Dyah Lituhayu
Departemen Administrasi Publik

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PENGURUSAN DOKUMEN AKTA KELAHIRAN DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN JEPARA Yundito Rizqi Setyawan; Dyah Lituhayu; Titik Djumiarti
Journal of Public Policy and Management Review Vol 12, No 1: Januari 2023
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v12i1.37253

Abstract

A birth certificate is legal proof of a person's birth issued by Disdukcapil. This evidence is one of the documents which must be owned because it is used as a basis for obtaining public services and preventing the risk of crime. However, the facts show that there are still many people who do not have birth certificates, especially in Jepara Regency. This condition was exacerbated by the realization which Disdukcapil's performance did not meet the targets set. This study aims to determine the quality of service and what factors impede the quality of service for processing birth certificate documents at the Jepara Regency Population and Civil Registration Office. The method used is a descriptive qualitative method of conducting interviews, observation, and documentation. The results show which from the tangibles dimension Disdukcapil provides various infrastructure facilities, as well as media which can be used by applicants, as well as rules related to the ethics of dressing officers, reliability shows that Disdukcapil pays attention to the reliability of officers as the prime mover of the facility by conducting short training to increase the ability to operate the facility and the ability communication which is strengthened by basic guidelines in service delivery/SOP, responsiveness shows the responsiveness of officers in providing services and officers who are indifferent/does not respond to complaints online, assurance shows the unclear length of time it takes the service applicant to complete the entire service process, free service, safe personal data, and easy access to services, and empathy shows Disdukcapil fairness even without a queue number, services are carried out in the order of arrival/request. Then there are inhibiting factors such as the high workload received, the lack of awareness/responsiveness of officers in answering online complaints and the lack of public awareness to immediately take care of them, and the emergence of brokers due to the ease of the management system.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM INDONESIA PINTAR PADA JENJANG SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KABUPATEN BREBES (STUDI SMP NEGERI 3 SATU ATAP BANTARKAWUNG) Lilian Haning Tyas; Dyah Lituhayu; Nina Widowati
Journal of Public Policy and Management Review Vol 12, No 1: Januari 2023
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v12i1.37377

Abstract

The Smart Indonesia Program (PIP) is a government program in the field of education as an effort to advance the quality of education in Indonesia. SMP Negeri 3 Satu Atap Bantarkawung is one of the schools in Brebes Regency whose students get PIP. This study aims to determine the implementation process and identify the supporting factors and inhibiting factors for PIP at SMP Negeri 3 Satu Atap Bantarkawung. This research uses descriptive qualitative method with purposive sampling technique. Sources of data through the results of interviews, observation and documentation. The results of this study indicate that PIP has been running well. The aim of PIP is to increase access to education, prevent children from dropping out of school due to economic difficulties and attract dropout students to return to education services. The characteristics of the implementing agency, communication, social, economic and political conditions are the driving factors. Discrepancies in the use of aid funds by the community, beneficiaries who were not fully on target, school delays in collecting files and delays in disbursement were the inhibiting factors. In this research, it was also found that cultural factors influenced the implementation of the Smart Indonesia Program policy, where people's perceptions of the reasons for dropping out of school were because people preferred to work outside the city to help their family's economy. Recommendations in the research are providing counseling to parents regarding the importance of education, efforts to monitor the use of PIP funds, updating and matching data to minimize inaccuracies in targeting recipients and encouraging a more role for BUMN in ensuring channeling banks to minimize delays in disbursement.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN DI DESTINASI WISATA AIR ALAM MUNCUL KECAMATAN BANYUBIRU KABUPATEN SEMARANG Adela Salshabila; Endang Larasati Setianingsih; Dyah Lituhayu
Journal of Public Policy and Management Review Vol 12, No 3: Juli 2023
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v12i3.39841

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pembangunan kepariwisataan di wisata Air Alam Muncul dengan mengacu pada Perda Kab. Semarang No. 8 Tahun 2019 dan mengidentifikasi faktor implementasi menggunakan teori Van Meter dan Van Horn. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dan alat analisis software Atlas.ti. Hasil penelitian yaitu implementasi kebijakan pembangunan kepariwisataan di wisata Air Alam Muncul meliputi pembangunan prasarana umum, fasilitas umum, dan fasilitas wisata ditemukan permasalahan pada keterbatasan anggaran dan keterbatasan lahan untuk melakukan pengembangan. Pada pembangunan aksesibilitas wisatawan meliputi penyediaan dan pengembangan sistem transportasi berupa angkutan umum, serta penyediaan dan pengembangan sarana penunjang transportasi. Terdapat permasalahan dalam penggunaan transportasi publik karena masih ada desa/kelurahan yang tidak dapat diakses dan belum adanya kerja sama lebih lanjut dengan implementor lain. Faktor penghambat yaitu sumber daya, sikap para pelaksana, dan lingkungan sosial, ekonomi, politik. Rekomendasi peneliti yaitu implementator membentuk skala prioritas pembangunan dan menerapkan sikap sense of urgency sehingga anggaran yang terbatas dapat dimanfaatkan secara optimal, memperluas kerja sama dengan perusahaan swasta untuk efisiensi anggaran dan dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah untuk memperluas jalur Bus Trans Jateng.
RESPONSIBILITAS SUKU DINAS PERTAMANAN DAN HUTAN KOTA DALAM PEMELIHARAAN RUANG TERBUKA HIJAU TAMAN PUBLIK DI KECAMATAN DUREN SAWIT JAKARTA TIMUR Virginia Destanaya Alma Cantika; Dyah Lituhayu; Titik Djumiarti
Journal of Public Policy and Management Review Vol 12, No 3: Juli 2023
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v12i3.39805

Abstract

Green Open Space public parks are important to provide in the city area because as a center of physical fitness and fitness for sports facilities, natural recreation, and beautifying the environment. Therefore it is important to maintain and maintain the park environment so as not to experience a decrease in the quality of the park and maintain the quality of the environment that is already good. Maintenance in public parks in Duren Sawit Subdistrict is the responsibility of the East Jakarta Parks and Urban Forest Service. This study aims to analyze the responsibilities of the Park and Urban Forest Service Tribe according to Cooper which consists of objective and subjective responsibility and analyze the supporting and inhibiting factors for the responsibilty of the Park and Urban Forest Service Tribe in maintaining public parks in Duren Sawit District. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques, namely observation, interviews, and documentation. The results showed that the responsibilty of the Parks and Urban Forests Service in maintaining public parks was still not optimal because there were factors, namely the lack of the number of park maintenance workers, the lack of the number and quality of work equipment was not sufficient, the budget to carry out park maintenance was still insufficient, this was due to facilities in several parks that were still damaged due to the actions of less responsible residents, but on the other hand there were still a small number of residents who cared about maintaining the park.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK DARI TINDAK KEKERASAN DI KOTA SEMARANG Arina Dea Putri Arminda; Dyah Lituhayu; Maesaroh Maesaroh
Journal of Public Policy and Management Review Vol 12, No 3: Juli 2023
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v12i3.39853

Abstract

Kota Semarang memiliki luas 373,70 Km2, dan batasnya meliputi wilayah sekitarnya. Implementasi kebijakan bertujuan untuk membangun sistem yang terpadu dalam menangani kekerasan pada perempuan dan anak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui implementasi kebijakan yang dilakukan pelaksana kebijakan dalam menjalankan kebijakan perlindungan perempuan dan anak dari tindakan kekerasan berlokasi pada Kota Semarang.. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang dilakukan dengan wawancara kepada informan yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan kebijakan perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan kota semarang sudah sesuai dengan Peraturan Daerah yang mengacu atas Nomor 5 Tahun 2016 Kota Semarang namun masih mengalami peningkatan tingkat kekerasan pada tahun 2022. Ada berbagai faktor yang dapat berkontribusi terhadap meningkatnya kekerasan terhadap perempuan di Semarang diantaranya faktor komunikasi (communication). sumber daya (resources), disposisi (disposition), struktur birokrasi (beurucratic structure) Adapun saran dari peneliti yaitu dengan menambahkan anggota dari bidang perlindungan perempuan sendiri agar setiap anggotanya dapat fokus melaksanakan tugas tanpa kewalahan. Selain itu juga diharapkan adanya kerja sama antara Dinas Pendidikan dan Pemerintah Kota untuk membantu masyarakat kecil dalam mendapatkan pendidikan yang baik, karena tingkat pendidikan yang rendah meningkatkan kemungkinan seseorang untuk menjadi pelaku kekerasan.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KUOTA PEKERJA PENYANDANG DISABILITAS DI LINGKUNGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN KEBUMEN Maftuchatur Rohmah; Dyah Lituhayu; Endang Larasati Setianingsih
Journal of Public Policy and Management Review Vol 12, No 3: Juli 2023
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v12i3.39846

Abstract

Penyandang disabilitas memiliki ruang dan hak pekerjaan, salah satunya hak bekerja di instansi pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan kuota bagi penyandang disabilitas untuk bekerja di pemerintah daerah Kebumen berdasarkan Perda Kab Kebumen No 9 Tahun 2020 serta mengindentifikasi faktor penghambat dan pendorong mengacu pada teori implementasi Van Meter Van Horn. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan menggunakan alat bantu analisis software atlas ti. Hasil penelitian bahwa implementasi kebijakan kuota pekerja disabilitas di pemerintah daerah Kebumen belum sepenuhnya dilaksanakan dengan baik. BKPSDM telah mengalokasikan kuota formasi khusus disabilitas pada penerimaan CPNS, tetapi formasi tersebut belum sepenuhnya mengakomodasi kuota 2% untuk penyandang disabilitas. Penyediaan pemenuhan hak pegawai hanya berupa ramp dan kursi roda, tidak ada toilet khusus disabilitas dan alat pendukung kerja. Faktor penghambatnya yaitu peraturan bupati yang belum terbentuk, kurangnya sumber daya, adanya sistem birokrasi top down, perbedaan persepsi pelaksana, dan sikap pelaksana yang kurang tanggap. Faktor pendukung yaitu komitmen pelaksana serta lingkungan sosial dan politik. Rekomendasi peneliti yaitu Dinas Sosial perlu mengembangkan mekanisme kerja berupa pembagian tugas kepada staf dan penetapan prioritas penanganan masalah agar peraturan bupati sebagai pelaksanaan Perda No 9 Tahun 2020 dapat segera diselesaikan.
STRATEGI PENGEMBANGAN UMKM OLEH DINAS KOPERASI DAN USAHA MIKRO KOTA SEMARANG Aurora Latita Aulia Ramadhanti; Endang Larasati; Dyah Lituhayu
Journal of Public Policy and Management Review Vol 12, No 3: Juli 2023
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v12i3.39806

Abstract

An outbreak of the Covid-19 virus attacked the country of Indonesia. The entry of the Covid-19 virus into this country greatly affects and has an impact on all sectors in society's life, such as the MSME sector. The existence of this outbreak resulted in MSME spread across several sub-districts in the city of Semarang experiencing a decrease in turnover and experiencing problems. The problems faced by SMEs in the city of Semarang are such as capital problems, production problems, marketing problems, and other marketing. The purpose of this study is to analyze the strategy of the Cooperatives and Micro Enterprises Office of Semarang City in overcoming problems that occur in MSMEs and analyze the driving factors in planning this strategy. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. The theory in this study uses the theory of Bryson. The results of the study show that the MSME development strategy in overcoming problems uses the SWOT method, namely 1) providing MSME product marketing facilities or facilitation, 2) Assisting in facilitating MSME product standardization, 3) Providing MSME access to sources of capital, 4) Implementing marketing digitization. In strategic planning by the Agency, there are driving factors, namely the suitability of the vision and mission of the Semarang City Cooperatives and Micro Enterprises Office, the availability of adequate facilities and infrastructure, the availability of an adequate budget, the use of information and communication technology in the MSME sector, and the involvement of stakeholders in the MSME sector.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN USAHA HIBURAN BIDANG KARAOKE DI KABUPATEN DEMAK Muri Monita; Dyah Lituhayu; Herbasuki Nurcahyanto
Journal of Public Policy and Management Review Vol 12, No 3: Juli 2023
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v12i3.39859

Abstract

Pemerintah Daerah Kabupaten Demak mengeluarkan kebijakan yang mengatur penyelenggaraan usaha hiburan salah satunya bidang karaoke. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan implementasi kebijakan karaoke beserta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat impelementasi kebijakan karaoke di Kabupaten Demak. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif dan pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian indikator ketepatan kebijakan: Adapun ketentuan yang mengatur yaitu memiliki izin usaha karaoke, keberadaannya merupakan bagian fasilitas hotel bintang 5 (lima) dan ketentuan jam operasional. Indikator ketepatan pelaksana: Satpol PP sebagai leading sector dalam kebijakan ini dan masyarakat turut serta dalam hal melakukan aduan kepada Satpol PP. Indikator ketepatan target: respon positif dari masyarakat dengan adanya kebijakan yang mengatur tempat-tempat karaoke sementara itu pemilik karaoke tidak setuju dengan adanya kebijakan ini. Indikator ketepatan lingkungan: Satpol PP dalam melakukan penutupan dan penyegalan tempat-tempat karaoke bekerjasama dengan TNI dan POLRI. Indikator ketepatan proses: pemilik karaoke keberatan dengan adanya ketentuan yang mengatur penyelenggaraan karaoke hanya boleh dilakukan di hotel bintang 5 (lima). Faktor pendukung yakni komunikasi yang cukup baik, sumber daya finansial yang cukup, disposisi yang sudah baik dan struktur birokrasi yang dilakukan sesuai SOP. Faktor penghambat yakni komunikasi dengan metode sosialisasi yang tidak berkelanjutan dan sumber daya manusia yang masih kurang. Rekomendasi yang diberikan 1) pemberian sanksi yang tegas kepada tempattempat karaoke yang melanggar aturan; 2) menambah personil di lapangan untuk dapat menjangkau seluruh wilayah di Kabupaten Demak.
EVALUASI KEBIJAKAN PARKIR DI TEPI JALAN UMUM TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA SEMARANG Henessy Quinster; Dyah Lituhayu; Amni Zarkasyi Rahman
Journal of Public Policy and Management Review Vol 12, No 3: Juli 2023
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v12i3.39854

Abstract

Kebijakan Parkir di tepi jalan umum di Kota Semarang memiliki potensi dalam peningkatan pendapatan asli daerah namun selama ini belum berhasil mencapai target pendapatan retribusi daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengevaluasi kebijakan parkir di tepi jalan umum di Kota Semarang serta melihat faktor-faktor penghambat dari penerapan kebijakan tersebut. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian berada di Kota Semarang dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dengan informan yang telah ditentukan denan teknik purpose sampling dan telaah dokumen serta literasi yang memiliki keterkaitan dengan topik. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa terdapat beberapa penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dilapangan saat mengimplementasikan kebijakan parkir di tepi jalan umum diihat dari tidak tercapainya target retribusi setiap tahun. Untuk memenuhi target pencapainya yang telah ditetapkan, maka aparat disarankan untuk memaksimalkan perannya dalam pengelolaan parkir pinggir jalan umum, meningkatkan pengawasan, pendampingan serta kerjasama dari masyarakat untuk berkontribusi dan membangun komitmen demi tercapainya target dalam kebijakan tersebut.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK DARI TINDAK KEKERASAN DI KOTA SEMARANG Arina Dea Putri Arminda; Dyah Lituhayu; Maesaroh Maesaroh
Journal of Public Policy and Management Review Vol 12, No 3: Juli 2023
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v12i3.39937

Abstract

Kota Semarang memiliki luas 373,70 Km2, dan batasnya meliputi wilayah sekitarnya. Implementasi kebijakan bertujuan untuk membangun sistem yang terpadu dalam menangani kekerasan pada perempuan dan anak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui implementasi kebijakan yang dilakukan pelaksana kebijakan dalam menjalankan kebijakan perlindungan perempuan dan anak dari tindakan kekerasan berlokasi pada Kota Semarang.. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang dilakukan dengan wawancara kepada informan yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan kebijakan perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan kota semarang sudah sesuai dengan Peraturan Daerah yang mengacu atas Nomor 5 Tahun 2016 Kota Semarang namun masih mengalami peningkatan tingkat kekerasan pada tahun 2022. Ada berbagai faktor yang dapat berkontribusi terhadap meningkatnya kekerasan terhadap perempuan di Semarang diantaranya faktor komunikasi (communication). sumber daya (resources), disposisi (disposition), struktur birokrasi (beurucratic structure) Adapun saran dari peneliti yaitu dengan menambahkan anggota dari bidang perlindungan perempuan sendiri agar setiap anggotanya dapat fokus melaksanakan tugas tanpa kewalahan. Selain itu juga diharapkan adanya kerja sama antara Dinas Pendidikan dan Pemerintah Kota untuk membantu masyarakat kecil dalam mendapatkan pendidikan yang baik, karena tingkat pendidikan yang rendah meningkatkan kemungkinan seseorang untuk menjadi pelaku kekerasan.