Setiawan, Widia
Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada.

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Variasi Perubahan Putaran Pada Pengecoran Aluminium Bentuk Puli Dengan Metode Centrifugal Casting Terhadap Peningkatan Kekuatan Mekanik Nugroho Santoso; Widia Setiawan
Jurnal Material Teknologi Proses: Warta Kemajuan Bidang Material Teknik Teknologi Proses Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.26 KB) | DOI: 10.22146/jmtp.v1i1.12254

Abstract

Aluminium bekas adalah bahan baku coran yang sering digunakan pada industri coran di wilayah Yogyakarta untuk memproduksi komponen kendaraan bentuk pelek. Permasalahan yang sering dihadapi pengrajin coran aluminium yang menggunakan cetakan logam adalah sering terjadinya cacat coran dan kualitas coran yang kurang baik. Penelitian difokuskan pada pengaruh gaya sentrifugal pada pengecoran metode centrifugal casting bertujuan meningkatan kualitas material hasil coran. Tahapan proses penelitian adalah memotong material, melebur pada temperatur 750 oC, pengaturan putaran cetakan 0, 263, 700 rpm, temperatur cetakan 200 oC penuangan dan pembongkaran hasil. Dari hasil pengamatan dan analisa pengujian diketahui bahwa pada putaran 280, 700 rpm dapat mencegah cacat penyusutan luar dan peningkatan kekuatan. Nilai kekerasannya meningkat dari 66,15, 67,15, 71,8 BHN, kekuatan tariknya meningkat dari 127,68, 139,70 hingga 147,95 MPa serta nilai densitasnya juga meningkat 2,58, 2,63 hingga 2,7 gr/cm3.
Pengaruh heat treatment material tie rod pada temperatur 1000 °C terhadap struktur mikro, kekerasan dan keausan Firman Firdhaus; Widia Setiawan
Jurnal Material Teknologi Proses: Warta Kemajuan Bidang Material Teknik Teknologi Proses Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Material dan Teknologi Proses Volume 2 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.855 KB) | DOI: 10.22146/jmtp.63641

Abstract

Tie rod adalah salah satu komponen dari actuator coal pulverizer dengan fungsi sebagai penahan naik turunnya grinding roller pada saat proses penggilingan didalam coal pulverizer. PT PJB UBJ O&M PLTU Tanjung Awar-Awar sebagai perusahaan pembangkit listrik tenaga uap mengalami kendala seperti kebocoran coal pulverizer, breakdown coal pulverizer dan kebakaran akibat semburan batu bara. Salah satu penyebab utama dari masalah tersebut adalah tie rod pada coal pulverizer mengalami patah dan aus. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai kekerasan dan keausan yang optimal dengan memakai perlakuan panas. Penelitian ini membahas tentang pengaruh variasi perlakuan panas terhadap struktur mikro, nilai kekerasan dan nilai keausan pada baja AISI S5 Steel. Penelitian ini dilakukan perlakuan panas pada temperature austenite 10000C dengan waktu penahanan 24 menit yang kemudian diberi variasi pendinginan yaitu quenching, annealing dan quench tepering menggunakan temperature 2000C dengan penahanan 48 menit. Hasil dari perlakuan panas tersebut dianalisa struktur mikro, uji kekerasan dan uji keausan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa material tie rod adalah baja perkakas AISI S5 Steel. Struktur mikro yang terbentuk pada spesimen raw material dan annealing adalah ferite dan perlite. Fasa ferrite dan martensite terbentuk pada material quenching dan quench tempering. Nilai kekerasan Proses heat treatment yang menghasilkan sifat yang optimal pada material tie rod adalah quench tempering, hal ini dikarenaka nilai kekerasannya meningkat menjadi 503,22 VHN, memiliki nilai keausan sebesar 0,832803 x 10-4 mm3/kg.m dan material quench tempering memiliki sifat ulet dan tangguh. Kata Kunci: AISI S5 Steel, Tie rod, Perlakuan panas, Uji kekerasan, Uji keausan
Analisis Kegagalan Poros Track Roller Bearing pada Mesin Pembelah Bambu Nareswari Novita Satiti; Radhian Krisnaputra; Sugiyanto Sugiyanto; Ignatius Aris Hendaryanto; Inggar Septhia Irawati; Suryo Darmo; Widia Setiawan
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 18, No 2 (2023): Volume 18, Nomor 2, Agustus 2023
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v18i2.4334

Abstract

Splitting merupakan salah satu tahapan proses produksi bambu laminasi. Splitting dilakukan dengan mesin pembelah bambu untuk mengubah batang bambu menjadi bilah-bilah bambu. Dalam proses splitting, komponen booster bergerak maju-mundur di sepanjang rel untuk mendorong bambu yang terletak pada bagian penopang sampai ujung bambu bertumbukan dengan pisau pembelah sehingga batang bambu terbelah menjadi bilah-bilah (bamboo strips). Pada mesin pembelah bambu terdapat track roller bearing yang berfungsi sebagai guide roller. Salah satu komponen penting dalam rangkaian track roller bearing adalah poros. Kasus kegagalan komponen berupa patahnya poros track roller bearing telah dijumpai pada mesin pembelah bambu yang terdapat di sentra kerajinan bambu, Rosse Bambu Yogyakarta. Kerusakan komponen mesin tentu menghambat berjalannya proses produksi bambu laminasi, oleh sebab itu dilakukan analisis kegagalan dalam penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui faktor penyebab kegagalan yang dialami oleh poros track roller bearing pada mesin pembelah bambu sekaligus sebagai upaya antisipasi untuk menghindari terjadinya kasus kegagalan yang serupa. Analisis kegagalan dilakukan dengan melakukan pengujian komposisi kimia material dengan metode Atomic Emission Spectroscopy (AES), pengamatan visual dan pengamatan skala makro terhadap permukaan patahan yang terbentuk, pengujian metalografi untuk mengetahui struktur mikro material poros track roller bearing yang patah, dan pengujian kekerasan Vickers. Permukaan patahan poros tampak terang dan berbentuk granular menunjukkan karakteristik patah getas. Hasil analisis menunjukkan bahwa material poros terbuat dari baja karbon tinggi AISI 1080 yang telah menerima perlakuan quenching dengan nilai kekerasan material sebesar 311,59 HV sehingga material bersifat keras dan getas. Sifat tersebut mengakibatkan poros tidak mampu menahan beban kejut yang diterima saat proses pembelahan bambu berlangsung. Kesimpulan yang diperoleh yaitu kegagalan yang terjadi disebabkan oleh faktor pemilihan material dan perlakuan panas yang dilakukan tidak sesuai untuk aplikasi poros track roller bearing pada mesin pembelah bambu.