Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN

Studi Optimasi Kinerja Sucker Rod Pump Pada Sumur A-1, A-2,Z-1, Dan Z-2 Menggunakan Perangkat Lunak Prosper Syahrinal Faiz; Djoko Sulistyanto; Samso ST
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN Prosiding Seminar Nasional Cendekiawan 2015 Buku II
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.182

Abstract

Sucker rod pump is a type of artificial lift methods are often used to date. Sucker rod pump suitablefor wells with low productivity, as well as the relative ease in operation and treatment becausepeople in the field have been much acquainted with this type of pump. Sucker rod pump workingprinciple or often called beam pumping up and down movement harnesses from the plunger topush the fluid reservoir to the surface. Optimization sucker rod pump performance can beperformed using software prosper.
OPTIMASI LIFTING MENGGUNAKAN ELECTRIC SUBMERSIBLE PUMP DAN ANALISA KEEKONOMIAN PADA SUMUR “X” LAPANGAN “Y” Agung Adhisi Pradana; Siti Nuraeni; Djoko Sulistyanto
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN Prosiding Seminar Nasional Cendekiawan 2015 Buku I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.211

Abstract

Dalam memproduksikan minyak dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan cara sembur alam dan sembur buatan. Cara pertama dilakukan bila tekanan reservoir cukup tinggi sehingga dapat mengalirkan fluida ke permukaan dengan tekanan alami yang ditimbulkan oleh reservoir. Cara yang kedua dilakukan apabila tekanan reservoir tersebut sudah tidak mampu lagi mengalirkan fluida ke permukaan dengan tekanan alaminya. Ada beberapa metode pengangkatan buatan yang dapat digunakan agar fluida bisa naik ke permukaan. Salah satu metode yang dapat digunakan yaitu dengan menggunakan pompa benam listrik (Electric Submersible Pump - ESP). Metode pengangkatan fluida dengan ESP banyak digunakan karena sangat efektif dan efisien untuk sumur yang mempunyai produktivitas indeks (PI) yang besar, sumur yang dalam, serta untuk sumur-sumur miring. Dalam merancang pompa ESP yang cocok untuk sumur minyak, diperlukan data yang akurat untuk membuat kurva IPR yang menjadi dasar pertimbangan untuk perancangan pompa ESP. Design pompa kemudian dapat disesuaikan dengan jenis dan tipe pompa yang dimiliki oleh perusahan, karena tiap perusahaan pembuat pompa ESP memiliki tipe dan jenisnya masing-masing. Dengan menggunakan pompa ESP diharapkan dapat meningkatkan produksi sumur yang juga dapat berpengaruh pada pemasukan bagi perusahaan dan dapat memberikan keuntungan yang lebih besar dengan kenaikan produksi yang signifikan dikarenakan biaya sewa dan perawatan ESP yang tergolong cukup mahal.
ANALISA PRESSURE BUILD UP TEST PADA SUMUR X LAPANGAN Y DENGAN METODE HORNER MANUAL DAN ECRIN 4.10 Agus Andri Yulianto; Djoko Sulistyanto; Albert Larope
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN Prosiding Seminar Nasional Cendekiawan 2015 Buku I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.213

Abstract

The main purpose of a hydrocarbons well testing or pressure transient analysis is to decide theability of a layer or formation to produce. Pressure transient analysis is basically giving a pressurebalance disorder on well tested. In this final thesis is conducted analysis of well test results atPressure Build Up with method Type Curve Pressure Deritative with help of software Ecrin v4.10and Horner Plot analysis manually.
ANALISIS SIFAT PATAHAN (SEALING-LEAKING) BERDASARKAN DATA TEKANAN, DECLINE CURVE, DAN CONNECTIVITY INJECTION PADA LAPANGAN DIMA Alfredo .; Djoko Sulistyanto
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN Prosiding Seminar Nasional Cendekiawan 2015 Buku I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.218

Abstract

Lapangan DIMA merupakan salah satu lapangan minyak di Cekungan Sumatera Selatan dan terletak di Provinsi Jambi. Lapangan ini merupakan lapangan tua, oleh karena itu untuk memaksimalkan produksinya saat ini tengah dilakukan proses penginjeksian atau biasa dikenal dengan EOR (Enhanced Oil Recovery). Proses injeksi yang dilakukan berupa injeksi air atau waterflood. Untuk dapat melaksanakan proses EOR tersebut diperlukan perencanaan yang lengkap untuk pengembangan lapangan tersebut, hal ini dinamakan POFD (Plan of Further Development). Dalam POFD, pemilihan pattern injeksi menjadi dasar penting proses ini dan salah satu syaratnya ialah mengetahui potensi sifat patahan sealing (menahan aliran fluida) atau leaking (mengalirkan fluida) yang ada pada lapangan tersebut. Untuk melihat potensi sealing-leaking tersebut penulis menggunakan tiga metode yakni analisis data tekanan, analisis decline curve dan connectivity injection. Analisis data tekanan dilakukan dengan cara melihat perbandingan penurunan tekanan berdasarkan data sumur-sumur pada blok yang saling bersebelahan. Apabila penurunan tekanannya membentuk tren yang sama maka dapat diketahui potensi patahan yang memotong kedua blok tersebut bersifat leaking dan begitupun sebaliknya. Sedangkan, Analisis decline curve dilakukan dengan menggunakan software DSS (Dynamic Surveillance System) untuk membandingkan penurunan decline rate antar blok yang dipisahkan oleh patahan yang ingin diuji. Apabila nilai decline rate pada kedua blok memiliki perbedaan yang tidak terlalu signifikan maka dapat dikatakan bahwa patahan yang memisahkan kedua blok bersifat leaking dan begitupun juga dengan sebaliknya. Metode connectivity injection juga menggunakan software DSS dengan melihat hubungan atau konektivitas antara sumur injeksi dan sumur produksi yang berada diantara patahan yang diuji. Hal ini dilakukan dengan cara melihat adanya perubahan pada data produksi karena pengaruh proses injeksi. Apabila terdapat konektivitas antara sumur injeksi dan sumur produksi, maka dapat dikatakan bahwa patahan tersebut bersifat leaking. Tetapi jika proses injeksi tidak berpengaruh terhadap data produksi, maka dapat dikatakan patahan tersebut bersifat sealing. Dari hasil analisis data tekanan, analisis decline curve, dan connectivity injection dapat dilihat serta dibandingkan bahwa jika hasil ketiga analisis ini saling mendukung maka dapat diperoleh kesimpulan mengenai sifat patahan yang diuji apakah bersifat sealing atau leaking. Data hasil analisis tersebut digunakan sebagai salah satu justifikasi dalam pembuatan pattern injeksi.
STUDI KASUS: APLIKASI PENGGUNAAN MODERN PRODUCTION DATA ANALYSIS UNTUK MENGEVALUASI HASIL INTERPRETASI DATA DST DAN PERFORMA PRODUKSI PADA SUMUR GAS ALPHA Gunawan Nurcahyo Wibowo; Panca Suci Widiantoro; Muhammad Taufiq Fathaddin; Djoko Sulistyanto; Novian Aribowo
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN Prosiding Seminar Nasional Cendekiawan 2016
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.883

Abstract

Sumur Alpha merupakan sumur eksplorasi gas yang berada didaerah Sumatera, Indonesia. Interpretasi data DST memperlihatkan lapisan gas ini merupakan Limited Boundary Reservoir dengan rata-rata produksi sebesar 8 MMscfd dan IGIP 0.149 Bcf. Untuk membuktikan hasil interpretasi,dilakukan kegiatan workover dengan hasil produksi awal sebesar 2.9 MMscfd dan kumulatif produksi sebesar 0.104 Bcf. Dari hasil yang didapat, analisa tambahan diperlukan untuk mengurangi resiko ketidaktepatan dalam memahami sumur untuk perencanaan selanjutnya. Analisa dengan metode Modern Production Analysis / Rate Transient Analysis (RTA) dipilih menyesuaikan data terbaru yang dimiliki dengan mengintegrasikan analisa antara Turner Rate, Flowing Material Balance, Type Curve Matching Blasingame, Pressure & Rate History Matching. Aplikasi metode ini memberikan informasi diantaranya mengenai model reservoir, properti reservoir, flow regime, IGIP dan gambaran performa produksi. Interpretasi RTA menunjukan model reservoir berupa Limited Boundary Reservoir. Terjadi penurunan kualitas reservoir (Permeabilitas, Skin) akibat kegiatan operasi yang mempengaruhi produksi. Intepretasi pun menunjukan pola aliran berupa Pseudo Steady State. Besarnya IGIP 0.140 Bcf sesuai dengan interpretasi DST dengan perbedaan sebsar 6%. Permasalahan liquid loading pun terjadi pada produksinya. Hasil analisa ini menunjukan RTA dapat mengevaluasi interpretasi data DST dan performa produksi yang dimiliki secara komprehensif. Hal ini meningkatkan keyakinan dan pemahaman untuk melakukan rencana pengembangan selanjutnya.
EVALUASI KEBERHASILAN PEREKAHAN HIDROLIK PADA SUMUR R LAPANGAN X Reynaldi Romy Santoso; Trijana Kartoatmodjo; Djoko Sulistyanto
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN Prosiding Seminar Nasional Cendekiawan 2017 Buku I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.2118

Abstract

Pekerjaan perekahan hidrolik pada sumur R dilakukan untuk meningkatkanproduktivitas dari zona produktif yang mempunyai permeabilitas kecil. Zona produktif diperforasi pada kedalaman 1768 ft – 1788 ft memiliki porositas sebesar 16% denganpermeabilitas 11 md, laju alir produksi harian sebesar 21 bfpd dengan water cut 20%.Operasi perekahan hidrolik di evaluasi berdasarkan permeabilitas rata-rata yang terjadisetelah perekahan dengan metode Howard & Fast dan kenaikan kelipatan produksidengan metode Prats, Cinco-Ley Samaniego & Dominque, dan McGuire-Sikora, sertakurva inflow performance relationship sebelum dan setelah perekahan hidrolik dilakukan.Hasil pekerjaan perekahan hidrolik meningkatkan laju alir produksi harian menjadi 308bfpd dengan water cut 95%. Permeabilitas rata-rata sebesar 59.63 md, dengan kenaikankelipatan produksi sebesar 5.15, 2.78, dan 2.87 untuk metode Prats, Cinco-LeySamaniego & Dominique, dan McGuire-Sikora. Perekahan hidrolik yang dilakukanberhasil secara teknikal dan produksi namun tidak dalam laju alir minyak yangdiharapkan. Penambahan aditif untuk mengurangi water cut dapat dilakukan denganmenambahkan relative permeability modifier yang terbuat dari surfaktan dan polimer agardapat menaikkan laju alir produksi harian minyak.
KAJIAN LABORATORIUM MENGENAI PENGARUH SALINITAS, PERMEABILITAS DAN KONSENTRASI SURFAKTAN TERHADAP PEROLEHAN MINYAK PADA PROSES INJEKSI SURFAKTAN Cynthia Veronika; Sugiatmo Kasmungin; Djoko Sulistyanto
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN Prosiding Seminar Nasional Cendekiawan 2017 Buku I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.2134

Abstract

Metode EOR adalah salah satu metode yang digunakan untuk meningkatkanperolehan minyak. Salah satu metode EOR yang sering digunakan adalah injeksisurfaktan. Injeksi surfaktan ini berfungsi untuk menurunkan tegangan antar-mukaantara lain air dan minyak agar tekanan kapiler pada daerah penyempita pori-poridapat dikurangi sehingga minyak sisa pada daerah yang dipengaruhi tekanan kapilertersebut dapat didesak untuk kemudian dapat diproduksikan. Didalam tugas akhir iniakan membahas mengenai pengaruh surfaktan terhadap salinitas dan konsentrasisurfaktan yang paling optimal. Salinitas yang digunakan pada tugas akhir ini bervariasi,antara 10000 ppm – 25000 ppm. Dari kelima salinitas tersebut akan diinjeksikandengan surfaktan X dengan konsentrasi masing-masing 1%, 2%, 3%, 4% dan 5%.Kemudian melihat hasil RF yang diperoleh untuk menentukan salinitas mana yangoptimal. Setelah proses injeksi selesai, dilanjutkan dengan menginjeksikan larutansalinitas yang paling optimal dengan beberapa konsentrasi, antara lain 1%, 2%, 3%,4% dan 5%. Selanjutnya melihat kembali hasil RF yang diperoleh untuk menentukankonsentrasi mana yang paling optimal pada larutan salinitas tersebut.