Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Understanding Changes in Architectural Form-Function-Meaning Relations: in the Case of Kampong Aquarium, Jakarta, Indonesia. Ashadi Ashadi; Ratna Dewi Nur'aini; Anisa Anisa; Finta Lissimia; Suriani Ngah Abdul Wahab
International Journal of Built Environment and Scientific Research Vol 8, No 1 (2024): International Journal of Built Environment and Scientific Research
Publisher : Department of Architecture Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijbesr.8.1.81-92

Abstract

The history of architectural theory can be seen as a debate between those who place more emphasis on form than function. or vice versa. It is around these themes that the differences between the architects of the late 19th century and the Modernists are best understood. Then came the architects of the postmodern period, in about the last quarter of the 20th century, who added aspects of meaning and considered them important in architecture. This paper aims to understand the form-function-meaning relation in architecture in the case of Kampong Aquarium, Jakarta, Indonesia, with an architectural qualitative descriptive method. The results of the study show that there has been a significant change in the form-function-meaning of Kampong Aquarium, especially since the evictions in 2016. Because the phenomenon of Architectural Change (form-function-meaning relationship) Kampong Aquarium is relatively new, there has not been much research on it. So that this research is expected to open up opportunities for further research with the same theme.
KAJIAN ARSITEKTUR SIMBIOSIS PADA BANGUNAN SOUTH LOS ANGELES ANIMAL CARE CENTER DI CALIFORNIA Annisa Shafa' Kamila; Finta Lissimia
Agora : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Vol. 20 No. 1 (2022): TEMATIK PERANCANGAN ARSITEKTUR DAN PRINSIP PENGEMBANGAN RUANG PUBLIK
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/agora.v20i1.12858

Abstract

Bangunan pusat pelayanan hewan peliharaan merupakan suatu tempat yang menyediakan berbagai macam yang berkaitan dengan hewan peliharaan mulai dari perlengkapan, kebutuhan, perawatan, serta pelatihan yang ada dalam satu bangunan. Simbiosis adalah hubungan saling membutuhkan (kurokawa, intelcultural architecture). Simbiosis merupakan tatanan dunia baru yang harus benar-benar digunakan untuk memberikan gambaran hubungan antara dua elemen dasar yang sangat berbeda. Penerapan pendekatan arsitektur simbiosis pada bangunan South Los Angeles Animal Care Center di California yang memiliki kaitan antara manusia dan hewan peliharaan yang saling membutuhkan dan saling memberi yang kemudian akan memberi manfaat dan keuntungan antar satu sama lain. Prinsip-prinsip yang dianalisa yang dikemukakan oleh Kurokawa yaitu; simbiosis antara manusia dan alam, simbiosis antara ilmu pengetahuan (teknologi) dan seni (manusia), simbiosis antara publik dan privat,  simbiosis antara masa lalu dan masa sekarang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang ditunjukkan untuk mendeskripsikan, fenomena-fenomena yang ada, baik alami maupun buatan manusia. Kajian penelitian ini bertujuan yaitu memahami apa dan bagaiamana prinsip diterapkan pada bangunan South Los Angeles Animal Care Center di California dan dapat dijadikan bahan acuan dalam mendesain dengan konsep arsitektur simbiosis bagi praktisi, perancang dan masyarakat.
Perubahan Tata Ruang dan Fungsi Kampung Akuarium, Jakarta Ashadi Ashadi; Ratna Dewi Nur'aini; Finta Lissimia; Anisa Anisa; Suriani Ngah Abdul Wahab
Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 20, No 1 (2022): Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/arst.v20i1.55928

Abstract

Kampung Akuarium is one of the historical places in the coastal area of North Jakarta. At the beginning, the area of Kampung Akuarium was dominated by swamps, so houses were built using stilt house construction. The development into a dense settlement which was then carried out evictions in the area and now it has become a residential area with the establishment of flats whose plans consist of 5 blocks. The purpose of this study is to explore in depth the changes that occur (especially regarding the function and spatial structure of the building and the surrounding environment) in Kampung Susun Akuarium. This study uses a qualitative descriptive method with historical and architectural approaches to analyze problems in depth by exploring social and architectural phenomena. from time to time through detailed and in-depth data collection sourced from observations, interviews, documents and object description reports. Changes that occurred in the Kampung Susun Akuarium Jakarta before and after the eviction were found in land function, type of building, spatial planning, building construction, house function, home ownership status, socio-economic conditions, and behavior.
Semiotics of Demak Mosque: Hidden Economic Aspects in The Javanese Muslim Tradition Ashadi; Ratna Dewi Nur'aini; Anisa; Finta Lissimia; Lilawati Ab Wahab
International Journal of Built Environment and Scientific Research Vol. 9 No. 2 (2025): International Journal of Built Environment and Scientific Research
Publisher : Department of Architecture Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demak Mosque could be considered as a sign. This historic mosque seemed to be shrouded in myth which was the result of the signification process; it was increasingly flourishing in the Javanese Islamic society. This study aimed to dismantle the myth of the Demak Mosque, by using a semiotic approach, with the methods of denotation and connotation. The results of this study showed that the truth of myths was not important, but rather benefit was important. The Myth of the Demak Mosque had provided benefits in the form of economic prosperity, both for the managers of the mosque itself and for the wider community in Demak and its surroundings.
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR BIOKLIMATIK PADA MASJID DARUL ULUM PAMULANG Ahmad Faisal; Finta Lissimia
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 6 No. 2 (2022): Purwarupa Vol 6 No 2 September 2022
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.6.2.45-52

Abstract

Masjid adalah tempat peribadatan bagi umat islam, merupakan tempat suci dimana umat islam melaksanakan kewajiban sholat berjamaah, dzikir, I’tikaf dan lain sebagainya yang bertujuan untuk mendekatkan diri Kepada Sang Pencipta. masjid yang kurang nyaman membuat proses ibadah di dalamnya menjadi tidak terlalu khusyu. Pendekatan arsitektur bioklimatik adalah solusi yang memanfaatkan sumber daya alam eksisting Dengan mengetahui apa saja penerapan arsitektur bioklimatik pada bangunan masjid, dan Mengetahui aspek-aspek pada bangunan masjid yang terpengaruh langsung pada arsitektur bioklimatik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif, yaitu untuk mengetahui penerapan konsep arsitektur bioklimatik. Sehingga dalam prinsip bioklimatik yaitu core, orientasi, penempatan jendela, balkon, ruang transisi, desain dinding, lanskap, desain pasif dan penyekatan panas pada lantai dapat diaplikasikan dengan secara baik. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pengumpulan data sekunder. Data sekunder adalah metode survei data dengan mengumpulkan data yang diambil dari buku, catatan, arsip, dan literatur dari penelitian sebelumnya. Dengan Hasil dari bioklimatik yaitu core, orientasi, penempatan jendela, balkon, ruang transisi, desain dinding, lanskap, desain pasif dan penyekatan panas pada lantai.
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR MODERN TROPIS PADA BANGUNAN RESORT STUDI KASUS : BHOTANICA KHAO YAI, THAILAND ramasasti gustianingrum; Finta Lissimia
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 6 No. 2 (2022): Purwarupa Vol 6 No 2 September 2022
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.6.2.73-78

Abstract

Peningkatan suatu kegiatan masyarakat dalam berbagai bidang adalah salah satu ciri dari perkembangan sebuah kota besar. Pada era globalisasi saat ini, smartphone merupakan aktivitas hiburan sesaat yang dilakukan oleh kebanyakan orang dalam waktu senggang. Namun, hal itu tidak dapat memenuhi kebutuhan hiburannya, sehingga kebanyakan orang mencari suasana baru untuk mengatasi kejenuhannya yang dapat menunjang kenyaman dan fasilitas yang dapat mewadahi aktivitas hiburan. Solusinya adalah dengan menciptakan sebuah tempat tinggal sementara yang setidaknya di dalamnya terdapat lima jenis pelayanan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang prinsip dari desain arsitektur modern tropis melalui parameter-parameter konsep desain arsitektur modern tropis pada bangunan resort. Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penerapan konsep arsitektur modern tropis melibatkan bentuk bangunan, fasad bangunan, dan material bangunannya yang memiliki keterkaitan antara desain bangunan terhadap iklim. 
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR PERILAKU PADA BANGUNAN PERKANTORAN DI KAWASAN INDUSTRI, STUDI KASUS : KANTOR PUSAT PT. KAWASAN BERIKAT NUSANTARA Satrio Aji Nugroho Prasetyo; Finta Lissimia
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 7 No. 2 (2023): Purwarupa Vol 7 No 2 September 2023
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.7.2.63-68

Abstract

ABSTRAK. Arsitektur perilaku merupakan sebuah konsep arsitektur yang memperhatikan perilaku pada setiap proses perancangannya. Bangunan perkantoran merupakan sebuah bangunan yang menjalani fungsi administrasi dan manajemen. Kawasan industri merupakan sebuah kawasan yang terletak di zona perindustrian selain bangunan industri terdapat juga bangunan perkantoran. Bangunan perkantoran di kawasan industri memiliki ciri khas perilaku tersendiri. Bangunan perkantoran yang ada tidak jarang tidak memperhatikan perilaku penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta mendeskripsikan penerapan arsitektur perilaku pada bangunan perkantoran di kawasan industri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif data yang ada baik primer maupun sekunder yang didapat melalui observasi maupun literatur di analisis dengan cara di deskripsikan kemudian diverifikasi dan ditarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini berupa elemen prinsip arsitektur perilaku yang diterapkan pada bangunan perkantoran di kawasan industri. Sirkulasi yang ada pada bangunan perkantoran di kawasan industri dapat mengakomodasi manusia dengan memiliki jalur yang lebar selebar bahu manusia. Warna yang digunakan dapat memberikan semangat serta ketenangan. Kebisingan yang ada memiliki kebisingan yang rendah untuk fokus karyawan serta pada pencahayaan terdapat bukaan cahaya alami yang dapat meningkatkan produktifitas pengguna.Kata Kunci: arsitektur perilaku, bangunan perkantoran, kawasan industriABSTRACT. Behavioral architecture is an architectural concept that pays attention to behavior in each design process. An office building is a building that performs administrative and management functions. Industrial area is an area located in an industrial zone besides industrial buildings there are also office buildings. Office buildings in industrial areas have their own characteristics of behavior. Existing office buildings often do not pay attention to the behavior of their users. This study aims to determine and describe the application of behavioral architecture in office buildings in industrial areas. This study used a descriptive-qualitative method. The existing data, both primary and secondary, obtained through observation and literature, were analyzed by means of descriptions, then verified and conclusions drawn. The results of this study are the principle elements of behavioral architecture applied to office buildings in industrial areas. The existing circulation in office buildings in industrial areas can accommodate humans by having wide lanes as wide as human shoulders. The colors used can give enthusiasm and serenity. The existing noise has low noise for employee focus and in the lighting there are natural light openings which can increase user productivity.Keywords: behavioral architecture, office building, industrial area
Kajian Konsep Arsitektur Perilaku pada Bangunan Fasilitas Penyandang Berkebutuhan Khusus Studi Kasus: SLB Negeri 2 Jakarta Rizka Khairunnisa; Finta Lissimia
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 8 No. 1 (2024): Purwarupa Vol 8 No 1 Maret 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.1.1-10

Abstract

 ABSTRAK. Arsitektur perilaku adalah arsitektur yang membahas tentang hubungan antara perilaku manusia  dengan lingkungan. Dalam penerapan konsep arsitektur perilaku pada sebuah bangunan, terdapat prinsip dan faktor yang dapat mempengaruhi perilaku manusia. Salah satu bangunan fasilitas penyandang berkebutuhan khusus adalah Sekolah Luar Biasa (SLB). SLB adalah lembaga pendidikan yang merupakan bagian terpadu dari sistem pendidikan nasional yang secara khusus diselenggarakan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental sosial, tetapi memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dan bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi konsep arsitektur perilaku pada bangunan fasilitas penyandang berkebutuhan khusus, khususnya fasilitas pendidikan. Hasil dari penelitian ini berupa kesimpulan yang berasal dari analisis yang berfokus pada pembahasan mengenai ruang dan tata letak perabot. Dua pembahasan tersebut dianalisis berdasarkan salah satu faktor yang mempengaruhi prinsip arsitektur, yaitu kelompok pengguna.Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, SLB Negeri 2 Jakarta telah menerapkan tiga prinsip arsitektur perilaku dengan sangat baik, meliputi mampu berkomunikasi dengan manusia dan lingkungan, mewadahi aktivitas penghuni dengan nyaman dan menyenangkan, serta memperhatikan kondisi dan perilaku dari pemakainya. Kata Kunci: arsitektur perilaku, sekolah luar biasa, ruang, tata letak perabot ABSTRACT. Behavioral architecture is an architecture that discusses the relationship between human behavior and the environment. In applying the concept of behavioral architecture to a building, there are principles and factors that can influence human behavior. One of the facilities for people with special needs is the Special School (SLB). SLB is an educational institution that is an integrated part of the national education system that is specifically organized for students who have a level of difficulty in participating in the learning process due to physical, emotional, social-mental disorders, but have the potential for intelligence and special talents. This study uses a descriptive-qualitative method and aims to find out how the concept of behavioral architecture is implemented in facilities for persons with special needs, especially educational facilities. The results of this study are in the form of conclusions derived from an analysis that focuses on discussing space and furniture layout. The two discussions are analyzed based on one of the factors that influence architectural principles, namely the user group. Based on the results of the analysis that has been carried out, SLB Negeri 2 Jakarta has implemented three principles of behavioral architecture very well, including being able to communicate with humans and the environment, accommodating residents activities comfortably and pleasantly, and paying attention to the condition and behavior of the users. Keywords: behavioral architecture, special schools, space, furniture layout
Kajian Konsep Arsitektur Perilaku Pada Bangunan Perpustakaan Daerah Ghifary; Finta Lissimia
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 7 (2026): NJMS - Februari 2026
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan konsep arsitektur perilaku pada bangunan perpustakaan publik di Jakarta melalui pemetaan perilaku pengguna. Sebagai ruang publik, perpustakaan memiliki fungsi multifungsi, meliputi aktivitas individu seperti membaca dan belajar hingga aktivitas kelompok seperti diskusi dan presentasi. Dengan menggunakan pendekatan arsitektur perilaku, penelitian ini memetakan pola interaksi, preferensi ruang, dan kebutuhan pengguna untuk memahami bagaimana desain ruang dapat memengaruhi perilaku mereka. Studi dilakukan pada perpustakaan publik di Jakarta, termasuk Perpustakaan Jakarta, Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Goethe-Institut, dan Erasmus Huis. Elemen-elemen desain seperti tata ruang, pencahayaan, dan penataan furnitur dianalisis dalam konteks perilaku pengguna, seperti tata letak rak buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemetaan perilaku memungkinkan terciptanya desain ruang yang lebih responsif, mendukung kenyamanan emosional, serta meningkatkan fungsi perpustakaan sebagai ruang yang inklusif dan efisien. Dengan memahami pola perilaku ini, perpustakaan dapat berperan sebagai pusat kegiatan edukasi dan sosial.
Pendampingan Perencanaan Perbaikan Gedung Sekolah TK Aisyiyah 22 Jakarta Pusat Dedi Hantono; Wafirul Aqli; Finta Lissimia; Lusi Andriyani; Tri Endangsih
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i2.1495

Abstract

Kondisi fisik bangunan gedung sekolah TK Aisyiyah 22 Jakarta yang sudah tidak layak baik dari segi konstruksi maupun kebutuhan ruang menjadikan pihak sekolah ingin meningkatkan kualitas fisik gedung tersebut. Metode perencanaan yang digunakan adalah teori Snyder & Catanese yang menyebutkan ada 5 (lima) tahapan perancangan yang harus dilakukan, diantaranya: tahap permulaan, tahap persiapan, tahap usulan, tahap evaluasi, dan tahap tindakan. Data yang dikupulkan melalui observasi dan wawancara. Pada akhirnya tim arsitek menemukan bahwa hal yang menjadi prioritas dalam perbaikan gedung sekolah ini adalah perencanaan ruang terbuka bagi anak-anak sekolah untuk bermain sesuai dengan tahap usia mereka.