Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Info-Teknik

Tipologi dan Morfologi Arsitektur Suku Banjar di Kal-Sel Ira Mentayani; Dila Nadya Andhini
INFO-TEKNIK Vol 8, No 2 (2007): INFOTEKNIK VOL. 8 NO. 2 2007
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v8i2.1732

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui tipologi dan morfologi arsitektur daerah Suku  Banjar di Kalimantan Selatan sehingga ketidakjelasan tipe arsitektur Banjar yang ada saat ini dapat dipecahkan secara ilmiah.Populasi dalam penelitian ini adalah rumah tradisional yang berumur rata-rata lebih dari 50 tahun. Sampel yang digunakan adalah sampel bertujuan (purposive sample) dengan pengumpulan data menggunakan metode bola salju (snow ball sampling). Analisis data, dimulai dengan menelaah seluruh data, reduksi data, menyusun data-data dalam satuan-satuan, mengkategorisasikan, dan memeriksa keabsahan data. Tahap analisis dilanjutkan dengan tahap penafsiran data. Bagian analisis yang terpenting adalah mengkategorisasikan yang didasarkan pada metode analisis komparatif.Hasil penelitian menunjukkan Tipomorfologi arsitektur suku Banjar dapat dijelaskan berdasar beragam tema yang mempengaruhi perkembangan arsitektur Suku Banjar, yaitu; berdasar kesamaan yang menjadi ciri khas (geometrik), berdasar pengaruh kebudayaan suku, berdasar pengaruh kepercayaan dan agama, berdasar tata ruang, berdasar struktur dan konstruksi, berdasar lokasi, dan berdasar ornamen/ ragam hias.Keberadaan masing-masing tema yang mempengaruhi pembentukan tipo- morfologi Suku Banjar di atas saling berhubungan erat antar satu dengan yang lainnya sehingga tidak bisa dilepaskan dalam pembentukan pemahaman.
KARAKTER ARSITEKTUR TEPI SUNGAI DI KAMPUNG SASIRANGAN KOTA BANJARMASIN Irwan Yudha Hadinata; Ira Mentayani
INFO-TEKNIK Vol 19, No 1 (2018): INFOTEKNIK Vol. 19 No. 1 Juli 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v19i1.5144

Abstract

Banjarmasin as the city of a thousand rivers has become a region with strong riverside character. From its history, traditional kampungs grow along the riverbanks with unique features and characteristics. Along with the development of time and progress in all fields, the riverside kampung undergoes transformation that threatens the fading of the identity and existence of riverside architecture in Banjarmasin City. This study aims to identify the character of riverside architecture in Kampung Sasirangan and dwelling components that became the background of the character. The location of Kampung Sasirangan chosen based on the criteria of finding lanting houses, riverbank houses, titian, trunks, toilets, docks and bridges as part of the riverside architecture This research uses rationalistic method with typology as a classification analysis tool of mapping of residence typology and its physical component. The findings of this study illustrate the trend of changes and transformation of riverbanks and lanting houses in the area of Kampung Sasirangan that is happening and is real. These changes are generally not in the form of architectural form but in the material forming content and functions that exist in each of these houses. The strong influence of the road to the attraction of orientation and the changing factor of the community profession in Kampung Sasirangan, which is based on the main factor that is the economic accessibility that becomes the base of the changing factor of the area.
Karakteristik Perumahan di Tepi Sungai Martapura Tinjauan Aspek Fisik Tradisional Bani Noor Muchamad; Ira Mentayani
INFO-TEKNIK Vol 3, No 1 (2002): INFOTEKNIK VOL. 3 NO. 1 2002
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v3i1.451

Abstract

Besarnya potensi rumah tradisional kurang disadari dengan terjadinya perubahan yang pesat yang ditandai munculnya bentuk-bentuk baru semakin ditinggalkannya bentuk rumah tradisional.Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik perumahan yang ditinjau dari aspek fisik tradisional di tepi Sungai Martapura. Mtode analisis adalah deksriptif kuantitatif dengan alat analisis evaluasi komparatif dan statistik deskriptik sederhana. Sampel terbagi 3 lapisan jarak (0-50 m, 51-100 m, dan > 100 m) dari sungai. Kriteria sampel masih ada unsur tradisional pada fisik bangunan.Ketiga lapisan memiliki karakteristik yang sama, yaitu termasuk kategori semi tradisional. Latar belakang yang mempengaruhi adalah aspek ekonomi, pengetahuan idigenous, selera, dan aktifitas anggota keluarga. Selain itu jarak antara perumahan dengan sungai mempengaruhi perubahan terhadap dimensi panjang bangun.
Arsitektur Benteng Vredburg : Pengaruh Arsitektur Renaissance, Tradisional Jawa dan Cina M. Deddy Huzairin; Pakhri Anhar; Ira Mentayani
INFO-TEKNIK Vol 2, No 1 (2001): INFOTEKNIK VOL. 2 NO. 1 2001
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v2i1.445

Abstract

Penelitian ini merupakan bagian dari kajian sejarah dan konservasi arsitektur. Merupakan suatu kajian anatomi bentuk arsitektur kolonial, dengan mengambil studi kasus benteng vreddeburg di yogyakarta. Penelitian ini terbatas hanya pada beberapa bangunan yang terdapat di kompleks benteng di telaah. Sedangkan anatomi yang dibahas adalah keterkaitannya dengan arsitektur renaissance, tradisional jawa dan cinaBerdasarkan analisa terahdap anatomi bentuk arsitektur benteng vredeburg, menunjukkan bahwa elemen-elemen penyusun bentuk arsitektur benteng  Vredeburg,  didominasi oleh bentuk arsitektur renaissance ( sebagai ragam arsitektur asal para pembangunnya/ Belanda).Namun demikian, dari beberapa gedung yang dianalisa terdapat sautu fenomena yang menarik, dimana semakin belakangan bangunan tersebut dibangun semakin besar pengaruh dari arsitektur setempat. Arsitektur setempat tersebut, bukan hanya arsitektur tradisional jawa, akan tetapi juga arsitektur cina (sedikit pengaruhnya) yang merupakan tanggapan terhadap bentuk-bentuk bangunan orang tionghoa yang terdapat disekitar bangunan benteng.