Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENGARUH PURE UBI JALAR UNGU DAN JENIS PENSTABIL TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK ES SKRIM SUSU KEDELAI [EFFECT OF PURPLE SWEET POTATO PUREE AND STABILIZER TYPES ON PHYSICOCHEMICAL AND ORGANOLEPTIC PROPERTIES OF SOY MILK ICE CREAM] Bernadette Larasati; Intan Cidarbulan Matita; Titri Siratantri Mastuti
FaST : Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 8 No. 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jstfast.v8i2.8976

Abstract

Ice cream is one of the food products widely consumed by the public. Generally, ice cream is made from cow's milk, which has a high fat content and cannot be consumed by individuals with lactose intolerance. Therefore, ice cream made from soy milk and purple sweet potato puree has been developed as a healthier alternative to enhance food product diversification. Soy milk ice cream is made by adding purple sweet potato puree with different ratios of purple sweet potato and water (100:0, 90:10, 80:20, 70:30) as well as different types of stabilizers (CMC, carrageenan, guar gum). The ice cream was analyzed for overrun, melting time, anthocyanin content, and organoleptic properties (hedonic). The results of this study concluded that the addition of purple sweet potato puree decreased overrun while increasing anthocyanin content, the panelists' preference for color, and overall acceptance of the ice cream. The use of different types of stabilizers resulted in differences in melting time, anthocyanin content, and organoleptic characteristics of the ice cream, which include preferences for taste, color, and texture among the panelists.Bahasa Indonesia Abstract:Es krim merupakan salah satu produk pangan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Pada umumnya, es krim dibuat dari susu sapi yang memiliki kadar lemak tinggi dan tidak dapat dikonsumsi oleh penderita intoleransi laktosa. Oleh karena itu, dikembangkan es krim yang terbuat dari susu kedelai dan pure ubi jalar ungu sebagai alternatif yang lebih menyehatkan dan meningkatkan diversifikasi produk pangan. Es krim susu kedelai dibuat dengan penambahan pure ubi jalar ungu dengan rasio mash ubi jalar ungu dan air (100:0, 90:10, 80:20, 70:30) serta jenis bahan penstabil (CMC, karagenan, guar gum) yang berbeda. Es krim dianalisis overrun, waktu leleh, kadar antosianin, dan organoleptik (hedonik). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penambahan pure ubi jalar ungu menurunkan overrun serta meningkatkan kadar antosianin, tingkat kesukaan panelis terhadap warna, dan penerimaan keseluruhan es krim. Penggunaan jenis bahan penstabil yang berbeda menyebabkan perbedaan waktu leleh, kadar antosianin, serta karakteristik organoleptik es krim yang meliputi tingkat kesukaan rasa, tingkat kesukaan warna, dan tingkat kesukaan panelis terhadap tekstur.
Karakteristik Mikroenkapsulat Minyak Buah Merah (Pandanus conoideus Lam.) Berdasarkan Rasio Core to Coating pada Metode Gelasi Ion: [Characteristics of Red Fruit Oil Microencapsulates (Pandanus conoideus Lam.) Based on Core to Coating Ratio at Ion Gelation Method] Titri Siratantri Mastuti; Angela Michelle Gunawan
FaST : Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 9 No. 1 (2025): MAY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jstfast.v9i1.9654

Abstract

Red fruit oil has high carotenoid content which has the potential as a natural pigment. Microencapsulation with ion gelation method is one of method that can be used to protect carotenoid compounds which are naturally sensitive to light, oxygen, and high temperatures. The successful of the encapsulation process can be seen from the characteristics of the product and its encapsulation efficiency. The purpose of this study was to determine the effect of the core to coating ratio (CCR) on carotenoid efficiency and the characteristics of red fruit oil microencapsulation with the ionic gelation method using chitosan and STPP coating materials and their storage stability.fruit oil. In the preliminary stage is characterization of red fruit oil and the emulsion. In the main stage, red fruit oil microcapsules were made with variations of core to coating ratio (1:1, 1:2, 1:3, 1:4) and analyzed on the 1st and 11th days. Core to coating ratio affects water content, solubility, encapsulation efficiency, total carotenoids, carotenoid retention, antioxidant activity and stability, particle size, and color. Microencapsulates with a core to coating ratio of 1:1 gave the best results with 6.94±0.61% water content, 8.76±0.38% solubility, 67.89±5.72% encapsulation efficiency, 141.39±18.10 µg/g total carotenoid content, 83.31±2.75% carotenoid retention, 49.05±1.44 mg AAE/100 g antioxidant activity, and the value of °Hue 53.26 which shows a yellowish red color. The results of the particle size test showed a particle diameter of 1.5838 µm with a Polydispersity Index value of 0.374. Bahasa Indonesia Abstract: Minyak buah merah memiliki kandungan karotenoid tinggi yang berpotensi sebagai pewarna alami. Mikroenkapsulasi dengan metode gelasi ion merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk melindungi senyawa karotenoid yang secara natural bersifat sensitif terhadap cahaya, oksigen, dan suhu tinggi. Kesuksesan proses enkapsulasi dapat dilihat dari karakteristik produk dan efisiensi enkapsulasinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rasio core to coating (CCR) terhadap efisiensi karotenoid dan karakteristik mikroenkapsulat minyak buah merah dengan metode gelasi ionik menggunakan bahan penyalut kitosan dan STPP serta stabilitas penyimpanannya. Pada tahap pendahuluan dilakukan karakterisasi minyak buah merah yang digunakan dan emulsinya. Pada tahap utama dilakukan pembuatan mikroenkapsulat minyak buah merah dengan rasio core to coating (1:1, 1:2, 1:3, 1:4) dan dianalisis pada hari ke-1 dan ke-11. Rasio core to coating berpengaruh terhadap kadar air, kelarutan, efisiensi enkapsulasi, total karotenoid, retensi karotenoid, kapasitas antioksidan dan stabilitasnya, ukuran partikel, serta warna. Mikroenkapsulat dengan rasio core to coating 1:1 memberikan hasil terbaik dengan kadar air 6,94±0,61%, kelarutan 8,76±0,38%, efisiensi enkapsulasi 67,89±5,72%, kandungan total karotenoid 141,39±18,10 μg/g, retensi karotenoid 83,31±2,75%, kapasitas antioksidan 49,05±1,44 mg AAE/100 g, serta nilai °Hue 53,26 yang menunjukkan warna merah kekuningan. Hasil uji ukuran partikel menunjukkan diameter partikel sebesar 1,58 μm dengan nilai Polydispersity Index  0,374.  
Pelatihan Penerapan Teknologi Pengolahan Pangan pada Komoditas Jagung di STT-SAPPI Ciranjang Kabupaten Cianjur Tagor M. Siregar; Julia Ratna Wijaya; Natania Natania; Titri Siratantri Mastuti; Florecita Sanaky; Claudius Teo; Beatrice Julian
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v10i1.26319

Abstract

Sekolah Tinggi Teologi Studi Alkitab untuk Pengembangan Pedesaan Indonesia merupakan Sekolah Tinggi Teologi, dimana lulusannya diharapkan dapat berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat. Berkaitan dengan hal ini maka Program Studi Teknologi Pangan Universitas Pelita Harapan (UPH) melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) berupa Pelatihan Penerapan Teknologi Pengolahan Pangan Pada Komoditas Jagung. Kegiatan ini dilakukan melalui tahap persiapan dan pelaksanaan. Pada tahap persiapan dilakukan uji coba proses pengolahan dan penentuan formulasi dan diperoleh produk olahan berbasis jagung di Laboratorium Pengolahan Pangan. Hasil dari tahap ini dirumuskan menjadi bagian dari materi pelatihan berupa deskripsi dan penjelasan tentang bahan, alat, prosedur pengolahan yang meliputi preparasi bahan, pengeringan, proses pembuatan dan penentuan formulasi produk pangan berbasis jagung yaitu tepung jagung, tortilla chips, dan sup jagung instan. Pada tahap pelaksanaan, tim PkM memaparkan, menjelaskan dan mempraktikkan materi pelatihan yang telah disiapkan kepada para mahasiswa di STT-SAPPI Cianjur, Jawa Barat. Kegiatan pelatihan dilakukan pada tanggal 24 April 2025 oleh 7 orang tim PkM yang terdiri dari 4 orang dosen, 1 orang asisten dosen dan 2 orang mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan UPH, serta diikuti oleh 25 orang peserta yaitu mahasiswa STT-SAPPI Ciranjang kabupaten Cianjur. Evaluasi kegiatan pelatihan berdasarkan pengisian kuesioner menunjukkan seluruh (100%) peserta menyatakan bahwa kegiatan pelatihan dapat diikuti dengan baik dan sangat bermanfaat.