Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PEMETAAN MAGNITUDE OF COMPLETENESS (Mc) UNTUK GEMPA DI WILAYAH BENGKULU Hanafi, Ridwan; Dewi, Ira Kusuma; Ngatijo, Ngatijo
JGE (Jurnal Geofisika Eksplorasi) Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Engineering Faculty Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jge.v10i2.250

Abstract

Dengan menggunakan data gempa bumi dari katalog USGS dan BMKG dari tahun 2009 hingga 2021, penelitian dilakukan untuk mengestimasi nilai Mc, nilai-b, dan nilai-a. Gempa bumi terjadi pada 6° LS - 2° LU dan 100° BT - 103° BT, dengan magnitudo 3 SR hingga 7 SR, dan kedalaman tertinggi adalah 300 km, yang mencakup wilayah provinsi Bengkulu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode EMR dan software ZMAP 6.0 di Matlab digunakan. Menurut analisis di atas, USGS memperoleh Mc sekitar 4,7 SR hingga 5, nilai-b berkisar 0,9 hingga 1,5, dan variasi nilai-a sekitar 6 hingga 9,5. Sebaliknya, BMKG memperoleh Mc sekitar 3,8 hingga 5,2, nilai-b berkisar 0,55 hingga 0,85, dan variasi nilai-a sekitar 5,2 hingga 5,8.  Pemetaan nilai Mc menunjukkan bahwa semua kabupaten di Provinsi Bengkulu memiliki nilai Mc yang rendah, yang menunjukkan bahwa data gempa untuk daerah-daerah ini cukup lengkap dibandingkan dengan daerah lain. Menurut pemetaan nilai-b dan nilai-a, wilayah yang memiliki tingkat kegempaan yang relatif tinggi dan memiliki potensi gempa besar berada di sekitar wilayah timur laut dan tenggara Provinsi Bengkulu.
Identifikasi Litologi pada Lahan Gambut dengan Penerapan Metode Ground Penetrating Radar di Desa Jati Mulyo Dewi, Ira Kusuma; Mashendra, Kiki; Putri, Sanita; Maulindra, Yanda
Seminar Nasional Lahan Suboptimal Vol 10, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-10 “Revitalisasi Sumber Pangan N
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewi IK, Mashendra K, Putri S, Maulindra Y. 2022. Lithology identification of peatlands by applying the ground penetrating radar (GPR) method in Jati Mulyo Village. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-10 Tahun 2022, Palembang 27 Oktober 2022. pp. 166-177. Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).There is an infrastructure development on peatlands in Jati Mulyo Village, Dendang District, Tanjung Jabung Timur Regency, so that lithological information is needed below the land surface. For this reason, it is necessary to conduct research with the aim of identifying subsurface using the Ground Penetrating Radar (GPR) method. The Ground Penetrating Radar (GPR) method is one of the geophysical methods that applied propagation of electromagnetic wave. GPR measurements were carried out as many as 3 passes with a track length of 200 meters on peatlands. The result of the response from GPR is in the form of colors that indicate subsurface lithology, The color distribution of the GPR response starts from yellow-red, green, light blue-dark blue colors. Based on the results of GPR measurements on peatlands, a yellow-orange response was obtained which indicates the presence of minerals contained in peatlands. The response of the green color below the surface is dominated by the soil. The response of the blue color indicates the presence of a cavity that is likely to be filled with water in it. From the results of GPR measurements on peatlands, it shows the presence of mineral content near the surface which indicates the mineral content on peatlands. The green color predominates beneath the surface which are sedimentary deposits derived from the Quarter Alluvium (QA) formation including peat soils. The presence of water underground shows that sedimentary deposits, especially peat soils, have large pores that can hold large amounts of water.
Interpretation of structures on Menapo Sungai Melayu II, The Muarajambi National Cultural Heritage Area: Use of the Wenner Configuration Method: Interpretasi struktur di Menapo Sungai Melayu II, Kawasan Cagar Budaya Nasional Muarajambi: Penerapan Metode Konfigurasi Wenner Muhammad Rifqi; Ira Kusuma Dewi; Irsyad Leihitu
Berkala Arkeologi Vol. 43 No. 2 (2023)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jba.2023.1981

Abstract

Menapo Sungai Melayu II is located in the Muarajambi National Cultural Heritage Area. The study aims to determine the layer and structure under the surface based on the value of resistivity. The measurements of resistivity configuration are conducted by Werner’s method. Six trajectories are placed around the using flat base electrodes to minimize the risk of damaging the structure. Based on the measurements, there are three kinds of soil formations. The resistivity value that ranging from 1,07–3,84 Ωm is indicated as water-saturated sand, the value of 4,95–13,8 Ωm is indicated as sand clay, while the highest resistivity with a value of 17,84–49,90 Ωm is interpreted as a brick. The six cross-sections have an average resistivity value of around 1,07-49,90 Ωm which indicates a brick structure that exists below the surface. Based on the results of the resistivity method, some patterns can be interpreted as main structure, as roving fence, and gateway.
IDENTIFIKASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN BERDASARKAN DATA ANOMALI GRAVITY CITRA SATELIT- STUDI KASUS SUMUR AIR PANAS DI DESA PEMATANG BULUH KECAMATAN BETARA, TANJUNG JABUNG BARAT Novianda, Cici; Dewi, Ira Kusuma; Marlinda, Lenny
Jurnal Geofisika Vol 22 No 2 (2024): Jurnal Geofisika
Publisher : Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36435/jgf.v22i2.591

Abstract

Identifikasi struktur bawah permukaan di desa Pematang Buluh dilakukan dengan metode gravitasi berdasarkan anomali gravitasi yang dihasilkan dari citra satelit. Pengukuran citra satelit didapatkan dari hasil pengukuran Geodetic Satellite (GeoSat) dan European Remote Sensing-1 (ERS-1) yang telah terkoreksi hingga koreksi udara bebas. Pengolahan data dilakukan untuk memperoleh nilai Complete Bouger Anomaly (CBA). Metode yang digunaan yaitu metode analisa derivative (First horizontal derivative dan Second vertical derivative) dan pemodelan secara 2 dimensi. Hasil yang diperoleh pada analisis struktur terhadap grafik SVD diidentifikasi terdapatnya patahan berupa patahan naik pada kedua slicing. Hasil pemodelan bawah permukaan secara 2D terdapat dua lapisan batuan dan diinterpretasi adanya sistem panas bumi. Lapisan pertama dengan densitas 2.21 gr/cm3 berupa batu lempung diinterpretasi sebagai batuan penutup (Caprock). Lapisan kedua dengan densitas 2.35 gr/cm3 berupa batu pasir diinterpretasi sebagai reservoir. Pada lapisan kedua diinterpretasi terdapat sub cekungan yang diduga adanya lapisan akuifer. Kata kunci : Struktur bawah permukaan, Metode gravity, SVD (Second Vertical Derivative), Pemodelan 2D
HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA ANGGOTA POLSEK PANTAI LABU Hasmayni, Babby; Dharma, Dwiky Surya; Chandra, Andy; Aziz, Azhar; Dewi, Ira Kusuma
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4048

Abstract

Abstract: The research aims to determine the correlation between conformity and the emergence of smoking behavior in members of Pantai Labu Police Station. The sample in the study were members who had smoking behavior and served in Pantai Labu Police Station totaling 30 personnel. The sampling technique used total sampling. The research results using product moment correlation technique (????????????) 0.170  with p=0.370 > 0.05. This means that the higher the conformity, the higher the smoking behavior. Conversely, the lower the conformity, the lower the smoking behavior. So that the hypothesis is rejected. Based on the results of data analysis, it is known that the influence of conformity is high with a hypothetical mean value of 102 and an empirical mean of 160.63. Furthermore, smoking behavior can be concluded to get moderate results with a hypothetical value of 29 and an empirical value of 30.97. Conformity contributes 3% to the emergence of smoking behavior. Keyword: Conformity, Smoking Behavior, Police Station.  Abstrak: Penelitian bertujuan melihat hubungan konformitas dengan munculnya perilaku merokok pada anggota Polsek Pantai Labu. Sampel dalam penelitian adalah anggota yang memiliki perilaku merokok dan bertugas di Polsek Pantai Labu berjumlah 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil penelitian menggunakan teknik korelasi product moment (????????????) 0.170 dengan p=0.370 > 0,05. Artinya Semakin tinggi konformitas, maka semakin tinggi perilaku merokok. Sebaliknya semakin rendah konformitas, maka semakin rendah perilaku merokok. Sehingga hipotesis ditolak. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui pengaruh konformitas tergolong tinggi dengan nilai mean hipotetik sebesar 102 dan mean empiriknya sebesar 160.63. Selanjutnya perilaku merokok dapat disimpulkan memperoleh hasil sedang dengan nilai hipotetik sebesar 29 dan nilai empiriknya sebesar 30.97. Konformitas berkontribusi sebesar 29% terhadap munculnya perilaku merokok. Kata kunci: Konformitas, Perilaku Merokok, Polsek
IDENTIFIKASI ZONA LEMAH DENGAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI WENNER DI KELURAHAN TERUSAN KECAMATAN MARO SEBO ILIR KABUPATEN BATANGHARI Adriansyah, Riadi; Marlinda, Lenny; Dewi, Ira Kusuma
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 9 No. 2 (2024): JOP (Journal Online of Physics) Vol 9 No 2
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v9i2.25051

Abstract

Wiayah Kabupaten Batanghari sebagian besar berada pada Daerah Aliran Sungai (DAS) sungai Batanghari. Kelurahan Terusan merupakan salah satu desa di Kecamatan Maro Sebo Ilir, Kabupaten Batanghari, Jambi yang terletak di sepanjang aliran sungai Batanghari tersebut. Keberadaan infrastruktur pada Kelurahan Terusan banyak yang terdapat di sepanjang aliran, sehingga menyebabkan pembebanan terhadap kondisi bawah permukaan yang tersusun oleh litologi sedimen-sedimen lepas yang saling menyisip pada lapisan diatas maupun dibawahnya. Hal tersebut menyebabkan berkurangnya daya dukung tanah dan berakibat terbentuknya zona lemah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur bawah permukaan serta mengidentifikasi lokasi zona lemah daerah penelitian. Akuisisi data dalam mengidentifikasi zona lemah menggunakan metode geolistrik konfigurasi wenner sebanyak 3 lintasan. Hasil penelitian berdasarkan pengolahan menggunakan software Res2dinv, berupa penampang 2D bawah permukaan. Hasil penelitian diperoleh litologi penyusun bawah permukaan terdiri dari endapan pasirhalus, lanaupasiran serta kerikil. Keberadaan lokasi zona lemah tersebar pada setiap lintasan. Berdasarkan hasil penampnag 2D bawah permukaan zona lemah terdapat pada nilai resistivitas 4,06-17,04 Ωm, yang didominasi oleh pasirhalus. Kata Kunci: Geolistrik, Konfigurasi Wenner, Zona Lemah, Amblesan
APPLICATION OF VERTICAL ELECTRICAL SOUNDING (VES) IN GROUNDWATER AQUIFER ESTIMATION IN THE "SPR" AREA, WONOGIRI DISTRICT, WONOGIRI REGENCY, CENTRAL JAVA Sepriyenra, Revaldo; Yatini, Y; Dewi, Ira Kusuma
Indonesian Physical Review Vol. 7 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ipr.v7i3.288

Abstract

“SPR” area in Wonokarto Village, Wonogiri Regency, Central Java Province, is one area with serious groundwater problems. Regional conditions and significant population growth cause the need for clean water to increase. Efforts to obtain groundwater reserves continue to be made to overcome this problem. Identification of aquifers is carried out using resistivity methods. The research aims to determine the presence and types of an aquifer based on resistivity methods. Using the Schlumberger configuration, data was acquired at ten Vertical Electrical Sounding (VES) points. Results of the research show that in this region, tufa rocks form an aquifer layer in the Quarter Volcan Lava (Qvl) formation, with resistivity ranging from 14.9 to 29.8 Ωm. The “SPR” area has three aquifer types, i.e., surface, shallow, and deep, with (1.5–5) meters, (10.5–25) meters, and (30–129) meters in depth, respectively.
PEMETAAN MAGNITUDE OF COMPLETENESS (Mc) UNTUK GEMPA DI WILAYAH BENGKULU Hanafi, Ridwan; Dewi, Ira Kusuma; Ngatijo, Ngatijo
JGE (Jurnal Geofisika Eksplorasi) Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Engineering Faculty Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jge.v10i2.250

Abstract

Dengan menggunakan data gempa bumi dari katalog USGS dan BMKG dari tahun 2009 hingga 2021, penelitian dilakukan untuk mengestimasi nilai Mc, nilai-b, dan nilai-a. Gempa bumi terjadi pada 6° LS - 2° LU dan 100° BT - 103° BT, dengan magnitudo 3 SR hingga 7 SR, dan kedalaman tertinggi adalah 300 km, yang mencakup wilayah provinsi Bengkulu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode EMR dan software ZMAP 6.0 di Matlab digunakan. Menurut analisis di atas, USGS memperoleh Mc sekitar 4,7 SR hingga 5, nilai-b berkisar 0,9 hingga 1,5, dan variasi nilai-a sekitar 6 hingga 9,5. Sebaliknya, BMKG memperoleh Mc sekitar 3,8 hingga 5,2, nilai-b berkisar 0,55 hingga 0,85, dan variasi nilai-a sekitar 5,2 hingga 5,8.  Pemetaan nilai Mc menunjukkan bahwa semua kabupaten di Provinsi Bengkulu memiliki nilai Mc yang rendah, yang menunjukkan bahwa data gempa untuk daerah-daerah ini cukup lengkap dibandingkan dengan daerah lain. Menurut pemetaan nilai-b dan nilai-a, wilayah yang memiliki tingkat kegempaan yang relatif tinggi dan memiliki potensi gempa besar berada di sekitar wilayah timur laut dan tenggara Provinsi Bengkulu.