Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Understanding Changes in Architectural Form-Function-Meaning Relations: in the Case of Kampong Aquarium, Jakarta, Indonesia. Ashadi Ashadi; Ratna Dewi Nur'aini; Anisa Anisa; Finta Lissimia; Suriani Ngah Abdul Wahab
International Journal of Built Environment and Scientific Research Vol 8, No 1 (2024): International Journal of Built Environment and Scientific Research
Publisher : Department of Architecture Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijbesr.8.1.81-92

Abstract

The history of architectural theory can be seen as a debate between those who place more emphasis on form than function. or vice versa. It is around these themes that the differences between the architects of the late 19th century and the Modernists are best understood. Then came the architects of the postmodern period, in about the last quarter of the 20th century, who added aspects of meaning and considered them important in architecture. This paper aims to understand the form-function-meaning relation in architecture in the case of Kampong Aquarium, Jakarta, Indonesia, with an architectural qualitative descriptive method. The results of the study show that there has been a significant change in the form-function-meaning of Kampong Aquarium, especially since the evictions in 2016. Because the phenomenon of Architectural Change (form-function-meaning relationship) Kampong Aquarium is relatively new, there has not been much research on it. So that this research is expected to open up opportunities for further research with the same theme.
KAJIAN ARSITEKTUR SIMBIOSIS PADA BANGUNAN SOUTH LOS ANGELES ANIMAL CARE CENTER DI CALIFORNIA Annisa Shafa' Kamila; Finta Lissimia
Agora : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Vol. 20 No. 1 (2022): TEMATIK PERANCANGAN ARSITEKTUR DAN PRINSIP PENGEMBANGAN RUANG PUBLIK
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/agora.v20i1.12858

Abstract

Bangunan pusat pelayanan hewan peliharaan merupakan suatu tempat yang menyediakan berbagai macam yang berkaitan dengan hewan peliharaan mulai dari perlengkapan, kebutuhan, perawatan, serta pelatihan yang ada dalam satu bangunan. Simbiosis adalah hubungan saling membutuhkan (kurokawa, intelcultural architecture). Simbiosis merupakan tatanan dunia baru yang harus benar-benar digunakan untuk memberikan gambaran hubungan antara dua elemen dasar yang sangat berbeda. Penerapan pendekatan arsitektur simbiosis pada bangunan South Los Angeles Animal Care Center di California yang memiliki kaitan antara manusia dan hewan peliharaan yang saling membutuhkan dan saling memberi yang kemudian akan memberi manfaat dan keuntungan antar satu sama lain. Prinsip-prinsip yang dianalisa yang dikemukakan oleh Kurokawa yaitu; simbiosis antara manusia dan alam, simbiosis antara ilmu pengetahuan (teknologi) dan seni (manusia), simbiosis antara publik dan privat,  simbiosis antara masa lalu dan masa sekarang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang ditunjukkan untuk mendeskripsikan, fenomena-fenomena yang ada, baik alami maupun buatan manusia. Kajian penelitian ini bertujuan yaitu memahami apa dan bagaiamana prinsip diterapkan pada bangunan South Los Angeles Animal Care Center di California dan dapat dijadikan bahan acuan dalam mendesain dengan konsep arsitektur simbiosis bagi praktisi, perancang dan masyarakat.