E.coli) dan Staphylococcus aureus (S.aureus). Isolasi dilakukan dengan ekstraksi menggunakan pelarut metanol:diklorometana (1:1). Campuran metanol:diklorometana disaring, diuapkan dengan rotary evaporator dan kemudian dipartisi dengan etil asetat:air (3:2). Ekstrak kasar etil asetat dianalisis kandungan metabolit sekundernya dengan cara skrining fitokimia. Uji bioaktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar pada konsentrasi 50; 25; 12,5; 6,25 dan 3,125%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya senyawa alkaloid dan steroid. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak kasar etil asetat Dysidea sp. mampu menghambat pertumbuhan bakteri E.coli sampai konsentrasi uji 25% dan bakteri S.aureus. sampai konsentrasi uji 3,125%. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat spons Dysidea sp. memiliki potensi antibakteri.Kata-kata kunci: antibakteri, Dysidea sp., skrining fitokimiaAbstract: The purpose of this study was to determine the secondary metabolites and ability of ethyl acetate extract of sponge Leucetta sp. in inhibiting the growth of Eschericia coli (E.coli) dan Staphylococcus aureus (S.aureus). The isolation was performed by extraction using a mixture of methanol:dichloromethane (1:1). Methanol:dichloromethane extracts was filtered, evaporated with a rotary evaporator and than partitioned with ethyl acetate: water (3:2). Crude ethyl acetate extract was analyzed the secondary metabolites by phytochemical screening. Antibacterial testing with agar diffusion method at concentrations of 50; 25; 12,5; 6,25 dan 3,125%. Phytochemical screening results indicate the presence of alkaloid and steroid compounds. The result of antibacterial test showed that the crude ethyl acetate extract of Dysidea sp. able to inhibit the growth of E.coli until the concentration of the test 25% and S.aureus until the concentration of test 3,125%. It means that ethyl acetate extract of sponge Dysidea sp. had antibacterial potency.Keywords: antibacterial, Dysidea sp., phytochemical screening
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN MATOA (Pometia pinnata) DENGAN METODE DPPH Martiningsih, Ni Wayan; Widana, Gede Agus Beni; Kristiyanti, Putu Lilik Pratami
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan menguji aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun matoa (Pometia pinnata). Sampel daun matoa yang digunakan berasal dari daerah Banyuasri, Singaraja. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol. Hasil maserasi tersebut kemudian diuapkan menggunakan rotary evaporator sehingga diperoleh ekstrak kental etanol sebanyak 10,44 gram. Ekstrak kental etanol dianalisis kandungan metabolit sekundernya dengan cara skrining fitokimia. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH). Analisis kekuatan antioksidan dilakukan dengan menghitung nilai IC50 yang didasarkan pada persen peredaman radikal bebas oleh sampel uji. Kekuatan antioksidan ditentukan berdasarkan perbandingan antara IC50 dari sampel ekstrak etanol daun matoa dengan vitamin C. Hasil skrining fitokimia terhadap ekstrak kental etanol daun matoa mengindikasikan adanya senyawa flavonoid dan tanin. Berdasarkan perhitungan nilai IC50 diperoleh hasil bahwa nilai IC50 dari ekstrak etanol daun matoa sebesar 45,78 ppm dan vitamin C sebesar 7,53 ppm. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun matoa lebih lemah dibandingkan dengan vitamin C. Kata-kata Kunci: daun matoa, skrining fitokimia, antioksidan, DPPH AbstractThis research aimed at evaluating the  secondary metabolites as well as antioxidant properties of the ethanol extract of matoa leaves (Pometia pinnata). The research samples were collected at Banyuasri, Singaraja. The extract of matoa leaves was prepared by maceration in ethanol and followed by evaporation using rotary evaporator to give 10,44 gram of crude extract. Crude extract was analyzed the secondary metabolites by phytochemical screening.The antioxidant properties was calculated by measuring the reduction precentage of free radical DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl). The antioxidant strength was determined based on comparison between IC50 from ethanol extract of matoa leaves with vitamin C. Phytochemical screening of the extract strongly indicated the presence of flavonoid and tanin. The IC50 value of ethanol extract is 45,78 ppm and vitamin C is 7,53 ppm. These values suggested that the ethanol extract of matoa leaves exhibited weak antioxidant properties compound to that of vitamin C. Keywords : matoa leaves, phytochemical screening, antioxidant, DPPH