Maya Moningka
Unknown Affiliation

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan besar sudut sit up dengan perubahan lingkar perut pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Todingan, Raja T.; Moningka, Maya; Danes, Vennetia
e-Biomedik Vol 4, No 1 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i1.11286

Abstract

Abstract: Abdomen is the central part of human body. Abdomen (waist) circumference >90cm in men and >85cm in women are a state of person in low health quality (obese). Sit up is one of physical activity-resistance training to abdomen muscles by lifting the upper body from lie back position then creating 90° of sit up angle. There are variations by changing the 90° of sit up angle to 45° and 120°. There are also moderately strong evidences that prove sit up changes the abdomen adiposity, so it wills benefits health quality. The goals of this study are not only to understand the correlation between sit up angles and changes of waist circumference but also to compare the changes of waist circumference between sit up angle 45°, 90° and 120°. 25 Students of Medical Faculty of Sam Ratulangi University were divided into 3 groups of sit up angle (45°,90°and 120°), each sample instructed to do 50 sit ups a day within 15 days of study. Before the first day of training and the last day after training, waist circumference was measured. Then, data were analyzed by IBM SPSS version 20 with the univariate analysis test. IBM SPSS version 20 with the univariate analysis test (α= 0, 05) shows the mean differences of waist circumference in group 45° sit up angle is 10 mm (p= 0,015), in group 90° sit up angle is 12,22 mm (p= 0,005), and in group 120° sit up angle is 13,75 (p= 0,045). Conclusion: There’s significant correlation between sit ups angle (45°, 90°, 120°) and waist circumference changes (p<α=0,05). The most significant correlation shown in group of 90° sit up angle. Keywords: sit up, waist circumference, sit up angle, waist circumference changesAbstrak: Perut adalah bagian sentral dari tubuh manusia. Ukuran lingkar perut >90cm bagi pria dan >85cm bagi wanita adalah tanda rendahnya kualitas kesehatan seseorang (obesitas). Sit up merupakan salah satu aktivitas fisik-latihan resistensi yang gerakannya melatih otot-otot perut mengangkat beban tubuh sampai membentuk sudut 90° dari posisi berbaring. Variasi dari sit up antara lain dengan mengubah sudut sit up dari 90° menjadi sudut 45° dan 120°. Sit up memiliki bukti cukup kuat mengurangi ukuran lingkar perut yang akhirnya meningkatkan kualitas kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan sudut sit up dengan perubahan lingkar perut dan juga mengetahui perbandingan perubahan lingkar perut pada sudut sit up 45°, 90° dan 120°. 25 mahasiswa fakultas kedokteran UNSRAT dibagi dalam tiga kelompok sudut sit up (45°,90°dan 120°), tiap sampel diinstruksikan untuk 50 kali sit up sehari selama 15 hari penelitian. Sebelum latihan hari pertama dan setelah latihan hari ke-15 dilakukan pengukuran lingkar perut. Kemudian data dianalisa dengan uji analisis univariat menggunakan aplikasi pengolah data statistik IBM SPSS version 20. Uji analisis univariat IBM SPSS version 20 dengan α= 0,05 didapatkan perbandingan rata-rata perubahan lingkar perut pada sudut sit up 45° adalah 10 mm (p = 0,015), pada sudut sit up 90° adalah 12,22 mm (p = 0,005), sedangkan pada sudut sit up 120° adalah 13,75 mm (p = 0,045). Simpulan: Terdapat hubungan signifikan antara sudut sit up dengan perubahan lingkar perut (p<α=0,05). Hubungan sangat signifikan didapat pada sudut sit up 90°. Kata kunci: sit up, lingkar perut, sudut sit up, perubahan lingkar perut
PENGGUNAAN LASER ARGON SEBAGAI FOTOKOAGULASI LASER DALAM TERAPI PENYAKIT PERDARAHAN RETINA DI BEBERAPA TEMPAT PELAYANAN KESEHATAN MATA Kaparang, Ayu H. F.; Moningka, Maya
eBiomedik Vol 2, No 1 (2014): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.2.1.2014.4549

Abstract

Abstract: Laser has been used for treating retinal hemorrhage. Argon is still used for photocoagulation. This study aimed to determine the use of Argon laser photocoagulation in retinal hemorrhage. This was a retrospective descriptive study carried out by using secondary data from the medical record of patients. The results showed that laser photocoagulation was mostly applied to female patients with age range between 40-60 years old. The amount of laser was <500 shots, particularly for retinal hemorrhage caused by Proliferatif Diabetic Retinopathy (PDR).Keywords: Laser photocoagulation, Argon laser, retinal hemorrhageAbstrak : Sinar laser digunakan sebagai terapi pada pasien dengan penyakit perdarahan retina. Untuk fotokoagulasi masih sering digunakan laser Argon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan laser Argon sebagai fotokoagulasi pada perdarahan retina. Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif dengan menggunakan data rekam medik pasien sebagai data sekunder. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa fotokoagulasi laser paling banyak dilakukan pada pasien wanita. Dari segi usia terbanyak didapati pada kisaran usia 40-60 tahun. Tembakan laser yang sering diberikan yaitu dengan dosis < 500 tembakan, dan lebih khusus diterapkan pada perdarahan retina dengan penyebab Proliferatif Diabetic Retinopathy (PDR) atau retinopati diabetik proliferatif.Kata Kunci: Fotokoagulasi laser, laser argon, perdarahan retina
Pengaruh Latihan Sit-Up terhadap Massa Otot Dondokambey, Gertje G.; Lintong, Fransiska; Moningka, Maya
e-Biomedik Vol 8, No 2 (2020): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v8i2.31693

Abstract

Abstract: As a connective tissue, muscle’s main task is contraction to move body parts and substances in the body. Sarcopenia or decreased muscle mass and strength results in loss of muscle function. According to the Riskesdas 2018, the proportion of lack of physical activity in the Indonesian population has increased from 26.1% in 2013 to 33.5% in 2018. Physical activity such as light exercise with high intensity and short duration can increase muscle size. Sit-up exercise could strengthen abdominal muscles and increase lean muscle mass. This study was aimed to determine the effect of sit-up exercise on muscle mass. This was a literature review study. There were three databases used in this study, as follows: Pubmed, ClinicalKey, and Google Scholar. The keywords were muscle mass and sit-up. Four literatures that fulfilled the criteria showed that sit up exercise could give effect to muscle mass through several factors such as correct sit-up procedure, movement variation, and the exact duration of sit-up exercise according to ability. In conclusion, sit-up exercise could give effect to muscle mass.Keywords: sit-up exercise, muscle mass Abstrak: Otot adalah jaringan konektif dalam tubuh yang memiliki tugas utama yaitu kontraksi. Kontraksi otot berfungsi untuk menggerakkan bagian-bagian tubuh dan substansi dalam tubuh. Sarkopenia atau berkurangnya massa dan kekuatan otot mengakibatkan hilangnya fungsi otot. Menurut hasil Riskesdas tahun 2018, proporsi kurangnya aktivitas fisik pada penduduk Indonesia mengalami peningkatan dari 26.1% pada tahun 2013 menjadi 33.5% pada tahun 2018 Aktivitas fisik seperti olahraga ringan dengan intensitas tinggi dan durasi yang singkat dapat meningkatkan ukuran otot. Latihan sit-up merupakan salah satu olahraga untuk latihan kekuatan otot perut dan meningkatkan massa otot tanpa lemak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan sit-up terhadap massa otot. Jenis penelitian ialah literature review. Tiga database yang dipergunakan, yaitu: Pubmed, ClinicalKey, and Google Cendekia dengan kata kunci muscle mass dan sit-up. Terdapat empat literatur yang memenuhi kriteria penelitian. Hasil kajian keempat literatur menyatakan adanya pengaruh latihan sit-up terhadap massa otot melalui beberapa faktor yaitu prosedur sit-up yang benar, variasi gerakan, dan durasi sit-up yang tepat sesuai kemampuan. Simpulan penelitian ini ialah terdapat pengaruh latihan sit-up terhadap massa otot.Kata kunci: latihan sit-up, massa otot