Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Islam, Lingkungan Budaya, dan Hukum dalam Perspektif Ketatanegaraan Indonesia Mahfud MD, Moh.
KARSA: Journal of Social and Islamic Culture Vol 24, No 1 (2016): Islam, Culture, and Law
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/karsa.v24i1.992

Abstract

Indonesia bukan negara agama, tetapi juga bukan negara sekular. Indonesia telah memilih bentuk religious nation state, yakni negara berdasar Pancasila. Di dalam sistem hukum Pancasila, hukum yang berlaku adalah hukum nasional. Hukum nasional yang berlaku merupakan serapan dari beberapa nilai-nilai luhur agama, budaya, serta adat-istiadat yang tumbuh mengakar dalam masyarakat Indonesia yang plural. Umat Muslim dapat melaksanakan hukum Islam tanpa harus ada pemberlakuan resmi lagi oleh negara dalam hukum privat terutama dalam bidang hukum keluarga. Untuk bidang hukum publik, hukum Islam Indonesia bisa diperjuangkan keberlakukan nilai-nilai substantifnya (al-jawhar) melalui strategi eklektisisme dengan sumber-sumber hukum materiil (bahan pembuatan hukum) lainnya yang kemudian menjadi hukum nasional.Copyright (c) 2016 by KARSA. All right reserved DOI: 10.19105/karsa.v24i1.992 
Islam, Lingkungan Budaya, dan Hukum dalam Perspektif Ketatanegaraan Indonesia Moh. Mahfud MD
Karsa: Journal of Social and Islamic Culture Vol. 24 No. 1 (2016): Islam, Culture, and Law
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/karsa.v24i1.992

Abstract

Indonesia bukan negara agama, tetapi juga bukan negara sekular. Indonesia telah memilih bentuk religious nation state, yakni negara berdasar Pancasila. Di dalam sistem hukum Pancasila, hukum yang berlaku adalah hukum nasional. Hukum nasional yang berlaku merupakan serapan dari beberapa nilai-nilai luhur agama, budaya, serta adat-istiadat yang tumbuh mengakar dalam masyarakat Indonesia yang plural. Umat Muslim dapat melaksanakan hukum Islam tanpa harus ada pemberlakuan resmi lagi oleh negara dalam hukum privat terutama dalam bidang hukum keluarga. Untuk bidang hukum publik, hukum Islam Indonesia bisa diperjuangkan keberlakukan nilai-nilai substantifnya (al-jawhar) melalui strategi eklektisisme dengan sumber-sumber hukum materiil (bahan pembuatan hukum) lainnya yang kemudian menjadi hukum nasional.Copyright (c) 2016 by KARSA. All right reserved DOI: 10.19105/karsa.v24i1.992 
Politik Hukum Dalam Perda Berbasis Syari’ah Moh. Mahfud MD.
Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM Vol. 14 No. 1 (2007)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the early of District  Regulation Draft Reform  merely determines four absolute matters which become the Central Government concerns namely  foreign relation, moneter and national fiscal, national and security defend and judicature. However. before the Draft has been ratified by the Parliament, Indonesian Moslem Scholar Assembly with Department of Religion propose religious matter becomes the matter of the central goverment. Because , if it is decentralized will create a worry that  will raise district regulation based on the majority religion of each district.
Capaian dan Proyeksi Kondisi Hukum Indonesia Mahfud MD
Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM Vol. 16 No. 3 (2009)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/iustum.vol16.iss3.art1

Abstract

To review the achievements of legal development during reformation era, shall be a parameter to be a foundation; which are some causes that led to the need for legal reform. In other word, it need to be identified what were the problems of legal development during the New Order era which in turns pushed to the rise of legal reform subsequently after political reform in 1998. There were problems addressed by legal reform, such as, the amendment of 1945 Indonesian Constitution, judicial reform through the amendment of Judicial Power Act, the inception of Corruption Eradication Commission, and also the inception of some new bodies which are considered to be helpful for the purpose of an effective legal enforcement and the maintenance of democracy.Keywords: : achievement, projection, current Indonesian legal system
Rambu Pembatas Dan Perluasan Kewenangan Mahkamah Konstitusi Moh. Mahfud MD
Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM Vol. 16 No. 4 (2009)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/iustum.vol16.iss4.art1

Abstract

Generally, public society acknowledgment of the productivity & achievement of Constitutional Court are known since its born, but in the other side, it seems need border & guardrail in the authority realization of Constitutional Court in order to bounded the authority that given by UUD 1945. Realizing in developmental of Indonesian Constitutional law, there?s some issues which needs to be patched in authority range of Constitutional Court such as Constitutional Complaint and Constitutional.Key words : border sign, expanded authority, constitutional kourt
MENGEFEKTIFKAN KONTROL HUKUM ATAS KEKUASAAN Mohd. Mahfud MD
Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM Vol. 3 No. 6 (1996)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/iustum.vol3.iss6.art2

Abstract

Idealnya, hukum dan kekuasaan paling tidak saling mendukung, dalam arti bahwa hukum harus ditegakkan dengan kekuasaan agar daya paksanya bisa efaktif, dan sebaliknya, kekuasaan harus dijalankan di atas prinsip-prinsip hukum agar tidak sewenang-wenang. Tetapi yang ideal itu kerapkali tidak realistik sehingga amat sering terlihat bahwa kekuasaan menjadi supreme di atas hukum. Moch. Mahfud. MD., menawarkan pemikiran baru untuk menjadikan idealita itu menjadi realita.
Pewadahan Etika Keilmuan di dalam UU Hak Cipta Moh. Mahfud MD
Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM Vol. 6 No. 12 (1999): H A K I
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/iustum.vol6.iss12.art3

Abstract

Some crucial problems related to scientific or academic ethics have been accomodated in Copy Rights Law which provides criminals anactions against the breaker. However, the law could not reach oranticipate all kinds of academic ethicviolations, because some of which had been very difficult to prove juridically
Politik Hukum Hak Asasi Manusia di Indonesia Moh. Mahfud MD
Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM Vol. 7 No. 14: Agustus 2000
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/iustum.vol7.iss14.art1

Abstract

Although Indonesia has adopted the principles of legal state (the rule of law) and democracy the abuse of human rights, particularly the massive and intensive abuse forms, still occurs. This article tries to overview the problem in the legal politic aspects, considering the available legal instalment and formulation in the constitution and the legal devices of its enforcement. For short term of legal politics, there is a faced dilemma; doing the brave andstrict settlement until court, or conducting whitening by fair reconciliation. The choice between the two sides should be quickly carried out by previously calculating its procedural-technical obstructions and its political ones.
Pembaharuan Hukum Nasional Sebagai Amanat Proklamasi dan Konstitusi Moh. Mahfud MD
Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM Vol. 4 No. 7 (1997)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Moh. Mahfud MD berpendapat dalam tulisan ini adanya keinginan untuk melaksanakann pembaharuan hukum berkenaan dengan proklamasi tidak dapat dianggap sebagai sekedar nomeratisme yang atopis karena ia memiliki landasan teoritis dan amanat konstitusional yang kokoh.
Politik Hukum untuk Independendi Lembaga Peradilan Moh. Mahfud MD
Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM Vol. 6 No. 9 (1997)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagasan tentang independensi lembaga peradilan kini mencuat kembali. Tulisan ini beranggapan tetaplah relevan untuk melepaskan cengkeraman kekuasaan eksekutif dalam membina dunia peradilan. Tegasnya, badan-badan peradilan harus dilepaskan dan Departemen Pemerintahan dan meski institusi tidak mengharuskan pemisahann tapi itu perlu bagi kebebasan kekuasaan kehakiman. Lewat penelusuran sejarah tulisan ini  juga melihat riwayat panjang dunia peradilan Indonesia yang memang tidak pernah independen.