Mulyadi Mulyadi
Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sebelas Maret, Surakarta

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pemberdayaan Pengrajin dan Penyiapan Identitas Desa Wisata Kampung Wayang Kepuhsari Manyaran Kabupaten Wonogiri Mulyadi Mulyadi; Yunastiti P; Tri Mulyaningsih; Lely Ratwianingsih
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 12, No 4 (2021): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v12i4.6952

Abstract

Kampung Kepuhsari telah dideklarasikan menjadi salah satu desa wisata di Kabupaten Wonogiri. Hanya saja, jika diperhatikan dengan seksama tidak ada yang berbeda antara desa Kepuhsari ini dengan desa lainnya yang bukan desa wisata. Tidak ada atribut tertentu yang menjadi identitas khusus Kepuhsari sebagai desa wisata. Dampak dari kondisi yang demikian, keberadaan desa wisatawan ini tidak banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun asing. Kegiatan pengabdian ini dirancang untuk mendapatkan gagasan pengembangan identitas desa wisata menurut para pelaku wisata setempat.  Ini karena Kepuhsari merupakan objek wisata yang berkembang berdasarkan komunitas (Community Based Tourism). Disamping mendapatkan gagasan pengembangan, kegiatan pengabdian ini juga fokus pada pemberian identitas desa wisata yang mampu membedakan desa ini dengan desa lain yang bukan desa wisata. Hasil FGD dengan pelaku pariwisata di Kepuhsari menyebutkan bahwa identitas desa wisata yang perlu diadakan di Kepuhsari adalah papan penunjuk arah menuju desa wisata, papan nama jalan dan gang di sentra Kampung Wayang, Papan nama Homestay, dan media untuk pameran hasil karya pengrajin. Saran yang bisa diberikan untuk pengembangan desa wisata ini misalnya kerjasama dengan pihak propinsi dan Kabupaten untuk penyediaan fasilitas pendukung aktivitas pariwisata.
Grebeg Penjalin: Komoditifikasi Budaya pada Pemberdayaan Masyarakat Desa Wisata Rotan Trangsan-Sukoharjo Sarjiyanto Sarjiyanto; Ana Shohibul; Sarwoto Sarwoto; Mulyadi Mulyadi; Suryadari Istiqomah
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i2.4903

Abstract

The purpose of community service in the Trangsan Rattan Tourism Village is to maintain the sustainability of the existence of the rattan industry center. This activity also aims to empower the potentials that are in the location and synergize the socio-economic and cultural potential in an effort to increase empowerment and improve the welfare of citizens in Rotan Tourism Village. The dedication method uses a study-action and participatory approach. Culture as an agent of change through the creation of the cultural event "Grebeg Penjalin" which is held as an annual agenda in the Tangsan Rotan Tourism Village as a cultural commoditization. The results of dedication indicate the commoditization of culture can be an effective attraction. The holding of the Braiding “Grebeg Penjalin" chosen as a cultural event has proven to be able to be an effort to maintain the existence of the Trangsan Rattan Tourism Village which directly contributes to the improvement of the welfare of the people in Trangsan.
Perawatan Interior Masjid dan Mushala Mulyadi Mulyadi; Nurhidayati Nurhidayati; Nurhayatu Nufut Alimin; Ahmad Faizin
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2021): ADIWIDYA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/awpm.v5i1.4623

Abstract

Bangunan masjid adalah aset yang berharga bagi umat Islam. Segala fungsi dan manfaat ada pada bangunan masjid mulai dari aspek propan hingga yang bersifat transenden. Namun saat ini keberadaannya masih banyak yang kurang diperhatikan oleh para pengguna atau pengelolanya baik eksterior bangunan maupun interior beserta perabot yang ada di dalamnya. Tulisan ini disusun dalam rangka memberikan rambu-rambu dalam tata kelola interior masjid. Riset dilakukan dengan metode analisis konten dari berbagai sumber tertulis dan media online. Pembahasan disusun dengan cara mendekatkan permasalahan berbagai teori dan rumusan praktis dalam desain interior khususnya dalam hal pengelolaan bangunan publik.
Pendampingan Perhitungan HPP Pemanfaatan Limbah Kayu Sisa Ekspor dengan Cost Plus Pricing Method Mulyadi Mulyadi; Rizwanda Tezakumala
KUAT : Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan Vol 3 No 1 (2021): Edisi Maret
Publisher : Polytechnic of State Finance STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.131 KB) | DOI: 10.31092/kuat.v3i1.1166

Abstract

Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh penemuan studi lapangan bahwa terdapat limbah kayu sisa bahan baku produksi furniture yang dibiarkan menumpuk dan tidak dikelola. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengidentifikasi alternatif pengelolaan limbah kayu dengan cara memanfaatkan menjadi bahan baku produksi kembali menjadi produk living chair, yaitu jenis kursi santai yang sebelumnya sudah diproduksi oleh perusahaan. Penetapan harga ekspor produk tersebut dengan metode cost plus pricing yang bertujuan untuk mengetahui seluruh komponen biaya yang dibutuhkan. Teknik deskriptif dipilih untuk menjelaskan data kualitatif berupa proses produksi living chair dari limbah kayu. Teknik ini juga digunakan untuk menjabarkan data kuantitatif berupa perhitungan volume limbah kayu di tahun 2019 dan mensimulasikan metode cost plus pricing pada penetapan harga produk dengan cara menambahkan total harga pokok produksi dengan margin keuntungan. Hasil pengabdian menunjukkan volume limbah kayu selama 1 tahun di PT. RKBS adalah sejumlah 8,40924 m3 dapat dimanfaatkan menjadi 283 unit produk kursi Plank Bench 100X40X45. Perhitungan harga pokok produksi dapat dilakukan secara jelas dan mendapatkan nilai FOB produk tersebut senilai USD 16,90. Pengelolaan limbah kayu yang tepat dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan dan memiliki nilai ekonomis.
Pelatihan Digitalisasi dan Pengelolaan Produk UMKM Makanan Halal Tradisional di Sukoharjo Tri Mulyaningsih; Lely Ratwianingsih; Arif Rahman Hakim; Mulyadi Mulyadi
KUAT : Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan Vol 3 No 2 (2021): Edisi November
Publisher : Polytechnic of State Finance STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.574 KB) | DOI: 10.31092/kuat.v3i2.1401

Abstract

Pelatihan ini bertujuan mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar mempunyai kemampuan dalam peningkatan penjualan dan jangkauan pasar melalui media digital.  UMKM yang dipilih sebagai obyek pelatihan adalah anggota yang mendapatkan pembiayaan dari Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Fadhilah Sentosa. Tujuan lain yang diharapkan dari pelatihan ini adalah UMKM mampu mengelola produk makanan tradisional sehingga menjadi ekosistem produk unggulan halal di Kabupaten Sukoharjo. Metode yang digunakan adalah Pelatihan tatap muka dengan materi Teknik foto produk, pencatatan keuangan secara digital, optimalisasi pemasaran melalui marketplace dan beberapa persiapan untuk perijinan produk makanan halal. Hasil yang didapatkan adalah Peserta mampu mengikuti dan melaksanakan materi pelatihan dengan baik. Hambatan-hambatan yang muncul pada saat monitoring adalah kekurangan sumber daya yang mengurus khususnya pemasaran online dan pencatatan keuangan.
UMKM Naik Kelas dengan Go Modern Bagi Sektor Usaha Kuliner di Mojolaban Kabupaten Sukoharjo Tri Mulyaningsih; Selfia Bintariningtyas; Arif Rahman Hakim; Mulyadi Mulyadi
KUAT : Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan Vol 4 No 2 (2022): Edisi November
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31092/kuat.v4i2.1808

Abstract

Tujuan pengabdian ini ialah mempersiapkan agar UMKM naik kelas menjadi lebih modern dan cepat beradaptasi dengan segala risiko setelah melewati masa pandemi. Go Modern diartikan sebagai perubahan pola pikir kewirausahaan yang sederhana menuju lebih profesional dengan kemampuan penguasaan ilmu manajerial yang baik.  Kegiatan ini merupakan kerjasama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret dan UMKM anggota Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Fadhilah Sentosa di Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo.  Metode pengabdian yaitu dengan melaksanakan pelatihan dan pendampingan yang meliputi 3 (tiga) hal, yaitu: pertama, pelatihan pembentukan mental pengusaha dengan penguasaan pilar-pilar bisnis,. Kedua, pelatihan pembuatan rencana bisnis dengan menjabarkan rencana tertulis dari sudut pandang pemasaran, keuangan, dan operasional. Ketiga, pelatihan pemahaman literasi keuangan dengan mengaplikasikan konsep dan risiko pengelolaan keuangan usaha. Hasil pelatihan dan pendampingan ini ialah seluruh peserta sudah berubah pola pikirnya dalam pengelolaan usaha, tetapi hanya sebagian yang sudah mengaplikasikan dalam unit usahanya.
Do economic and non-economic factors determine village fund in the 4.0 industrial revolution regime? Lely Ratwianingsih; Mulyadi Mulyadi; Malik Cahyadin; Yunastiti Purwaningsih
INOVASI Vol 17, No 4 (2021): November
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jinv.v17i4.10098

Abstract

This research aims to identify the economic and non-economic factors which are perceived by the community to be able to determine Village Fund in Central Java. The data were collected from surveys to village governments in 29 regencies in Central Java (with a total of 70 observed respondents), which were then analyzed using AHP and SWOT methods. This research concludes that there are 8 economic and 5 non-economic factors which determine the Village Fund. They are divided into internal and external.  The internal factors determining the Village Fund consist of among others: strength (utilization of village’s human resource and natural resource potential; village-owned enterprises development; community welfare; active community participation; good economic activity; lack of knowledge and initiative from village officials; lack of village fund governance; and, low allocation for economic and community empowerment). Meanwhile, the external factors determining the Village Fund are opportunities (support from central regional government, village stakeholders’ potential contribution, local products’ market expansion, and threats (foreign cultural influences through ICTs), environmental impact, and competition between villages. All those factors are related to the Government’s efforts to direct all the villages’ resources potential in accordance with the dynamics of the 4.0 Industrial Revolution. The significant contribution of this research is the finding that Village Fund should facilitate woman economic empowerment and family welfare.
Pemahaman Efisiensi Usaha UMKM Produk Makanan Halal di Mojolaban Sukoharjo Yunastiti Purwaningsih; Tri Mulyaningsih; Selfia Bintariningtyas; Arif Rahman Hakim; Mulyadi Mulyadi
KUAT : Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan Vol 6 No 1 (2024): Edisi Maret
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31092/kuat.v6i1.2410

Abstract

Dua masalah terkait efisiensi keuangan dan pemasaran digital masih menjadi persoalan yang mendasar bagi usaha mikro dan kecil (UMKM). Paper ini bermaksud dicarikan jalan keluar agar usaha yang dijalankan menjadi lebih efisien melalui kegiatan pengabdian. Tujuan pengabdian adalah memberikan pengetahuan dan aplikasi tentang efisiensi usaha terutama pada sisi keuangan dan pemasaran bagi Usaha Kecil Mikro dan Menengah produk makanan halal di Kecamatan Mojolaban Sukoharjo.     Kegiatan yang diprakarsai Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret dengan anggota UMKM Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Fadhilah Sentosa. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pelaksanaan pelatihan dan pendampingan yang terdiri 3 (tiga) hal, yaitu: Pertama, Pelatihan pemahaman konsep efisiensi usaha. Kedua, pelatihan pemasaran digital untuk usaha agar lebih efisien Ketiga, pelatihan pengelolaan dan pencatatan keuangan untuk efisiensi usaha. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan 100 persen peserta sudah memahami konsep efisiensi secara benar sesuai dengan teori dan bisa mempraktekkan kegiatan pemasaran dalam dunia usahanya.
Setting Strategic Priorities for Ethnic Community-Based Tourism Using Integrated Rural Accessibility Planning Taufik Raharjo; Roby Syaiful Ubed; Mulyadi Mulyadi; Hakim Arif Rahman; Muhammad Setiawan Kusmulyono
International Research Journal of Business Studies Vol. 19 No. 1 (2026): April - July 2026
Publisher : Universitas Prasetiya Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21632/irjbs.19.1.79-94

Abstract

This study identifies the development priorities of Kepuhsari, an ethnic community-based tourism (ECBT) village in Indonesia, by assessing infrastructure accessibility and examining the role of Village-Owned Enterprises (BUMDesa). This study uses a quantitative descriptive approach based on the Integrated Rural Accessibility Planning (IRAP) method, complemented by qualitative methods, including FGDs, interviews, observation, and secondary data, to generate weighted accessibility indicators. The findings indicate that transportation infrastructure and public information media are the most critical priorities in both upper and lower village regions. However, BUMDesa Sido Mukti remains inactive in tourism development due to managerial constraints and misalignment with ECBT objectives. This study uniquely applies IRAP, traditionally used for rural infrastructure, to ethnic tourism development. Practically, this study recommends enhancing transportation and information infrastructure, alongside restructuring the strategic direction of BUMDesa. Methodological limitations include context-specific findings that cannot be statistically generalized without reapplying the full IRAP process in other settings.