Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

STUDI TERJEMAH AL QURAN KAWASAN ASIA TENGGARA Arjuna, Klawing; Munfarida, Elya
Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 24 No. 2 (2023): Jurnal Asy-Syukriyyah
Publisher : STAI Asy-Syukriyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36769/asy.v24i2.344

Abstract

Translation of the Quran is an important topic to be studied academically as the transfer of language from the source language to the target language is not an easy task. Translation must also take into account the culture, social conditions, and language used to render the language of the Quran into a language understandable by the people in the Southeast Asian region. The purpose of this research is to enhance the understanding and accessibility of the language of the Quran in the Southeast Asian region. Through this study, it is revealed that the translation of the Quran originated from the Malay region of Sumatra and later spread throughout Southeast Asia through various Quranic scholars who studied the Quran in the Arabian Peninsula, the place where the Quran was revealed.
Truth and Love in Sexual Ethics of Islam Munfarida, Elya; Soeratno, Siti Chamamah; Syamsiyatun, Siti
KALAM Vol 11 No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v11i1.1070

Abstract

Tulisan ini berpretensi untuk mengelaborasi salah satu unsur penting dalam etika seksual Islam yakni cinta untuk memperkuat dasar pernikahan. Cinta adalah dialog dan perjumpaan antara dua ‘Aku” yang kemudian melebur dalam ke-aku-an kekasih. Pandangan ini menunjukkan adanya beberapa komponen dalam cinta. Pertama, dialog dan perjumpaan mengisyaratkan kesetaraan eksistensi dan subyek yang otonom yang memiliki kebebasan determinasi-nya. Kedua, konsekuensi logis dari relasi dialog adalah mutualitas di mana masing-masing saling berbagi kasih sayang. Ketiga, kesatuan antara dua aku yang tidak menghilangkan subyektifitas masing-masing aku. Cinta meniscayakan adanya kemuliaan dan kesetiaan seperti yang digariskan oleh moralitas dan agama. Cinta juga sangat berkaitan dengan panca indera, karena penggunaan yang tepat berbasis pada prinsip abstinensi justru akan menguatkan ikatan cinta. Selain itu, akal juga penting dalam cinta, karena eksistensinya dapat mencegah efek negatif dalam memaknai dan merealisasikan cinta. Terakhir, cinta sangat terkait dengan pernikahan, karena hanya dengannya cinta dapat mencapai kondisi sempurna dan mengantarkan seseorang pada kebenaran dan kebijaksanaan.
Otoritas Penafsiran Muhammad Adnan dalam Tafsir Quran Suci Basa Jawi Tentang Akhlak Mulia Zurnafida, Zurnafida; Munfarida, Elya
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 2 No. 3 (2023): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v2i3.27066

Abstract

Perkembangan tafsir Al-Quran di Nusantara, tentunya tidak terlepas dari pengaruh sosial, budaya dan bahasa yang sangat beragam. Penafsiran di Indonesia pada umumnya menggunakan lokalitas yang dimaksudkan untuk memudahkan dalam memahami Al-Quran dan menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat. Dalam rangka memudahkan masyarakat Muslim Jawa dalam memahami isi kandungan Kitab Suci al-Quran, KH. Muhammad Adnan melalui karyanya yang berjudul Tafsir Al-Quran Suci Basa Jawi berusaha melakukan vernakularisasi tarjamah Al-Quran ke dalam bahasa Jawa tanpa menghiraukan gagasan-gagasan yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut. Sebagai contoh, Mohammaad Adnan memanfaatkan sistem tata bahasa Jawa atau undhak-undhuk dalam menafsirkan Tafsir Al-Quran Suci Basa Jawi. Dari hasil penelitian yang diperoleh, Mohammad Adnan melakukan vernakularisasi terhadap ayat tentang akhlak mulia dalam Al-Quran yaitu tentang adil (netepi samubarang wajibira marang Allah), sesama muslim adalah saudara dilarang bertikai (pasulayan), anjuran untuk berbuat kebaikan (penggawe becik), dan saling memaaafkan (lilalan legawa).