Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Perawatan Interior Masjid dan Mushala Mulyadi, Mulyadi; Nurhidayati, Nurhidayati; Alimin, Nurhayatu Nufut; Faizin, Ahmad
ADI WIDYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 5, No 1 (2021): ADIWIDYA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/awpm.v5i1.4623

Abstract

Bangunan masjid adalah aset yang berharga bagi umat Islam. Segala fungsi dan manfaat ada pada bangunan masjid mulai dari aspek propan hingga yang bersifat transenden. Namun saat ini keberadaannya masih banyak yang kurang diperhatikan oleh para pengguna atau pengelolanya baik eksterior bangunan maupun interior beserta perabot yang ada di dalamnya. Tulisan ini disusun dalam rangka memberikan rambu-rambu dalam tata kelola interior masjid. Riset dilakukan dengan metode analisis konten dari berbagai sumber tertulis dan media online. Pembahasan disusun dengan cara mendekatkan permasalahan berbagai teori dan rumusan praktis dalam desain interior khususnya dalam hal pengelolaan bangunan publik.
Analisis Estetika Formalis Visual Desain Interior, Studi Kasus: Restoran Oura Malang Deada Khoirurizka; Nurhayatu Nufut Alimin
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 9, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v9i1.5811

Abstract

Perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia yang gemar bersantap di luar rumah saat ini menjadi salah satu faktor pendorong berkembangnya industri restoran. Salah satu restoran yang cukup menarik adalah Oura yang terletak di Kota Malang dengan bangunan yang didominasi oleh material semen ekspos dan banyak menerapkan bukaan yang cukup lebar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan nilai estetika pada interior restoran Oura berdasarkan prinsip dan unsur desain sesuai dengan teori estetika formalis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Populasi penelitian mencakup seluruh interior restoran Oura, sedangkan sampel pada penelitian ini adalah area main entrance, ruang makan 1 dan ruang makan 2 yang terletak di lantai dasar restoran Oura. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data oleh Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga sampel memenuhi nilai estetika formalis, yaitu: (1) Unsur desain (garis, bidang, terang-gelap, bentuk, warna, tekstur, pola), (2) Prinsip dan asas desain (kesatuan, keseimbangan, irama, skala/proporsi, penekanan). Dalam penerapannya, terdapat kesamaan pola estetika pada ketiga ruang yang diteliti, yaitu penggunaan warna, bidang, tekstur, material dan pola. Restoran Oura juga menerapkan desain yang sedang tren saat ini sehingga dapat menarik minat pengunjung untuk datang.
Analisa Konsep Desain Interior Y.B. Mangunwijaya pada Wisma Kuwera Zubaid Hasan Rahmadi; Nurhayatu Nufut Alimin
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 9, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v9i2.6724

Abstract

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu (1) Bagaimana desain interior pada Wisma Kuwera? (2) Bagaimana konsep yang digunakan oleh Y.B. Mangunwijaya dalam mendesain Wisma Kuwera? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Populasi dari penelitian mencakup semua ruang yang ada dalam Wisma Kuwera. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Teknik pengambilan data menggunakan observasi, wawancara dan literature. Teknis analisis yang digunakan adalah analisa dengan teori, teori yang digunakan adalah teori analisa desain interior dari John. F. Pile dan “Pendekatan Konseptual dalam Proses Perancangan Interior” yang ditulis oleh Adi Santoso. Dari analisis ini dapat disimpulkan beberapa hal: (1) Bentuk, Furniture, sirkulasi, pencahayaan dan sistem akustik didasarkan pada aspek fungsional baik sebagai ruang sosial, rumah maupun kantor. Material didominasi oleh material lokal dengan ketahanan, struktur, pertimbangan kaselamtan yang baik, ditambah dengan biaya yang terjangkau. Ekspresi Visual yang terbentuk menggambarkan suasana dan karatek tropis, lokal dengan sentuhan modern. (2) Konsep yang digunakan Y.B. Mangunwijaya pada desain interior Wisma Kuwera adalah rumah tropis, yang mengadopsi rumah panggung dan unsur kelokan, konsep rumah tumbuh, dan konsep fungsional, ekspresif dan Ekperimental.
DIY as Interior Design Education “Everybody Can Be Designer” Nurhayatu Nufut Alimin
IJCAS (International Journal of Creative and Arts Studies) Vol 6, No 1 (2019): June 2019
Publisher : Graduate School of Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ijcas.v6i1.3322

Abstract

DIY (Do-it-yourself) for home decor is an activity of decorating or repairing the house or making things for home independently rather than paying someone else to do it. DIY gains its popularity nowadays, particularly on the internet. The phenomena of DIY probably will make interior designer lost their job because DIY seems can give a straightforward solution for people by self-study. The present study aimed to reveal what is really going on in the field of interior design today.  The researcher would like to analyze the difference between an interior designer job and DIY content sharing. The researcher collected the data from some popular DIY accounts (DIY; all things thrifty; and the house lars built), some practitioner‘s responses, and interview with the lecturer of the interior design department.  The researcher attempted to answer the question usingphenomenological approach consisting of four steps namely epoche, reduction, variation of imagination, and synthesis of meaning and essence. This phenomenon arises since we begin to enter the fourth industrial revolution where internet handles everything and provides accessibility. One of the positive impacts of this phenomena is that people gain more understanding related to interior design. In other words, this phenomenon makes everybody can be a designer through DIY.
The Interior Design of Public Library with Javanese Neo Vernacular Concept in Yogyakarta City Reni Mulyo Saputri; Nurhayatu Nufut Alimin
Pendhapa Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1089.087 KB) | DOI: 10.33153/pendhapa.v12i2.3500

Abstract

The existence of quality and adequate reading facilities is one of the many factors that can  encourage people's  interest  in  reading.  Based  on  research  at  various  Taman Baca Masyarakat (TBM) in Yogyakarta, it proves that the existence of reading facilities has a positive impact, including increasing interest in reading, empowering the community, being independent in terms of the economy, and others. Yogyakarta as a City of Students and City of Culture has various educational facilities ranging from elementary to tertiary levels. A large number of educational facilities, in particular, has increased the need for libraries as a place to look for references and as an alternative source of knowledge other than formal schools. The study aims to produce an educational and recreational library with modern packaging that considers elements of culture, tradition and local wisdom as the embodiment of Javanese Neo Vernacular concepts. The creative process in this creation uses a functional approach, an ergonomic approach, and a theme approach. The design implementation is translated through the Javanese Neo Vernacular concept which takes ideas from traditional Javanese architecture or more specifically the Joglo house. The elements in the Joglo house that are taken include the layout, site, and building elements that are tailored to the needs of the library. Design with traditional elements is a manifestation of the educational function of the library and modern elements are a means to attract visitors. The addition of exhibition space is an effort to make the library have a recreational function
Perawatan Interior Masjid dan Mushala Mulyadi Mulyadi; Nurhidayati Nurhidayati; Nurhayatu Nufut Alimin; Ahmad Faizin
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2021): ADIWIDYA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/awpm.v5i1.4623

Abstract

Bangunan masjid adalah aset yang berharga bagi umat Islam. Segala fungsi dan manfaat ada pada bangunan masjid mulai dari aspek propan hingga yang bersifat transenden. Namun saat ini keberadaannya masih banyak yang kurang diperhatikan oleh para pengguna atau pengelolanya baik eksterior bangunan maupun interior beserta perabot yang ada di dalamnya. Tulisan ini disusun dalam rangka memberikan rambu-rambu dalam tata kelola interior masjid. Riset dilakukan dengan metode analisis konten dari berbagai sumber tertulis dan media online. Pembahasan disusun dengan cara mendekatkan permasalahan berbagai teori dan rumusan praktis dalam desain interior khususnya dalam hal pengelolaan bangunan publik.
MASJID RAYA SUMATRA BARAT SEBAGAI SIMBOL PERSATUAN MUSLIM DI SUMATRA BARAT Nurhayatu Nufut Alimin
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 1, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (946.786 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v1i1.1605

Abstract

Masjid Raya Sumatera Barat merupakan masjid terbesar di Sumatera Barat, Indonesia. Masjid ini dirancang oleh Tim Khusus yang dibentuk oleh pemerintah Sumatra Barat. Berbeda dari kebanyakan masjid lainnya, masjid ini memiliki bentuk yang unik yaitu dengan menggabungkan unsur-unsur dari rumah gadang, dan unsur modern, bentuk yang unik menimbulkan persepsi yang bermacam-macam dari masyarakatnya sendiri, baik positif maupun negatif. Dari persepsi yang bermacam-macam tersebut penulis mencoba menelusuri apa makna yang muncul dari bentuk bangunan masjid tersebut. Pencarian makna pada desain masjid ini dilakukan dengan menganalisis bentuk visual, tema, dan esensi di balik itu. Penelitian ini meneliti bagian interior masjid yang menjadi ikon pada bangunan ini yang meliputi arsitektur dan interior bangunannya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh penulis, masjid ini merupakan bangunan Neo-Vernakular, konsep yang diangkat adalah “Musyawarah dan Mufakat” yang dikenal sebagai filosofi masyarakat Minangkabau dalam mengambil keputusan. Melalui penelitian ini penulis menemukan bahwa masjid ini merupakan simbol pemersatu bagi umat Islam di Sumatera Barat. Hal tersebut dapat dilihat dari perkembangan budaya masyarakat setempat bahwa umat Islam di Sumatera Barat memiliki beberapa aliran dan beberapa cara pandang yang berbeda terhadap Islam. Dengan demikian, secara tidak langsung masjid ini diharapkan dapat memberikan dampak sosial dan psikologis yang mampu mewakili penyatuan umat Islam di Sumatera Barat. Masjid Raya Sumatra Barat is the largest mosque in West Sumatra, Indone- sia. This mosque was designed by Team elected based by the government of western Sumatra. Different from most other mosques, this mosque has a unique shape that is by incorporating elements of the rumah gadang and modern style. By the uniqe shape, thise mosque made many perception from people inWest Sumatra barat, even positif and negative. From that perception I want to find the meaning of that uniqe shape from arsitecture this mosque. Searching for the meaning on the design of this mosque was done by analyzing the visual form, theme, and the essence behind it. This study examines the parts of the interior of the mosque which became the icons on this building which includes acrhitecture and Interior. Based on research conducted by the author of this mosque is NeoVernacular buildings, theme pre- sented is compromise with icon word in Minangkabau is “musyawah and mufakat” that’s mean is discussion to reach an agreement. Through the study found that this mosque is a unifying symbol for Muslims in West Sumatra - see the development of cultural community, Muslims in the West Sumatra has some of the cult and perspective about Islam. Thus indirectly the mosque is expected to provide social and psychological effects are capable of representing the unification of Muslims in West Sumatra.
ANALISIS ESTETIKA FORMALIS VISUAL DESAIN INTERIOR RESTORAN OURA, MALANG, INDONESIA Deada Khoirurizka; Nurhayatu Nufut Alimin
Jurnal PATRA Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Patra Oktober 2021
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/patra.v3i2.226

Abstract

Perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia yang gemar bersantap di luar rumah saat ini menjadi salah satu faktor pendorong berkembangnya industri restoran. Salah satu restoran yang cukup menarik adalah Oura yang terletak di Kota Malang dengan bangunan yang didominasi oleh material semen ekspos dan banyak menerapkan bukaan yang cukup lebar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan nilai estetika pada interior restoran Oura berdasarkan prinsip dan unsur desain sesuai dengan teori estetika formalis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Populasi penelitian mencakup seluruh interior restoran Oura, sedangkan sampel pada penelitian ini adalah area main entrance, ruang makan 1 dan ruang makan 2 yang terletak di lantai dasar restoran Oura. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data oleh Miles & Huberman dengan menggunakan teori estetika formalis visual desain interior dan pendekatan elemen desain interior oleh Francis D.K. Ching. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga sampel memenuhi nilai estetika formalis, yaitu: (1) Unsur desain (garis, bidang, terang-gelap, bentuk, warna, tekstur, pola), (2) Prinsip dan asas desain (kesatuan, keseimbangan, irama, skala/proporsi, penekanan). Dalam penerapannya, terdapat kesamaan pola estetika pada ketiga ruang yang diteliti, yaitu penggunaan warna, bidang, tekstur, material dan pola. Bidang geometris dan pola garis yang berulang banyak diterapkan di setiap ruang yang diteliti. Selain itu, Oura juga banyak menggunakan material semen ekspos pada dinding dan ceiling ruangan. Penggunaan unfinished material seperti semen ekspos merupakan bagian dari tren desain interior restoran yang berkembang belakangan ini sehingga penerapannya dapat menarik minat konsumen untuk datang.
ERANCANGAN INTERIOR PERPUSTAKAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 4 PADANG DENGAN KONSEP MINIMALIS STYLE NURHAYATU NUFUT ALIMIN, Ir. Drs. Heldi, M.Si, Drs. Erfahmi, M.Sn.
Serupa The Journal of Art Education Vol 2, No 3 (2014): Seri A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sr.v2i3.5513

Abstract

The room in the library of SMKN 4 Padang who is there now have not been able to fulfill the functions, events and activities optimally to the needs of visitors: teachers, staff, and students. The Problem roots is: the convenience factor, the limitations of space, design space less attractiv, completeness part of space, floors, walls flapon and supporting elements such as mobiler space/ furniture, cabinets, tables, chairs, bookshelves, and arrangement of space as well. Urgency of the problem, needs to be consideration for the school and the main attraction in a scientific study namely the final work: "how is the design of the library SMK Padang 4 representative, effective, and efficient".The purpose of this design is to visualize and realize an interior design library space that is representative, effective, and efficient and has the function of educational institutions and are expected to pay attention to interior design services and facilities of a school library for the development of teaching and learning.The concept used in the interior design of the library stakes through minimalist style approach, this concept is used because of its characteristics are simple and elegant, so it is suitable for the arrangement of the library space is limited and does not require excessive space shades .The method used is the analysis of design approaches 5W +1 H The design of the interior of the library was made by the vast size of the room 8:00 and 12:00 x height of the room from the floor 3:00. The chamber was designed to consider a few things such as: setting circulation space, lighting, air temperature, mobiller, selection of materials and colors to suit the needs of the space into a representative, effective, efficient zoom.Interior design of a good school library is prioritizing convenience of users, simple but can attract attention, and not monotonous in order to attract the devotees teachers, employees, students and other school community to come to the library.Kata Kunci: Perancangan, Interior, Minimalis
A Study On The Use Of Shipping Container Booth As A Substitution Of Street Vendors Cart Nurhayatu Nufut Alimin; Fidyani Samantha; Mulyadi Mulyadi; Ahmad Faizin
WIDYAKALA: JOURNAL OF PEMBANGUNAN JAYA UNIVERSITY Vol 8 (2021): Special Issue : Design Lifestyle And Behavior
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UPJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1212.165 KB) | DOI: 10.36262/widyakala.v8i0.427

Abstract

The present study focused on the development of a compact living concept that is applied in commercial facilities, especially shipping container-booth. This study aimed to investigate the organization of container booths in Solo area from interior design perspectives, including its visual aesthetics, visual brand identity, and space function and organization of the container booth. The result of the study may depict the advantages of container booths, compared to conventional street food carts. This study was expected to provide adequate data to establish a new revenue-generating unit. To this end, a qualitative descriptive method was applied to obtain in-depth data related to the exterior and interior aspects of the booth. This study showed that container booth holds some advantages related to visual aesthetic aspects since it could be easily added with aesthetic elements for promotion media.  Container booth also allows a division of area that supports the seller's activity.