Pramita Gayatri
Department Of Child Health, Universitas Indonesia/Cipto Mangunkusumo Hospital, Jakarta

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Sari Pediatri

Profil Lipodistrofi dan Dislipidemia pada Pasien Prepubertas dengan HIV yang Mendapat Terapi ARV di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Yessi Yuniarti; Aryono Hendarto; Nia Kurniati; Djajadiman Gatot; Pramita Gayatri; Mulya Rahma Karyanti
Sari Pediatri Vol 18, No 1 (2016)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.896 KB) | DOI: 10.14238/sp18.1.2016.55-62

Abstract

Latar belakang. Terapi antiretroviral (ARV) kombinasi telah berhasil menurunkan angka morbiditas dan mortalitas pasien HIV, tetapi menimbulkan efek samping jangka panjang berupa sindrom lipodistrofi.Tujuan. Mengidentifikasi adanya lipodistrofi dan dislipidemia pada pasien prepubertas dengan HIV yang mendapatkan terapi ARV jangka panjang.Metode. Penelitian potong lintang dilakukan pada 76 pasien HIV usia prepubertas di Poli Alergi Imunologi RSCM. Pemeriksaan klinis lipodistrofi dilakukan oleh tenaga klinis, tebal lipatan kulit (TLK) triceps dan subscapular, lingkar pinggang serta rasio lingkar pinggang-panggul. Data kadar CD4 awal, status gizi awal terdiagnosis, jenis terapi ARV, dan lama terapi ARV didapatkan dari rekam medis. Subyek juga dilakukan analisis diet, pemeriksaan profil lipid, dan gula darah puasa.Hasil. Subyek prepubertas dengan HIV yang mendapatkan terapi ARV yang mengalami lipodistrofi dan dislipidemia berturut-turut 47% dan 46%. Subyek lipodistrofi berupa lipohipertrofi 35%, lipoatrofi 5%, dan tipe campuran 7%. Mayoritas subyek lipodistrofi memiliki massa lemak tubuh, serta TLK triceps dan subscapular normal. Subyek lipohipertrofi dan tipe campuran seluruhnya memiliki rasio lingkar pinggang-panggul meningkat. Terdapat hubungan yang bermakna antara penggunaan regimen ARV 2NRTI + PI meningkatkan risiko 6,9 kali untuk terjadinya dislipidemia (p=0,001 IK95%: 2,03-23,7) dibandingkan regimen 2NRTI+ NNRTI.Kesimpulan. Prevalensi lipodistrofi dan dislipidemia cukup tinggi pada pasien prepubertas dengan HIV yang mendapatkan terapi ARV. Mayoritas subyek yang mengalami lipodistrofi memiliki massa lemak tubuh, TLK triceps dan subscapular yang normal.
Hubungan antara Kadar High Density Lipoprotein dengan Derajat Sepsis Berdasarkan Skor Pediatric Logistic Organ Dysfunction Emi Yulianti; Antonius H. Pudjiadi; Mardjanis Said; E.M. Dady Suyoko; Hindra Irawan Satari; Pramita Gayatri
Sari Pediatri Vol 15, No 2 (2013)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.041 KB) | DOI: 10.14238/sp15.2.2013.116-21

Abstract

Latar belakang. Sepsis masih merupakan penyebab kematian terbesar di Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Peran high density lipoprotein(HDL) pada keadaan sepsis mengikat dan menetralisir lipopolisakarida (LPS), menghambat adhesi molekul dalam kaskade inflamasi, dan sebagai antioksidan.Tujuan. Mengetahui profil HDL pada anak sepsis serta mengetahui hubungan kadar HDL dengan derajat sepsis berdasarkan skor pediatric logistic organ dysfunction (PELOD). Metode.Studi potong lintang pada anak sepsis di PICU Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) usia 1 bulan- 18 tahun antara April-Agustus 2011.Hasil. Didapatkan 34 subjek, dengan sebaran terbanyak pada kelompok usia <2 tahun (19/34). Terdapat hubungan antara kematian dengan skor PELOD >20 (p=0,000). Lima dari 7 pasien dengan skor PELOD >20 ditemukan mempunyai kadar HDL rendah (p=1). Tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara kematian dengan kadar HDL (p=0,248). Terdapat korelasi lemah berbanding terbalik antara kadar HDL dengan skoring PELOD tetapi tidak bermakna secara statistik (r =-0,304, p = 0,080)Kesimpulan. Pasien sepsis dengan skor PELOD tinggi cenderung memiliki kadar HDL rendah.
Faktor - Faktor yang Memengaruhi Terjadinya Laringomalasia pada Anak dengan Penyakit Refluks Gastroesofageal Lina Ninditya; Wahyuni Indawati; Yogi Prawira; Pramita Gayatri
Sari Pediatri Vol 23, No 6 (2022)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp23.6.2022.383-9

Abstract

Latar belakang. Penyakit refluks gastroesofageal (PRGE) merupakan komorbiditas tersering pada pasien dengan laringomalasia. Banyak studi yang sudah membuktikan adanya hubungan antara PRGE dengan laringomalasia. Namun, sejauh ini belum ada studi yang mempelajari faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya laringomalasia pada pasien dengan PRGE. Tujuan. Mengetahui proporsi laringomalasia pada anak dengan PRGE dan faktor-faktor yang memengaruhi (prematuritas, orang tua dengan riwayat dispepsia, pola makan dan disfungsi neurologis) terjadinya laringomalasia pada anak dengan PRGE. Metode. Merupakan studi prognostik dengan desain potong lintang pada 88 anak dengan diagnosis PRGE yang diambil dari rekam medis RSCM mulai dari tahun 2017 hingga 2020. Analisis data menggunakan chi-square/Fisher and logistic regression.Hasil. Proporsi laringomalasia didapatkan 12,5%. Tidak ada faktor yang memengaruhi terjadinya laringomalasia pada anak dengan PRGE. Namun, penelitian ini melihat adanya kecenderungan terjadinya laringomalasia pada subyek dengan pajanan asap rokok, adanya asupan makanan/minuman tengah malam, palsi serebral, dan pola makan yang tidak sesuai dengan feeding rule. Kesimpulan. Adanya kecenderungan terjadinya laringomalasia pada subyek dengan pajanan asap rokok, adanya asupan makanan/minuman tengah malam, dan pola makan yang tidak sesuai dengan feeding rule.
Manfaat Pemberian Probiotik pada Diare Akut Diana Rahmi; Pramita Gayatri
Sari Pediatri Vol 17, No 1 (2015)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.243 KB) | DOI: 10.14238/sp17.1.2015.76-80

Abstract

Latar belakang. Beberapa penelitian membuktikan bahwa probiotik bermanfaat pada diare akut dan diharapkan dapat mengurangidurasi dan frekuensi diare serta gejala lain seperti demam sera muntahTujuan. Mengevaluasi kegunaan probiotik pada diare akut berdasarkan bukti ilmiahMetode. Penelusuran pustaka database elektronik : Pubmed, Cochrane, Highwire.Hasil. Dua metaanalisis mengenai efek probiotik terhadap diare akut mendapatkan probiotik secara bermakna durasi diare dibandingkankontrol (-0,67; KI 95%, -0,95 sampai -0,38, p<0,00001) dan mean duration diare berkurang bermakna pada kelompok probiotik(86,4 jam) dan 115,2 jam pada kelompok plasebo (p=0,0001). Uji klinis acak tersamar mendapatkan pemberian probiotik single strainmempersingkat durasi diare dibandingkan pada kelompok probiotik multiple strain (p=0.004). Uji klinis acak tersamar menggunakanprobiotik Lactobacilus GG dengan placebo mendapatkan jumlah hari diare kembali ke konsistensi normal lebih singkat pada kelompokprobiotik (p=0,002), tetapi penelitian di India tidak mendapatkan perbedaan bermakna dalam durasi diare.Kesimpulan. Penelitian terhadap efektifitas pemberian probiotik pada diare akut masih beragam meskipun sebagian besar menunjukkanefektifitas dalam menurunkan lama dan frekuensi diare, hal ini mungkin dipengaruhi oleh strain probiotic yang diberikan.