Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA VIRTUAL REALITY (VR) PADA TINGKAT SATUAN SMA BERBASIS LOCAL WISDOM SUMATERA UTARA Wahyu Tri Atmojo; Panji Suroso; Sitti Rahmah
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 6, No 1 (2022): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, JUNI 2022
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gondang.v6i1.35852

Abstract

Studi ini ingin mengkaji konsep pembelajaran seni budaya dengan menggunakan media Virtual Reality (VR) pada tingkat satuan SMA berbasis Lokal Wisdom Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan atau yang lebih dikenal dengan Research & Development (R&D). Penelitian pengembangan digunakan untuk mengembangkan dan menghasilkan produk dari penelitian ini berupa model pembelajaran seni budaya berbasis kearifan lokal Sumatera Utara dengan menggunakan media Virtual Reality (VR). Dalam penelitian ini dihasilkan konsep yaitu : 1) Pembelajaran dengan menggunakan media Virtual Reality (VR) merupakan suatu sistem pembelajaran dimana dalam proses belajar mengajarnya dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Istilah Information and Communication Technology (ICT) adalah segala bentuk teknologi (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk memproses, menangkap, mentransmisikan, mengambil, memanipulasi, atau menampilkan data sebagaimana adanya dengan sangat jelas. Dalam hal ini dunia pendidikan dapat memanfaatkan dan menghadirkan komponen sumber belajar yang lebih nyata dan mengandung materi instruktional dilingkungan pembelajaran dalam berbentuk teknologi informasi dan komunikasi secara langsung di ruang belajar. 2) Kearifan lokal merupakan cara orang bersikap dan bertindak dalam menanggapi perubahan dalam lingkungan fisik dan budaya. Suatu gagasan konseptual yang hidup dalam masyarakat, tumbuh dan berkembang secara terus menerus dalam kesadaran masyarakat dari yang sifatnya berkaitan dengan kehidupan yang sakral sampai dengan yang profan. Kearifan lokal atau local wisdom dapat dipahami sebagai gagasan-gagasan setempat lokal yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya.
TARI PAYUNG PADA MASYARAKAT PESISIR SIBOLGA: KAJIAN FUNGSI Juliana Tri Sari; Sitti Rahmah
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 12, No 1 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v12i1.42851

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan mendeskripsikan fungsi tari payung pada masyarakat Pesisir Sibolga. Pada penelitian ini teori yang digunakan yaitu teori fungsi dari Jazuli yakni sebagai sarana upacara, sebagai sarana pertunjukan, sebagai hiburan, dan sebagai media pendidikan. Pada penelitian ini menggunakan perhimpunan data seperti dokumentasi, wawancara, dan kajian teori, Teknik analisis data yang dipakai yaitu penyajian data, reduksi data, dan penarik kesimpulan serta pengecekan. Hasil dan pembahasan menunjukan sebagai fungsi tari payung adalah digunakan pada acara adat pernikahan untuk memberikan nasehat pada mempelai pria dan wanita sebagai bentuk tanggung jawab suami terhadap istri; sebagai tontonan adalah yang dimaksud sebagai penyampai/ penerima pesan dan fungsi tontonan lebih mementingkan aspek estetika, sebagai fungsi hiburan adalah untuk rasa kepuasan diri penari tersebut tanpa mempunyai tujuan lebh mendalam dan yang terakhir fungsi tari payung pada masyarakat Pesisir Sibolga yaitu sebagai media pendidikan adalah bertujuan untuk mencegah siswa dari pengaruh budaya asing dan dapat melestarikan kebudayaan dan menjaga kekhasan daerahnya, sedangkan bagi pelaku tari payung menggunakan baju kurung berwarna kuning sebagai busananya, dan alat musik yang digunakan yaitu biola, singkado, dan akordion.
The Resilience of Tortor Sirittak Hotang Simalungun Through The Development of Dance Learning Media Sitti Rahmah; Yusnizar; Raden
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 39 No 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v39i1.2699

Abstract

Resilience in this research is intended to maintain Tortor Sirittak Hotang Simalungun by developing dance learning media, which is utilized primarily in the Unimed FBS Dance Education Study Program. This research aims to add reference material for teaching as well as an effort to maintain the traditional art of Simalungun dance, which is feared to be drifting away with the times, where today's young generation does not know or is not interested in learning traditional dance art. Tortor Sirittak Hotang is a typical Simalungun dance depicting the Simalungun people's work activities as rattan farmers. This activity inspired the people of Simalungun to create a dance (Tortor) that tells how people live in search of rattan (spiritual hosting). Tortor Sirittak Hotang began to appear around the 1990s at the Rondang Bintang Party. Tortor Sirittak Hotang is not yet widely known to the younger generation of Simalungun, nor has it attracted their interest in learning more about it. This digital technology-based Simalungun dance learning media product results from research and development (R&D). Data collection through needs analysis, literacy studies, and documentation. Data analysis was obtained by distributing questionnaires to validate research products. This research indicates that the Simalungun dance media product, validated by material and media validators, is very suitable for use as a dance learning media for FBS Unimed Dance Education Study Program students.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR LKPD TORTOR IJA JUMA TIDAHAN BERBASIS HIGH OTHER THINKING SKILLS (HOTS) UNTUK SISWA KELAS X SMA Gita Andini Fita Dewi; Sitti Rahmah
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 12 No. 2 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v12i2.55483

Abstract

Bahan Ajar LKPD materi tari Ija Juma Tidahan berbasis HOTS merupakan bahan ajar yang disusun untuk melengkapi dari kebutuhan perangkat pembelajaran dan dikembangkan dengan menyesuaikan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk siswa kelas X SMA pada kompetensi dasar 3.1 memahami konsep, teknik, dan prosedur tari tradisional daerah setempat. Produk LKPD materi tari Ija Juma Tidahan berbasis HOTS ini dirancang untuk ketercapaian hasil belajar berdasarkan ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Tahapan yang digunakan untuk membuat LKPD ini menggunakan teori menurut Andi Prastowo (2012 :112“114) dengan mengacu pada model pengembangan 4-D (Four D) oleh Thiagarajan (Surtati & Irawan, 2017). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengambilan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Dalam analisis data digunakan deskriptif kuantitatif untuk melihat validasi ahli media, ahli materi. Dengan menjadikan tari Ija Juma Tidahan  sebagai sampel dalam penelitian ini, dan beberapa narasumber serta model sebagai peraga dalam tari ini.
DOKUMENTASI TOR-TOR SIMALUNGUN SEBAGAI LITERASI BUDAYA Aldi Alfiansyah Sinaga; Sitti Rahmah
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 13 No. 2 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v13i2.64631

Abstract

Penelitian ini bertujuan menginformasikan kesenian Simalungun khususnya Tor-tor Sirittak Hotang dan Tor-tor Dihar Natar sebagai literasi budaya. Penulis menggunakan teori dokumentasi milik Sugiyono (2018: 476), teori Tor-tor milik Harvina (2018; 1), dan teori literasi budaya milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2017: 3). Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di Sanggar Tor-tor Elak-elak Simalungun yang terletak di desa Sirpang Dalig Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan dokumentasi berbentuk arsip tulisan yang dilengkapi dengan audio visual (VCD), yang di dalamnya mendeskripsikan asal mula, terminologi gerak, pola lantai, dancescript gerak, iringan dan alat musik, serta tata rias dan busana pada Tor-tor Sirittak Hotang dan Tor-tor Dihar Natar.
PENGEMASAN BAHAN AJAR TOR-TOR ILAH BOLON BERBASIS CANVA UNTUK SISWA SMP Arti Sutriska Siallagan; Sitti Rahmah
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 14 No. 1 (2025): Gesture: Jurnal Seni Tari
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v14i1.65299

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengemas bahan ajar Tor-tor Ilah Bolon berbasis aplikasi Canva untuk siswa Sekolah Menengah Pertama sesuai Fase D Kurikulum Merdeka pada elemen berpikir dan bekerja secara artistik (Thinking Artistically). Bahan ajar ini dirancang agar peserta didik mampu menunjukkan hasil gerak tari kreasi berdasarkan nilai, jenis, dan fungsi tari tradisional dalam berbagai penyajian, baik individu maupun kelompok, menggunakan unsur utama dan pendukung tari. Proses pengemasan bahan ajar mengikuti tahapan model ADDIE berdasarkan pedoman Djamarah (2010). Penelitian dilakukan di Sanggar Marilah Simalungun untuk menggali data terkait Tor-tor Ilah Bolon dan mengambil dokumentasi di Gedung Serbaguna Universitas Negeri Medan. Hasil penelitian menghasilkan bahan ajar digital yang terdiri dari lima aktivitas belajar yang membahas elemen Tor-tor Ilah Bolon. Setelah diuji oleh ahli materi dan media, bahan ajar ini dinyatakan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran seni budaya bagi siswa kelas VII Sekolah Menengah Pelatihan. Penilaian ahli materi pada aspek kesesuaian capaian pembelajaran, kelayakan isi, bahasa, dan pengorganisasian memperoleh nilai rata-rata 4,7 (layak), dan penilaian ahli media pada aspek tampilan dan visual bahan ajar memperoleh nilai rata-rata 4,8 (layak).