Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH VARIASI JENIS OLI SAMPING (OIL MIXTURE) TERHADAP EMISI GAS BUANG PADA MOTOR 2 TAK Robi Saputra; Harlin Harlin; Darlius Darlius
JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK MESIN Vol 5, No 2 (2018): JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jptm.v5i2.6693

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui seberapa besar pengaruh variasi jenis oli samping (oil mixture) terhadap  emisi gas buang (CO), (CO2) dan (HC). Penelitian dilakukan di Dinas Perhubungan, Komunikasi Dan Informatika, Serasan Jaya, Sekayu. Alat yang digunakan gas analizer. Hasil penelitian di deskripsikan melalui tabel dan diagram yang di buat menggunakan  Ms Excle. Jenis oli sangat berpengaruh akan sumbangsi emisi CO, CO2 dan HC pada rpm tertentu. CO meningkat kecuali di rpm 3000 pada Castrol turun menjadi 1,94% dan kadar CO tertinggi pada Shell 3,9% rpm 2500 dan kadar terendah 0,12% pada Shell rpm 1000. CO2  meningkat kecuali rpm 3000 pada Shell turun menjadi 1,9%, rpm 2500 pada Kawasaki Genuin 2T 1,3%, rpm 2500 pada Castrol 1,3%, rpm 3000 pada oli Castrol 0,6% dan CO tertinggi pada Shell 3,9% rpm 2500 dan kadar terendah 0,12% selain itu mengalami peningkatan kadar CO2  dikenaikan rpm. HC di kenaikan rpm kadar HC meningkat signifikan tanpa mengalami penurunan kadar HC. HC terendah  di rpm 1000 Shell dengan sumbangsi 1281 ppm, HC tertinggi di Kawasaki Genuine 2T dengan rpm 3000 menyumbang HC 9999 ppm.
STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KREATIF KERAJINAN BATIK GIRILOYO UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING PELAKU INDUSTRI KERAJINAN BATIK GIRILOYO DI JAWA TENGAH Fathul Hilal Perdanakusuma; Ramadhani, Dinda Putri; Lolla Amelia; Marsa Nurul Asra; Miki Rinaldo; Robi Saputra
PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pakdemas.v4i2.445

Abstract

Industri kreatif kerajinan batik Giriloyo di Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk meningkatkan daya saing pelaku industri lokal. Namun, tantangan yang dihadapi dalam pengembangan industri ini meliputi kurangnya inovasi, pemasaran yang terbatas, dan rendahnya akses terhadap teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan yang efektif bagi industri kerajinan batik Giriloyo. Metode yang digunakan adalah analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi. Hasil analisis menunjukkan bahwa penguatan branding, peningkatan keterampilan pengrajin, serta pemanfaatan platform digital untuk pemasaran dapat menjadi strategi kunci. Selain itu, kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan pemerintah daerah juga diusulkan untuk mendukung pengembangan industri ini. Dengan implementasi strategi yang tepat, diharapkan daya saing pelaku industri kerajinan batik Giriloyo dapat meningkat, sehingga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal dan pelestarian budaya batik.
Priority of AIDC Implementation in AirNav Indonesia's ATS System Using AHP Method Hutabarat, Liber Tommy; Inda Tri Pasa; Robi Saputra; Morist Sony; Agung Pramono
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (Januari - Februari 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v7i3.7394

Abstract

This study aims to provide decision-making support to AirNav Indonesia regarding the prioritization of AIDC (Air Traffic Services Inter-Facility Data Communication) implementation across its western region branches. The research is grounded in AirNav Indonesia's vision to modernize its ATS system, specifically through AIDC implementation, to enhance flight services and global connectivity with neighboring countries. The Analytical Hierarchy Process (AHP) method was employed, utilizing purposive sampling of ATS System specialists from six AirNav Indonesia branches in the western region. The data was analyzed following the AHP method’s hierarchical structure, including criteria, sub-criteria, and alternatives. The key criteria assessed were infrastructure readiness, ATC workload, human resources readiness, traffic volume, and number of connections. The alternatives were the JATSC, Medan, Pekanbaru, Palembang, Pontianak, and Tanjung Pinang branches. The research findings indicate that JATSC ranked first in priority for AIDC implementation, with a global sub-criterion weight of 0.3648, followed by Medan (0.3109), Palembang (0.3061), Pekanbaru (0.2829), Tanjung Pinang (0.2825), and Pontianak (0.1585). The ATS System specialists, who are directly involved with AIDC equipment, provided objective assessments, as evidenced by all criteria and sub-criteria having consistency ratios below 0.1, indicating acceptable consistency. It is recommended that AIDC implementation at AirNav Indonesia be carried out in phases and continued over time, considering available resources, to improve air traffic services and achieve global flight connectivity with neighboring countries.