Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja Guru dengan Kinerja Guru Taman Kanak-Kanak di Kota Banjarmasin Sakerani Sakerani
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 10, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v10i2.9434

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) persepsi guru tentang kepemimpinan kepala sekolah , motivasi kerja guru dan kinerja, (2) hubungan langsung  kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja dengan kinerja guru Taman Kanak-Kanak (TK) di Kota Banjarmasin.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksplanatory dengan pendekatan kuantitatif, yang berupaya menganalisis dan menjelaskan ada atau tidaknya hubungan diantara variabel-variabel yang diteliti berdasarkan koefisien korelasinya. Rancangan penelitian model eksplanatori. Untuk mencapai tujuan tersebut, diteliti 398 orang guru sebagai sampel penelitian dari 926 orang guru TK di Kota Banjarmasin. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner untuk semua variabel. Metode analisis data yang digunakan: statistik deskriptif dan inferensial. Deskripsi data menggunakan penilaian acuan absolut dengan skala satu sampai lima berdasarkan skala Likert. Penelitian ini menggunakan analisis Jalur (Path Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)  kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja guru TK di Kota Banjarmasin responden dideskripsikan berkategori sedang, (2) motivasi kerja guru TK di Kota Banjarmasin sebagian responden dideskripsikan berkategori sedang, (3) terdapat hubungan langsung yang signifikan  kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja,  kepemimpinan kepala sekolah dengan motivasi kerja, dan motivasi kerja guru dengan kinerja guru. Hasil penelitian ini, direkomendasikan kepada beberapa pihak,antara lain (1) bagi Kepala TK se Kota Banjarmasin, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi , bahan evaluasi  dan untuk membuat program pembinaan guru TK yang berorientasi pada peningkatan   motivasi kerja sehingga yang saat ini berkategori sedang menjadi berkategori tinggi, (2)  bagi Dinas Pendidikan, hasil penelitian ini diharapkan dapat sebagai bahan pertimbangan dalam membina dan mengembangkan karier guru. 
BIMBINGAN TEKNIS PERANCANGAN PEMBELAJARAN STEAM BAGI GURU PAUD Novitawati Novitawati; Chresty Anggreani; Sakerani Sakerani
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i1.5596

Abstract

Abstrak: Pembelajaran STEAM merupakan salah satu pendekatan pembelajaran abab 21. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memperkenalkan dan memberikan pemahaman kepada guru PAUD di TK Qatrunnada tentang pengimplementasian pembelajaran STEAM di PAUD. Kegiatan ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di TK Qatrunnada, Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin dengan diikuti sebanyak 11 orang guru. Kegiatan evaluasi pada PKM ini dilakukan melalui survey melalui googleform kepada peserta terkait dengan kebutuhan implementasi STEAM di PAUD dengan rata-rata jawaban peserta 100% sangat setuju, kesiapan guru dalam mengimplementasikan STEAM  dengan rata-rata jawaban peserta 81,8% siap, dan kegiatan PKM ini menambah pengetahuan dan pemahaman peserta terkait pelaksanaan STEAM 100% sangat setuju, sedangkan pada kepuasaan peserta pada keseluruhan rangkaian kegiatan PKM sebanyak 100%  peserta puas. Dengan demikian, kegiatan pengabdian kepada masyarakat bimbingan teknis perancangan pembelajaran STEAM bagi guru PAUD di TK Qatrunnada memberikan manfaat untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam merancang pembelajaran STEAM, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengembangan aspek perkembangan anak usia dini secara optimal.Abstract:  STEAM learning is one of the chapter 21 learning approaches. The purpose of this community service activity is to introduce and provide understanding to PAUD teachers at Qatrunnada Kindergarten about the implementation of STEAM learning in early childhood education. This activity consists of several stages, namely: planning, implementation, and evaluation. This community service activity was carried out at Qatrunnada Kindergarten, East Banjarmasin, Banjarmasin City, attended by 11 teachers. Evaluation activities in PKM were carried out through a survey via google form to participants related to the need for STEAM implementation in PAUD with an average of 100% of participants' answers strongly agreeing, teacher readiness in implementing STEAM with an average of 81.8% ready answers from participants, and PKM activities This adds to the knowledge and understanding of the participants regarding the implementation of STEAM. 100% strongly agree, while on the satisfaction of participants in the whole series of PKM activities, 100% of participants are satisfied. Thus, community service activities with technical guidance on STEAM learning design for early childhood education teachers at Qatrunnada Kindergarten provide benefits for increasing knowledge and skills in designing STEAM learning, so that they can improve the quality of learning and develop aspects of early childhood development optimally.
BIMBINGAN TEKNIS PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS LAHAN BASAH Sakerani Sakerani; Herti Prastitasari; Ratna Purwanti; Husnul Khatimah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19402

Abstract

Kemampuan merancang bahan ajar sangat penting untuk meningkatkan ketertarikan anak dalam kegiatan pembelajaran. Tujuan kegiatan ini yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Kepala Sekolah dalam merancang bahan ajar. Metode kegiatan ini adalah ceramah, diskusi dan praktik langsung merancang bahan ajar berbasias lahan basah menggunakan aplikasi Canva dengan rincian kegiatan (1) pemberian konsep pengetahuan tentang perancangan bahan ajar berbasis lahan basah (2) mampu merancang Bahan ajar berbasis lahan basah menggunakan aplikasi canva. Adapun hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berdasarkan pada angket yang dibagikan kepada peserta yaitu (1) memahami materi konsep bahan ajar berbasis lahan basah sebanyak 95% dengan kategori sangat puas, (2) merancang bahan ajar berbasis lahan basah menggunakan aplikasi canva 90% dengan kategori sangat puas. Dengan demikian, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan manfaat yang menyeluruh bagi kepala sekolah IGTKI kecamatan Sungai tabuk dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan merancang bahan ajar berbasis lahan basah.
Pengembangan Alur Layanan Penanggulangan Bencana Banjir terhadap Penyandang Disabilitas di BPBD Barito Kuala: Development of Flood Disaster Management Service Flow for Persons with Disabilities at BPBD Barito Kuala Dina Roswandi Siregar; Mirnawati Mirnawati; Sakerani Sakerani; Amka Amka
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 6 No. 01 (2026): Call for Papers April 2026
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v6i01.7958

Abstract

This research is motivated by the condition of Barito Kuala Regency, which experiences major flooding every year and has a serious impact on vulnerable groups, especially people with disabilities and blindness who have limited mobility. Based on interviews with the Head of the Barito Kuala Regional Disaster Management Agency (BPBD), there is currently no inclusive, disability-friendly disaster management service flow. This problem is exacerbated by the lack of cross-sector collaboration among BPBD, the Social Service, the Health Service, and the Education Service, as well as the absence of a service flow for people with disabilities during disasters. This research uses a qualitative approach, applying the Research and Development (R&D) method for 3D models (Define, Design, Develop), adapted from 4D by Thiagarajan et al. Data sources include BPBD Barito Kuala, the Social Service, the Health Service, lecturers specializing in special education, and people with disabilities and people with blindness. Data collection techniques include interviews, observations, Focus Group Discussions (FGDs), and documentation, while data analysis is conducted both qualitatively and quantitatively. The study's results indicate that the Barito Kuala Regional Disaster Management Agency (BPBD) does not yet have an inclusive disaster management service system; as a result, residents with disabilities are not accommodated during floods. The service flow developed in this study includes three main phases: pre-disaster, during the disaster, and post-disaster, with adjustments to the needs of people with disabilities that were deemed appropriate by three validators, and were assessed as easy to understand, accessible, and appropriate to the needs of people with disabilities according to users. The final product of this study is expected to serve as an operational guideline for the Barito Kuala BPBD in creating an adaptive, equitable, and disability-friendly disaster management system.