Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH TAHAPAN POLYA DITINJAU DARI KECERDASAN LOGIS MATEMATIS Rega Izzatunnisa; Isna Rafianti
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 4, No 4 (2023): Desember 2023
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56704/jirpm.v4i4.20578

Abstract

Matematika berpengaruh pada semua aspek kehidupan sehari-hari, selaras dengan tujuan pembelajaran matematika untuk membantu siswa menyelesaikan masalah yang mereka hadapi setiap hari. Pemecahan masalah adalah kemampuan yang penting bagi siswa dalam pembelajaran matematika. Sehingga, diharapkan bahwa guru matematika dapat mengurangi persepsi awal siswa tentang matematika karena pandangan negatif tentang aspek matematika seperti abstrak, teoritis, lambang-lambang, dan rumus yang sulit. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika pada materi bangun ruang sisi datar dengan subjek 32 siswa kelas VIII yang akan diklasifikasikan berdasarkan tingkat kecerdasan logis matematis, Hasilnya menunjukkan bahwa ada 28% berada dalam kategori tinggi, 50% berada dalam kategori sedang, dan 22% berada dalam rendah. kemudian dari setiap kategori akan dipilih 1 siswa untuk dievaluasi lebih lanjut. Penelitian ini menggunakan tes dan wawancara untuk mengumpulkan data. Berdasarkan hasil penelitian, subjek kercedasan logis matematis tinggi memenuhi empat tahapan polya yaitu memahami masalah, merencanakan penyelesaian, menyelesaikan masalah, memeriksa kembali, dan mencapai kesimpulan. Kategori sedang memenuhi tiga tahapan polya yaitu memahami masalah, merencanakan penyelesaian, dan menyelesaikannya. Subjek kecerdasan logis matematis rendah memenuhi tahapan Polya yaitu memahami masalah dan menyelesaikan masalah.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA USTARD (UNO STACKO & CARD) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMP Amelia Amelia; Isna Rafianti; Heni Pujiastuti
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56704/jirpm.v5i2.24360

Abstract

Guru harus dapat memahami karakteristik siswa dan juga kreatif dalam menarik perhatian siswa salah satunya yaitu mengembangkan suatu media agar siswa antusias untuk mengikuti pembelajaran dan dapat mencapai suatu tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran USTARD (UNO Stacko & Card) yang praktis, valid, dan efektif. Sehingga layak digunakan sebagai media pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan tahapan ADDIE yang terdiri dari langkah Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Media USTARD telah dinyatakan valid berdasarkan hasil ahli media dan ahli materi dengan rata-rata 90% termasuk kategori sangat valid, dikatakan praktis berdasarkan respon siswa dan guru dengan rata-rata 92% termasuk kategori sangat praktis, dan dikatakan efektif berdasarkan tes kemampuan pemecahan masalah dengan rata rata 65% termasuk kategori efektif. Hasil penelitian menunjukan bahwa media USTARD (UNO Stacko & Card) layak digunakan sebagai media pembelajaran matematika.
Systematic Literature Review: Peran Artificial Intelligence sebagai Media Pembelajaran terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Nafitriani Isriyah; Isna Rafianti
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.46722

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis Artificial Intelligence (AI) yang digunakan sebagai media pembelajaran matematika, menganalisis peran AI dalam mendukung kemampuan penalaran matematis peserta didik, serta mengkaji tren dan implikasi pedagogis penggunaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA 2020. Artikel ditelusuri melalui basis data Scopus, ERIC, dan Google Scholar pada rentang tahun 2019–2025. Dari 120 artikel yang teridentifikasi, diperoleh 20 artikel final setelah melalui tahapan eliminasi duplikasi, penyaringan judul dan abstrak, serta uji kelayakan full-text. Penilaian kualitas menggunakan kriteria CASP dengan kesepakatan antarpenilai 87,5%, dan analisis data dilakukan secara tematik. Hasil kajian mengidentifikasi tujuh kategori jenis AI, dengan Generative AI berbasis Large Language Model seperti ChatGPT sebagai yang paling dominan (8 artikel), diikuti Intelligent Tutoring System (5 artikel), chatbot berbasis NLP (4 artikel), dan platform adaptif (4 artikel). AI memberikan kontribusi positif paling konsisten pada dimensi pemecahan masalah (16 artikel), pemahaman konsep (14 artikel), dan keterlibatan kognitif (13 artikel), diikuti berpikir kritis (9 artikel) dan personalisasi motivasi belajar. Efektivitas tertinggi ditemukan ketika AI diintegrasikan dengan model Problem Based Learning di bawah fasilitasi guru. Analisis temporal mengungkap tiga tren: dominasi ITS (2019–2021), transisi menuju Generative AI (2022–2023), dan eksplorasi AI spesifik untuk metode mengajar (2024–2025). AI berpotensi menjadi media pembelajaran efektif dalam mengembangkan penalaran matematis apabila diterapkan melalui desain pedagogis yang tepat dan fasilitasi guru yang kompeten.
Peran Guru Penggerak Dalam Ekosistem Pendidikan: Studi Kasus Di Provinsi Banten Trian Pamungkas Alamsyah; Isna Rafianti
Jurnal Kajian Ilmiah Vol. 25 No. 2 (2025): May 2025
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/14mqaj58

Abstract

Abstract   Guru Penggerak program plays a crucial role in advancing learning so far, and thus, the discourse on discontinuing the Guru Penggerak Program should be reconsidered. This study aims to explore the role of Guru Penggerak after participating in the Teacher Education Program (PPGP) in Banten Province. The research method used is descriptive quantitative with an evaluation model based on Kirkpatrick’s model, utilizing a questionnaire distributed to 82 teachers who have participated in PPGP. The questionnaire consists of 25 statements measuring five main roles of Guru Penggerak: motivating practitioner communities, becoming coaches for other teachers, realizing student leadership, promoting collaboration, and leading learning. The data obtained was analyzed using descriptive statistical techniques by calculating the average of each statement. The results show that 90,89% of respondents gave positive responses to the program, with an average score of 4,54, indicating that most teachers are highly satisfied with their roles after participating in PPGP. The highest-achieving role was realizing student leadership, which obtained an average score of 4,67, followed by promoting collaboration and motivating practitioner communities. This study reveals that the Guru Penggerak Program has had a significant positive impact on improving education quality and professional development for teachers in Banten Province. The results also highlight the importance of sustaining the program to create lasting changes in the education ecosystem Keywords: Program Evaluation, Kirkpatrick Model, Guru Penggerak.   Abstrak   Guru Pengerak memiliki peranan yang sangat penting dalam memajukan pembelajaran sejauh ini, sehingga wacana pemberhentian Program Guru Penggerak harus ditinjau kembali. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran Guru Penggerak setelah mengikuti Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) di Provinsi Banten. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan jenis penelitian evaluasi model Kirkpatrick dengan menggunakan angket yang disebarkan kepada 82 guru yang telah mengikuti PPGP. Angket ini terdiri dari 25 pernyataan yang mengukur lima peran utama guru penggerak, yaitu menggerakkan komunitas praktisi, menjadi pelatih (coach) bagi guru lain, mewujudkan kepemimpinan murid, mendorong kolaborasi, dan menjadi pemimpin pembelajaran. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dengan menghitung rata-rata dari setiap pernyataan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90,89% responden memberikan respons positif terhadap program ini, dengan rata-rata skor 4,54 yang menunjukkan bahwa sebagian besar guru merasa sangat puas dengan peran mereka setelah mengikuti PPGP. Peran yang paling tinggi dalam pencapaiannya adalah mewujudkan kepemimpinan murid, yang memperoleh rata-rata skor 4,67, diikuti oleh mendorong kolaborasi dan menggerakkan komunitas praktisi. Penelitian ini mengungkapkan bahwa Program Guru Penggerak memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan profesionalisme guru di Provinsi Banten. Hasil penelitian ini juga menyoroti pentingnya keberlanjutan program Guru Penggerak untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan dalam ekosistem pendidikan. Kata kunci: Evaluasi Program, Kirkpatrick Model, Guru Penggerak