Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

SISTEM INFORMASI PENJUALAN BERBASIS WEB PADA TOKO WIWIK COLLECTION Wulandari Wulandari; Wiwik Sri Rahayu
Jurnal TAM (Technology Acceptance Model) Vol 2 (2014): Jurnal TAM (Technology Acceptance Model)
Publisher : LPPM STMIK Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56327/jurnaltam.v2i0.12

Abstract

Teknologi semakin canggih seiring dengan maraknya  persaingan di dunia bisnis yaitu bidang E-commerce membawa dampak positif bagi para pengusaha untuk memajukan perusahaannya, yaitu dengan membuat website online agar penjualan jilbab mudah dikenal di kalangan masyarakat. Hanya dengan mengakses alamat website WiwikCollection pelanggan tidak harus datang langsung ke tempat penjualan untuk melihat-lihat jenis dan harga jilbab, dengan mengakses link-link yang tersedia pada website Wiwikpelanggan sudah langsung bisa mendapatkan informasi tentang jenis dan harga jilbab bahkan pelanggan dapat memilih sesuai yang diinginkan karna sudah disediakan link-link yang dibutuhkan. Perancangan dalam pembuatan website ini menggunakan Macromedia Dreamweaver, PHP MYSQL dan  XAMPP yaitu untuk mempermudah dan memperlancar transaksi yang dilakukan secara elektronik dan diharapkan dapat menarik minat para pelanggan serta dapat menambah penghasilan WiwikCollection.
¬ANALISI DAN IMPLEMENTASI SISTEM E-COMMERCE FURNITURE PADA TOKO JAYA Wulandari Wulandari
Jurnal TAM (Technology Acceptance Model) Vol 1 (2013): Jurnal TAM (Technology Acceptance Model)
Publisher : LPPM STMIK Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56327/jurnaltam.v1i0.3

Abstract

Tikno jaya adalah toko yang bergerak di bidang penjualan dan pemasaran furniture, proses penjualan yang dilakukan tersebut masih melalui media kataloq dan memajang furniture ditoko sehingga perlu sistem yang bisa memberikan informasi ke pada masyarakat dengan cepat melalui website. Proses pembuatan sistem baru dilakukan dengan menganalisisa sistem yang telah ada pada toko, kemudian pembuatan dfd dan erd dan dilanjutkan dengan mendesain web dengan teknik pemrograman terstruktur mengunakan bahasa pemrograman php dan basis data mysql. Hasil dari implementasi sistem baru tersebut diharapkan dapat mengatasi masalah-masalah yang ada pada sistem informasi penjualan furniture pada toko tikno jaya.
SISTEM INFORMASI PENJUALAN PRODUK BERBASIS WEB PADA CHANEL DISTRO PRINGSEWU Fauzi Fauzi; Wulandari Wulandari; Siska Aprilia
Jurnal TAM (Technology Acceptance Model) Vol 4 (2015): Jurnal TAM (Technology Acceptance Model)
Publisher : LPPM STMIK Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56327/jurnaltam.v4i0.36

Abstract

Chanel Distro Pringsewu adalah sebuah toko yang menjual kaos, jaket,  kemeja, sweeter, kaos kerah dll yang berada di pusat perbelanjaan pringsewu. Sistem penjualan, pemasaran dan promosi yang dipakai saat ini masih menggunakan sistem secara manual. Sangat perlu adanya kemudahan pelayanan untuk memudahkan pelanggan yang jauh dari jangakauan. Untuk itu dirancang sistem penjualan online pada Chanel Distro Pringsewu berbasis web dengan bahasa pemrograman PHP dan MySQL secara online yang dikenal dengan istilah E-Commerce (Elektronic commerce) .Aplikasi ini mempermudah pelanggan membeli produk Chanel Distro Pringsewu secara online kapan saja dan dimana saja tanpa menyita waktu,dan pelanggan juga dapat mengetahui informasi produk apa saja dan bagaimana disain yang tersedia di Distro Pringsewu. 
Pengaruh Kondisi Makro Ekonomi Terhadap Perubahan Laba Operasional Bank Umum Syariah Di Indonesia Fauzi Fauzi; Muhammad Suhaidi; Wulandari Wulandari; Sri Rahayu
Jurnal Ekonomi, Teknologi dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ekonomi, Teknologi dan Bisnis
Publisher : Al-Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/jetbis.v2i3.39

Abstract

Dari masa kemasa dunia perbankan mengalami perubahan dan pertumbuhan yang signifikan. Persaingan antar bank dalam mempertahankan nasabah dan meningkatkan kualitas laba menjadikan setiap bank harus mampu utnuk terus berinovasi dalam berbagai bidang. Kondisi ekonomi makro yang tidak menentu, dimana dapat menyebabkan gejolak perekonomian yang berdampak pada tingkat pendapatan yang diperoleh oleh Bank Umum Syariah. Berdasarkan pada uraian latar belakang rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana pengaruh Inflasi, BI Rate, GDP, Nilai Tukar secara Parsial dan Simultan terhadap Laba Operasional Bank Umum Syariah, serta dalam perspektif ekonomi syariah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah perubahan kondisi makro ekonomi mampu meningkatkan laba dari bank umum syariah atau justru membuat laba dari bank umum syariah akan mengalami penurunan. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diambil dari berbagai website resmi yang terkait dengan data penenlitian seperti website resmi Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, dan uji hipotesis, dengan menggunakan SPSS for window versi 25 dan Microsoft excel 2013 dengan level signifikan 0.05. Hasil penelitian secara parsial menunjukan bahwa inflasi berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba operasional, BI Rate berpengaruh negatif signifikan terhadap perubahan laba operasional, nilai tukar berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba operasional, dan GDP tidak berpengaruh tidak signifikan terhadap perubahan laba operasional. Sedangkan secara simultan menunjukan bahwa Inflasi, BI Rate, Nilai Tukar dan GDP secara bersama-sama berpengaruh terhadap perubahan laba operasional bank umum syariah.
Legal Assistance for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Drafting Fair Digital Contracts in the Digital Economy Era Henny Saida Flora; Wulandari Wulandari; Grenaldo Ginting; Anastasia Sarjono; Suryani Intan Pratiwi Puwa
International Journal of Community Service (IJCS) Vol. 5 No. 2 (2026): July-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijcs.v5i2.2020

Abstract

The rapid expansion of Indonesia’s digital economy has compelled micro, small, and medium enterprises (MSMEs) to enter digital contracts—often standardized agreements imposed by platforms or larger counterparties. These contracts frequently contain unfair terms that disadvantage MSMEs due to their limited legal literacy and bargaining power. This study examines a legal assistance program that aimed to empower MSMEs in Yogyakarta to draft and negotiate fairer digital contracts. Employing a qualitative case study design, data were gathered through in‑depth interviews with 30 MSME owners and five legal assistants, focus group discussions, and comparative document analysis of 60 digital contracts (pre‑ and post‑assistance). Thematic analysis revealed that before assistance, contracts were dominated by clauses unilaterally limiting liability, granting vendors unfettered amendment rights, and imposing burdensome dispute resolution mechanisms. Through a structured mentoring process—comprising legal literacy workshops, clause‑by‑clause review, collaborative redrafting, and negotiation simulations—MSMEs shifted from passive acceptance to active negotiation. Post‑assistance contracts demonstrated significant improvements in fairness indicators such as clarity, balance of obligations, and accessibility of remedies. The study also identified persistent challenges, including the reluctance of dominant platforms to alter standard terms and the need for sustained legal support. The findings underscore the transformative potential of community‑based legal assistance in fostering contractual justice within the digital economy. Policy recommendations include the development of government‑endorsed fair‑contract templates, integration of legal design principles into e‑commerce platforms, and institutionalization of accessible legal aid for MSMEs.