Putu Citra Permana Dewi
Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PELATIHAN LARI HURUF W DAN KELINCAHAN Putu Citra Permana Dewi; Kadek Dian Vanagosi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 4 No. 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.672 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya peningkatan kelincahan dengan pelatihan lari huruf W. Pelatihan ini menggunakan rancangan experimental pre-tes-post-tes control group design.Sampel berjumlah 40 orang diambil secara acak sederhana dari populasi siswa putrakelas X SMAN 8 Denpasar yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data berupa hasil shuttle runtestyang diambil sebelum dan sesudah pelatihan. Data yang diperoleh dianalisis dengan independent t-test pada taraf signifikansi (α) = 5%. Hasil analisis data menunjukan bahwa, nilai Sig hitung 0,038< 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwapelatihan lari huruf W dapat meningkatkan kelincahansiswa putra kelas X SMAN 8 Denpasar.
ANALISIS KOMPONEN BIOMOTORIK PADA OLAHRAGA PERMAINAN WOODBALL Putu Citra Permana Dewi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 2 No. 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permainan woodball menjadi olahraga yang sangat populer dikalangan anak-anak hingga orang tua. Pemain woodball yang baik berawal dari teknik dasar yang baik. Teknik dasar yang baik selain dari hasil latihan yang rutin juga dipengaruhi oleh kondisi fisik yang baik. Kondisi fisik yang baik didapat dari hasil pengembangan komponen biomotorik yang optimal. Sementara yang digunakan sebagai referensi atau acuan komponen biomotorik permainan woodball adalah komponen biomotorik olahraga golf, karena pada dasarnya permainan woodball mirip dengan olahraga golf. Analisis komponen biomotorik pada olahraga permainan woodball dilakukan untuk dapat menetukan komponen biomotorik dominan pada permainan woodball, dan dapat digunakan sebagai acuan pecinta permainan woodball dalam berlatih sehingga dapat meraih berprestasi. Metode analisis komponen biomotorik yang dilakukan berdasarkan kajian literatur. Kajian literatur yang dilakukan berdasarkan pada aspek alat yang digunakan, lapangan atau lintasan permainan, teknik dasar permainan, keterampilan pukulan woodball, aturan permaianan, dan lamanya permainan woodball. Berdasarkan hasil kajian literatur dapat simpulkan bahwa komponen biomotorik yang dibutuhkan oleh pemain woodball untuk dapat bermain dengan baik sehingga dapat berprestasi yaitu 1) komponen kekuatan khususnya kekuatan otot lengan, kekuatan genggaman tangan, kekuatan otot punggung, kekuatan otot kaki, dan kekuatan otot core, 2) koordinasi, 3) fleksibilitas, 4) daya tahan, 5) keseimbangan, dan 6) ketepatan. Komponen-komponen tersebut saling berhubungan satu dengan yang lainnya.
PENGARUH METODE PART AND WHOLE TERHADAP PRESTASI BELAJAR ANATOMI MANUSIA PADA MAHASISWA FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN IKIP PGRI BALI Putu Citra Permana Dewi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 2 No. 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.295 KB)

Abstract

Pengamatan saat pembelajaran anatomi manusia pada mahasiswa Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP PGRI Bali, ditemukan bahwa banyak mahasiswa sulit mmahami dan menghafal pembagian tubuh dalam sistem tubuh manusia berdasarkan letak. Untuk itu diperlukan metode mengajar yang dapat meningkatkan prestasi belajar anatomi manusia mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode part and whole terhadap prestasi belajar anatomi manusia pada mahasiswa Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP PGRI Bali. Jenis penelitian adalah eksperimen semu dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel merupakan mahasiswa FPOK IKIP PGRI Bali semester II sebanyak 25 orang. Instrumen penelitian berbentuk tes prestasi belajar yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Teknik analisis data menggunakan uji hipotesis dengan analisis paired sample t test. Hasil penelitian didapatkan pengaruh yang signifikan dari metode part and whole terhadap prestasi belajar anatomi manusia dengan nilai t hitung 12,387 dan p = 0,000 pada taraf signifikasnsi 5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode part and whole berpengaruh terhadap prestasi belajar anatomi manusia pada Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP PGRI Bali.
PELATIHAN LONCAT GAWANG SETINGGI 25 CM DENGAN JARAK 0,5 M DAN 1 M TERHADAP PENINGKATAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI PUTRA SMP NEGERI 2 SUKAWATI 2015/2016 Bayu Puspayuda; Made Darmada; Putu Citra Permana Dewi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 3 No. 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.96 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan loncat gawang setinggi 25 cm dengan jarak 0,5 m dan 1 m terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Sampel penelitian yaitu peserta ekstrakurikuler bola voli putra SMP Negeri 2 Sukawati yang berjumlah 36 orang, dibagi menjadi 2. Daya ledak otot tungkai diukur dengan jump MD. Data yang didapat dianalisis dengan paired test dan independent t-test pada taraf signifikansi = 0,05. (α) Hasil analisis data dengan uji paired test menunjukan bahwa pelatihan loncat gawang setinggi 25 cm dengan jarak 0,5 m berpengaruh terhadap daya ledak otot tungkai, hal ini dibuktikan dari. Hasil nilai analisis data Sig menunjukan hitung 0, bahwa pelatihan loncat gawang setinggi 25 cm dengan jarak 1 m berpengaruh terhadap daya ledak otot tungkai, hal ini dibuktikan dari nilai Sig hitung 0,000 < 0,05 (α). Hasil analisis data dengan uji independent t-test menunjukan bahwa tidak ada perbedaan pengaruh pelatihan daya ledak otot tungkai dibuktikan dengan nilai Sig hitung 0,609 > 0,05 (α). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pelatihan loncat gawang setinggi 25 cm dengan jarak 0,5 m terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai, ada pengaruh pelatihan loncat gawang setinggi 25 cm dengan jarak 1 m terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai, tidak ada perbedaan pengaruh pelatihan loncat gawang setinggi 25 cm dengan jarak 0,5 m dan 1 m terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai peserta ekstrakurikuler bola voli putra SMP Negeri 2 Sukawati.
EVALUASI PROGRAM PEMBINAAN PRESTASI PANAHAN PENGKAB PERPANI KARANGASEM Putu Citra Permana Dewi; Kadek Dian Vanagosi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 5 No. 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.105 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.3343001

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pembinaan prestasi panahan Pengkab Perpani Karangasem dengan evaluasi CIPP Model. Penelitian ini merupakan penelitian kombinasi kuantitatif dan kualitatif. Instrumen berupa angket yang diberikan kepada atlet, pelatih, pengurus, dan orang tua atlet.Pada dimensi context,didapat hasil bahwa perlu peran aktif pemerintah daerah, masyarakat, dan pengurus dalam mendukung program pembinaan yang disusun Pengkab Perpani Karangasem sehingga terbentuk sinergitas untuk memajukan panahan di Kabupaten Karangasem. Pada dimensi input diperlukan pemenuhan pendanaan oprasional dan pemenuhan sarana prasaran khusus panahan. Pada dimensi procces masuk dalam kategori cukup baik, diperlukan pembenahan dalam, program latihan, evaluasi program latihan, peningkatan kualitas pelatih dan wasit melalui penataran pelatihan pelatih dan wasit panahan.Pada dimensi product, berdasarkan perencanaan dan pelaksanaan program pembinaan yang dibuat hasil yang didapat masih dalam kategori kurang.Diperlukan pembenahan pada aspek fisik dan mental atlet untuk peningkatan prestasi.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 5 Kuta Selatan Ni Luh Putu Indrawathi; Putu Citra Permana Dewi; Ni Luh Gde Widiantari; Kadek Dian Vanagosi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 7 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.131 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4460837

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Siswa Kelas VII SMP Negeri 5 Kuta Selatan. Faktor yang diteliti yakni faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor internal), faktor yang datang dari luar (faktor eksternal) dan faktor dari pendekatan belajar dari siswa itu sendiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Data diperoleh dengan teknik survei menggunakan instrumen berupa angket, dokumentasi berupa data nilai raport dan wawancara. Subjek penelitian dipilih secara acak yang berjumlah 52 siswa. Data hasil survei dianalisis menggunakan deskriptif statistik. Hasil analisis data terdapat perbadingan rerata antara faktor internal yaitu fisikologis dan psikologis yang sering mempengaruhi hasil belajar dengan rerata 3,6, faktor eksternal yaitu lingkungan sosial dan lingkungan non sosial yang juga sering mempengaruhi hasil belajar dengan rerata 3,6 dan faktor pendekatan belajar (approach to learning) dengan rerata 3,5 yang kadang mempengaruhi hasil belajar siswa. Dapat disimpulkan bahwa faktor internal dan eksternal sering mempengaruhi hasil belajar siswa. Sedangkan faktor pendekatan belajar kadang mempengaruhi hasil belajar siswa.
Korelasi Kekuatan Otot Tungkai dan Panjang Tungkai terhadap Daya Ledak Otot Tungkai Bolavoli Siswa SMP Negeri 1 Mengwi I Komang Adi Palgunadi; Putu Citra Permana Dewi; Kadek Dian Vanagosi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 7 No. 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.321 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.5034732

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meneliti korelasi kekuatan otot tungkai dan panjang tungkai terhadap daya ledak otot tungkai pada peserta didik Bolavoli Siswa Putra Kelas VIII A, B, dan C SMP Negeri 1 Mengwi. Jumlah sampel berjumlah 50 orang yang diambil berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang di kumpulkan melalui tes dan pengukuran serta dianalisis menggunakan analisis statistik dengan menggunakan korelasi product moment dan korelasi ganda, untuk menguji taraf signifikansi menggunakan uji Fhitung. Dari hasil analisis data diperoleh nilai koefisien korelasi product moment rx1y = 1,440, rx2y = 2,454, rx1x2 = 0,024 dan koefisien korelasi ganda rx1x2y = 2,816 dengan hasil Fhitung = 13,44 sehingga koefisien korelasi sangat kuat dan signifikan sehingga H0 di tolak dan Ha di terima. Berdasarkan analisis statistik dapat disimpulkan bahwa : (1) ada korelasi yang sangat kuat antara kekuatan otot tungkai terhadap daya ledak otot tungkai pada Peserta Didik Bolavoli Siswa Putra Kelas VIII A, B, dan C SMP Negeri 1 Mengwi, (2) ada korelasi yang sangat kuat antara panjang tungkai terhadap daya ledak otot tungkai pada Peserta Didik Bolavoli Siswa Putra Kelas VIII SMP Negeri 1 Mengwi, dan (3) ada korelasi yang sangat kuat antara kekuatan otot tungkai dan panjang tungkai terhadap daya ledak otot tungkai pada Peserta Didik Bolavoli Siswa Putra Kelas VIII A,B,C SMP Negeri 1 Mengwi.
Manajemen Pengelolaan Laboratorium Pengukuran Olahraga Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Ni Wayan Ary Rusitayanti; Putu Citra Permana Dewi; Ida Ayu Kade Arisanthi Dewi; Ni Luh Putu Indrawathi; Komang Ayu Tri Widhiyanti; I Putu Eri Kresnayadi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 7 No. 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.35 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.5010382

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberi gambaran secara menyeluruh tentang (1) Manajemen pengelolaan laboratorium pengukuran olahraga dilihat dari konteks perencanaan, pengorganisasian dan pengawasan ; (2) Kendala-kendala yang dihadapi dalam pengelolaan laboratorium pengukuran olahraga ; dan (3) alternatif pemecahan masalah yang dilakukan pihak Universitas dalam mengatasi kendala-kendala dalam pengelolaan laboratorium pengukuran olahraga di Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif tipe studi kasus. Pengambilan data diambil melalui observasi dan wawancara dengan Ketua Laboratorium. Data yang diperoleh dianalisa dengan cara deskriptif interpretatif dan hasil penelitian menunjukkan bahwa proses manajemen pengelolaan pengukuran olahraga sudah memenuhi aturan yang ada dan telah dikelola dengan baik oleh Ketua Laboratorium. Peralatan laboratorium pengukuran olahraga sudah terinventaris dengan baik sehingga pada saat dilakukan pemeriksaan dan supervisi oleh pihak Universitas tidak lagi kewalahan karena setiap barang yang ada telah di label sesuai nama alat, tahun penerimaan dan jumlah unitnya. Proses evaluasi yang dilakukan ketua laboratorium untuk mengetahui kondisi barang dilakukan secara manual yaitu pencatatan melalui buku pemakaian alat tanpa menggunakan kartu pemakaian alat sehingga tidak mudah untuk mendeteksi alat yang rusak.
EVALUASI PROGRAM PEMBINAAN PRESTASI CABANG OLAHRAGA PANAHAN DI BALI Kadek Dian Vanagosi; Putu Citra Permana Dewi
JURNAL PENJAKORA Vol. 6 No. 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v6i1.17353

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program pembinaan prestasi cabang olahraga panahan di Bali dengan pendekatan evaluasi CIPP Model. Subyek penelitian meliputi pengurus, pelatih, atlet, dan masyarakat sekitar Pengkab/Pengkot se-Bali. Instrumen yang digunakan adalah angket dan pedoman wawancara. Didapat hasil pada dimensi context bahwa diperlukan adanya kerjasama antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk berperan serta atif dalam mendukung keberadaaan Pengcab Perpani Kabupaten/Kota di Bali, sehingga bisa menjadi sentra pembibitan atlet panahan di Bali. Pada dimensi input masuk dalam kategori cukup baik, yang perlu dikembangkan adalah pemenuhan sarana dan prasarana latihan berupa tempat latihan khusus olahraga panahan, peralatan memanah pada masing-masing divisi serta sarana pendukung. Pada dimensi procces, pelaksanaan program mulai dari penyeleksian atlet, pengorganisasian, pelaksanaan latihan, program latihan dan evaluasi/monev masuk dalam kategori cukup baik. Hal yang perlu dikembangkan yaitu peningkatan kualitas pelatih dan wasit melalui penataran pelatihan pelatih dan wasit panahan. Pada dimensi product, hasil yang didapat dari program pembinaan yang telah dijalankan masih dalam kategori kurang. Hal yang perlu dikembangkan berkaitan dengan perkembangan fisik, teknik dan mental atlet. Kata-kata kunci: evaluasi, CIPP, pembinaan, panahan
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) Pada Pembelajaran Teknik Dasar Lompat Jauh I Komang Adi Palgunadi; Putu Citra Permana Dewi; Kadek Dian Vanagosi; I Made Bagia
Physical Activity Journal (PAJU) Vol 2 No 2 (2021): Physical Activity Journal (PAJU)
Publisher : Department of Physical Education, Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.352 KB) | DOI: 10.20884/1.paju.2021.2.2.4055

Abstract

Gaya lompatan dalam pembelajaran lompat jauh masing-masing memiliki karakteristik dan tingkat kesulitan yang berbeda untuk dipelajari. Faktor kognitif siswa memberikan kontribusi dalam memahami teknik berlari, menolak dan mendarat dalam lompat jauh. Observasi awal yang dilakukan di kelas VIII D SMP Negeri 1 Sawan belum memenuhi kriteria ketuntasan klasikal. Permasalahan yang terjadi proses pembelajaran masih individu dan waktu koreksi dari guru yang minim. Sehingga perlu model pembelajaran yang menempatkan siswa dengan kemampuan berbeda-beda dalam kelompok belajar. Tujuan penelitian untuk meningkatkan hasil belajar teknik dasar lompat jauh pada siswa kelas VIII D SMP Negeri 1 Sawan tahun pelajaran 2019/2020 dengan mengimplementasikan model pembelajaran kooperatif tipe team assisted individualization. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, pelaksanaan penelitian dalam 2 siklus, terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi. Subjek penelitian 37 siswa, terdiri dari 16 siswa putra dan 21 siswa putri. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil analisis data pada siklus I menunjukkan persentase ketuntasan hasil belajar teknik dasar lompat jauh secara klasikal 89,18%. Sedangkan pada siklus II menunjukkan rata-rata persentase ketuntasan hasil belajar teknik dasar lompat jauh secara klasikal 94,59%. Kesimpulan penelitian bahwa hasil belajar teknik dasar lompat jauh meningkat melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe team assisted individualization pada siswa kelas VIII D SMP Negeri 1 Sawan tahun pelajaran 2019/2020