Lidya Irma Momuat
1Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sam Ratulangi University, Manado, Indonesia. 95115

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

KARAKTERISASI DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERAT PANGAN DARI TEPUNG BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill) Parinding, Yosep Rudol; Suryanto, Edi; Momuat, Lidya Irma
CHEMISTRY PROGRESS Vol 14, No 1 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.14.1.2021.34078

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan aktivitas antioksidan serat pangan dari tepung biji alpukat yang diekstraksi menggunakan gelombang ultrasonik dengan pelarut etanol dan aquades. Penelitian ini terdiri dari 3 tahap yaitu mikronisasi, ekstraksi dan karakterisasi. Parameter yang digunakan adalah komposisi proksimat, serat pangan, kandungan hemiselulosa, selulosa, lignin, karakteristik gugus fungsi, aktivitas antioksidan dan kapasitas penangkal nitrit. Hasil karakterisasi secara fisik tepung biji alpukat yang diekstraksi dengan etanol (EBA) dan aquades (ABA) dengan Fourier Transform Infra Red (FTIR) tidak mengalami perubahan mendasar pada komponen utama setelah proses penggilingan dan ekstraksi secara sonikasi. Hasil karakterisasi secara kimia menunjukkan EBA mengandung komposisi kimia seperti air (7,94%), abu (1,87%), protein (5,32%), lemak (0,47%) serat pangan tak larut (18,40%), serat pangan larut (0,24%), serat pangan total (18,64%), hemiselulosa (42,69%), selulosa (4,35%) dan lignin (15,14%). ABA mengandung air (8,84%), abu (1,64%), protein (5,20%), lemak (0,79%) serat pangan tak larut (17,79%), serat pangan larut (0,37%), serat pangan total (18,16%), hemiselulosa (37,71%), selulosa (5,47%) dan lignin (20,08%). Hasil pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa ekstrak fenolik terikat EBA (95,93%) tertinggi diikuti oleh ekstrak fenolik terikat ABA (92,22%), ekstrak fenolik bebas EBA (85,04%) dan ekstrak fenolik bebas EBA (77,51%).ABSTRACTThe objectives of this research were to determine the characteristics and antioxidant activity of dietary fiber from avocado seed powder extracted using ultrasonic waves with ethanol and aquades as solvents. This research consisted of 3 stages, namely micronization, extraction and characterization. The parameters used were proximate composition, dietary fiber, hemicellulose content, cellulose, lignin, functional group characteristics, antioxidant activity and nitrite-scavenging capacity. The results of physical characterization of avocado seed flour extracted with ethanol (EBA) and distilled water (ABA) with Fourier Transform Infra Red (FTIR) did not experience a fundamental change in the main components after the milling and extraction process by sonication. The results of chemical characterization showed that EBA contained chemical compositions such as water (7,94%), ash (1,87%), protein (5,32%), fat (0,47%) insoluble dietary fiber (18,40%), soluble dietary fiber (0,24%), total dietary fiber (18,64%), hemicellulose (42,69%), cellulose (4,35%) and lignin (15,14%). ABA contains water (8,84%), ash (1,64%), protein (5,20%), fat (0,79%) insoluble dietary fiber (17,79%), soluble dietary fiber (0,37%), total dietary fiber (18,16%), hemicellulose (37,71%), cellulose (5,47%) and lignin (20,08%). The results of the antioxidant activity test showed that EBA had the highest bound phenolic extract (95,93%) followed by ABA bound phenolic extract (92,22%), EBA-free phenolic extract (85,04%) and EBA-free phenolic extract (77,51 %).
KARAKTERISASI SERAT PANGAN DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI TEPUNG KULIT KAKAO (Theobroma cacao L.) Palente, Ivon; Suryanto, Edi; Momuat, Lidya Irma
CHEMISTRY PROGRESS Vol 14, No 1 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.14.1.2021.34773

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik dan aktivitas antioksidan serat pangan dari tepung kulit kakao yang diekstraksi menggunakan gelombang ultrasonik dengan perbedaan pelarut. Penelitian ini terdiri dari 3 tahap yaitu mikronisasi, ekstraksi dan karakterisasi. Hasil karakterisasi secara fisik tepung kulit kakao tanpa perlakuan (KKTP), yang diekstraksi dengan aquades (KKA) dan etanol (KKE) dengan Fourier Transform Infra Red (FTIR) tidak mengalami perubahan mendasar pada komponen utama setelah proses penggilingan dan ekstraksi secara sonikasi. Hasil difraksi sinar-X menunjukkan derajat kristalinitas KKTP (55,58%) lebih besar daripada KKA (54,24%) dan KKE (53,48%). Hasil karakterisasi secara kimia menunjukkan kandungan air KKTP lebih tinggi dari KKA dan KKE, kandungan protein, karbohidrat dan lignin KKA lebih tinggi dari KKTP dan KKE. Sedangkan kandungan abu, lemak, serat pangan tak larut, serat pangan terlarut, total serat pangan, hemiselulosa dan selulosa KKE lebih tinggi dari KKTP dan KKA. Hasil pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan ekstrak fenolik terikat KKTP (88,38%), KKA (90,61%) dan KKE (92,78%) lebih tinggi dibandingkan ekstrak fenolik bebas KKTP (86,85%), KKA (88,19%) dan KKE (90,04%). Adapun kapasitas penangkal nitrit menunjukkan bahwa ekstrak fenolik terikat KKTP (40,28%), KKA (55,90%) dan KKE (67,92%) lebih besar dibandingkan ekstrak fenolik bebas KKTP (34,84%), KKA (53,22%) dan KKE (64,63%). ABSTRACT The purpose of this study was to determine the characteristics and antioxidant activity of dietary fiber from cocoa husk flour extracted using ultrasonic waves with different solvents. This research consists of 3 stages, namely micronization, extraction and characterization. The results of the physical characterization of untreated cocoa husk flour (KKTP), which was extracted with distilled water (KKA) and ethanol (KKE) with Fourier Transform Infra Red (FTIR) did not experience any fundamental changes in the main components after milling and sonication extraction. The results of X-ray diffraction showed that the degree of crystallinity of KKTP (55.58%) was greater than that of KKA (54.24%) and KKE (53.48%). The results of chemical characterization showed that the air content of KKTP was higher than KKA and KKE, the protein, carbohydrate and lignin content of KKA was higher than KKTP and KKE. Meanwhile, the content of ash, fat, insoluble dietary fiber, soluble dietary fiber, total dietary fiber, hemicellulose and KKE cellulose were higher than KKTP and KKA. The antioxidant test results showed that KKTP (88.38%), KKA (90.61%) and KKE (92.78%) phenolic extracts were higher than KKTP-free phenolic extracts (86.85%), KKA (88.19) % ) and KKE (90.04%). The nitrite antidote capacity showed that the phenolic extract supported KKTP (40.28%), KKA (55.90%) and KKE (67.92%) greater than KKTP-free phenolic extract (34.84%), KKA (53, 22%) and KKE (64.63%).
Uji Senyawa Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Tanaman Patah Tulang (Euphorbia tirucalli L.) Manongko, Paricia Syaron; Sangi, Meiske Sientje; Momuat, Lidya Irma
Jurnal MIPA Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.9.2.2020.28725

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui senyawa fitokimia dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol tanaman patah tulang (Euphorbia tirucalli L.) menggunakan metode 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH). Ekstrak etanol diperoleh dengan metode maserasi kemudian diuji fitokimia untuk dilihat kandungan senyawa metabolit sekunder diantaranya alkaloid, fenolik, flavonoid, tanin, saponin, triterpenoid/steroid. Senyawa fenolik sangat berpotensi sebagai antioksidan karenanya dilakukan uji kandungan total fenolik menggunakan metode spektrofotometri dengan pereaksi Folin-Ciocalteu. Uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu fenolik ditunjukkan dengan terbentuknya warna hijau kehitaman, senyawa saponin dengan terbentuknya busa stabil, dan senyawa tanin dengan terbentuknya warna hijau kehitaman. Hasil pengujian kandungan total fenolik ekstrak etanol memiliki nilai sebesar 60,270 mg GAE/g. Kekuatan antioksidan ditentukan oleh nilai IC50 yang didasarkan pada persen perendaman radikal bebas oleh sampel uji. Untuk ekstrak etanol memiliki IC50 sebesar 82,152 µg/mL. Berdasarkan hasil yang diperoleh ekstrak etanol tanaman patah tulang memiliki potensi yang kuat sebagai antioksidan.This research was conducted to determine the phytochemical compound and antioxidant activity of ethanol extract of Patah Tulang (Euphorbia tirucalli L.) plant using 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH) method. The ethanol extract was obtained by maceration and then was analysed for phytochemical compound to see the secondary metabolite contents including alkaloids, phenolics, flavonoids, tannins, saponins, triterpenoids / steroids. The phenolic compounds have high potential as antioxidant, therefore the total fenolic content  was tested using spectrophotometric method with Folin-Ciocalteu reagents. Antioxidant activity was determined using DPPH method. he results showed that the ethanol extract contain secondary metabolite compounds. Penolic compounds  weredetected by the formation of blackish green color, saponin compounds showed  stable foam formation, and tannin compounds with a blackish green formation. Total phenolic content of the extract was60,270 mg GAE/g. Antioxidant activity was determined by IC50 value based on the percentage of free radicals taken by the sample. And ethanol extract had IC50 value of 82.152 µg /mL. Based on the results obtained, ethanol extract of Patah Tulang plants had a strong potential as an antioxidant.
Uji Aktivitas Antioksidan Dan Antibakteri Ekstrak Kulit Buah Pangi (Pangium edule Reinw) Kairupan, Sartika Stefany; Fitria; Sangi, Meiske Sientje; Momuat, Lidya Irma
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol. 9 No. 2 (2024): JLPPM SAINTEK
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/jlppmsains.9.2.2024.57684

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa fitokimia, kandungan total fenolik, aktivitas antioksidan dan aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat dan fraksi air pada kulit buah pangi. Secara prosedur, terdapat beberapa langkah eksperimental utama. Pertama, pengujian total fenol. Kedua, uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Ketiga, uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi cakram (Kirby-Bauer). Kandungan total fenolik tertinggi terdapat pada fraksi etil asetat yaitu sebesar 69,65 mg/g diikuti oleh ekstrak etanol 33,65 mg/g, fraksi air 26,4 mg/g dan fraksi n-heksana 16,65 mg/g. Aktivitas antioksidan golongan kuat yaitu pada fraksi n-heksana sebesar 66,365µg/mL dan fraksi air sebesar 62,419 µg/mL, sedangkan golongan sangat kuat yaitu pada ekstrak etanol sebesar 49,204 µg/mL dan fraksi etil asetat sebesar 6,695µg/mL. Aktivitas antibakteri pada ekstrak etanol, fraksi air dan fraksi etil asetat tergolong lemah sedangkan fraksi n-heksana tidak memiliki aktivitas antibakteri.
Karakterisasi Virgin Coconut Oil (VCO) dengan Penambahan Sari Tomat Momongan, Theo; Momuat, Lidya Irma
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol. 9 No. 2 (2024): JLPPM SAINTEK
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/jlppmsains.9.2.2024.57845

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Karakterisasi Virgin Coconut Oil (VCO) dengan penambahan sari tomat. Penelitian diawali dengan pembuatan santan kelapa dari buah kelapa segar yang diparut, dicampur dengan air bersuhu 70 oC dan diperas. Santan kelapa didiamkan selama 2 jam untuk mendapatkan krim santan. Selanjutnya, krim santan dicampur dengan sari tomat (buah tomat yang di-juice) dengan 4 variasi rasio volume krim santan dan sari tomat, yaitu 10:0, 7:3, 5:5, dan 3:7. Campuran krim santan dan sari tomat didiamkan selama 18 jam, lalu dilakukan pemisahan minyak (VCO+tmt) dari air dan blondo. VCO+tmt yang dihasilkan diukur rendemen, kadar air (metode AOAC), keadaan fisik dan kandungan karotenoidnya (metode spektrofotometri). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio 10:0 menghasilkan rendemen minyak tertinggi. Kadar air dari VCO+tmt yang memenuhi SNI ada pada rasio 3:7, dan kandungan karotenoid tertinggi pada VCO+tmt rasio 3:7 dan terendah VCO+tmt rasio 7:3.
Penggunaan Polietilena Glikol 6000 sebagai Flokulan Lipoprotein pada Serum Lipemik dalam Analisis Trigliserida Wiranto, Rezky Ramadhani Putri; Momuat, Lidya Irma; Suryanto, Edi
CHEMISTRY PROGRESS Vol. 17 No. 1 (2024)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.17.1.2024.54823

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi Polietilena Glikol (PEG) 6000 yang optimum dalam mengendapkan lipoprotein pada serum lipemik. Tahapan penelitian meliputi preparasi sampel, pembuatan larutan PEG berbagai konsentrasi (1%, 4%, 6% dan 8%), persiapan kuning telur ayam, puyuh, dan bebek untuk modifikasi serum lipemik, pembuatan serum lipemik yang dimodifikasi kadar trigliserida (300, 400 dan 500 mg/dL), dan penambahan PEG dalam serum lipemik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar trigliserida tertinggi terdapat pada telur ayam (2246 mg/dL), diikuti puyuh (2140 mg/dL) dan bebek (2015 mg/dL). Kadar trigliserida serum murni yang digunakan sebesar 159,6 mg/dL meningkat ketika dimodifikasi dengan penambahan kuning telur. Kadar trigliserida serum yang telah dimodifikasi terdiri atas 3 kelompok yaitu: 313,67 – 355,33 mg/dL, 419 – 454,33 mg/dL, dan 518,33 – 558,67 mg/dL. Pada kadar trigliserida 300 mg/dL konsentrasi optimal 4%, pada kadar trigliserida 400 mg/dL konsentrasi optimal 6% dan pada kadar trigliserida 8%. Kata Kunci: Trigliserida, serum lipemik, polietilena glikol 6000   ABSTRACT This study aimed to determine the optimum concentration of Polyethylene Glycol (PEG) 6000 in precipitating lipoproteins in lipemic serum. The stages of research included sample preparation, preparation of PEG solutions of various concentrations (1%, 4%, 6% and 8%), preparation of chicken, quail, and duck egg yolks for lipemic serum modification, preparation of lipemic serum modified triglyceride levels (300, 400 and 500 mg/dL), and addition of PEG in lipemic serum. The results showed that the highest triglyceride levels were found in chicken eggs (2246 mg / dL), followed by quail (2140 mg / dL) and duck (2015 mg / dL). The pure serum triglyceride levels used of 159.6 mg/dL increased when modified with the addition of egg yolk. Modified serum triglyceride levels consisted of 3 groups, namely: 313.67 – 355.33 mg / dL, 419 – 454.33 mg / dL, and 518.33 – 558.67 mg / dL. At triglyceride levels of 300 mg/dL the optimal concentration is 4%, at triglyceride levels of 400 mg/dL the optimal concentration is 6% and at triglyceride levels of 8%. Keywords:. Triglycerides, lipemic serum, polyethylene glycol 6000
Pembuatan Sabun Mandi Mengandung Bahan Alami Bagi Kelompok Ibu PKK Lingkungan 6 Kelurahan Pakowa Kota Manado Momuat, Lidya Irma; Wuntu, Audy D.; Suryanto, Edi
The Studies of Social Sciences Vol. 7 No. 1 (2025): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.v7i1.58570

Abstract

Mitra Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah Kelompok Ibu anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Lingkungan 6 Kelurahan Pakowa, Kecamatan Wanea, Kota Manado. Masalah yang dihadapi mitra, yaitu keterampilan apa yang dapat diberikan kepada ibu-ibu sehingga bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan kreativitasnya dalam mewarnai aktivitasnya sehari-hari di rumah? Solusi yang ditawarkan berupa memberikan pelatihan cara membuat sabun mandi dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah diperoleh. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memberikan pelatihan cara membuat sabun mandi mengandung bahan alami kepada mitra. Metode yang diberikan adalah melatih mitra mereaksikan trigliserida (minyak/lemak) dan natrium hidroksida (NaOH) dengan jumlah yang ekivalen, sehingga menghasilkan sabun yang berkualitas baik, serta dapat menambahkan bahan-bahan alami lainnya yang tidak membahayakan kesehatan seperti rempah-rempah yang kaya akan senyawa antioksidan alami ke dalam proses pembuatan sabun mandi. Sabun mandi merupakan salah satu produk yang banyak dimanfaatkan masyarakat untuk membersihkan tubuh. Pada pelaksanaan PKM ini mitra dapat membuat dan menghasilkan produk sabun mandi. Diharapkan setelah kegiatan PKM ini, mitra dapat mengembangkan ketrampilan membuat sabun mandi yang dapat digunakan sendiri dan keluarga sehingga mengurangi biaya konsumsi sabun, serta kelak bisa dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan keluarga