Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR PERILAKU PADA STASIUN KERETA API ANTAR KOTA Studi Kasus Stasiun Bandung, Stasiun Gambir, dan Stasiun Pasar Senen Shabika Amany Putri; Finta Lissimia
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 4, No 2 (2020): Purwarupa Vol 4 No 2 September 2020
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Kereta Api merupakan moda transportasi darat berbasis jalan rel. Penggunanya memiliki karakteristik yang berbeda-beda dari berbagai lapisan daerah di Indonesia dan dengan perilaku-perilaku yang berbeda pula. Pada bangunan Stasiun hubungan antar pengguna dan bangunan harus terjalin dengan baik. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif untuk menghasilkan gambaran lengkap baik dalam bentuk verbal atau numerikal, menyajikan informasi dasar akan suatu hubungan, dan menciptakan seperangkat kategori. Penelitian ini mengeksplorasi dan mengklarifikasi mengenai suatu fenomena atau keadaan lapangan, dengan jalan mendeskripsikan fenomena untuk menghasilkan gambaran Arsitektur Perilaku pada Stasiun Antar Kota Pasar Senen, Gambir, dan Bandung. Setelah melakukan analisis menggunakan faktor-faktor dalam arsitektur perilaku terhadap stasiun kereta api. Desain pada bangunan stasiun yang dibuat pasti berbeda pada studi kasus yang dibahas. Pada bangunan Stasiun Bandung sirkulasi di dalam bangunan dibuat dengan baik, hanya saja luas dari sirkulasi yang ada kurang memadai, dilihat dari aktivitas stasiun yang padat. Karena hal tersebut membuat pengguna Stasiun Bandung sadar akan keadaan tersebut dan memilih untuk menyesuaikan diri terhadap fasilitas yang disediakan. Berbeda dengan Stasiun Bandung, Stasiun Gambir dan Pasar senen justru sebaliknya. Pada Stasiun Gambir dan Pasar senen fasilitas di stasiun lebih menyesuaikan pada pengguna. Seperti di Stasiun Gambir, pengelola akan melakukan perubahan kebijakan berupa penggunaan pintu utara dan selatan. Karena awalnya pintu selatan hanya digunakan untuk kereta kelas bisnis dan eksekutif dan pintu utara untuk kereta ekonomi. Namun kini kedua pintu dapat diakses untuk kedua jenis kelas. Sedangkan di Stasiun Pasar Senen yang menjadi yang selalu dipadati penumpang terutama saat menjelang idul fitri. Stasiun Pasar Senen baru-baru ini meluaskan ruang tunggu pada area cek tiket dan beberapa renovasi untuk melebarkan ruang loket, serta ruang cetak tiket. Ini menunjukan adanya penyesuaian desain bangunan terhadap perilaku pengguna. Kata Kunci: arsitektur, perilaku, stasiun, kereta api ABSTRACT. After conducting an analysis using factors in the behavioural architecture of the train station. The design of the station building made must be different in the case studies discussed. In the Bandung Station building, the circulation inside the building is well made, it's just that the area of the existing circulation is inadequate, seen from the dense activity of the station. Because this makes Bandung Station users aware of the situation and chooses to adjust to the facilities provided. In contrast to Bandung Station, Gambir Station and Pasar Senen are the opposite. At Gambir Station and Pasar Senen, the facilities at the station are more suitable for the user. Like at Gambir Station, the manager will make policy changes in the form of using the north and south gates. Because initially the south door was only used for business and executive class trains and the north door for economy trains. But now both doors are accessible for both class types. Meanwhile, at Pasar Senen Station, which is always packed with passengers, especially just before Eid. Pasar Senen Station has recently expanded the waiting room at the ticket check area and made several renovations to expand the counter rooms, as well as the ticket printing room. This shows that there are building design adjustments to user behaviour. Keywords: journal, architecture, behaviour, stations, trains 
PENERAPAN KONSEP RAMAH ANAK PADA RUMAH SUSUN SEDERHANA Reza Adji Rinaldi; Lily Mauliani; Finta Lissimia
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 1, No 1 (2017): Purwarupa Vol 1 No 1 Maret 2017
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.167 KB)

Abstract

ABSTRAK. Kebutuhan akan tempat tinggal, terbatasnya lahan, serta tingginya harga jual di Jakarta berdampak pada pemanfaatan lahan kecil sebagai tempat tinggal yang menciptakan kawasan kumuh dan tidak tertata. Lingkungan yang kumuh akan berdampak buruk bagi tumbuh kembang seorang anak. Anak-anak dalam taraf tumbuh kembang memerlukan tempat tinggal dengan sarana dan fasilitas layak dari segi keamanan, kenyamanan, kesehatan. Solusinya adalah menciptakan hunian yang nyaman dan aman bagi anak-anak dengan membuat hunian vertikal (rumah susun) berkonsep ramah anak dengan ruang terbuka hijau untuk sarana bermain dan olah raga. Konsep ramah anak meliputi aspek dalam dan luar bangunan. Kata Kunci: rumah susun, konsep ramah anak, Jakarta ABSTRACT. The needs for dwelling, limitation of land, and high price in Jakarta impact on limited land use and create slums and disorganized settlement. Slums affect children growth poorly. Children who still in early stages of growth need a proper place for living with facilities and infrastructures that provides security, comfort, and health. The solution is making comfortable and secure residence for children by creating vertical housing with children friendly concept and green space for playing and sport. The concept of child-friendly which applied in vertical housing including the indoor and outdoor building’s aspects. Children friendly concept includes inside and outside building. Keywords: vertical housing, children-friendly concept, Jakarta.
KAJIAN PENERAPAN ARSITEKTUR PERILAKU PADA BANGUNAN PASAR IKAN DI MUARA BARU Rivan Bryan Tirta; Finta Lissimia
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 4, No 2 (2020): Purwarupa Vol 4 No 2 September 2020
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui fator-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan ruang oleh pedagang dan pembeli yang meliputi atribut perilaku Sosialitas (sociality), Adaptabilitas (Adaptability), Aktivitas (activity), Aksesibilitas (accessibility), Kontrol (Teritorialitas). Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data para pedagang dan pembeli pasar. Terdapat tiga langkah dalam penelitian ini. Penelitian ini berkonsentrasi pada aktivitas antara pedagang dan pembeli yang terjadi diantara bangunan inti dengan luar bangunan, aktivitas terbanyak terjadi pada saat jual beli dan drop barang yang bertepatan pada area luar bangunan inti, tempat ini didominasi oleh para pedagang dan pembeli luar daerah tersebut yang mempengaruhi Atribut Perilaku. Aspek sosialitas pada Pasar Ikan Muara Baru menentukan kenyamanan pengguna pasar. Aspek adaptabilitas pada Pasar Muara Baru dinilai dari empat adaptabilitas karir  yaitu kepedulian karir, pengendalian karir, keingintahuan karir, dan keyakinan karir. Pasar Muara Baru memerlukan  fasilitas penunjang sirkulasi dalam bangunan yang akan memenuhi dua faktor yang belum terpenuhi yaitu: kemudahan, keselamatan dan kegunaan. Sarana dan prasarana yang tersedia meliputi listrik, air bersih, sanitasi air hujan dan limbah, drainage, pengelolaan sampah, pengelolaan barang pedagang, jaringan telepon, dan ruang gudang. Tingkat teritorialitas menunjukkan empat tingakatan transaksi jual beli. Kata Kunci: Pasar Ikan, Arsitektur Perilaku, Atribut Perilaku, Pasar Ikan Muara Baru ABSTRACT. The purpose of this study was to determine the factors that influence Fator utilization of space by merchants and buyers that include behavioral attributes of socialit), adaptability, activity, accessibility, kontrol (territoriality).The research approach is descriptive qualitative with data sources of market traders and buyers. There are three steps in this research. This study concentrates on the activities between traders and buyers that occur between the core building and the outside of the building, the most activity occurs at the time of buying and selling and dropping of goods which coincide in the area outside the core building, this place is dominated by traders and buyers outside the area which affect the behavior attributes. Sociality aspects in Muara Baru Fish Market determines the user's convenience market. The adaptability aspect of the Muara Baru Market is assessed from four career adaptabilities, namely career awareness, career control, career curiosity, and career confidence. Muara Baru Market requires circulation support facilities in buildings that will fulfill two unfulfilled factors, namely: convenience, safety and usability. The facilities and infrastructure available include electricity, clean water, sanitation for rainwater and waste, drainage, waste management, management of merchant goods, telephone networks and warehouse space. The territorial level shows the four levels of buying and selling transactions. Keywords: Fish market, behavioral architecture, behavioral attributes, Muara Baru Fish Market
PERPUSTAKAAN PUSAT UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA DI CIREUNDEU DENGAN PENDEKATAN ANALOGI Agam Didik Ramadhan; Ari Widyati Purwantiasning; Finta Lissimia
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 3, No 3 (2019): Purwarupa Vol 3 No 3 Special Edition#2 Juli 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2784.209 KB)

Abstract

ABSTRAK. Perpustakaan Pusat Universitas Muhammadiyah Jakarta merupakan sebuah sarana yang disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan koleksi buku. Perpustakaan Pusat Universitas Muhammadiyah Jakarta berfungsi untuk mewadahi berbagai kegiatan yang berhubungan dengan membaca dan mengakses data yang diperlukan oleh mahasiswa dan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jakarta. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk mewujudkan suatu Perpustakaan Pusat Universitas Muhammadiyah Jakarta dengan pendekatan analogi yang membuka wawasan terhadap perencanaan dan perancangan perpustakaan di Indonesia. Rumusan permasalahan perancangan pencarian pengetahuan, bagaimana Perpustakaan dapat menjadi menjadi landmark di lingkungan Universitas Muhammadiyah Jakarta, bagaimana menerapkan pendekatan analogi dalam desain Perpustakaan Pusat Universitas Muhammadiyah Jakarta. Metode yang digunakan dalam laporan ini menggunakan metode pengumpulan data, analisa, dan penusunan konsep. Dengan hal tersebut, maka Perpustakaan Pusat Universitas Muhammadiyah Jakarta ini nantinya diharapkan menjadi Pepustakaan yang dapat mewadahi kebutuhan ruang dan menjadi landmark sehingga meningkatkan minat baca akademisi Universitas Muhammadiyah Jakarta di Cirendeu.Kata Kunci : Perpustakaan, Pusat, Universitas, Muhammadiyah, JakartaABSTRACT. Central Library of Univrsitas Muhammadiyah Jakarta is a means provided for the maintenance and use of book collections. Central Library of Univrsitas Muhammadiyah Jakarta Jakarta serves to accommodate various activities related to reading and accessing data required by all student of Univrsitas Muhammadiyah Jakarta. The purpose of this project is to plan a Central Library of Univrsitas Muhammadiyah Jakarta with an analogical approach as an insight into the knowledge of library planning in Indonesia. The formulation of the problem is knowledge research, how the Library can become a landmark in the Univrsitas Muhammadiyah Jakarta how to apply the analogical approach in the design of Central Library of Univrsitas Muhammadiyah Jakarta. The methods in this report archived by data collection, analysis, and conceptualization methods. With that, the Central Library of Univrsitas Muhammadiyah Jakarta is later expected to become a library that can accommodate the needs of space and become a landmark that increases academic reading interest in reading academics Univrsitas Muhammadiyah Jakarta, Cirendeu.Keywords : Library, Central, University, Muhammadiyah, Jakarta
Perubahan Tata Ruang dan Fungsi Kampung Akuarium, Jakarta Ashadi Ashadi; Ratna Dewi Nur'aini; Finta Lissimia; Anisa Anisa; Suriani Ngah Abdul Wahab
Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 20, No 1 (2022): Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/arst.v20i1.55928

Abstract

Kampung Akuarium is one of the historical places in the coastal area of North Jakarta. At the beginning, the area of Kampung Akuarium was dominated by swamps, so houses were built using stilt house construction. The development into a dense settlement which was then carried out evictions in the area and now it has become a residential area with the establishment of flats whose plans consist of 5 blocks. The purpose of this study is to explore in depth the changes that occur (especially regarding the function and spatial structure of the building and the surrounding environment) in Kampung Susun Akuarium. This study uses a qualitative descriptive method with historical and architectural approaches to analyze problems in depth by exploring social and architectural phenomena. from time to time through detailed and in-depth data collection sourced from observations, interviews, documents and object description reports. Changes that occurred in the Kampung Susun Akuarium Jakarta before and after the eviction were found in land function, type of building, spatial planning, building construction, house function, home ownership status, socio-economic conditions, and behavior.
Kajian Konsep Arsitektur Bioklimatik Pada Masjid Al Warqa'a, Dubai, Uni Emirat Arab Ahmad Faisal; Finta Lissimia
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol 2 No 2 (2021): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v2i2.6201

Abstract

The mosque is an important public facility for the Muslim community with a function as a place of worship. The comfort of the mosque can affect humility in the process of worship. The bioclimatic architectural approach is a solution that maximizes the benefits of existing conditions through the application of bioclimatic architecture to mosque buildings, and to find out which mosque buildings have a direct influence on aspects of bioclimatic architecture. The purpose of this study is to find out how the application of bioclimatic architecture affects the shape of the Al-Warqa'a mosque. This research method uses descriptive qualitative methods to determine the application of bioclimatic architectural concepts to mosque buildings so that in bioclimatic principles through the layout and shape of the building, the direction and condition of window shading, orientation and color on the walls, building ventilation, material selection. and site landscaping. This study uses secondary data collection methods with variables such as indoor temperature, air flow, and sunlight. Secondary data is a method for surveying data by collecting data from books, journals, archives, and literature from previous research related to the principles of bioclimatic architecture. The results obtained are from 9 bioclimatic principles, there are 2 principles that are not applied to the Al-Warqa'a mosque building, namely terraces and balconies. However, other principles can be applied using adjustments to each of these principles.
Perspective of Virtual Exhibition during the COVID-19 pandemic Finta Lissimia; Lutfi Prayogi
International Journal of Built Environment and Scientific Research Vol 6, No 1 (2022): International Journal of Built Environment and Scientific Research
Publisher : Department of Architecture Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijbesr.6.1.45-54

Abstract

Virtual exhibitions are growing driven by physical restrictions during the COVID-19 pandemic. The exhibition of works that were previously more physical in nature, can be visited physically is slowly turning into an exhibition that is visited virtually. This change is uncomfortable for the community. For this reason, a study is needed on the impact of virtual exhibition visits on the community during the COVID-19 restrictions. This study aims to answer these problems and at the same time evaluate the progress of virtual exhibitions in the early days of the pandemic. Collecting data using an online questionnaire on 49 architecture students. The results of the questionnaire were analyzed using distribution and content analysis for open-ended questions. Exhibition content is the main focus. in a virtual exhibition. Other aspects to consider are virtual quality, exhibition perception, and execution. Restrictions cause boredom and stress. Virtual exhibitions can help overcome these feelings. Virtual exhibitions are not a substitute for physical exhibitions because people do not feel the need to refrain from visiting virtual exhibitions. Professionals feel motivated to visit any exhibition whether physical or virtual. So virtual exhibitions function like physical exhibitions, the only difference is the impression and experience that visitors get
PERENCANAAN RUANG PUBLIK TERPADU DI SAWANGAN, DEPOK, JAWA BARAT Anisa Anisa; Ashadi Ashadi; Ari Widyati Purwantiasning; Finta Lissimia; Taufik Hidayat
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik (JPMT)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jpmt.2.1.35-38

Abstract

Perencanaan ruang publik terpadu di Sawangan Depok merupakan program pengabdian masyarakat prodi Arsitektur yang bertujuan untuk memberi ruang bermain dan bersosialisasi yang aman dan edukatif bagi warga. Permasalahan yang ditemui adalah dalam lingkup 1 RT belum terdapat ruang yang dapat digunakan untuk bermain anak-anak secara aman. Metode yang dilakukan adalah observasi lapangan ke lokasi untuk mengetahui kondisi eksisting yang dilengkapi dengan wawancara ke pengurus RT. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah perencanaan ruang publik terpadu pada lokasi dan desain yang sudah dibicarakan antara tim pengmas dengan warga. Perencanaan ini kemudian menjadi bagian proposal pengajuan ruang publik terpadu untuk direalisasikan.
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR PERILAKU PADA BANGUNAN WISATA AIR (STUDI KASUS: OCEAN PARK BSD annisa intan ramadiani; Finta Lissimia
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 7, No 1 (2023): Purwarupa Vol 7 No 1 Maret 2023
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.7.1.63-72

Abstract

ABSTRAK. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui komponen-komponen arsitektur perilaku pada wisata air pada Ocean Park BSD, dengan memperhatikan pengaruh komponen setting ruang berupa warna, bentuk dan ukuran ruang pada perilaku yang dihasilkan oleh kelompok pengguna pengunjung dan karyawan.  Jenis penelitian  ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskritif dengan sumber data yang didapatkan berupa data sekunder maupun primer. Hasil dari analisis ketiga studi kasus pada warna kebanyakan menggunakan warna cerah pada wahana kolam maupun wahana permainan, seperti menggunakan warna merah dengan kesan berani, warna kuning dengan kesan riang, warna orange dengan memberikan kesan semangat dan juga warna biru yang memberikan kesan tenang. Warna-warna tersebut dapat mempengaruhi perilaku pengunjung dan karyawan dengan berperilaku lebih aktif pada wisata air ini. Untuk bentuk dan ukuran pada ketiga studi kasus kebanyakan pada bentuk menggunakan area yang terbuka, serta perbedaan ukuran pada ketinggian maupun kedalaman yang berbeda-beda, sehingga pada perilaku yang dihasilkan pengunjung dan karyawan juga berbeda-beda sesuai dengan ukuran yang ada. Hal yang sudah dijelaskan diawal menunjukan bahwa adanya penyesuaian desain wahana air waterpark ini terhadap perilaku pengguna.Kata Kunci: arsitektur perilaku, bentuk, ukuran, warna, wisata air ABSTRACT. The purpose of this study is to determine the behavioral architectural components of water tourism from three case studies, taking into account the influence of spatial components in the form of color, shape and size of space on the behavior produced by groups of visitors and employees. This type of research uses qualitative methods with a descriptive approach with secondary and primary data sources. The results of the analysis of the three case studies on color mostly use bright colors on pool rides and rides for games, such as using red with a bold impression, yellow with a cheerful impression, orange with a spirited impression and also blue with a calm impression. These colors can affect the behavior of visitors and employees by behaving more actively in this water tour. For the shape and size of the three case studies, most of the forms use open areas, as well as differences in size at different heights and depths, so that the resulting behavior of visitors and employees also varies according to existing sizes. The things that have been explained earlier show that there is an adjustment in the design of this waterpark water vehicle to user behavior.Keywords: behavior architecture, shape, size, color, water tourism
KAJIAN ARSITEKTUR SIMBIOSIS PADA BANGUNAN SOUTH LOS ANGELES ANIMAL CARE CENTER DI CALIFORNIA Annisa Shafa' Kamila; Finta Lissimia
Agora : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Vol. 20 No. 1 (2022): TEMATIK PERANCANGAN ARSITEKTUR DAN PRINSIP PENGEMBANGAN RUANG PUBLIK
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.743 KB) | DOI: 10.25105/agora.v20i1.12858

Abstract

Dalam kehidupan, kita sering bertemu hewan-hewan yang berada disekitar kita, seperti anjing, kucing, burung, serta hewan peliharaan lainnya di tempat seperti pasar, pinggir jalan, tempat jual beli hewan peliharaan. Memelihara hewan peliharaan juga termasuk kegiatan dan aktivitas yang disukai sebagian besar manusia atau disebut dengan hobi. Berbagai macam hal yang kita dapatkan dari memelihara hewan yaitu dapat menghilangkan stres, penat, dan perasaan bahagia. Namun banyak dari hewan peliharaan tidak dapat dipelihara di rumah seperti kucing dan anjing pembohong sehingga mereka tidak terurus sehingga dapat membawa rabies atau penyakit lainnya. Tujuan penelitian mendeskripsikan penerapan arsitektur simbiosis pada bangunan pusat pelayanan hewan peliharaan.