Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PROBLEMATIKA KENAKALAN REMAJA KORELASINYA DENGAN PENANGGULANGAN PREVENTIF Suaidi Suaidi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 10: Maret 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v2i10.5238

Abstract

Peroblematika kehidupan kalangan remaja tidak luput dari perbuatan kenakalan, disebabkan oleh berbagai faktor, baik itu faktor keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat di amana remaja itu berdomisili. Interaksi sosial remaja dengan lingkungan sangat menentukan pembentukan prilaku dan karakter remaja. Remaja yang dibesarkan dalam suasana dan lingkungan keluarga harmonis akan tumbuh dan berkembang dengan prilaku dan karakter yang harmionis. Remaja yang tumbuh dan berkembang di lingkungan yang kurang baik akan mencetak prilaku remaja dengan perkembangan yang kurang baik pula. Oleh karenanya, perkembangan remaja, harus mendapatkan perhatian secara serius baik oleh orang tua, masyarakat maupun pemerintah. Sebab, remaja merupakan asset bangsa akan tumbuh dan berkembang sebagai penerus estapeta kepemimpinan, maka harus dipersiapkan sejak dini agar remaja berkembang sesuai dengan harapan. Secara realitas tidak bisa dipungkiri kebenarannya, bahwa remaja saat ini banyak yang terjebak dalam pergaulan bebas, sehingga bermunculannya perbuatan kejahatan dan penyimpangan yang dilakukan oleh remaja, seperti kenakalan remaja, tauran pelajar dan mahasiswa, penyalahgunaan narkoba, prostitusi, hamil di luar nikah, pelecehan seksual, penganiayaan bahkan pembunuhan yang dilakukan oleh kaum remaja, pemicunya adalah hal-hal sepele. Problematika tersebut harus mendapatkan perhatian secara serius dari semua komponen yang memiliki kepedulian akan masa depan bangsa dan negara, maka prioritas utama adalah menyelamatkan para remaja dari perbuatan kejahatan dan penyimpangan.
Pengaruh Ketepatan Memilih Jodoh Terhadap Pendidikan Anak Dalam Keluarga Menurut Perspektif Islam Suaidi Suaidi
Education : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol 3 No 1 (2023): Maret : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1070.447 KB) | DOI: 10.51903/education.v3i1.285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran sejauhmana pengaruh ketepatan memilih jodoh atau pasangan dalam perkawinan sebagai wujud dari langgengnya suatu perkawinan, dan tercapainya suatu cita-cita dalam sebuah rumah tangga yaitu rumah tangga yang bahagia. Syariat Islam memberikana petunjuk dan bimbingan dalam soal memilih jodoh atau pasangan hidup setiap manusia agar tidak terjadi kekecewaan saat menjalankan kehidupan rumah tangga. Perkawinan ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa (Psl 1 UU Nomor 1 Tahun 1974). Kebahagiaan tanpa batas sebagai ruh dalam sebuah perkawinan adalah tujuan yang hendak dicapai, maka pihak-pihak yang akan melangsungkan perkawinan harus dipersiapkan sejak awal agar kebahagiaan yang tanpa batas itu dapat diwujudkan. Realitasnya, masih banyak perkawinan yang berakhir dengan perceraian baik melalui proses hukum maupun tanpa proses hukum. Putusnya perkawinan ini diakibatkan pilihan terbaik suami isteri sebab jika dilangsungkan tidak akan mampu memberikan kenyamana bagi masing-masing pihak. Lahirnya kebahagiaan dalam rumah tangga karena seimbangnya kebutuhan suami isteri yang diwujudkan dalam saling pengertian saling memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ketepatan memilih dan menentukan calon pasangan suami isteri bagian tak terpisahkan dalam mewujudkan kebahagiaan. Oleh karenanya Rasulullah SAW memberikan tuntunan kepada seorang laki-laki yang hendak menikah agar memilih pasangan isterinya dengan kriteria agama merupakan prioritas, sebab dengan memahami dan ketaatan kepada agama dapat dijadikan indikator lahirnya kebahagiaan dalam rumah tangga. Tujuan berumah tangga disamping harus menikmati kebahagian ada tujuan yang lebih penting adalah melahirkan keturunan yang berkualitas yaitu lahirnya anak-anak yang taat beragama. Ketaatan beragama bagi anak ditentukan oleh kualitas ketaatan kedua orang tuanya. Prilaku beragama kedua orang tua sangat dominan dalam melahirkan anak-anak yang taat beragama. Maka, anak-anak yang diasuh dalam rumah tangga yang taat beragama akan memberikan dampak kepada perkembangan anak selanjutnya. Keserasian kedua orangtua (suami isteri) dalam memberikan pendidikan awal dalam rumah tangga sebagai modal utama dalam melahirkan anak-anak yang taat beragama.
URGENSI PENDIDIKAN ANAK DALAM UPAYA MERAIH KESUKSESAN DI MASA DEPAN Suaidi Suaidi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 11: April 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v2i11.5478

Abstract

Islam merupakan Agama samawi yang berisi syariat dari Allah SWT, Tuhan semesta alam.Ajaran Islam bersifat universal yang diperuntukkan bagi semua makhluk baik di bumi maupundi langit. Ajaran Islam sebagian besar ber-orientasi untuk menata kelolakan kehidupan manusia, agar setiap manusia dapat menempati derajat yang paling tinggi sesuai dengan tujuan diciptakannya manusia untuk menjadi khalifah di muka bumi. Existensi manusia baik secara struktural maupun fungsional dalam mengemban tugasnya sebagai khalifah harus dilengkapi dengan pendidikan yang memadai. Oleh karenanya, Islam memberikan penjelasan bahwa mendidik manusia harus diawali dari sejak memilih pasangan hidup (calon suami isteri) dengan tujuan agar pembentukan keluarga tertata dengan baik, sebab hanya dari keluarga yang baik akan terlahir anak-anak yang baik. Islam juga mengajarkan tentang pentingnnya pendidikan dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk membahas bagaimana Islam mengajarkan tentang urgensi pendidikan dalam keluarga yang diperankan oleh orang tua terhadap anak-anaknya, sehingga dari keluarga yang terdidik akan melahirkan anak-anak yang memiliki harapan masa depan dengan baik. Pembahasan dalam penelitian ini untuk mengetahui penerapan pendidikan terhadap anak dalam keluarga, Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dimana peneliti memperoleh data dari sumber-sember kepustakaan seperti buku, jurnal dan publikasi ilmiah lainnya. Data-data dari sumber-sumber tersebut kemudian dianalisis dan disimpulkan agar memperoleh data yang akurat, sehingga dapat disajikan dalam sebuah karya penelitian yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.
Implementasi Model Pendidikan Karakter Melalui Pendidikan Agama Islam di SMAN 2 Ks Kota Cilegon Provinsi Banten Suaidi Suaidi
Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 2 (2023): Mei: Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Universitas Katolik Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.097 KB) | DOI: 10.59581/jipsoshum-widyakarya.v1i2.195

Abstract

This paper presents the results of research on the implementation of the model for implementing character education in high schools with the case at SMAN 2 KS Cilegon City, Banten Province. the school components and Islamic religious education teachers are the main actors, with the support of conducive policies from the principal of SMAN 2 KS Cilegon City, Banten Province. The presence and involvement of campus activists through monitoring requires scrutiny and coordination that is integrated with the Islamic religious education teacher program.
Fenomena Prilaku Pelecehan Seksual Serta Akibatnya Dihubungkan Dengan Penanaman Moral Agama Keluarga Suaidi
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA Vol. 1 No. 2 (2023): April
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1129.136 KB) | DOI: 10.59024/jipa.v1i2.148

Abstract

Instinctively every man and woman have mutual attraction. Attraction in the form of liking each other, loving each other and caring for each other, (Q.S. Al-Imron: 14). Apparently, love as a gift from Allah, SWT is sometimes channeled in ways that are contrary to religious teachings that are orderly and function to regulate human behavior. Sexual harassment has been widely discussed and has become a behavior that is published both through electronic and print media. Acts of sexual harassment will have a negative impact on the victim's psychology and traumatic in line with the development of the victim's soul. This study aims to find steps to anticipate the occurrence of sexual harassment behavior through education on a socio-religious approach. Sexual harassment is a deviant behavior due to high pressure of sexual desire while not being able to enter into marriage, channeling lust through sexual harassment has become a social disease that occurs everywhere, will result in prolonged traumatic consequences for the victim, which will lead to the destruction of the future of the victim of sexual harassment .
Suasana Bahagia Dalam Rumah Tangga Sebagai Faktor Terbentuknya Karakter Relegius Bagi Anak Suaidi Suaidi; Sujai Saleh
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : L

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebahagiaan merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia. Kebahagiaan sebagai indikator tercapainya segala cita-cita dan  tujuan akhir dalam kehidupan rumah tangga. Kebahagiaan sebagai pintu masuk untuk meraih berbagai kesuksesan, baik  memperoleh kesejahteraan maupun kesuksesan yang diraih oleh anak. Begitu urgennya kebahagiaan, kalau dihadapkan pada dua pertanyaan  apakah memilih bahagia atau bersedih, dapat dipastikan jawabannya adalah memilih bahagia.            Legalisasi  kebahagiaan termaktub dalam  pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan, bahwa   Perkawinan ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Kebahagiaan yang dirasakan oleh pasangan suami isteri tidak akan terlepas dari anugerah Allah, SWT yang patut disyukuri. Suasana bathin yang tenteram  sebagai prasyarat  meraih kesuksesan  hal lainnya sebagai pelengkap kebahagiaan.            Anak bagi pasangan suami isteri sesuatu  yang didambakan kehadirannya, statusnya sebagai bagian dari  kebahgiaan. Kebahagiaan yang hakiki adalah tenteramnya suasana bathin dalam kondisi apapun, dan suasana itu tidak bisa diraih tanpa mengisi rohani dengan ajaran agama secara maksimal. Maka, internalisasi ajaran agama dan pola hidup yang relegius merupakan bagian tepenting dalam meraih kebahagian. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran terhadap korelasi antara suasana bahagia dengan terwujudnya karakter relegius bagi anak.            Pola hidup religius dalam keluarga diperlukan keteladanan orang tua dan harus dilakukan secara bersamaan sehingga akan menjadi pembiasaan dan pada gilirannya menjadi karakter.
Akhlak Sebagai Perisai Di Tengah Perubahan Gaya Hidup Modern Suaidi Suaidi
Mutiara : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Vol. 1 No. 4 (2023): Agustus: Mutiara : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/mutiara.v1i4.336

Abstract

This study aims to determine the function of morality as a light and guide of human life in an era that tends to change morals is very visible. Morals or manners have an important role in building a nation. The morals in question are akhlakul karimah or commendable morals. Someone who has good morals, then all his actions and behavior are good. In this way, a harmonious and peaceful life will be realized. One of the hadiths of the Prophet Muhammad, Saw, explained "Indeed in the Messenger of Allah there are good role models," To form and build a great nation, a nation that is safe, peaceful, instilling morals in each person is the most important part that is inseparable from the physical development program . The reality cannot be denied that in everyday life there are still disagreements which result in disputes, quarrels or hostilities due to clashes of opinions and interests between people. Mutual respect and love for each other almost disappear when human interests clash. Knowledge that is actually attached to the person contributes to humans to speak politely and humanely. However, it turns out that people who have knowledge show arguments against each other in formal and informal discussion forums, as if they are unable to provide education to the community with good morals.
MENGENAL UNTUK MEMBERANTAS BUKAN MENGENAL UNTUK MENCINTAI DAN MELAKSANAKAN (Studi Analisis Praktek Prilaku Korupsi) Suaidi
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL Vol. 1 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jikas.v1i3.368

Abstract

Suatu tindakan atau perbuatan yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan yang dilakukan dengan cara-cara melanggar hukum yang berakibat kerugian keuangan negara, daerah maupun keuangan suatu perkumpulan organisasi, dilakukan secara sengaja maupun tidak, atau dilakukan secara pribadi maupun kelompok, termasuk kategori perbuatan korupsi. Perbuatan korupsi tidak akan terlepas dari latar belakang yang mempengaruhinya. Perbuatan korupsi sangat dominan dilakukan karena pengaruh gaya hidup bukan karena semata untuk menutupi kebutuhan pokok. Dengan lemahnya sistem pengawasan, perangkat manajemen dan administrasi juga masih memberikan peluang untuk terjadinya tindakan korupsi. Sebagai manusia yang memiliki hati nurani dan memiliki kepercayaan kepada agama, manusia juga memiliki rasa takut akan murka dari Tuhananya, maka pendekatan agama perlu dilakukan untuk meminimalisir tindakan korupsi sangat diperlukan. Dengan pendekatana agama secara naluriah manusia akan tersentuh sekaligus menghindari tindakan-tindakan yang mengandung resiko kemurkaan Tuhan kepadanya.
Hubungan Pemahaman Teks Keagamaan Dengan Terbangunnya Karekter Toleransi dan Munculnya Faham Radikalisme Suaidi Suaidi
Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat Vol. 1 No. 3 (2023): Agustus : Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinarkasih.v1i3.181

Abstract

Islam the religion that was revealed brought messages of peace, humanity which was summed up in the term "Rahmatan Lil' Alamiin". Indeed, every Muslim is able to crystallize the teachings of Islam as a manipulated soul in a peaceful and harmonious manner. Muslims who manipulate Islam as Rahmatan Lil 'Alamin in daily behavior are also able to dismiss the assumption that Islam is synonymous with violence, radicalism and terrorism. The truth is indisputable because wherever there is violence, terrorism, radicalism symbolized by bomb explosions, it can be ascertained that the perpetrators use Islamic shimbols such as wearing Muslim clothes or Muslim women. This is contrary to the goal of sending Islam to the earth. Islam strongly condemns this form of violence for whatever reason. The core teachings of Islam are developed with peace, harmony, tolerance and obligatory to maintain the five elements (1) Safeguarding Religion, (2) Safeguarding Intellect, (3) Safeguarding the Soul, (4) Guarding Offspring and (5) Safeguarding Property. These five foundations do not apply only to internal Muslims but also to people of different beliefs (between religious ummah). The attitude of a Muslim in the reflection of his daily life must develop a life of tolerance, mutual respect and respect. This study aims to provide answers as well as explore the causes of a small part of the behavior of Muslims who hack the path of violence, inhumane and intolerant.
Studi Perbandingan Sistem Moneter Keuangan Syariah Dengan Sistem Konvensional Suaidi Suaidi
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6: Mei 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i6.1653

Abstract

Islam agama yang sempurna menempatkan system ekonomi merupakan bagian tak terpisahkan dengan struktur rukun Islam. Dalam soal ekonomi syariah menetapkan agar mekanisme dan proses kebijakan keuangan terbebas dari riba. Sebab, riba termasuk perbuatan yang dikecam oleh Allah, SWT. Sementara system ekonomi konvensional riba tidak menjadi pertimbangan sehinggga berakibat kepada system spekulasi dilakukan yang berakibat teradinya inflasi. Sementara system ekonomi dalam mengambil kebijakan baik terkait dengan moneter selalu mempertmbangkan kemashlahatan dan kemadhorotan yang akan terjadi, sehingga lebih cenderung berhati-hati.