Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Kadar Anion F-, Cl-, NO3-, Dan SO42- Menggunakan Kromatografi Ion Untuk Mengetahui Kualitas Air Sumur Di Desa Sidangoli Gam Putri Suci Lestari; Muhammad Amin; Nur Asbirayani Limatahu
Jurnal Pendidikan Kimia Unkhair (JPKU) Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Kimia Unkhair (JPKU) Edisi Juni
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpku.v1i1.5050

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar anion F-, Cl-, NO3-, dan SO42- menggunakan kromatografi ion untuk mengetahui kualitas air sumur di Desa Sidangoli Gam. Kualitas air dapat ditinjau melalui parameter anion yang terkandung dalam air. Kadar anion pada air harus sesuai dengan standar baku mutu yang ditetapkan oleh Permenkes No. 492/Menkes/Per/IV/2010 dan Permenkes No. 32 tahun 2017. Dilakukan analisis untuk mengetahui kadar anion F-, Cl-, NO3-, dan SO42- sehingga diketahui kualitas air sumur desa Sidangoli Gam. Teknik pengumpulan data dilakukan secara eksperimen menggunakan kromatografi ion untuk menentukan kadar anion F-, Cl-, NO3-, dan SO42-. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar beberapa anion F-, Cl-, NO3-, dan SO42- pada air sumur T1, T3, dan T4 telah melebihi Standar Baku Mutu yang berlaku di Indonesia sehingga air tidak dapat dikonsumsi namun dapat digunakan untuk keperluan mandi, mencuci, dan keperluan lainnya. Air sumur T2 masih dapat dikonsumsi dan digunakan untuk memasak karena kadar anion F-, Cl-, NO3-, dan SO42- masih berada di bawah standar baku mutu.. Kata Kunci :        Kromatografi Ion, Anion, Kualitas air sumur, Sidangoli Gam Abstract This study aims to determine both of anions levels F-, Cl-, NO3-, and SO42- use ion chromatography to determine the quality of well water in Sidangoli Gam Village. Water quality can be evaluated through the parameters of the anions contained in the water. The anion content in water must comply with the quality standards stipulated by Permenkes No. 492/Menkes/Per/IV/2010 and Permenkes No. 32 of 2017. An Analysis was conducted to determine the levels of anions F-, Cl-, NO3-, and SO42- so that the quality of well water in Sidangoli Gam village was known. The data collection technique was carried out experimentally using ion chromatography to determine the levels of anions F-, Cl-, NO3-, and SO42-. The results showed that the levels of several anions F-, Cl-, NO3-, and SO42-  in well water T1, T3, and T4 had exceeded the applicable Quality Standards in Indonesia so that water could not be consumed but could be used for bathing, washing, and other purposes. Well water from T2 can still be consumed and used for cooking because the levels of anions F-,   Cl-, NO3-, and SO42- are still below quality standards.Keywords:Ion chromatography, anions, well water quality, Sidangoli Gam  
Kajian Rumah Sehat Di Ternate Muhammad Tayeb Mustamin; Sayyid Quraisy
Jurnal Pengabdian Khairun Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpk.v2i1.6857

Abstract

WHO dalam laporannya mengenai Kesehatan dan lingkungan mendefenisikan rumah adalah struktur fisik atau bangunan untuk tempat berlindung, dimana lingkungan berguna untuk kesehatan jasmani dan rohani serta keadaan sosialnya baik demi kesehatan keluarga dan individu. Rata – rata mata pencaharian masyarakat adalah pecaharian lepas harian. Selain itu, masyarakat juga berprofesi sebagai pedagang, pegawai negeri, buruh, dsb. Masyarakat di Ternate merupakan masyarakat yang mempunyai keinginan tinggi untuk memajukan kelurahannya, hal ini dapat dibuktikan pada kemauan warga dalam berkerja sama dan bergotong – royong untuk pembangunan sarana dan prasarana public.Kehidupan masyarakat di beberapa kelurahan yang masih sangat sederhana berpengaruh juga dalam kesadaran masyarakatnya mengenai kesehatan lingkungan terutama dalam pengelolaan rumah warga oleh warga sendiri. Banyaknya sampah dan kurangnya kesadaran masyarakatnya untuk membuang sampah pada tempatnya sehingga menyebabkan tidak bersihnya lingkungan rumah.
Pengukuran Anion Anorganik Secara Simultan dalam Sampel Air Tanah dan Air Ledeng Menggunakan Kromatografi Ion Amin, Muhammad; Oktavia, Budhi
Periodic Vol 12, No 3 (2023): PERIODIC
Publisher : Departemen Kimia FMIPA UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/periodic.v12i3.126222

Abstract

Ion chromatography is an advanced and highly sensitive form of ion exchange chromatography that can effectively detect ion species, whether organic or inorganic ions. This research study utilized ion chromatography with a suppressed conductivity detection system to separate and measure the concentration of fluoride, chloride, nitrite, bromide, nitrate, phosphate, and sulfate ions in groundwater and tap water samples. The eluent solution used in this separation contained 6.0 mmol/L Na2CO3 and 0.25 mmol/L NaHCO3, which was crucial in ensuring the accuracy and selectivity of the detections. The samples were collected in 3 sub-districts in Ternate City, and the study's findings shed light on the water quality in the area.
Suppressed Ion Chromatographic Analysis of Anionic Macroelements in Nutmeg (Myristica fragrans) Diversity Specific to North Maluku Muhammad Amin; Deasy Liestianty; Abu Rahmat Ibrahim; Nahdiah Amin; Budhi Oktavia
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 20, No 1 (2024): March
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.20.1.80543.151-161

Abstract

This study proposed an ion chromatography method for analyzing anionic macroelements (fluoride, chloride, nitrite, bromide, nitrate, sulfate, and phosphate), and applied it to nutmeg (Myristica fragrans) diversity to explore the potential of nutmeg as an electrolyte. The analysis method was based on a suppressed conductivity system that simultaneously analyzed the anionic macroelements on Metrohm Supp A 250/4.0 column using 8.0 mM sodium carbonate (Na2CO3) and 0.25 mM sodium bicarbonate (NaHCO3) as a mixture eluent. Excellent peak resolution and completed separation were achieved within 18 min when the flow rate of the detector was 0.8 mL/min. The peak height with calibration curves at 2.5 ‒ 30.0 mg/L concentration ranges was obtained for all anionic macroelements. All collected nutmeg samples were specific to North Maluku. Based on the standard samples used, the analysis results revealed that only four anionic macroelements (chloride, nitrate, sulfate, and phosphate) were found in the nutmeg samples, and the concentration of each anion (e.g., chloride ion, and so) was different for each type of nutmeg. The highest total of anionic macroelements concentration was found in the Myristica succedanea (1605.05 mg/kg) nutmeg sample, while Myristica specioga had the lowest (661.76 mg/kg). The method was validated regarding the detection limit (LOD) and reproducibility.