Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Bangunan

KAJIAN PENAMBAHAN ABU BONGGOL JAGUNG YANG BERVARIASI DAN BAHAN TAMBAH SUPERPLASTICIZER TERHADAP SIFAT FISIK DAN MEKANIK BETON MEMADAT SENDIRI (SELF – COMPACTING CONCRETE) Nindi Fakhrunisa; Boedya Djatmika; Adjib Karjanto
BANGUNAN Vol 23, No 2 (2018): BANGUNAN EDISI OKTOBER
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.658 KB) | DOI: 10.17977/um071v23i22018p%p

Abstract

Pembangunan di Indonesia seperti saat ini memunculkan keperluan pemakaian beton yang cukup besar dan cepat. Upaya penyelesaian  masalah tersebut dengan membuat beton jenis self - compacting concrete. Beton SCC adalah beton yang memiliki nilai slump cukup tinggi sehingga mampu mengisi ruang-ruang sempit tanpa harus adanya pemadatan. Pembuatan beton SCC diperlukan superplasticizer atau bahan tambah lainnya. Dan pada penelitian ini beton SCC ditambahkan abu bonggol jagung dan dapat mengurangi pemakaian semen yang merupakan penyumbang polusi udara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui presentase unsur kimia abu bonggol jagung,  mengetahui sifat fisik beton SCC, nilai kuat tekan dan modulus elastisitas beton SCC, komposisi campuran beton SCC pada kuat tekan rencana fc’ 30 MPa, perbedaan sifat fisik dan mekanik beton SCC dengan penambahan abu bonggol jagung yang bervariasi dan, dan kadar abu bonggol jagung optimum yang menghasilkan kinerja terbaik. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental. Dengan variasi penambahan abu bonggol jagung 0 persen, 4 persen, 8 persen, 12 persen dan superplaticizer 0,8 persen.  Benda uji yang digunakan Ø 7,5 cm x 15 cm sebanyak 60 benda uji dan Ø 15 cm x 30 cm sebanyak 8 benda uji. Pengujian beton SCC dilakukan dengan menguji sifat fisik berupa slump flow, berat volum, porositas, sedangkan sifat mekanik yaitu kuat tekan yang dilakukan pada umur 7, 14, dan 28 hari dan modulus elastisitas pada umur 28 hari. Hasil Penelitian didapatkan (1) Presentase kimia abu bonggol jagung yang dominan yaitu pada unsur kalium sebesar 81,2 persen, (2) Hasil pengujian sifat fisik beton SCC dengan penambahan abu bonggol jagung memenuhi persyaratan dari masing-masing pengujian, (3) Nilai kuat tertinggi umur 28 hari didapatkan pada kadar abu bonggol jagung 4 persen sebesar 36,25 MPa, dan nilai modulus elastisitas umur 28 hari didapatkan pada kadar abu bonggol jagung 4 persen sebesar 20.078,37 MPa, (4) Campuran beton SCC kadar 4 persen dan 8 persen umur 28 hari melebihi fc’ 30 MPa. (5) Uji hipotesis berat volume, porositas, dan kuat tekan tidak terdapat perbedaan yang signifikan, namun pada modulus elastisitas ada perbedaan secara signifikan dengan Sig kurang dari 0,05. (6) Kadar abu bonggol jagung yang menghasilkan kinerja terbaik adalah pada kadar 4 persen. Kata Kunci: abu bonggol jagung, beton SCC, sifat fisik, sifat mekanik 
KAJIAN PENAMBAHAN PAPER SULDGE YANG BERVARIASI TERHADAP SIFAT FISIK DAN MEKANIK CEILING BRICK M. Abdul Aziz Kurniawan; Eko Suwarno; Boedya Djatmika
BANGUNAN Vol 25, No 1 (2020): BANGUNAN EDISI MARET
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v25i12020p41-52

Abstract

Abstrak:Ceiling brick buangan paper sludge salah satu alternatif membuat pelat lantai, secara ekonomis lebih murah dan memiliki kuat tekan setara dengan beton konvensional K300. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Terdapat dua jenis benda uji yang digunakan yaitu berbentuk kubus dengan ukuran 5 cm x 5 cm x 5 cm untuk mengetahui kualitas bahan ceiling brick dan benda uji berbentuk produk ceiling brick untuk mengetahui kualitas produk ceiling brick. Variasi paper sludge yang digunakan adalah 2, 4, 6, dan 8 persen. Satu benda uji dilakukan dua pengujian yaitu uji fisik (rembesan air) dan mekanik (kuat tekan). Metode penelitian menggunakan analisa statistik One Way dan dilanjutkan analisis Tukey. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Kuat tekan produk ceiling brick dengan campuran paper sludge berurut-urut 0, 2, 4, 6, dan 8 persen sebesar 8.43 MPa, 9.39 MPa, 11.28 MPa, 10.31 MPa, dan 8.30 MPa. Nilai rata-rata rembesan air produk ceiling brick dengan variasi berurut-urut 0%,2%, 4%, 6%, dan 8%, yaitu sebesar 0.35 ml/menit, 0.37 ml/menit, 0.35 ml/menit, 0.42 ml/menit, dan 0.36 ml/ menit. (2) Kuat tekan mortar kubus ceiling brick dengan campuran paper sludge berurut-urut 0, 2, 4, 6, dan 8 persen sebesar 105.66 MPa, 112.67 MPa, 104.20 MPa, 98.55 MPa, dan 105.24 MPa. Rembesan air mortar kubus ceiling brick dengan variasi berurut-urut 0, 2, 4, 6, dan 8 persen, yaitu sebesar 0,59 ml/menit, 0,54 ml/menit, 0,46 ml/menit, 0,27 ml/menit, dan 0,28 ml/menit. (3) Uji kuat tekan dan rembesan air terhadap produk ceiling brick yang telah dicampur paper sludge mengalami perbedaan tetapi tidak signifikan. (4) Uji kuat tekan terhadap mortar kubus ceiling brick yang dicampur paper sludge mengalami perbedaan tetapi tidak signifikan. Sedangkan uji rembesan air tehadap mortar kubus ceiling brick yang dicampur paper sludge mengalami perbedaan yang signifikan. (5) Campuran paper sludge 4 persen pada produk ceiling brick dan campuran paper sludge 2 persen pada mortar kubus ceiling brick menghasilkan kuat tekan optimum.Kata-kata kunci: paper sludge, limbah kertas, ceiling brick, sifat fisik & mekanikAbstract: Paper sludge ceiling bricks are an alternative to making floor plates, are economically cheaper and have compressive strength equivalent to conventional K300 concrete. This research is using experimental method. There are two types of specimens used which are cube shaped with a size of 5 cm x 5 cm x 5 cm to determine the quality of ceiling brick material and specimens in the form of ceiling brick products to determine the quality of ceiling brick products. Paper sludge variations used are 0, 2, 4, 6, dan 8 percent. One test object was carried out two tests, namely physical test (water seepage) and mechanical (compressive strength). The research method uses One Way statistical analysis and Tukey analysis continues. The results of this study are (1) Compressive strength of brick brick products with a mixture of paper sludge in sequence of 0, 2, 4, 6, dan 8 percent at 8.43 MPa, 9.39 MPa, 11.28 MPa, 10.31 MPa and 8.30 MPa. The average seepage value of ceiling brick products with sequential variations of 0, 2, 4, 6, dan 8 percent which is 0.35 ml / minute, 0.37 ml / minute, 0.35 ml / minute, 0.42 ml / minute minutes, and 0.36 ml / minute. (2) Compressive strength of ceiling brick cube mortar with a mixture of paper sludge in a sequence of 0, 2, 4, 6, dan 8 percent by 105.66 MPa, 112.67 MPa, 104.20 MPa, 98.55 MPa and 105.24 MPa. Mortar cube ceiling water seepage with sequential variations of 0, 2, 4, 6, dan 8 percent in the amount of 0.59 ml / minute, 0.54 ml / minute, 0.46 ml / minute, 0.27 ml / minute, and 0.28 ml / minute. (3) The compressive strength and water seepage tests on ceiling brick products that have been mixed with paper sludge experience differences but are not significant. (4) Compressive strength test of ceiling brick cube mortar mixed with paper sludge is different but not significant. While the water seepage test of ceiling brick cube mortar mixed with paper sludge experienced a significant difference. (5) 4 percent paper sludge mixture in ceiling brick products and 2 percent paper sludge mixture in ceiling brick cube mortars produce optimum compressive strength.Keywords: paper sludge, waste paper, ceiling brick, physical & mechanical properties