Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Course Review Horay (CRH) Learning Model to Improve Mathematical Learning Outcomes of Integers Materials Hery Setiyawan; Abdillah Abdillah
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 7, No 2 (2019): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.277 KB) | DOI: 10.33477/mp.v7i2.1155

Abstract

One of the problems in the learning process of class V SD Al-Manar Surabaya in the academic year 2019-2020 integer material is the teacher uses lecture methods that make students quickly bored and passive. The impact is students have difficulty accepting lessons well and learning outcomes are less than KKM. Therefore, to overcome these problems the researchers applied the course review horay (CRH) learning model. CRH can make students more active and not feel bored. In addition, the application of the course review horay learning model can focus students in learning, so students will more easily receive the material well. The purpose of this study is to describe an increase in learning outcomes after applying the course review horay (CRH) learning model of mathematics in integer material in fifth grade students of SD Al-Manar Surabaya. This type of research is a classroom action research that has been carried out in two cycles with an indicator of research success by 75%. The subjects of this study were 28 students in grade V-B SD Al-Manar Surabaya, consisting of 14 male students and 14 female students. The results showed that learning outcomes have increased with the percentage of completeness of the first cycle 64.28% and the second cycle 85.71%. Thus it can be concluded that the course review horay (CRH) learning model can improve mathematics learning outcomes of integer material in fifth grade students of SD Al-Manar Surabaya.
PENERAPAN PEMBELAJARAN INDUKTIF DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA PADA SUB MATERI POKOK SUDUT PUSAT DAN SUDUT KELILING DI KELAS VIII-A SMPN 9 MOJOKERTO Abdillah abdillah
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 1, No 1 (2013): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v1i1.293

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa pendapat yang menyatakan bahwa melalui pengalaman belajar siswa dapat secara langsung menanamkan konsep yang diinginkan oleh guru. Pengalaman yang baik dalam proses pembelajaran adalah pengalaman langsung yang diperoleh melalui benda sebenarnya atau dengan contoh-contoh. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan alat peraga sebagai alat bantu untuk menyampaikan suatu materi pembelajaran. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan penelitian sebagai berikut : (1) Bagaimanakah aktivitas siswa selama pembelajaran induktif dengan menggunakan alat peraga pada sub materi pokok sudut pusat dan sudut keliling? (2) Bagaimanakah kinerja siswa dalam pembelajaran induktif dengan menggunakan alat peraga pada sub materi pokok sudut pusat dan sudut keliling? (3) Bagaimanakah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran induktif dengan menggunakan alat peraga pada sub materi pokok sudut pusat dan sudut keliling? (4) Bagaimanakah hasil belajar siswa setelah pembelajaran induktif dengan menggunakan alat peraga pada sub materi pokok sudut pusat dan sudut keliling? (5) Bagaimanakah respon siswa terhadap pembelajaran induktif dengan menggunakan alat peraga pada sub materi pokok sudut pusat dan sudut keliling? Sasaran dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-A SMPN 9 Mojokerto yang berjumlah 51 siswa yang dipilih dari 5 kelas dengan sub materi pokok sudut pusat dan sudut keliling. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Data yang diperoleh meliputi data pengamatan aktivitas siswa, data kinerja siswa, data pengamatan pengelolaan pembelajaran induktif dengan menggunakan alat peraga pada sub materi pokok sudut pusat dan sudut keliling, data hasil tes belajar siswa, dan data tentang amgket respon siswa. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan sebagai berikut : (1) Aktivitas siswa yang paling dominan adalah mendengarkan guru (30,3%), berhubungan dengan alat peraga (19,7%), dan mengerjakan LKS (18,8%) (2) Jumlah siswa yang dapat mengisi petunjuk kinerja 1 dengan benar adalah sebanyak 49 siswa (96,08%), jumlah siswa yang dapat mengisi petunjuk kerja 2 dengan benar adalah sebanyak 46 siswa (90,20%). (3) Hasil pengamatan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dikategorikan baik. (4) Tes hasil belajar menunjukkan bahwa sebanyak 27 siswa dari 51 siswa atau 52,94% dinyatakan tuntas belajar. (5) Hasil angket respon siswa adalah positif. Kata kunci: pembelajaran induktif, alat peraga
PENGARUH KECERDASAN SPIRITUAL, KEMAMPUAN BERPIKIR DIVERGEN DAN CARA BELAJAR MATEMATIKA TERHADAP AKADEMIK MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA IAIN AMBON Abdillah abdillah
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 1, No 2 (2013): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v1i2.303

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian ex-post facto yang bertujuan untuk menyelediki pengaruh kecerdasan spiritual, kemampuan berpikir divergen dan cara belajar terhadap preatasi akademik mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika IAIN Ambon. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester enam Jurusan Pendidikan Matematika IAIN Ambon tahun akademik 2011/2012 yang terdiri atas 4 kelas dengan jumlah siswa 160 orang. Dengan menggunakan teknik pengambilan sampel stratified random sampling (Sampel Acak classter). Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa prestasi akademik mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika IAIN Ambon berada dalam kategori sedang atau 58,97% dengan skor rata-rata 75,83 dari skor ideal 100. Tingkat kecerdasan spiritual dalam aspek penerapan suara hati berada dalam kategori tinggi atau 56,38% dengan skor rata-rata 199,69 dari skor ideal 297. Kemampuan berpikir divergen berada dalam kategori sangat tinggi atau 71,79% dengan skor rata-rata 69,87 dari skor ideal 100. Cara belajar matematika berada dalam kategori tinggi atau 87,18 % dengan skor rata-rata 54,74 dari skor ideal 80. Hasil analisis statistik inferensial menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual dalam aspek penerapan suara hati, kemampuan berpikir divergen, dan cara belajar matematika mempunyai pengaruh positif terhadap prestasi akademik dengan koefesien determinasi R2 = 0,667 hal ini berarti 66,7% variansi total prestasi akademik matematika dijelaskan oleh kecerdasan spiritual dalam aspek penerapan suara hati, kemampuan berpikir divergen dan cara belajar matematika. Kata Kunci: Kecerdasan Spiritual, Kemampuan Berpikir Divergen, Cara Belajar Prestasi Akademik.
Munculnya Kreativitas Siswa Akibat Ill Structured Mathematical Problem Abdillah Abdillah; Ajeng Gelora Mastuti
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 6, No 1 (2018): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v6i1.442

Abstract

Abstrak Salah satu tujuan pembelajaran matematika adalah mengembangkan pemikiran. Untuk itu, perlu dilakukan penanganan dan penyelesaian masalah tersebut. Seorang siswa dalam menyelesaikan masalah harus berpikir, menganalisis masalah, mencari formulasi secara kritis yang sesuai dengan masalah, memeriksa data formulasi dan berusaha mencari strategi pemecahan masalah yang memungkinkan mendapatkan solusi. Pada banyak penelitian telah mengungkapkan tentang berpikir kreatif siswa, tapi belum ada hasil penelitian yang mengungkapkan secara detail bagaimana munculnya kreativitas siswa akibat menyelesaikan ill structured mathematical problem. Untuk itu, melalui penelitian kualitatif deskriptif, yang dilakukan pada beberapa kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan dan Jawa Timur. Terungkap secara detail proses munculnya kreativitas siswa akibat menyelesaikan ill structured mathematical problem. Hasilnya adalah muncul kreativitas siswa dalam menyelesaikan ill structured mathematical problem. Kreativitas terjadi melalui proses membuat jawaban yang beragam dan benar dalam memecahkan masalah (fluency), karena ISMP memiliki beberapa jalur solusi; kemudian 2) memecahkan masalah dengan berbagai cara yang berbeda (flexibility), karena ISMP memiliki konteks yang spesifik dan situasi yang kompleks; dan 3) membuat berbagai jawaban yang berbeda dan benar dalam memecahkan masalah (novelty) karena ISMP sesuai dengan kehidupan sehari-hari sehingga siswa merasa mengalami masalah tersebut. Sehingga dengan think aloud dan klarifikasi melalui wawancara, siswa mengungkapkan proses kreativitasnya dalam menyelesaikan masalah yang disajikan. Kata kunci: kreativitas siswa, Ill Structured Mathematical Problem Abstract One of the goals of learning mathematics is to develop thinking. Therefore, it is necessary to handle and solve the problem. A student in solving a problem must think, analyze the problem, find the formulation critically according to the problem, check the formulation data and try to find a problem solving strategy that allows the solution. In many studies have revealed about creative thinking of students, but no research results reveal in detail how the emergence of student creativity due to solve ill structured mathematical problem. For that, through descriptive qualitative research, conducted on several districts / cities in the Province of South Sulawesi and East Java. Revealed in detail the process of the emergence of student creativity due to complete ill structured mathematical problem. The result shows that there is exist student’s creativity when solve ill stuctured mathematical problem. 1) Creativity are made by making variety and correct answer when solve problem (fluency) because ISMP has some pathed solution, then 2) solved problem into different way (flexibility) because ISMP has detailed context and complexity situtation and 3) making different and correct answers when solve the problem (novelty) because ISMP based on real life context so that student can feel the problem. Thus, think aloud and clarification by depth interview, student can express their creativity process when solve the problem. Keywords: exploration, students’ creativity
PREDIKSI NILAI MATA KULIAH MAHASISWA BERDASARKAN NILAI RAPORT, PRETEST, DAN MOTIVASI BELAJAR Abdillah abdillah
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 5, No 2 (2017): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v5i2.230

Abstract

Penelitian ini diawali dengan permasalahan tentang bagaimana prediksi nilai mata kuliah yang akan dicapai mahasiswa jika didasarkan pada nilai raport, nilai pretest, dan motivasi belajar dalam mengikuti perkuliahan di perguruan tinggi. Proses ini tentu tidak dapat terjawab secara langsung melalui penalaran yang biasa dilakukan oleh manusia. Namun banyak kendala yang perlu dipertimbangkan, terutama jika melibatkan suatu perhitungan rumit dan selalu berubah-ubah. Pemecahan masalah ini dapat dilakukan dengan bantuan komputer dan sistem inferensi fuzzy. Sistem inferensi fuzzy yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Mamdani. Metode Mamdani tersebut digunakan untuk memprediksi nilai mata kuliah mahasiswa. Metode ini menggunakan aturan kaidah IF-THEN dalam representasi kasusnya yang kemudian direpresentasikan ke dalam himpunan fuzzy. Sistem komputer dalam hal ini adalah Program Microsoft Office Excel 2013 yang difungsikan sebagai alat hitung untuk memprediksi nilai mata kuliah mahasiswa berdasarkan perolehan nilai raport, nilai pretest, dan motivasi belajarnya. Hasilnya diperoleh suatu pemodelan matematika dengan menggunakan aplikasi logika fuzzy, tiga variabel fuzzy, pada system inferensi fuzzy metode Mamdani yang terintegrasi dengan Program Microsof Office Excel 2013. Dengan melakukan substitusi nilai pada Program Microsof Office Excel 2013 tersebut maka nilai mata kuliah mahasiswa berdasarkan nilai raport, nilai pretest, dan tingkat motivasi belajar mahasiswa dapat diprediksi. Kata Kunci: prediksi nilai mata kuliah, nilai raport, pretest, dan motivasi belajar, fuzzy metode Mamdani, Ms. Excel 2013.
Metode Komunikasi Semut (Komusem) untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Trigonometri Peserta Didik Prayitno Prayitno; Abdillah Abdillah
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 6, No 2 (2018): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v6i2.670

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode komunikasi semut untuk meningkatkan keaktifan belajar trigonometri peserta didik kelas X IPS-4 SMA Negeri 3 Jombang tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sebagai upaya menguji cobakan ide-ide ke dalam praktek untuk memperbaiki atau merubah sesuatu agar memperoleh dampak nyata dari situasi. Adapun indikator keaktifan yang diamati meliputi: (1) data hasil pengamatan peserta didik dalam membentuk kelompok, (2) data hasil pengamatan peserta didik dalam menyampaikan ide atau pertanyaan, (3) data hasil pengamatan peserta didik dalam bekerja sama dengan peserta lain, dan (4) data hasil pengamatan peserta didik dalam mengikuti proses belajar mengajar (PBM) dan (5) data hasil pengamatan peserta didik dalam mencatat materi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode komunikasi semut dapat meningkatkan keaktifan belajar trigonometri peserta didik kelas X IPS-4 SMA Negeri 3 Jombang tahun pelajaran 2013/2014. Hal ini dapat ditunjukkan dengan meningkatnya persentase hasil observasi keaktifan peserta didik yang meningkat dari siklus 1 ke siklus berikutnya Kata kunci: Penerapan, metode komunikasi semut, keaktifan siswa Abstract This research aims to describe application of ants’ communication to improve students’ activeness when learn trigonometry on grade 10th in SMA Negeri 3 Jombang, academic year 2013/2014. This research is action reseach as an effort to make ideas in action to improve or change something to real effect. There are some indicators such as, 1) observation data when formed a group 2) observation data when student told idea or question 3) observation data when student collaborative with the other 3) observation data when student noted material. Result of this research shows that ants’ communication can improve students’ activeness when learn trigonometry on grade 10th in SMA Negeri 3 Jombang, academic year 2013/2014. It can be showed by the percetage progress when observed students’ activeness from first cycle to the second cycle. Keywords: application, ants’ communication, students’ activeness
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN GURU MELALUI WORKSHOP DAN PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Ajeng Gelora Mastuti; Abdillah Abdillah; Maya Rumodar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.9682

Abstract

Abstrak: Masalah yang sering terjadi dalam sekolah adalah kualitas pembelajaran guru. Kualitas pembelajaran guru yang sering terjadi berkaitan dengan lemahnya strategi guru dalam menyajikan materi pelajaran yang memperhatikan kemampuan dan bakat siswa. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mendampingi sekolah untuk membuat RPP dan melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi guna meningkatkan kualitas pembelajaran. Metode yang dilaksanakan dengan memberikan workshop penyusunan RPP berdiferensiasi dan melakukan pendampingan terhadap praktik pembelajaran guru pasca workshop. Hasil menunjukkan bahwa setiap peserta telah mampu membuat RPP berdiferensiasi dengan baik dan dapat mempraktikkan pembelajaran yang berpihak pada peserta didik. Hal ini dibuktikan dengan hasil angket pemahaman guru sebelum dan sesudah workshop. Selain itu pemahaman peserta juga diukur berdasarkan umpan balik peserta workshop per mata pelajaran. Dalam melihat dampak implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam praktik mengajar, maka perlu mengetahui respon siswa. Hasil angket yang diberikan kepada siswa menunjukkan 92% siswa memberikan respon yang menyenangkan terhadap pembelajaran guru setelah praktik.Abstract: The problem that often occurs in schools is the quality of teacher learning. The quality of teacher learning that often occurs is related to the weakness of the teacher's strategy in presenting subject matter that pays attention to the abilities and talents of students. The purpose of this community service is to assist schools in making lesson plans and implementing differentiated learning to improve the quality of learning. The method is carried out by providing workshops on preparing differentiated lesson plans and assisting teacher learning practices after the workshop. The results show that each participant has been able to make well-differentiated lesson plans and can practice pro-student learning. This is evidenced by the teacher's understanding of questionnaire results before and after the workshop. In addition, participants' understanding was also measured based on workshop participants' feedback per subject. In looking at the impact of implementing differentiated learning in teaching practice, it is necessary to know the students' responses. The questionnaire results showed that 92% of students responded pleasantly to the teacher's learning after the practice.
Student Worksheet Design Peration Material for Rank Shape and Root Shape to Develop Students' Comprehension Skills Aslami Ode Hasim; Abdillah Abdillah
Constructivism: Journal of Research in Education Vol. 1 No. 2 (2024): CONSTRUCTIVISM: Journal of Research in Education
Publisher : Lembaga Intelektual Muda Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/cjre.v1i2.93

Abstract

The limited learning media, especially in studying the material of rank form and root form for students of SMA Negeri 4 Waesala motivated the author to make student worksheet practical, easy to understand, interesting, because it is equipped with pictures and systematics arranged in sequence with simple and clear language. This study aims to produce Student Worksheets on the operation material of binding shapes and root shapes of class X SMA Negeri 4 Waesala. The type of research used in the development process of student worksheet Mathematics operation material of rank form and root form is using the type of R&D (Research and Development) research, which is research that aims to produce a product and test the effectiveness of the product developed. The stages that researchers carry out in the development of student worksheet operation material for rank form and root form include analyzing the needs of student worksheet to be developed, developing initial products, expert validation and revision, small group trials, large group trials, final products. The subjects in this study totaled 27 people. Data collection techniques used observation, questionnaires, and interviews. The data analysis technique used is descriptive. Based on the results of data analysis, the student worksheet feasibility test was carried out through three stages as follows, namely the first stage of material validation tests, design, and language, the results of which all experts declared feasible. The second phase of the small group trial with 10 students, the result is that the student worksheet design is stated to be very interesting, but in terms of language it still needs to be simplified so that it is easier for students to understand. The third stage of the large group trial, the result is that the student worksheet design is suitable for use as a medium for learning mathematics, especially in the operation material of rank form and root form in grade X of SMA Negeri 4 Waesala. Most students stated that the design of student worksheet was interesting, as evidenced by 34 students who stated that they strongly agreed that the learning process was carried using student worksheet