Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

DESA MANDIRI PANGAN BERBASIS PEKARANGAN DI DONOKERTO, TURI, SLEMAN, DIY Agus Nugroho Setiawan; Septi Nur Wijayanti
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.235 KB) | DOI: 10.24269/adi.v3i2.1828

Abstract

Donokerto merupakan salah satu desa di Kecamatan Turi, Sleman yang merupakan lahan pertanian, dengan tanaman utamanya adalah salak pondoh. Selama ini, lahan pekarangan di Desa Donokerto lebih banyak ditanami salak pondoh. Pekarangan tersebut akan dikembangkan menjadi lahan pertanian yang produktif menghasilkan bahan pangan. Jika program ini dapat dijalankan oleh masyarakat secara meluas maka akan terwujud Desa Mandiri Pangan. Untuk mewujudkan desa mandiri pangan, dilakukan pengabdian pada masyarakat Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM).  Beberapa kegiatan yang dilakukan yaitu koordinasi dengan Pemerintah Desa Donokerto, sosialisasi dan penyuluhan, praktek pengelolaan lahan, serta pendampingan dan pembinaan masyarakat. Hasil pengabdian pada masyarakat menunjukkan bahwa warga masyarakat Donokerto, Turi sebagai penerima program memberikan tanggapan yang positif dengan mengikuti kegiatan secara penuh dan menyampaikan apresiasi karena sudah mendapatkan bekal pengalaman dan ketrampilan dalam mengelola pekarangan untuk pertanian (budidaya tanaman) maupun perikanan. Untuk mewujudkan Donokerto sebagai Desa Mandiri Pangan Berbasis Pekarangan, diperlukan komitmen, semangat, dan motivasi seluruh masyarakat, serta dukungan dari Pemerintah Desa, dan mengembangkan kegiatan yang mendukung program tersebut
The Diversity and Dominance of Weeds in Various Population Proportions of Intercropping Soybeans With Corn Agus Nugroho Setiawan; Sarjiyah Sarjiyah; Nur Rahmi
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 22 No 2 (2022)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v22i2.2165

Abstract

Soybean is an important food crop for Indonesia after rice and corn. Soybean productivity in Indonesia is still low because most farmers use monoculture cropping patterns which has many weaknesses. Intercropping is an alternative to increase soybean productivity because it has many advantages. Soybeans can be intercropped with corn because the two plants have different physical characteristics, physiology and growth patterns. This research aimed to obtain information about the diversity and abundance of weeds in soybean and corn intercropping. The study was conducted using a single factor treatment design which will be arranged in a single plot field design, using Grobogan variety soybean and Bisma variety corn. The treatment was the proportion of soybean and corn populations which consisted of 4 proportions, i.e. 2:1, 3:1, 4:1, and 5:1, and monoculture soybeans were also planted as a control. Observations on weeds were carried out at the age of 2, 8, and 12 weeks after planting (before harvest) with vegetation analysis. The size of each sample is 0.5 m x 0.5 m with 15 sample plots/plots. The results showed that based on the summed dominance ratio (SDR) in the research area, 16 species of weeds were dominated by broadleaf weeds, with the dominant types of weeds being Phyllanthus urinaria L., Eleusine indica L., and Oryza sativa L. The results showed that based on the Summed Dominance Ratio (SDR) in soybean there were 16 species of weeds that were dominated by broadleaf weeds, with the dominant types of weeds being Phyllanthus urinaria L., Eleusine indica L., and Oryza. sativa L. Weeds growing on soybean intercropping with corn and soybean monoculture have a medium diversity index (H').
Pemberdayaan ‘Aisyiyah Dalam Peningkatan Perekonomian Keluarga Melalui Budikdamber Septi Nur Wijayanti; Agus Nugroho Setiawan; Prihati Yuniarlin
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.51.998

Abstract

Ranting ‘Aisyiyah Donokerto 1 merupakan salah satu ortom Muhammadiyah di lingkungan Cabang Turi yang anggotanya sebagian besar adalah ibu Rumah Tangga dan menggantungkan penghasilan suami serta tidak mempunyai kegiatan dan ketrampilan untuk mendukung perkonomian keluarga. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan peran ‘Aisyiyah terutama dalam pemberdayaan ekonomi keluarga melalui budi daya ikan lele dalam ember atau BUDIKDAMBER. Program ini dilakukan dalam beberapa tahapan kegiatan yaitu koordinasi, sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, pendampingan dan monitoring evaluasi. Hasil dari pengabdian ini anggota ‘Aisyiyah Ranting Donokerto 1 mampu meningkatkan wawasan dan ketrampilan dalam menggunakan waktu luangnya untuk membudidayakan ikan lele dalam ember. Disarankan untuk keberlanjutan program ini, setelah panen pertama akan ditindaklanjuti pengelolaannya oleh Pengurus Ranting
Pemanfaatan Pekarangan untuk Pemenuhan Hak Anak Atas Pangan di Pondok Pesantren Al-Hikmah Gunungkidul Septi Nur Wijayanti; Agus Nugroho Setiawan
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.55.1069

Abstract

Saat ini Pondok Pesanteran (PP) Al Hikmah Karangmojo, Gunungkidul mempunyai santri sebanyak 450 anak yang tersebar menjadi siswa MA, SMK, dan SMP Al Hikmah. Semua santri merupakan anak–anak yang mempunyai semangat tinggi untuk sekolah namun mempunyai keterbatasan ekonomi. Selama menjadi santri, mereka tidak membayar, kebutuhan untuk sekolah dan sehari hari ditanggung oleh PP Al-Hikmah yang diperoleh dari beberapa sumber. PP Al Hikmah mempunyai permasalahan dalam pemenuhan hak atas pangan bagi para santri, padahal mempunyai potensi berupa lahan dan sumber daya santri yang jumlahnya sangat banyak. Pengabdian pada masyarakat dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan dan keterampilan Pengelola dan santri PP Al Hikmah dalam mengelola lahan. Program ini dilakukan dalam beberapa tahapan kegiatan yaitu koordinasi, sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, pendampingan dan monitoring evaluasi. Hasil dari pengabdian di Pondok Pesantren Al Hikmah Karangmojo, Gunungkidul mampu meningkatkan pengetahuan dan wawasan santri tentang pangan dan pengelolaan lahan. Untuk menjamin keberlanjutan program, disarankan perlu ada pendampingan berkelanjutan dari ustaz/ustazah dan akan lebih efektif apabila kegiatan dikaitkan dengan proses pembelajaran serta kegiatan ekstra kurikuler
Konsumsi Pangan dan Pemanfaatan Pekarangan Pada Masa Pandemi Covid–19 di Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, DIY Agus Nugroho Setiawan; Muhammad Agustian; Sarjiyah Sarjiyah
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 23 No 3 (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v23i3.2827

Abstract

One of the areas affected by the Covid-19 pandemic is Kasihan District, Bantul, DIY. Covid-19 in Kasihan has not only impacted the health sector but has also caused massive economic disruption. This research aims to determine food consumption patterns and utilization of yards during the Covid-19 pandemic. This research was conducted from March to April 2022 with an observation location in Kasihan Bantul, using survey techniques, distributing questionnaires, and interviewing the community. Data were obtained from 152 respondents from 4 sub-districts and 53 hamlets, which were then analyzed descriptively. The results showed that the food consumption pattern of the people in Kapanewon Kasihan Bantul during the Covid-19 pandemic experienced slight changes, with a decrease in the level of food fulfillment by 1.32% and an increase in the frequency of consuming fruit and vegetables. The yard in Kapanewon Kasihan Bantul has been used by the community for plant cultivation, livestock, and fish farming for a long time and has not changed during the Covid-19 pandemic. The yard in Kapanewon Kasihan Bantul has not been effective in meeting food needs and increasing family income during the Covid-19 pandemic.