Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Group Play Therapy efektif meningkatkan perkembangan sosial siswa Sekolah Dasar Hida Rizkiyatul Ulah; Sutijono Sutijono; Ayong Lianawati
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 2 (2020): Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.42431

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh bimbingan keelompok teknik permainan terhadap perkembangan sosial siswa di kelas 5 SD. Populasi Penelitian adalah siswa kelas 5C dan 5D di SD Islam Sari Bumi sebanyak 58 siswa.  Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan desain one test pre test - post test.. Instrumen yang digunakan diuji dinyatakan valid. Dari jumlah populasi terdapat 8 siswa dengan nilai rendah yang menjadi subjek penelitian. Pengujian hipotesis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara permainan dalam bimbingan kelompok pada peningkatan perkembangan sosial siswa dan telah diuji melalui uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan kelompok dengan teknik permainan berpengaruh terhadap peningkatan perkembangan sosial siswa  kelas 5C dan 5D SD Sari Islam Sidoarjo.
Group Play Therapy tidak efektif dalam meningkatkan komunikasi interpersonal siswa Muchammad Achsanul Hakim; Ayong Lianawati; Sutijono Sutijono
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 2 (2020): Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.42305

Abstract

Komunikasi Interpersonal merupakan kemampuan yang perlu dimiliki oleh seseorang dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari  serta membangun hubungan sosial bagi perkembangan seseorang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan signifikansi keefektifan permainan dalam meningkatkan Kemampuan Komunikasi Interpersonal pada siswa kelas XI MIPA 4 di SMA Wachid Hasyim 2 Taman. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan One Group Pretest-Posttest design. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa ada peningkatan keterampilan komunikasi interpersonal dari lima siswa, satu siswa mendapat nilai tetap, dan dua siswa mengalami penurunan nilai setelah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan. Hasil perhitungan Pretest dan Posttest  menunjukkan bahwa adanya nilai yang bervariasi dalam meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal.Nilai sebelum diberi layanan bimbingan kelompok adalah 73,88 dengan standar deviasi 1,553. Setelah diberikan layanan bimbingan kelompok menjadi 82,25 dengan standar deviasinya 10,820. Dari hasil uji wilcoxon dengan asymp sig-2 tailed sebesar 0.091 maka H0 diterima dan Ha ditolak. 
Traditional play therapy “Bancakan” efektif dalam mengurangi kejenuhan pembelajaran daring siswa SMA saat pandemi Covid-19 Fatur Rahman Al Isfahani; Sutijono Sutijono; Dimas Ardika Miftah Farid
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 1 (2021): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.51604

Abstract

Penelitian betujuan untuk mengetahui pengaruh play therapy dengan permainan tradisional “Bancakan” dalam bimbingan kelompok terhadap kejenuhan pembelajaran online pada saat pandemi covid-19 bagi siswa di SMA Negeri 1 Sangkapura. Metode eksperimen yang diterapkan adalah desain one group pre-test-post-test yaitu metode rujukan pada penelitian ini. Subyek penelitian berjumlah delapan siswa kelas XI yang mengalami kejenuhan belajar dengan kategori tinggi. Pengujian hipotesis yang digunakan oleh peneliti yaitu Wilcoxon signed ranks test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kejenuhan pembelajaran bagi siswa antara pre-test dan post-test dimana kejenuhan belajar pada post-test lebih rendah dari pre-test yang artinya play therapy dengan permainan tradisional “Bancakan” dalam bimbingan kelompok berpengaruh terhadap kejenuhan belajar (Asymp. Sig. =0,012 perbandingan Asymp. Sig. =0.012 < a = 0,05). Berdasarkan penelitian ini, bisa dapat disimpulkan bahwa play therapy dengan permainan tradisional “Bancakan” dalam bimbingan kelompok memiliki pengaruh terhadap kejenuhan pembelajaran bagi siswa di SMA Negeri 1 Sangkapura.