Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Efektivitas penggunaaan alat pendeteksi warna terhadap kemampuan bina diri tunanetra Reza Febri Abadi; Tita Sundari; Yayu Winengsih; Rifkia Nurkholifa; Mita Khairunnisa; Indi Farhati; Maria Magdalena Simatupang; Syafrizal Arif Rahman; Toni Yudha Pratama
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v7i1.6911

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan alat pendeteksi warna terhadap kemampuan bina diri pada tunanetra. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen dan jenis penelitian single subject research (SSR). Desain yang digunakan adalah desain A-B-A. Subjek penelitian adalah Mahasiswa Tunanetra (Totally Blind) Semester II Jurusan Pendidikan Khusus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa berinisial WD. Waktu penelitian adalah tanggal 5 mei 2019 sampai 26 Mei 2019. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fase baseline-1 ke baseline-2 mengalami peningkatan. Pada fase baseline-1 diperoleh persentase tingkat penguasaan sebesar 50% dan 52% berada dalam kategori kurang. Fase intervensi (B) diperoleh persentase tingkat penguasaan sebesar 62%, 64%, 66%, dan 71% berada dalam kategori baik. Fase intervensi mengalami peningkatan dibandingkan dengan fase sebelumnya. Dan pada fase baseline-2 (A2) diperoleh tingkat penguasaan yaitu 56,25% dan 57,25% berada dalam kategori cukup. Persentase pada fase baseline-2 mengalami penurunan dari fase inervensi, tetapi mengalami peningkatan dibandingkan dengan fase baseline-1. The effectiveness of the use of a color detector on the self-development ability of the blind Abstract: This study aims to determine the effectiveness of the use of a color detector on the ability to develop self in the blind. The approach used is quantitative with experimental methods and the type of research is single-subject research (SSR). The design used is the A-B-A design. The research subjects were students with blindness (totally blind) Semester II of the Department of Special Education, Faculty of Teacher Training and Education, Sultan Ageng Tirtayasa University with the initials WD. The time of the study was May 5, 2019, to May 26, 2019. The data collection techniques used were: interviews, observation, and documentation. Analysis of the data used is descriptive statistics. The results showed that in the baseline-1 to baseline-2 phase there was an increase. In the baseline-1 phase, the percentage of mastery level is 50% and 52% is in the less category. The intervention phase (B) obtained percentage of mastery levels of 62%, 64%, 66%, and 71% were in a good category. The intervention phase has increased compared to the previous phase. And in the baseline-2 phase (A2), the mastery level is 56.25% and 57.25% is in the sufficient category. The percentage in the baseline-2 phase decreased from the intervention phase but increased compared to the baseline-1 phase.
Pengaruh permainan uno stacko terhadap peningkatan kemampuan mengenal lambang bilangan 1-5 pada anak dengan hambatan intelektual Dina Yuli Rismonica; Sistriadini Alamsyah Sidik; Toni Yudha Pratama
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v5i2.14375

Abstract

The uno stacko game can be used in the introduction of number symbols because playing is a fun activity and the material being taught is conveyed, the researcher tries to use this uno stacko game to improve the ability to recognize number symbols. This study aims to determine the uno stacko game in the ability to recognize number symbols in children with intellectual disabilities in grade IV at SKh 01 Lebak. The approach used in this research is quantitative, with a single subject research design or also known as Single Subject Research (SSR). The design used in this study is the ABA design. Data collection techniques used observation, tests and documentation, then the data were analyzed by analyzing conditions and between conditions. The results showed the effect of the Uno Stacko game on the ability to recognize the number symbols one to five with two target behaviours, namely mentioning number symbols and showing number symbols. Based on this research, it can be concluded that the Uno Stacko game is effective in increasing the ability to recognize the numbers 1-5 symbols Abstrak: Permainan uno stacko  dapat digunakan dalam pengenalan lambang bilangan, karena bermain aktivitas menyenangkan dan materi yang diajarkan tersampaikan, peneliti mencoba menggunakan permainan uno stacko ini untuk meningkatkan kemampuan dalam mengenal lambang bilangan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permainan uno stacko dalam kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak dengan hambatan intelektual kelas IV di SKh 01 Lebak. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif, dengan rancangan penelitian subjek tunggal atau disebut juga dengan  Single Subject Research (SSR). Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu desain A-B-A. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes dan dokumentasi, selanjutnnya data dianalisis dengan analisis dalam kondisi dan antar kondisi. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh permainan uno stacko terhadap kemampuan mengenal lambang bilangan satu sampai lima dengan dua target behavior yaitu menyebutkan lambang bilangan dan menunjukkan lambang bilangan. Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa permainan uno stacko efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan 1-5. 
Penggunaan media ular tangga Braille dalam meningkatkan kemampuan mengenal bilangan angka 1-10 anak dengan hambatan penglihatan Reza Febri Abadi; Toni Yudha Pratama; Cut Okta Dewi
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.544 KB) | DOI: 10.30870/unik.v6i1.11863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui data dan informasi mengenai penggunaan media ular tangga braille dalam meningkatkan kemampuan mengenal bilangan 1-10 anak dengan hambatan penglihatan Sdkh kelas III di Skh gytha kiara 02-Carita. Desain yang digunakan adalah A-B-A dan metode penelitian ini ialah kuasi eksperimen dengan subyek tunggal atau single subyek research (SSR). Subyek pada penelitian ini adalah anak dengan hambatan penglihatan. Pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi dan tes, target behavior pada penelitian ini adalah mengenal bilangan 1-10. Data yang telah diperoleh akan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan data dari penelitian yang telah dianalisis menunjukkan hasil yang cukup baik, dimana adanya perubahan yang lebih baik terhadap kemampuan mengenal bilangan anak dibandingkan kemampuan awal anak sebelum adanya intervensi melalui media ular tangga braille. Hal ini dapat diketahui melalui hasil penyajian data melalui tabel disetiap fasenya dengan mean level baseline 1 (A-1) adalah 33 dan, intervensi (B) adalah 60 dan mean level untuk baseline 2 (A-2) ialah 48,5. Bedasarkan hasil tersebut dapat disimpukan adanya peningkatan pada penelitian ini meskipun ada beberapa fase yang memiliki kecenderungan stabilitas yang tidak stabil sebab masih dibawah kriteria stabilitas data. Akan tetapi, media ini mampu meningkatkan kemampuan mengenal bilangan anak.  Abstract: This study aims to find out data and information about the use of braille snakes and ladders media in improving the ability to recognize the number of 1-10 children with grade III Sdkh vision barriers in Skh gytha Kiara 02-Carita. The design used is A-B-A, and this research method is a four-part experiment with a single subject or single research subject (SSR). The subjects in this study were children with vision barriers. Data collection conducted is observation and tests. The target behaviour in this study is to know the numbers 1-10. The data that has been obtained will be analyzed using descriptive statistics. Based on data from the research that has been analyzed shows quite good results, where there is a better chance of recognising the number of children than the initial ability of children before the intervention through the medium of braille snakes and ladders. This can be known through the results of the presentation of data through the table in each phase with the mean level of baseline 1 (A-1) is 33, intervention (B) is 60, and the mean level for baseline 2 (A-2) is 48.5. Based on these results can be simulated an increase in this study, although some phrases have a tendency to unstable stability because it is still under the criteria of data stability. However, this media is able to improve the ability to recognize the number of children. 
Penggunaan media smartcard dalam meningkatkan kemampuan membaca huruf pada anak tunarungu Nur Ahdi Asmara; Toni Yudha Pratama; Yuni Tanjung Utami
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.031 KB) | DOI: 10.30870/unik.v6i1.11868

Abstract

Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah tingkah laku manusia ke arah yang lebih baik dan terencana untuk mencapai sebuah tujuan. Anak berkebutuhan khusus dalam spesifikasi gangguan pendengaran atau tunarungu, dilihat secara fisik terlihat sama dengan anak pada umum lainnya. Penggunaan media dalam proses pembelajaran dapat membantu dan mempercepat proses pemahaman dan penangkapan materi yang diberikan. Adapun rumusan masalah yang terjadi pada penelitian ini yaitu bagaimana penggunaan media SmartCard untuk meningkatkan kemampuan membaca huruf (A, B, C, D) pada anak tunarungu kelas dasar I di SKh Al-Ghisafa Labuan, dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan media SmartCard dalam meningkatkan kemampuan membaca huruf pada anak tunarungu kelas dasar I di SKh Al-Ghisafa Labuan. Metode penelitian ini mengggunakan design Single Subject Research (SSR). Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian ini yaitu penggunaan media SmartCard dapat meningkatkan kemampuan membaca huruf (A, B, C, D) pada anak tunarungu pada kelas I SDKh di SKh Al-Ghisafa yang dapat dibuktikan dengan nilai presentase pada intervensi (B) dan baseline 2 ( ) lebih tinggi dibandingkan dengan skor presentase baseline 1 ( ).  Abstract: Education is a conscious effort made by a person to change human behaviour in a better and planned direction to achieve a goal. Children with special needs in the specifications of hearing loss or deafness seen physically look the same as other children in general. The use of media in the learning process can help and accelerate the process of understanding and catching the material provided. The problem formulation that occurred in this study is how to use SmartCard media to improve the ability to read letters (A, B, C, D) in deaf children in elementary class I at SKh Al-Ghisafa Labuan, and the purpose of this study is to find out the use of SmartCard media in improving the ability to read letters in deaf children in elementary class I at SKh Al-Ghisafa Labuan. This research method uses Single Subject Research (SSR) design. Data collection techniques are observation, interview, and documentation. The data analysis used is descriptive statistics. The result of this study is the use of SmartCard media can improve the ability to read letters (A, B, C, D) in deaf children in grade I SDKh in SKh Al-Ghisafa, which the percentage value can prove at intervention (B) and baseline 2 (A_2) higher than the percentage score of baseline 1 (A_1).
PENGGUNAAN METODE MULTISENSORI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK BERKESULITAN BELAJAR MEMBACA DI SEKOLAH DASAR Nadia Gustiani; Neti Asmiati; Toni Yudha Pratama
Jurnal Holistika Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/holistika.6.1.49-56

Abstract

ABSTRAKTinjauan ini berencana untuk mengetahui keterampilan membaca yang mendasari anak-anak dengan kesulitan dalam membaca di kelas 4 sekolah dasar. fakta di lapangan menunjukkan bahwa anak berkesultan belajar membaca belum mampu membaca huruf. Adapun faktor penyebabnya adalah kurangnya metode dalam mengajar yang dilakukan oleh pengajar. metode multisensori adalah teknik yang mengharapkan pembelajaran akan terlaksana dengan baik apabila diperkenalkan sebagai metode pembelajaran. Modalitas yang dimaksud adalah penglihatan (visual), pendengaran (auditory), gerakan (kinestetik), dan sentuhan (tactile). Penelitian ini diarahkan untuk lebih melihat perkembangan kemampuan membaca awal dengan teknik multisensori di SDN 2 Sukajadi. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan subjek tunggal. Subjek ini adalah salah satu siswa kelas IV yang mengalami kesulitan belajar membaca di SDN 2 Sukajadi. Perilaku yang akan diubah dalam penelitian ini adalah kemampuan membaca huruf vokal (a, i, u, e, o) dan konsonan (b, c, d, f, g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca huruf vokal mendapat skor yang khas pada baseline 1 (A-1), intervensi (B), dan baseline 2 (A-2), yaitu 20%, 88,12%, dan 69,5%. Kemudian, hasil kemampuan membaca konsonan mendapat skor pada baseline 1 (A_1), intervensi (B), dan baseline 2 (A_2), yaitu 6%, 82,12%, dan 56,5%. Sehingga dapat dikatakan bahwa penggunaan metode multisensori dapat mengembangkan kemampuan membaca awal pada anak yang mengalami kesulitan belajar dalam membaca di SDN 2 Sukajadi.Kata kunci: Metode Multisensori, Anak Berkesulitan Belajar Membaca, Kemampuan Membaca Permulaan
Sikap Mahasiswi dengan Hambatan Pendengaran Terhadap Pembelajaran Online pada Masa Pandemi Covid-19 Yuni Tanjung Utami; Toni Yudha Pratama; Saarah Dharmawan Tiara Dewi; Syabila Putri
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol. 7 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpkk.v7i1.695

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana pembelajaran online class semasa Covid-19, menjelaskan media pembelajaran yang digunakan untuk pembelajaran online class, menjelaskan pandangan – pandangan tenaga pendidikan selama online class semasa Covide-19, menjelaskan problematika dalam pembelajaran online class semasa Covid19 pada mahasiswa dengan hambatan pendengaran, serta faktor-faktor yang mempengaruhi dalam online class pada mahasiswa dengan hambatan pendengaran. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Melalui metode ini, sasaran penelitian ini adalah mahasiswa dengan hambatan pendengaran. Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi serta dokumentasi. Untuk memperoleh kebenaran data digunakan teknik triangulasi data yaitu membandingkan keadaaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang lain, serta hasil wawancara dengan dokumen yang berkaitan.
Penerapan teknik shaping untuk meningkatkan durasi on-task behavior pada anak dengan masalah konsentrasi Yayu Winengsih; Toni Yudha Pratama; Neti Asmiati
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v8i1.16057

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan teknik shaping dapat memberikan pengaruh dalam meningkatkan durasi on-task behavior pada anak dengan masalah konsentrasi di SKh KORPRI Pandeglang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan pendekatan  Single Subject Research (SSR) dan desain yang digunakan  adalah A-B-A. Subjek dalam penelitian  ini merupakan anak dengan masalah konsentrasi kelas VII SMPKh berinisial NFA. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu  tes (instrumen), observasi dan dokumentasi, dengan pengumpulan data dalam bentuk durasi. Hasil penelitian yang diperoleh subjek dapat dilihat dari perubahan level data pada analisis antar kondisi pada fase intervensi (B) ke fase baseline-1 (A1) mengalami peningkatan yaitu sebesar (+5,06) atau dikonversikan dalam bentuk menit yaitu 05.06 menit, sedangkan pada fase baseline-2 (A2) ke fase intervensi (B) mengalami penurunan yaitu (-1,67) atau dikonversikan dalam bentuk menit yaitu 01.67 menit (sama dengan 2 menit 7 detik). Namun data yang diperoleh pada fase baseline-2 (A2) lebih tinggi dibandingkan pada fase baseline-1 (A1). Selain itu, persentase data overlap fase intervensi (B) ke fase baseline-1 (A1) dan pada fase baseline-2 (A2) ke fase intervensi (B) adalah 0%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini dapat menjawab hipotesis bahwa penerapan teknik shaping dapat meningkatkan durasi on-task behavior anak dengan masalah konsentrasi di SKh KORPRI. Abstract: This research is aimed to determine whether the application of shaping techniques can have an effects in increasing the duration of on-task behavior in children with concentration problems at SKh KORPRI Pandeglang. Kinds of research being used here was experimental research with Singgle Subhect Research (SSR) approach, and A-B-A as the design. The subjects in this study were children with concentration problems class VII SMPKh with the initials NFA. Data collection techniques used are tests (instruments), observation and documentation, with data collection in the form of duration. The results of the research obtained by the subject can be seen from the change in the level of data in the analysis between conditions in the intervention phase (B) to the baseline-1 phase (A1) which increased by (+5.06) or converted into minutes, namely 05.06 minutes. While in the baseline-2 phase (A2) to the intervention phase (B) it decreased by (-1.67) or converted into minutes, namely -01.67 minutes (equal to 2 minutes, 7 seconds). However, the data obtained in the baseline-2 (A2) phase is higher than in the baseline-1 phase (A1). Other than that, the overlapping data percentage in intervention phase (B) to the baseline-1 phase (A1) and from the baseline-2 phase (A2) to the intervention phase (B) is 0%. So it can be concluded that the results of this study can answer the hypothesis that the application of shaping techniques can increase the duration of on-task behavior in children with concentration problems in SKh KORPRI.
Penggunaan media permainan Whack a Mole untuk meningkatkan kemampuan mengenal bangun ruang anak autis Jazilatun Nawa; Sistriadini Alamsyah Sidik; Toni Yudha Pratama
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v8i1.19135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan mengenal bangun ruang ank autis melalui media permainan whack a mole. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan single subject research (SSR). Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan desain A-B-A. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan ti tampilkan melalui garfik garis. Subjek dalam penelitian ini terfokus pada seorang anak autis kelas V SDLB dengan inisial R. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa penggunaan media permainan whack a mole dapat meningkatkan kemampuan mengenal bangun ruang anak autis kelas V SDLB di SKh Padesan. Hal ini ditunjukan meningkatkannya rata-rata perolehan data pada kedua terget behavior. Hasil yang di dapat target behavior 1 (menunjukan bangun ruang) pada fase A1(baseline-1) adalah 33%, setalah dilakukan intervensi pada fase (B) Rata-rata perolehan data yang didapat meningkat menjadi 85% dan setelah diberikannya intervensi rata-rata perolehan data yang didapat pada fase A2 (baseline-2) adalah 71%. Untuk target behavior 2 (menyebutkan bangun ruang) hasil rata- rata perolehan data yang didapat pada fase A1 (baseline-1) adalah 33% setelah dilakukannya intervensi ada fase (B) rata-rata perolehan data yang didapat meningkat menjadi 85,625%, dan setelah diberikan intervensi rata-rata perolehan data yang didapat pada fase A2 (baseline- 2) adalah 71%. Dengan demikian maka ditarik kesimpulanya bahwa penggunaan media permainan whack a mole dapat meningkatkan kemampuan mengenal bangun ruang anak autis kelas V SDLB di SKh Padesan. The use of Whack a Mole game media to improve the ability to recognize the autistic children's roomAbstract: This study aims to determine the increase in the ability to recognize the building space of children with autistic children through the media game What a mole. This experimental study uses a Single Subject Research (SSR) approach. The research design used in this study uses the A-B-A design. The data obtained were analyzed using descriptive statistics, and IT showed through line Grafik. The subjects in this study were focused on a class of Autistic Class V SDLB with the initials R. Based on the results of the study. It was known that the use of the media, a mole game, could improve the ability to recognize the building space of children with Autistic Class V SDLB in SKh Padesan. This is shown to increase the average data acquisition in the two targets. The results obtained by the target behavior 1 (showing space) in phase A1 (Baseline-1) are 33%. After an intervention in phase (b), the average data acquisition obtained increases to 85%, and after the average intervention is given, The acquisition of data obtained in the A2 phase (baseline-2) is 71%. For target behavior 2 (mentioning the shape of the space), the average results of the acquisition of data obtained in phase A1 (Baseline-1) are 33%. After the intervention, there is a phase (b), the average data acquisition obtained increases to 85.625%, and after giving an average intervention in the acquisition of data obtained in the A2 phase (baseline- 2) is 71%. Thus, it is drawn that the use of the media, a mole game, can improve the ability to recognize the building space of children with Autistic Class V SDLB in SKH Padesan.
Pengembangan Program Pencegahan Kekerasan Seksual Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus di Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) DKI Jakarta Sonya Mutiara Sarah Runtu; Toni Yudha Pratama; Dedi Mulia; Yuni Tanjung Utami
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 4 No. 2 (2024): Juni : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v4i2.3253

Abstract

This study focuses on the problem of sexual violence against children with special needs in DKI Jakarta, which has reached a substantial magnitude. Presently, there is a lack of a specialized preventative program that is specifically designed to address the distinct characteristics and requirements of these children. The main aim of this research is to create a program that focuses on preventing sexual violence and is tailored to meet the unique needs and circumstances of children with special needs. The chosen research approach is Research and Development (R&D), which utilizes the 4-D (Four D) development paradigm. The researchers engage in a series of developmental stages, which include the defining stage, design stage, development stage, and dissemination stage. Data were gathered using interview methodologies, then examined, and the final outcomes were authenticated by specialists. The study's findings suggest that the sexual violence prevention program designed for children with exceptional needs passed rigorous validation. The material validation score attained a percentage of 96.6, while the media validation score reached a percentage of 82.2. Furthermore, the practicality assessment of the designed program produced favorable outcomes, with a feasibility rate of 82%.