Lita ADY Montolalu
Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

KAJIAN MUTU IKAN TUNA (Thunnus albacares) SEGAR DI PASAR BERSEHATI MANADO Laismina, Ade Neni; Montolalu, Lita ADY; Mentang, Feny
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.2.1.2014.6853

Abstract

The purpose of this study was to determine the quality of tuna ( Thunnus albacares ) Fresh on the market Bersehati with testing TVB - N , pH , and organoleptic test by sampling time and different merchants. The method used is descriptive exploratory method , which collects data already available facts and observations in the field through pancatatan in detail and then systematically analyzed data based on quantitative and qualitative data. The results obtained by the average value of TVB-N in the Tuna (Thunnus albacares) ranged from 8.96 mg N / 100 g sample to 10.92 mg N / 100 g sample of the sampling clock 06:00 to 7:00 . The average value of TVB - N sampling clock 12:00 to 13:00 ranged between 12.16 mg N / 100 g sample to 12.88 mg N / 100 g sample . As for sampling at 16:00 to 17:00 hours ranged from 17.92 mg N / 100 g samples up to 20.72 mg N / 100 g sample. The average value of pH at 06:00 to 07:00 hours the same sample at 5.3 . Hours 12:00 to 13:00 ranged from 5.4 to 5.6 , while the hours of 16:00 to 17:00 ranged from 5.5 to 5.6. The average value of the currency organoleptic ranged from 7.6 to 7.8 on the sampling clock 6:00 a.m. to 7:00 , at 12:00 to 13:00 hours ranged from 7.0 to 7.3 , 4:00 p.m. to 17:00 hours ranged from 6.7 to 6 , 8 . The average value of organoleptic in the gills at 6:00 to 07:00 hour sampling ranged from 7.9 to 8.1, clock 12:00 to 13:00 ranged from 7.6 to 7.7 , range antara7,2 4:00p.m. to 17:00 Hours - 7.4 . The average value of the meat organoleptic sampling 6:00 to 07:00 hours ranged from 7.9 to 8.1 , 12:00 to 13:00 hours ranged from 7.5 to 7.6 , clock 16:00-17:00 ranged between 7.1 to 7 , 3 . The average value organoleptic texture sampling ranged from 6:00 to 7:00 hours to 8.0 to 8.4, 12:00 to 13:00 hours ranged from 7.2 to 7.3 , 16:00 to 17:00 hours ranged from 6.7 to 6, 8. Based on the research results of TVB-N value test, test and test the pH value value Appearance Tuna ( Thunnus albacares ) in Bersehati market is still suitable for consumption.Keywords: Tuna, Thunnus albacares, quality assessment, TVB-N, pH, appearance, freshness.
PENGUJIAN TPC, KADAR AIR DAN PH PADA IKAN KAYU CAKALANG (Katsuwonus pelamis L) YANG DI SIMPAN PADA SUHU RUANG Kiwak, Patrick H; Montolalu, Lita ADY; Reo, Albert Royke; Pandey, Engel Victor; Kaseger, Bertie Elias; Makapedua, Daisy Monica
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.6.3.2018.20652

Abstract

Ikan merupakan salah satu bahan makanan yang tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, bahan makanan ini memiliki kelebihan yaitu mengandung asam amino essensial yang diperlukan oleh tubuh, disamping itu nilai biologisnya mencapai 90% dengan jaringan pengikat sedikit sehingga mudah dicerna, selain itu harganya jauh lebih murah dibandingkan sumber protein lainnya (Adawyah, 2007).  Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang kajian mutu ikan kayu (Katsuobushi) secara kimia dan mikrobiologi pada penyimpanan suhu kamar. Ikan kayu dapat juga mengalami proses kerusakan namun, bila dibandingkan dengan produk lain kerusakan yang terjadi lebih lambat, Seperti diketahui bersama, bahwa kadar air produk yang rendah dapat menghambat aktivitas mikroba yang menyebabkan proses kerusakan (Berhimpon, dkk. 2017) sehingga penelitian ini untuk menganalisis kualitas mutu ikan kayu cakalang (Katsuwonus pelamis L) pada penyimpanan suhu kamar.Hasil menunjukkan bahwa Nilai ALT (Angka Lempeng Total) ikan kayu  yang disimpan selama 7  hari pada penyimpanan suhu ruang masih dalam keadaan baik dan layak digunakan sesuai dengan standar Nasional Indonesia SNI 2691.1:2009. Kadar air merupakan salah satu penentu kualitas dari produk ikan kayu dimana semakin tinggi nilai kadar air pada produk ikan kayu bakteri cemaran pada ikan kayu semakin meningkat.
KAJIAN MUTU IKAN TONGKOL (Euthynnus Affinis) ASAP UTUH YANG DIKEMAS VAKUM DAN NON VAKUM SELAMA 2 HARI PENYIMPANAN PADA SUHU KAMAR Kaiang, Deliaspriake Buntu; Montolalu, Lita ADY; Montolalu, Roike Iwan
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.4.2.2016.13034

Abstract

Ikan merupakan sumber protein, juga diakui sebagai functional food yang mempunyai arti penting bagi kesehatan karena mengandung asam lemak tak jenuh berantai panjang (terutama yang tergolong asam lemak omega-3), vitamin serta makro dan mikro mineral. Ikan asap merupakan salah satu produk olahan yang digemari konsumen baik di Indonesia maupun di mancanegara karena rasanya yang khas dan aroma yang sedap spesifik. Namun demikian proses pengasapan ikan di Indonesia masih dilakukan secara tradisional menggunakan peralatan yang sederhana, selain itu kurang memperhatikan aspek sanitasi dan higienis sehingga dapat memberikan dampak bagi kesehatan dan lingkungan. Kelemahan-kelemahan yang ditimbulkan oleh pengasapan tradisional antara lain kenampakan kurang menarik (hangus sebagian), kontrol suhu sulit dilakukan dan terjadi polusi udara. Salah satu cara yang tepat untuk mempertahankan daya awet ikan tongkol (Euthynnus affinis) asap yaitu dengan dikemas vakum. Prinsip utama dari pengemasan vakum adalah pengeluaran khususnya O2 dari produk sehingga dapat memperpanjang masa simpan. Selanjutnya dimodifikasi dengan penyimpanan dingin untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati kemunduran mutu kimiawi ikan tongkol asap selama 0 hari dan 2 hari, penyimpanan pada suhu kamar yang dikemas vakum dan non vakum dengan pengujian mutu meliputi Kadar air, pH, Total Plate Count (TPC), Total Volatile Base Nitrogen (TVB-N), dan Organoleptik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen eksploratif yaitu mengungkapkan fakta-fakta berdasarkan permasalahan yang ada melalui hipotesa. Parameter yang digunakan dalam penelitian adalah uji Kadar Air, uji pH, uji TPC, uji TVB-N, dan uji Organoleptik. Hasil penelitian yang diperoleh dari 5 parameter uji, diperoleh nilai kadar air tertinggi (63,4%), terendah (63,85%); nilai pH tertinggi 6,31, terendah 5,87; nilai TVB tertinggi (89,46mg N/100g), terendah (36,54mg N/100g); nilai TPC tertinggi (186,5x102), terendah (<30); nilai Organoleptik (Rasa) tertinggi (7,6), terendah (1.3); nilai Organoleptik (Kenampakan) tertinggi (7,5), terendah (5,0); Nilai Organoleptik (Bau) tertinggi (7,3), terendah (1,5); nilai Organoleptik (Tekstur) tertinggi (7,2), terendah (3,9).
TEKNOLOGI PENGOLAHAN IKAN CAKALANG ASAP UNTUK PENINGKATAN MUTU DAN PENDAPATAN PENGOLAH Dotulong, Verly; Montolalu, Lita ADY; Damongilala, Lena Jeane
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.6.2.2018.19522

Abstract

Mitra sasaran program ini berlokasi di desa Ponosokan Belang, Kec. Belang, Kab. Minahasa Tenggara yang secara geografis terletak di pesisir pantai dengan potensi perikanan laut yang potensial untuk dikembangkan. Desa ini dikategorikan sebagai masyarakat nelayan, yang sekitar 21% tergolong keluarga miskin dan mempunyai kelompok usaha pengolah ikan cakalang asap yang merupakan salah satu produk olahan yang digemari oleh masyarakat sekitar dan pemasaran sebagian tersebar pada pasaran lokal. Harga ikan cakalang asap rendah dan hanya mempunyai masa simpan 2–3 hari. Tujuan program ini yaitu meningkatkan mutu dan produksi melalui proses pengasapan yang saniter dalam ruang pengasapan tertutup, serta manajemen pada pengusaha kecil di desa ini agar terampil dan mandiri secara ekonomi. Target khusus kegiatan ini menghasilkan produk ikan asap yang unggul dari segi rasa, sanitasi dan higienis, serta memberikan kelangsungan usaha dan manajemen yang tangguh. Adapun metode pelaksanaan yang akan diterapkan pada program ini yaitu 1) Permasalahan mitra yang disepakati yaitu aspek produksi dan manajemen; 2) Metode pendekatan yang akan ditawarkan untuk mengatasi persoalan mitra yakni penyuluhan, pelatihan, pendampingan dan evaluasi; 3) Prosedur kerja untuk mendukung ke-2 aspek permasalahan, berturut-turut yaitu survey, penyuluhan, pelatihan, evaluasi, luaran, pelaporan. Hasil yang dicapai adalah sebagai berikut: terjadi peningkatan mutu ikan cakalang asap melalui teknologi pengolahan yang memenuhi standar sanitasi dalam ruang pengasapan tertutup, serta produk dikemas plastik secara vakum dan terjadi efisiensi penggunaan bahan pengasap yang sekaligus meningkatkan pendapatan pengolah melalui harga jual yang lebih tinggi
KANDUNGAN FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii Lantah, Puji Lestari; Montolalu, Lita ADY; Reo, Albert Royke
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.5.3.2017.16785

Abstract

The objective of the study was to determine the phytochemical content and antioxidant activity of Kappaphycus alvarezii seaweed extracted with methanol solvent. The extract was obtained by maceration of dried seaweed. Phytochemical tests were performed to determine the presence of alkaloids, flavonoids, saponins, triterpenoids and steroids. Kaphaphycis alvarezii seaweed antioxidant activity was tested by DPPH method (1-1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). A phytichemical test revealed that there was not any alkaloids, flavonoids, saponins, steroids and triterpenoids content in methanol extract Kappaphycus alvarezi. The antioxidant activity by DPPH method showed the high IC50 value (163.82 ppm) It is indicated that the antioxidant activity of Kappaphycus alvarezii of dried seaweed extracted with methanol was very weak. The negative result from phytochemical test was speculated caused by the drying process of seaweed samples, the type of seaweed itself, and the insufficiency of desalting process. The unsaturated fatty acids was suspected to act as antioxidant in this type of seaweedTujuan penelitian adalah untuk mengetahui kandungan fitokimia dan aktivitas antioksidan rumput laut Kappaphycus alvarezii yang diekstraksi dengan pelarut metanol. Ekstrak diperoleh dengan cara maserasi terhadap rumput laut kering. Uji fitokimia dilakukan untuk mengetahui keberadaan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, triterpenoid dan steroid. Aktivitas antioksidan rumput laut Kaphaphycis alvarezii diuji dengan metode DPPH (1-1-difenil-2-pikrilhidrazil). Hasil penelitian memperlihatkan tidak terdeteksinya senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, steroid dan triterpenoid pada ekstrak metanol Kappaphycus alvarezi. Uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menunjukkan nilai IC50 sebesar 163.82 ppm. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan rumput laut Kappaphycus alvarezii kering yang diekstraksi dengan metanol sangat lemah. Tidak terdeteksinya kandungan fitokimia diduga karena sampel rumput laut dikeringkan dengan sinar matahari langsung, jenis rumput laut ini tidak memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi dan proses desalting yang tidak maksimal. Aktivitas antioksidan yang sangat lemah dari rumput laut ini diduga berasal dari kandungan asam lemak tak jenuh
UJI MUTU IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis-L) DAN IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) SEGAR DI TPI TUMUMPA SELAMA PENYIMPANAN DINGIN Ekasari, Desta; Suwetja, I Ketut; Montolalu, Lita ADY
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.5.2.2017.14904

Abstract

The skipjack tuna (Katsuwonus pelamis-L) or the locally known as Cakalang and the mackerel tuna (Euthynnus affinis) or tongkol as it known locally are the types of fishes that have high economic value. The aim of this research is to observe the decrease in freshness quality of the skipjack tuna and the mackerel tuna that have been stored for 14 days in a cool box with the temperature of 0–5ºC, with the supporting data based on The TVB-N analysis, organoleptic analysis and Miogobin value analysis. The results using the three testing procedures which are consists of TVB-N value, organoleptic value and Mioglobin value, indicated that the meat of the mackarel tuna have more faster rate of degradation than the skipjack tuna. Data from the result of TVB-N anova calculation proved that the type of fish have no influence on the TVB-N value, while the storage duration are very influential the TVB-N value. In data of organoleptic value the general impression of skipjack tuna and the mackerel tuna obtained from the anova calculated imply that the type of fish influence the appearance and texture but not with the eyes gills and odour . While the treatment of storage time are impacted greatly on the appearance, texture as well as gills and odour. Keyword: TVB-N, Organoleptic, Mioglobin.   Ikan cakalang(Katsuwonus pelamis-L) dan ikan tongkol (Euthynnus affinis) merupakan salah satu jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Tujuan penelitian ini yakni untuk melihat kemunduran mutu kesegaran ikan cakalang dan ikan tongkol yang disimpan selama 14 hari dengan suhu 0–5ºC di cool box. Metode yang digunakan yaitu analisa TVB-N, analisa organoleptik dan analisa nilai Miogobin sebagai pendukung. Hasil analisa dengan tiga metode uji yaitu nilai TVB-N, nilai organoleptik dan nilai mioglobin, semuanya mengatakan bahwa daging ikan tongkol lebih cepat terdegradasi dibandingkan dengan ikan cakalang. Data hasil perhitungan anova TVB-N menyatakan bahwa jenis ikan tidak mempengaruhi kadar TVB-N sedangkan waktu lama penyimpanan sangat mempengaruhi tingkat kadar TVBN. Pada data nilai organoleptik kesan umum ikan cakalang dan ikan tongkol pada hasil perhitungan anova didapatkan jenis ikan mempengaruhi kenampakan dan tekstur tetapi tidak untuk mata, insang dan bau Sedangkan untuk perlakuan lama penyimpanan sangat mempengaruhi pada kenampakan, tekstur, insang, mata dan bau. Kata Kunci: TVB-N, Organoleptik, Mioglobin.
Metabolit Sekunder Ekstrak Air Mendidih Daun Mangrove Sonneratia alba Dotulong, Alfani Rezky; Dotulong, Verly; Wonggo, Djuhria; Montolalu, Lita A.D.Y; Harikedua, Sivana Dinaintang; Mentang, Feny; Damongilala, Lena Jeane
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.8.2.2020.28437

Abstract

Daun mangrove Sonneratia alba  secara tradisional sudah digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit yang disebabkan karena radikal bebas, hal ini mengindikasikan bahwa daun mangrove ini mengandung komponen metabolit sekunder yang dapat menghilangkan radikal bebas tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah menidentifikasi komponen metabolit sekunder pada ekstrak air mendidih daun mangrove Sonneratia alba. Metode yang digunakan dalm penelitian ini bersifat eksploratif yaitu mendapatkan data secara kualitatif yaitu  ada tidaknya senyawa fenolik, flavonoid, saponin, triterpenoid, tannin dan alkaloid didalam ekstrak air mendidih daun mangrove s.alba  yang dikeringkan dibawah sinar matahari (KSM) dan diangin-anginkan di dalam ruangan (KDR) selama 40,50, dan 60 menit. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: Ekstrak air mendidih selama 40 menit baik untuk cara pengeringan KSM maupun KDR mengandung semua komponen metabolit sekunder yang diuji yaitu fenolik, flavonoid, tannin, saponin, triterpenoid dan alkaloid, sedangkan untuk ekstrak dengan  lama ekstraksi 50 dan 60 menit tidak mengandung flavonoid dan saponin.
DIVERSIFIKASI OLAHAN IKAN PADA WANITA KAUM IBU GPIJS KOTA BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA Dotulong, Verly; Montolalu, Lita
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.9.1.2021.30667

Abstract

Ikan mengandung  protein yang tinggi , murah harganya, mudah diperoleh dan halal untuk semua golongan ditinjau dari segi kesehatan maupun agama, oleh karena itu  Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) harus dilaksanakan, salah satu cara adalah dengan melakukan diversifikasi produk olahan hasil perikanan. Berdasarkan hal ini maka FPIK Unsrat, khususnya  Program Studi Teknologi Hasil Perikanan  melakukan Program Kemitraan Masyarakat pada  Kelompok Wanita Kaum Ibu (WKI) Gereja Pekabaran Injil Jalan Suci (GPIJS) Kota Bitung. Kelompok ini berdomisili di Kelurahan Manembo-Nembo Kecamatan Matuari, termasuk di wilayah Kota Bitung berjarak ± 51  km dari kampus Unsrat dengan Jumlah jiwa 59, sebagian besar adalah remaja dan anak-anak. Pekerjaan sambilan kepala keluarga sebagian besar adalah nelayan dengan hasil tangkapan ikan yang sering melimpah dan tidak bisa dimanfaatkan maksimal. Diversifikasi produk olahan ikan merupakan salah satu cara untuk mempertahankan mutu ikan dan meningkatkan konsumsi makan ikan terutama bagi remaja dan anak-anak untuk peningkatan gizi. Program kemitraan ini melaksanakan pelatihan dan pendampingan tentang pengolahan nugget dan kakinaga ikan layang (Decapterus sp) dengan porsi ikan 60 dan 80%. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerimaan konsumen terbanyak terhadap nugget dan kakinaga ikan dari segi warna, tektur, citarasa dan tingkat kesukaan ditemukan pada produk nugget dan kakinaga ikan dengan konsentrasi ikan 80%.
Pengujian TPC, Kadar Air dan pH pada Ikan Tongkol (Euthynnus Affinis) Asap Cair Yang Disimpan Pada Suhu Ruang Upet, Emanuel; Salindeho, Netty; Reo, Albert R; Montolalu, Lita; Kaparang, Josefa T; Makapedua, Daisy M; Dotulong, Verly
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.9.2.2021.31144

Abstract

Mackarel Tuna fish (Euthynnus affinis) is a leading commodity as a source of food for people in North Sulawesi. The purpose of this study was to process mackarel tuna (Euthynnus affinis) using liquid smoke stored at room temperature and then tested the product quality, namely) water content, total plate count (TPC), and pH value. The results of the research the resulting moisture content ranged from 35.7 to 58.3%, according to the Indonesian National Standard (SNI) 2725: 2013 that the maximum water content of smoked fish with the maximum heat smoking method was 60%, the total plate count (TPC) was around The average total plate number of smoked fish produced is 0.52 x 10-4 to 2.83 x 10-5 cabbage / g, this value shows in accordance with SNI 2725: 2013 that the total plate number of smoked fish with the maximum heat smoking method is 5 x 104 kol / g, while the average pH value is 5.64, this value shows the pH of smoked fish is below neutral pH, so it can be concluded that the smoked fish contains acid. It is concluded that this research has fully met the requirements for public consumption so that it can be produced as a fishery product.
Aktivitas Antioksidan Daun Muda Mangrove Sonneratia alba Segar Asal Pesisir Desa Wori Sulawesi Utara : Antioxidant Activity of Fresh Young Leaves Mangrove Sonneratia alba from Coastal Wori Village North Sulawesi Dotulong, Verly; Montolalu, Lita; Reo, Albert
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 12 No.1 (2024)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.12.1.2024.51673

Abstract

The results of research on S. alba  antioxidants collected from the coast of Wori Village, North Sulawesi, especially about S. alba  leaves that have undergone drying have very strong antioxidant activity, so far there have been no research reports on antioxidants in young leaves that have not been dried (fresh) from the location of Wori Village.  The purpose of this study was to explore the antioxidant potential of fresh young leaves of S.alba  mangroves  collected on the coast of Wori Village, North Sulawesi. The method used in this study is exploratory, the data is analyzed descriptively, the treatment used is the length of extraction time of 5, 10, 15, 20, 25 and 30 minutes with boiling water, the test parameters used are antioxidant activity using the DPPH method (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil) and supporting parameters, namely yield, phytochemistry qualitatively and total phenol content using the Folin-Ciocalteau method. The results obtained were as follows: the highest yield was found at 30 minutes extraction time which was 30.97%, phytochemical components detected at all extraction time were alkaloids, flavonoids, tannins, saponins and phenolics, the highest total phenol content was found at 15 minutes extraction time of 0.7388 ± 0.044 mg GAE / g, the strongest antioxidant activity of 15 minutes straction with IC value50DPPH = 21.05±2.95 μg / ml. In general, it can be concluded that the best treatment is the duration of extraction time in boiling water for 15 minutes because it has the highest total phenol content and the samllest IC50DPPH value. Kata kunci:  young leaves of S.alba, boiling water extract, antioxidant activity Hasil penelitian tentang antioksidan S.alba yang dikoleksi dari pesisir Desa Wori Sulawesi Utara khususnya tentang daun S.alba yang sudah mengalami pengeringan mempunyai aktivitas antioksidan tergolong sangat kuat, selama ini belum ada laporan penelitian tentang antioksidan dalam  daun muda yang belum dikeringkan (segar) dari lokasi Desa Wori ini.    Tujuan penelitian ini adalah menggali potensi antioksidan daun muda mangrove S.alba  segar yang dikoleksi di Pesisir Desa Wori Sulawesi Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat eksploratif, data dianalisis secara deskriptif, perlakuan yang digunakan adalah lama waktu ekstraksi 5, 10, 15, 20, 25 dan 30 menit dengan air mendidih, parameter uji yang digunakan adalah aktivitas antioksidan  menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) serta parameter pendukung yaitu rendemen, fitokimia secara kualitatif dan kandungan total fenol menggunakan metode Folin-Ciocalteau. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut:  rendemen tertinggi terdapat pada lama ekstraksi 30 menit yaitu 30,97%, komponen fitokimia yang terdeteksi pada semua lama waktu ekstraksi adalah  alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan fenolik,  kandungan total fenol tertinggi terdapat pada lama waktu ekstraksi 15 menit yaitu sebesar 0,7388 ± 0,044 mg GAE/g, aktivitas antioksidan terkuat straksi 15 menit dengan nilai IC50DPPH= 21,05±2,95 µg/ml. secara umum dapat disimpulkan bahwa perlakuan yang terbaik adalah lama ekstraksi waktu dalam air mendidih selama 15 menit karena mempunyai kandungan total fenol tertinggi dan nilai IC50 DPPH terkecil. Kata kunci:  daun muda S.alba, ekstrak air mendidih, aktivitas antioksidan ma waktu ekstraksi adalah  alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan fenolik,  kandungan total fenol tertinggi terdapat pada lama waktu ekstraksi 15 menit yaitu sebesar 0,7388 ± 0,044 mg GAE/g, aktivitas antioksidan terkuat straksi 15 menit dengan nilai IC50DPPH= 21,05±2,95 µg/ml. Secara umum  dapat disimpulkan bahwa perlakuan yang terbaik adalah lama ekstraksiwaktu  dalam air mendidih selama 15 menit karena mempunyai kandungan total fenol tertinggi dan nilai IC50DPPH terkecil. Kata kunci :   daun muda S.alba, ekstrak air mendidih, aktivitas antioksidan