Putu Agus Mayuni
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 28 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengembangan Media Video Animasi Pola Dasar Sistem Meyneke Dalam Mata Kuliah Konstruksi Pola Busana Pada Prodi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Undiksha Lisanti Zeftiatul Ana; Made Diah Angendari; Putu Agus Mayuni
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 13 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to know about: 1) the development of animation video media for the basic pattern of the Meyneke system in the fashion pattern construction course; 2) the feasibility level of the essential Meyneke system animation video media in the fashion pattern construction course based on the assessment of media experts and content experts; 3) student responses in a small group test to the primary animation video media of the Meyneke system in the fashion pattern construction course. The data used in this study are quantitative and qualitative. The subjects of the research are two material experts, two media experts, and six fashion students. The instruments used are interview guidelines and questionnaire sheets. The results are: 1) the development of the meyneke system archetypal animation video media using the PPE model with the planning, production, and evaluation stages, the meyneke system archetypal animation video consists of the intro, opening, material, closing and credits sections packaged in MP4 videos; 2) The feasibility level of animated video media with the basic pattern of the Meyneke system is based on the assessment of content experts, namely 95.215% and media experts with a percentage of 92.105% with the predicate "very good"; 3) The small group trial stated that the Meyneke system essential animation video media in the fashion pattern construction course was "very good" with a score of 91.05%. It was concluded that the essential Meyneke animation video media in the fashion pattern construction course was declared "very good" and suitable for use as learning media.
Pengembangan Hiasan Busana Pesta Anak Dengan Recycle Kain Perca renianggraini renianggraini; Ni Ketut Widiartini; Putu Agus Mayuni
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 13 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang pengembangan hiasan busana pesta anak dengan bahan recycle kain perca. Jenis peneIitian yanggdigunakan merupakanmpenelitian pengembangan, Research anddDevelopment (R.&.D) dengan model ,pengembangan PPE. Metode pengambilan data yang digunakan adalah metode kuesioner kemudian datamdianalisis0 dengan metode kuaIitatif dan kuantitatIf.mHasil peneIitianoyang diperoleh yaitu: tahap perencanaan (planning) dan analisis data ialah perencanaan produk meliputi membuat moad board, membuat desain sketsa, menganalisis desain, memilih model peraga dan pengambilan ukuran, menggambar pola hiasan busana pesta anak, memilih bahan dan alat. Tahapan produksi (production) meliputi proses menggambar pola hiasan pada pola, peletekan pola pada bahan, penjiplakan hiasan pada kain, membentuk pola hiasan pada kain, menempel kain kapas pada hiasan, pemotongan dan pembentukan hiasan, membuat tali, memasang hiasan pada bahan busana, memotong bahan busana, penjahitan dan hasil jadi pengembangan hiasan busana pesta anak dengan recycle kain perca. TahapangevaIuasi (evaluation) denganokuaIiitas hasil produkibusana pesta dengankdenganhujimproduk melalui penilaian oleh dua orang ahli busana. Berdasarkan hasil uji produkopengembangan hiasancbusana pesta anak dengan recycle kain perca darivahli busana I mendapatkan 89%, dan dari ahlixbusanaxII mendapatkanz86% berdasarkanzperhitungan rata-rata diperoleh hasiI 87%. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan hiasan busana pesta anak dengan recycle kain perca memiliki nilai baik sehingga layak untuk digunakan.
Integrated Performance Assessment Instrument of Tri Hita Karana's Priority Values in Vocational Learning Putu Agus Mayuni; I Gede Sudirtha; Ni Ketut Widiartini; Made Diah Angendari
Mimbar Ilmu Vol. 28 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mi.v28i1.59766

Abstract

This study aims to analyze the success of developing an integrated performance assessment instrument for the priority values of Tri Hita Karana (THK) in vocational learning, in this case, in the practicum course for making men's clothing. This type of research is development research, which was developed using the ADDIE model. The subjects in this study were colleagues and learning and assessment experts. The focus of the research was the development of an integrated portfolio assessment instrument of the priority values of Tri Hita Karana in the practicum course in the manufacture of menswear. Data collection in this study was carried out using the method of questionnaires, with the research instrument being a validity sheet. The data obtained in the study were then analyzed using data analysis techniques using quantitative descriptive analysis. The feasibility of the resulting set of instruments is tested for validation using the Gregory formula using two experts and testing the reliability of the instrument using the inter-rater reliability technique. The results showed that the developed performance assessment instrument met the validity criteria with an average 4.0 (relevant) score and obtained very high validity through calculations using the Gregory formula (1.0). Calculation of reliability through an inter-rater agreement from two experts, which was very consistent with a score on the performance instrument of 0.96. Based on these results, it can be concluded that the design of the integrated performance assessment instrument set of priority values of Tri Hita Karana karana in the Men's Clothing Making Practical Course developed is in the valid and reliable category, so it is very feasible to use to measure students' abilities.
PENGEMBANGAN BUSANA READY TO WEAR DENGAN SUMBER IDE BARONG LANDUNG dilla, ayu; Widiartini, Ni Ketut; Mayuni, Putu Agus
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 20 No. 2 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptkundiksha.v20i2.65653

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan proses pengembangan busana ready to wear dengan sumber ide Barong Landung (2) mendeskrispikan kelayakan produk oleh ahli  dan pengguna pada busana ready to wear dengan sumber ide Barong Landung. Penelitian ini merupakan penelitan pengembangan (research and development) dengan model pengembangan PPE: Perencanaan (Planning), Produksi (Production) dan Evaluasi (Evaluation). Pengumpulan data menggunakan kuesioner instrumen yang telah diuji validitasnya. Tahapan pengembangan PPE terhadap busana ready to wear dengan sumber ide Barong Landung melalui beberapa tahapan, antara lain: tahap pertama (Planning) yang terdiri atas perencanaan pengembangan produk meliputi analisis sumber ide yang akan dikembangkan menjadi busana ready to wear. Kemudian proses pembutan rancangan desain busana ready to wear deluxe dan rancangan bahan. Setelah menyelesaikan proses perencanaan maka dilanjutkan dengan tahap produksi (Production) yang meliputi proses memotong bahan, menjahit bagian busana hingga proses penyelesaian akhir. Dilanjutkan pada tahap akhir evaluasi (Evaluation) terhadap kelayakan hasil produk busana ready to wear dengan uji produk melalui penilaian ahli produj serta pengguna. Pengembangan busana ready to wear sumber ide Barong Landung yang terfokus pada ciri khusus sesuai dengan figur Barong Landung yakni Jro Gede dan Jro Luh. Berdasarkan hasil uji kelayakan produk dengan menilai desain busana, model busana pengembangan hingga hasil busana yang memilih subyek ahli produk mendapat nilai 98% dengan kulaifikasi sangat baik dan uji kelayakan produk oleh pengguna dengan menilai estetika produk serta hasil produk mendapat nilai 96,69% dengan kualifikasi sangat baik. Dari uji yang dilakukan maka pengembangan busana ready to wear dengan sumber ide Barong Landung disimpulkan layak untuk dikembangkan
MOTIF KAIN TENUN ENDEK BERBASIS BUDAYA BALI PADA PERTENUNAN IKAT WISNU MURTI DI DESA KERAMAS, BLAHBATUH GIANYAR Widyawati, Ni Komang; Budhyani, I Dewa Ayu Made; Mayuni, Putu Agus
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 20 No. 2 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptkundiksha.v20i2.68108

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan perkembangan motif kain tenun endek berbasis budaya Bali pada Pertenunan Ikat Wisnu Murti. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif, tempat penelitian berlokasi di Jalan Selukat, Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Sumber informasi terdiri dari informan kunci, informan pendukung, dan informan ahli. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, dengan memakai alat berupa pedoman observasi dan pedoman wawancara, serta dianalisis dengan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan motif kain tenun endek berbasis budaya Bali pada Pertenunan Ikat Wisnu Murti awalnya memproduksi motif tradisional seperti motif bun-bunan, motif patra samblung, motif wajik ukir, dan motif encak saji. Kemudian motif tradisional tersebut berkembang ke motif bedeg, motif cendrawasih, motif anggur, motif ceplok, motif ceplok geometris, motif pucuk, motif cemplong, motif Barong Rangda, motif jepun, motif celepuk, motif celepuk kebat, motif cakra, motif riris, dan motif kidang. Perkembangan motif tersebut diambil dari unsur seni rupa, seni pertunjukan, tradisi adat istiadat, dan unsur tata cara upacara keagamaan.
PELATIHAN MANICURE, PEDICURE, DAN NAIL ART PADA SISWA SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI BAGIAN B SINGARAJA Angendari, Made Diah; Mayuni, Putu Agus; Budhyani, I Dewa Ayu
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.391 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v4i2.9602

Abstract

Sekolah Luar Biasa Bagian B Singaraja Bali adalah sekolah khusus untuk anak-anak Tunarungu. Tunarungu adalah individu yang memiliki hambatan dalam pendengaran baik permanen maupun tidak permanen. Di Sekolah ini terdapat siswa Sekolah Dasar 60 orang, Sekolah Menengah Pertama 60 orang dan Sekolah Menengah Atas 12 orang. Mereka pada umumnya sering dianggap kurang memiliki rasa percaya diri dan cenderung menutup diri dari lingkungannya. Mereka perlu bekal ketrampilan untuk kelangsungan hidupnya setelah lulus dari sekolah. Kurangnya ketrampilan dalam bidang kecantikan yang berorientasi pada kesiapan mencari kerja, sedangkan peralatan kecantikan yang tersedia cukup memadai untuk menunjang bidang tersebut. Khalayak sasaran yang trategis untuk masalah ini adalah siswa Sekolah Luar Biasa bagian B Singaraja, yang sedang mengenyam pendidikan SMP sebanyal 15 orang dan SMA 12 orang. Dipilihnya siswa setingkat SMP dan SMA, sebab mereka tergolong usia yang sangat produktif baik dilihat dari kecepatan kerja, kecepatan belajar, tingkat antusiasme, memilki daya kreativitas yang tinggi, mereka sudah memiliki ketrampilan memadai untuk tumbuh menjadi insan mandiri dan produktif. Pengabdian masyarakat pernah dilaksanakan di SLB pada tahun 2012 dan 2013. Untuk tahun 2014 dari pihak sekolah baik kepala sekolah, guru dan siswa sangat mengharapkan diadakan pelatihan di bidang kecantikan yaitu manicure, pedicure, dan nail art. Berdasarkan analisis situasi di atas, dipandang perlu untuk memberdayakan anak-anak SLB Bagian B untuk meningkatkan ketrampilan di bidang kecantikan (manicure, pedicure, dan nail art).
INDENTIFIKASI BUSANA ADAT DAHA DAN TRUNA DI DESA ADAT TIMBRAH, KARANGASEM, BALI Kadek Wedi Qinardy; Ni Ketut Widiartini; Putu Agus Mayuni
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v16i1.82929

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya busana adat Daha dan Truna di Desa Adat Timbrah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) busana adat Daha ditinjau dari busana pokok, busana pelengkap, aksesoris, dan tatanan penggunaan busana adat, serta (2) busana adat Truna ditinjau dari busana pokok, busana pelengkap, aksesoris, dan tatanan penggunaan busana adat di Desa Adat Timbrah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan metode wawancara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah teknik deskriptif. Untuk menentukan informan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) busana adat Daha di Desa Adat Timbrah ditinjau dari busana pokok, yaitu saput tenun Tenganan, kamen endek Bali, dan bulang. Busana pelengkap yaitu selibah, sabuk atau kelip. dan longtorso. Aksesoris yaitu, kain beludru, pending, bunga benang, bunga alami, bunga bunter, pekir, empak-empak, bunga emas sandat, bunga emas pucuk, kompyang, rerenteng, anjel, kincung, dan gelang emas. Adapun tatanan penggunaan busana adat Daha menggunakan teknik dililit, disampirkan, dan dipasang satu per satu. (2) busana adat Truna di Desa Adat Timbrah ditinjau dari busana pokok yaitu, saput brokat dan kamen kuning. Busana pelengkap yaitu, sabuk dan stagen. Aksesoris yaitu, udeng dan kadutan atau keris. Adapun tatanan penggunaan busana adat Truna menggunakan teknik dililit, diikat, dan disampirkan. Kata kunci: Busana Adat Daha, Busana Adat Truna, Desa Adat Timbrah.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Multimedia Interaktif pada Pembelajaran Pola Dasar Busana di SMK Made Diah Angendari; I Dewa Ayu Made Budhyani; Putu Agus Mayuni; Ida Ayu Reviena Damasanti
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3611

Abstract

Pembelajaran pada program keahlian Tata Busana di SMK pembelajaran keterampilan praktik tinggi, khususnya dalam kompetensi pembuatan pola dasar busana. Seiring dengan perkembangan teknologi pendidikan, diperlukan media pembelajaran yang mampu menghadirkan visualisasi proses pembuatan pola secara menarik dan interaktif. Namun berdasarkan kajian literatur dan kondisi lapangan, penelitian yang khusus menganalisis kebutuhan pengembangan multimedia interaktif pada pembelajaran pola dasar busana di SMK masih terbatas, terutama yang mengintegrasikan karakteristik pembelajaran kejuruan, kebutuhan peserta didik, serta kesiapan sarana sekolah sebagai dasar media pengembangan. Senjangan ini menunjukkan perlunya kajian kebutuhan yang komprehensif sebagai landasan pengembangan multimedia yang relevan dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan multimedia interaktif pembuatan pola busana di SMK sebagai dasar desain media interaktif yang sesuai dengan karakteristik peserta didik kejuruan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan pada tahap analisis dari model pengembangan ADDIE ( analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi ). Subjek penelitian meliputi guru mata pelajaran pembuatan pola busana, siswa kelas X program keahlian Tata Busana, dan kepala program keahlian di dua SMK di Kabupaten Buleleng. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, dan wawancara serta dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pembelajaran pembuatan pola busana masih belum memanfaatkan multimedia interaktif secara optimal; (2) guru maupun siswa menunjukkan kebutuhan tinggi terhadap pengembangan multimedia pembelajaran yang menampilkan animasi langkah demi langkah, simulasi, dan latihan interaktif dimana 95% guru dan 91% siswa sangat setuju terhadap penggunaan multimedia interaktif; (3) sarana pendukung di SMK umumnya sudah memadai (tersedia komputer, LCD, dan smartphone siswa) namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Temuan ini menjadi dasar penting untuk merancang multimedia interaktif yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan praktik, serta motivasi belajar siswa pada mata pelajaran pembuatan pola busana.