Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PKM Senam Lansia Kelompok Wanita Tani Puspitasari Sampangan Bertika Kusuma Prastiwi; Yulia Ratimiasih; Muh Isna Nurdin Wibisana; Dani Slamet Pratama; Setiyawan Setiyawan; Fajar Ari Widyatmoko; Buyung Kusumawardhana
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v4i1.15424

Abstract

ABSTRACTGymnastics is a sport that is known by the public. The form of socialization is very important to popularize and introduce gymnastics. The Puspitasari women's group in RW 03 Sampangan city of Semarang is one of the many RW that hold gymnastics but only aerobics is done, because of that the elderly are less enthusiastic about participating in activities even though they want gymnastics that are suitable for the elderly. The solution offered is to provide elderly exercise training for the Puspitasari elderly women group in RW 03 Sampangan. The resulting output is that the elderly can exercise according to their age characteristics with elderly exercise. The PKM activities carried out by the UPGRIS community service team for the women's group Puspitasari RW 03 Sampangan Semarang used lecture methods, demonstrations and independent practice, besides that gymnastic simulations were also held. The result of this service is an increase in the knowledge and skills of the elderly women's group about elderly gymnastics, besides that it has an impact on the interest in elderly gymnastics for the women's group puspitasari RW 03 Sampangan Semarang. Gymnastics according to the age characteristics of the elderlyABSTRAKSenam merupakan olahraga yang dikenal oleh masyarakat. Bentuk sosialisasi sangat penting untuk memasyarakatkan dan mengenalkan olahraga senam. Kelompok wanita Puspitasari di RW 03 Sampangan kota Semarang merupakan salah satu dari sekian banyak RW yang mengadakan senam tetapi hanya senam aerobik yang dilakukan, karena itu para lansia kurang    antusias untuk mengikuti kegiatan padahal mereka menginginkan senam yang cocok bagi lansia. Solusi yang ditawarkan adalah memberikan pelatihan senam lansia untuk kelompok wanita  lansia Puspitasari di RW 03 Sampangan. Luaran yang dihasilkan adalah para lansia dapat berolahraga sesuai dengan karakteristik umur dengan senam lansia. Kegiatan PKM yang dilakukan tim pengabdian UPGRIS pada kelompok wanita Puspitasari  RW 03 Sampangan Semarang ini menggunakan metode ceramah, demonstrasi dan praktek mandiri, disamping  itu juga diadakan simulasi senam. Hasil dari pengabdian ini adalah bertambahnya pengetahuan dan keterampilan kelompok wanita lansia tentang olahraga senam lansia, di samping itu berdampak pada minat olahraga senam lansia kelompok wanita puspitasari RW 03 Sampangan Semarang. Senam sesuai dengan karakteristik umur lansia.
TEKNOLOGI BALL ROLLING UNTUK MELATIH FIRST BALL PADA ATLET SEPAK TAKRAW NASIONAL Dani Slamet Pratama; Buyung Kusumawardhana; Setyawan
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Penjas
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jip.v10i2.3779

Abstract

sepak takraw is an achievement sport that uses a throwing system. The throwing tool is designed with a variety of movements based on loading and unloading the ball independently and has different speeds according to training needs. The purpose of using a ball throwing tool is for the coach to sharpen the player's sepak takraw playing skills exclusively on each sepak takraw game technique, providing variations of basic training by directing the ball from anywhere and adjusting the desired speed and strength of the ball's throwing power so that the player can sharpen it. the skill of playing sepak takraw on the field. However, not all educational institutions use a support system for sepak takraw training, due to the lack of available facilities and infrastructure and the unavailability of supporting funds. This research was conducted on national sepak takraw athletes with the aim of making a simple sepak takraw throwing device at minimal cost to assist in the implementation of the sepak takraw Student Activity Unit (UKM). This research uses an interview method with a descriptive Research and Development (R & D) approach to develop a sepak takraw throwing tool. The results of the research show that the development of a sepak takraw throwing device for national sepak takraw athletes can be categorized as suitable for use as training, namely bottom passing, top passing and blocking in the sport sepak takraw. This can be seen from the research results of 93% of material experts, 91% of media experts, and 85% of small scale respondents and 82% of large scale respondents.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN TEACHING AT THE RIGHT LEVEL (TARL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING PERMAINAN BOLA BASKET PESERTA DIDIK KELAS XI SMK NEGERI 3 SEMARANG Rahardian Damarjati; Dani Slamet Pratama
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6420

Abstract

This study aims to implement the Teaching at the Right Level (TaRL) approach to improve learning outcomes in basic passing techniques in basketball for grade XI students at SMK Negeri 3 Semarang. The method used is classroom action research (CAR) involving 35 students as subjects. The research was conducted in two cycles comprising planning, implementation, observation, and reflection stages. Data were collected through observation, tests, and documentation, encompassing both qualitative and quantitative data. The results showed an improvement in learning outcomes across each cycle. The percentage of students achieving mastery increased from 37.1% in the pre-cycle stage to 60% in the first cycle and 80% in the second cycle. The average student score also increased from 73.6 to 80. The TaRL approach proved effective by grouping students based on their abilities and needs, thus creating more focused and participative learning experiences.
MODEL PEMBERDAYAAN MARBOT MASJID DI KELURAHAN KROBOKAN DENGAN PELATIHAN BEKAM SEBAGAI PENINGKATAN PENDAPTAN YANG BERKELANJUTAN Mochamad Fadjar Darmaputra; Dwi Prasetiyo Hadi; David Firna Setiawan; Valdyan Drifanda; Dani Slamet Pratama
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.55535

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan marbot masjid yang ada di krobokan melalui pelatihan bekam dengan harapan dapat meningkatkan keterampilan kewirausahaan dan membuka peluang usaha bagi anggota marbot masjid. Program ini dirancang untuk memberikan pelatihan bekam serta pengetahuan kewirausahaan dan pengelolaan usaha, yang akan membantu peserta dalam meningkatkan pendapatan mereka secara berkelanjutan. Tujuan dari pengabdian ini adalah (1) Meningkatkan keterampilan teknis marbot masjid dalam pengobatan bekam, (2)Memberikan pengetahuan terkait kewirausahaan dan pengelolaan usaha, (3)Membekali marbot masjid dengan kemampuan untuk menjalankan usaha bekam yang dapat menjadi sumber pendapatan berkelanjutan. Metode Pelaksanaan yaitu (1)Pelatihan bekam, (2)pembuatan Srtuktur Organisasi, (3)Pendidikan Kewirausahaan dan Pengelolaan Usaha, (4)Penggunaan Teknologi dan Digital Marketing Hasil yang Diharapkan (1)Peningkatan keterampilan teknis dan kewirausahaan marbot masjid dalam menjalankan pengobatan bekam, (2) Peningkatan pendapatan marbot masjid melalui usaha pengobatan bekam yang berkelanjutan, (3) Peningkatan kesadaran tentang pentingnya teknologi dalam bisnis pengobatan bekam , termasuk penggunaan aplikasi dan media sosial untuk meningkatkan visibilitas dan daya saing.(4)Terbukanya peluang usaha baru yang dapat dijalankan secara mandiri oleh marbot masjid atau dalam bentuk kemitraan usaha. Adapun Manfaat Jangka Panjang adalah (1)Pemberdayaan ekonomi marbot masjid dengan membuka peluang kerja baru di bidang yang relevan dengan kebutuhan pasar, (2)Peningkatan kualitas hidup marbot masjid melalui pendapatan tambahan dari usaha barbershop, (3)Penguatan komunitas melalui kolaborasi marbot masjid dalam menjalankan usaha bersama dan berbagi pengetahuan kewirausahaan. Dengan pengabdian kepada masyarakat ini, diharapkan program ini dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan kewirausahaan yang aplikatif dan pemanfaatan teknologi untuk membuka peluang usaha yang berkelanjutan.
Profil Kondisi Fisik Atlet Hoki Putra Jepara Menuju Ajang Porprov Tahun 2026 Gilang Agil Driaswoto Kaswoto; Dani Slamet Pratama; Muh. Isna Nurdin Wibasana
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v16i2.4157

Abstract

Kondisi fisik memiliki peranan yang sangat penting untuk seorang atlet hoki saat bertanding. Seorang atlet perlu memiliki daya tahan, kecepatan, kelincahan, kekuatan, dan daya ledak yang baik untuk mendukung performa selama pertandingan. Oleh karena itu, pengukuran kondisi fisik perlu dilakukan sebagai bahan evaluasi dalam mempersiapkan atlet menghadapi kejuaraan. Sasaran penelitian ini adalah mengkaji kesiapan fisik atlet hoki putra Jepara dalam ajang menghadapi PORPROV. Penelitian bersifat kuantitatif dengan metode survei, menggunakan tes fisik sebagai instrumen yang meliputi daya tahan dengan tes MFT, Shuttle Run untuk mengukur kelincahan, sprint 30 meter untuk tes kecepatan, Push Up dan Sit Up selama 60 detik untuk kekuatan, serta vertical jump dan medicine ball untuk daya ledak. Populasi dan sampel penelitian berjumlah 14 atlet dengan teknik total sampling. Data selanjutnya diolah dan dianalisis menggunakan aplikasi spss untuk menggambarkan hasil penelitian secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata MFT 7,81 (sedang), sprint 4,62 (baik), shuttle run 14,17 (sedang), push up 26,35 (kurang), sit up 38,28 (sedang), vertical jump 59 (sedang), dan medicine ball 4,55 (sedang). Secara umum kondisi fisik atlet hoki putra Jepara berada pada kategori sedang. Temuan penelitian ini dapat dijadikan bahan evaluasi bagi pelatih dalam menyusun program latihan yang lebih tepat menjelang PORPROV 2026.
ANALISIS PROFIL KONDIDI FISIK ATLET ATLETIK NOMOR LEMPAR CLUB PAS KOTA SALATIGA 2026 Galih Yoga Widya Utama; Dani Slamet Pratama; Galih Dwi Pradipta
Journal of Physical Activity and Sports (JPAS) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : YLPK Mahardhika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53869/jpas.v7i1.381

Abstract

This study aims to describe the physical condition profile of throwing event athletes at PAS Club Salatiga City in 2026. The research employed a descriptive quantitative method with a total sampling technique involving 10 athletes. Data were collected using standardized physical condition tests covering five components: speed, muscle strength, agility, flexibility, and explosive power. The results showed that 50% of athletes were in the moderate category, 30% in the very good category, and 20% in the good category, with no athletes categorized as poor or very poor. These findings indicate that, in general, the athletes’ physical condition is adequate but not yet optimal and unevenly distributed. Therefore, improvements are needed through more structured, systematic, and continuous training programs to enhance overall physical performance. This study highlights the importance of regular evaluation to support athlete development and performance improvement.
Pengaruh Model Pembelajaran Teaching Games for Understanding Terhadap Keterampilan Tolak Peluru Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Sragi Hartanto Apriandi; Ibnu Fatkhu Royana; Dani Slamet Pratama
Jendela Olahraga Vol. 11 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : UPT Penerbitan Universitas PGRI Semarang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v11i3.1102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran Teaching Games for Understanding (TGfU) terhadap keterampilan tolak peluru siswa kelas VIII. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan Non Equivalent Control Group Design di SMP Negeri 1 Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Sampel berjumlah 64 siswa yang dipilih menggunakan purposive sampling, terdiri atas kelompok kontrol (n = 32) dengan pembelajaran konvensional dan kelompok eksperimen (n = 32) dengan model TGfU. Data dikumpulkan melalui tes praktik keterampilan tolak peluru pada pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan independent sample t-test dengan SPSS. Hasil menunjukkan kemampuan awal kedua kelompok relatif setara (kontrol = 56,41; eksperimen = 57,66). Setelah perlakuan, kelompok eksperimen mengalami peningkatan sebesar 19,06 poin (57,66 menjadi 76,72), sedangkan kelompok kontrol meningkat 13,59 poin (56,41 menjadi 70,00). Hasil independent sample t-test menunjukkan nilai t = -3,045, df = 62, dan p = 0,003 (p < 0,05), yang menunjukkan perbedaan signifikan berpihak pada kelompok TGfU. Temuan ini menunjukkan bahwa model TGfU efektif meningkatkan keterampilan tolak peluru dan dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran pendidikan jasmani pada keterampilan atletik. Penelitian selanjutnya disarankan menambahkan sampel yang lebih banyak dan beragam untuk meningkatkan generalisasi hasil.
Development of Tlogo Village Community Health Yulia Ratimiasih; Bertika Kusuma Prastiwi; Fajar Ari Widiyatmoko; Dani Slamet Pratama; Buyung Kusumawardhana; Setiyawan Setiyawan; Maftukin Hudah
DIKDIMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): DIKDIMAS : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/dikdimas.v3i2.267

Abstract

This activity aims to provide health guidance to the Tlogo Village Community, Tuntang District, Semarang Regency by providing assistance with children's growth and development (posyandu), providing knowledge dissemination for teenagers who are still lacking in promiscuity and providing aerobic exercise training guidance to the community. This activity is carried out because many parents do not pay enough attention to their children's growth and development, so posyandu, youth care, health care and low levels of exercise have the potential to reduce the level of public health. Assistance from the PKM University of PGRI Semarang (UPGRIS) Team uses lecture and demonstration methods. The expected output is increased knowledge of parents in paying attention to children's growth and development, increased knowledge of teenagers in free association, and community skills among teenagers. There is also a lot of community participation in aerobic exercise. The result of this service is increased community knowledge and skills regarding health. This good habit needs to be improved in the future with better programs.
Development of a Problem-Based Learning Module Based on the Game of Bocce to Improve Gross Motor Skills and Social Interaction in Children with Intellectual Disabilities Ibnu Fatkhu Royana; Danang Aji Setyawan; Pandu Kresnapati; Dani Slamet Pratama
ACPES Journal of Physical Education, Sport, and Health (AJPESH) Vol. 6 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang (UNNES) in cooperation with ACPES (ASEAN Council of Physical Education and Sport)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ajpesh.v6i1.58278

Abstract

Children with Down syndrome often experience delays in gross motor skills and social interaction that limit their physical participation, independence, and quality of life, while adapted physical education in special schools generally remains teacher-centred and makes minimal use of interactive media. This study aimed to develop a bocce-based Problem-Based Learning (PBL) module for adapted physical education and to conduct a preliminary evaluation of its expert-based feasibility and practicality, of changes in gross motor performance following implementation, and of students’ social interaction observed during the learning activities. A Research and Development study using the ADDIE model was conducted in three phases: (1) product development with expert appraisal by physical-education, special-education, and practitioner reviewers; (2) a small-scale feasibility trial; and (3) field implementation with a one-group pretest–posttest preliminary outcome evaluation involving 17 children with Down syndrome at two special schools in Semarang. Gross motor performance was analysed with descriptive statistics, a paired-samples t-test, Cohen’s d, and N-gain; social interaction was assessed through structured observation during implementation. The products showed acceptable expert-based feasibility (instructional module 81.25%; worksheet 78.30%; module 74.60%) and high practicality (teacher 92.5%; student 90%). Gross motor performance improved significantly following implementation, from 51.10% to 79.96% (t(16) = 8.42, p < 0.001; Cohen’s d = 2.11; moderate N-gain = 0.57). Social interaction was observed at a favourable level (81%) during the activities; as no baseline was collected, this is a descriptive process indicator rather than an improvement outcome. The bocce-based PBL module demonstrated acceptable expert-based feasibility and high practicality and was associated with a significant improvement in gross motor performance, with favourable social interaction observed during implementation. These preliminary findings support the module as an adaptive learning alternative and warrant confirmation through controlled designs.
Program Berkelanjutan Sport Massage dan Bulutangkis untuk Meningkatkan Kebugaran, Konsentrasi, dan Interaksi Sosial Anak di Desa Warulor Pandu Kresnapati; Buyung Kusumawardhana; Agus Wiyanto; Dani Slamet Pratama
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat (JPOM) Vol. 7 No. 2 (2026): Juli (2026)
Publisher : PJKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v7i2.883

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kebugaran, konsentrasi, dan interaksi sosial anak melalui integrasi sport massage dalam pembinaan bulutangkis di Desa Warulor, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Permasalahan mitra meliputi rendahnya aktivitas fisik anak akibat penggunaan gadget yang tinggi, belum optimalnya pemanfaatan fasilitas olahraga, serta minimnya pengetahuan pelatih dan orang tua mengenai sport massage sebagai strategi pemulihan. Metode yang digunakan meliputi penyediaan sarana dan prasarana bulutangkis, pelatihan sport massage bagi pelatih dan orang tua, pembinaan bulutangkis secara terstruktur, penyusunan modul panduan, pembentukan kader olahraga desa, serta monitoring dan evaluasi berkala. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat dan pemerintah desa. Hasil program menunjukkan peningkatan minat anak terhadap olahraga bulutangkis dengan kategori sangat tinggi sebesar 52,3%, kategori tinggi 37,2%, dan kategori cukup tinggi 10,5%. Tingkat kehadiran peserta selama program mencapai rata-rata 82,4%. Selain itu, pemahaman masyarakat mengenai sport massage meningkat dan terbentuk kader olahraga desa yang mendukung keberlanjutan program. Program ini terbukti efektif dalam mendorong aktivitas fisik anak, meningkatkan partisipasi olahraga, serta memperkuat interaksi sosial di lingkungan masyarakat.