Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Implementation of Red Ocean Strategy in MSMEs: A Case Study of Warung Sambal Nagih Bang Hepi Yogyakarta – Performance and Marketing Strategy Analysis Zainul Muttaqin; Anas Hidayat; Zaenal Arifin
International Journal of Economics, Business and Innovation Research Vol. 4 No. 02 (2025): International Journal of Economics, Business and Innovation Research( IJEBIR)
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In starting a business, especially on the MSME (Micro, Small and Medium Enterprises) scale, many business people go directly into existing markets and existing business models or commonly called Red Ocean. Especially in the culinary business, if there are still humans alive, the need for food remains, the potential for the culinary business also remains. The application of the Red Ocean Strayegy theory in building the Warung Sambal Nagih Bang Hepi MSME business in Yogyakarta is a way for business people that entering into an existing market still has the potential to compete, but it is necessary to make adjustments to the added value of their business as an additional strategy. This research analyzes business performance from the aspects of marketing, production, human resources, and finance. The results showed that the implementation of Red Ocean Strategy with added values such as affordable prices, extra rice portions, and free delivery services succeeded in making the business survive in a competitive market. Solutions implemented include special promos, CRM management, and adaptation to national economic dynamics. The conclusion shows that the business still exists and survives with a surplus profit of IDR 4,695,500 in period January-October 2024.
Sufisme Urban dan Kelas Menengah Muslim Indonesia (Analisis Pemikiran Tasawuf Abdullah Gymnastiar dan Emha Ainun Nadjib Ang Rijal Anas; Zainul Muttaqin; Akbar, Akbar
Spiritus: Religious Studies and Education Journal Vol. 3 No. 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/spiritus.v3i3.568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena sufisme urban di Indonesia melalui pemikiran tasawuf Abdullah Gymnastiar dan Emha Ainun Nadjib. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif (studi pustaka) dengan metode analisis deskriptif-kritis, kemudian diperkuat dengan pendalaman pemikiran dan metode tasawuf Abdullah Gymnastiar serta Emha Ainun Nadjib. Data dikumpulkan melalui studi literatur terhadap karya dan pemikiran kedua tokoh tersebut serta sumber-sumber lain yang relevan dengan tema sufisme urban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Abdullah Gymnastiar dan Emha Ainun Nadjib memiliki dimensi sufisme dengan basis jamaah yang berasal dari masyarakat urban. Selain itu, metode tasawuf serta media dakwah yang digunakan oleh keduanya untuk menarik jamaah berbeda satu sama lain. Abdullah Gymnastiar menggunakan metode ceramah yang disiarkan melalui televisi dan YouTube, serta kental dengan nuansa budaya Sunda, sedangkan Emha Ainun Nadjib memanfaatkan media YouTube Jamaah Maiyah dengan pendekatan budaya Jawa sebagai sarana dakwahnya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori active piety dari Asef Bayat, yang menjelaskan bahwa seseorang berusaha mengekspresikan keislamannya melalui perubahan penampilan, ketulusan dalam beribadah, dan ajakan kepada orang lain untuk mengikuti ajaran Islam sebagaimana yang ia pahami. Kelas menengah Muslim terlibat secara aktif dalam wacana sufisme urban yang diperkenalkan oleh Abdullah Gymnastiar, yang menekankan ketenangan batin melalui metode dzikir, sedangkan wacana sufisme urban yang diperkenalkan oleh Emha Ainun Nadjib juga menekankan ketenangan batin namun diperkaya dengan dimensi sosial dan kultural sesuai konteks jamaahnya. Dalam konteks demokrasi di Indonesia, baik Abdullah Gymnastiar maupun Emha Ainun Nadjib merupakan dua tokoh yang memiliki pengaruh dalam masyarakat Sunda dan Jawa serta memiliki peran dalam membentuk dan memperoleh dukungan politik.