Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Penggunaan Jaringan Syaraf Tiruan Untuk Optimasi Kontruksi Bendung Tyrol Plat Berlubang (Study Kasus Pemodelan Bendung Tyrol Plat Berlubang, Provinsi Ankara, Turkey) Noor Salim
JUSTINDO (Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi Indonesia) Vol 7, No 1 (2022): JUSTINDO
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/justindo.v7i1.5898

Abstract

Untuk mendapatkan ketelitian didalam optimasi sebuah bendung, seperti bendung Tyrol, maka perlu dibantu dengan pemodelan komputasi. Maka dari itu digukanlah  Jaringan Syaraf Tiruan untuk optimasi Bendung Tyrol Plat Berlubang. Dari hasil optimasi yang dilakukan menunjukkan bahwa  Mean Average Prencetage Error (MAPE) yang diperoleh dari hasil perbandingan koefisien debit di lapangan dengan koefisien debit teoritis adalah pada diameter plat 3mm nilai MAPE = 70,5%, diameter plat 6mm MAPE = 76,8% dan diameter plat 10mm MAPE = 76,8%.. Nilai Kesalahan Relatif atau MAPE yang tinggi pada nilai koefisien debit teoritis dengan lapangan dipengaruhi beberapa indikator yang dilapangan tidak digunakan pada koefisien debit teoritis seperti nilai kemiringan saringan dan diameter saringan. Dalam penerapan Jaringan Syaraf Tiruan Metode Backpropagation dalam analisa Koefisien Debit di Bendung Saring Plat Berlubang menggunakan 2 Hidenn Layers, dan jumlah Neurons sebanyak 4 Neuron. Dan juga menggunakan jumlah Epochs sebesar 3000 Epochs. Kombinasi terbaik dengan keakurantan yang diperoleh dari Trial Error yaitu dengan kombinasi 50% Data Training dan 50% Data Testing mendapatkan nilai akurasi 73,6% dengan Nilai Mean Average Precentage Error (MAPE) sebesar 26,4%.
Kajian Penggunaan Sumur Resapan Pada Sistem Drainase Di Kawasan Perumahan Noor Salim; Pujo Priyono; Totok Dwi Kuryanto
HEXAGON Vol 7, No 1 (2022): HEXAGON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/hgn.v7i1.7717

Abstract

Kawasan perumahan syeilendra view di Kabupaten Jember merupakan  kawasan yang cukup  datar sehingga perlu perhatian khusus. Pengaliran limpasan air hujan ke sungai merupakan salah satu sistem drainase yang biasa digunakan sekarang yang mana disebut juga dengan  sistem drainase konvensional. Sedangkan cara yang kekinian adalah pengaliran limasan air hujan lamgsung terserap di dalam tanah sehingga dapat berfungsi sebagai konservasi air sebagai upaya dalam mempertahankan mutu baku air tanah atau dalam hal ini bisa disebut sistim drainase yang ramah lingkungan, salah satunya adalah pemakaian sumur resapan Atas dasar hal tersebut maka perlunya kajian penggunaan sumar resapan pada sistem drainase pada kawasan perumahan tersebut . Didasarkan hasil perhitungan, analisa dan bahasan  dapat disimpulkan yaitu Nilai Kinerja Sistem drainase rencana  tanpa sumur resapan  adalah sebesar 84,69% dengan nilai kategori baik sekali Pemakaian sumur resapan dalam kajian ini sebesar 4 buah per blok atau 24 sumur untuk keseluruhannya. Dari seluruh sumur tersebut hanya bisa menampung ,001339 %. Dari debit yang ada  Atau sangat kecil sekali. Hal ini disebabkan nilai koefisien permeabilitas 6 x 10-5 cm/detik. Nilai permeabilitas yang cocok untuk penggunaan sumur resapan bernilai 0,2 cm/detik. Disarankan bahwa untuk mendapatkan atas pemakaian sumur resapan yang bisa diharapkan, maka perlunya disinergikan  dengan pembuatan bangunan drainase  jenis  lainnya.   Pernerapan jenis drainase yang lain sehingga bisa memecahkan adanya genangan banjir di kawasan tersebut dan kawasan penting lainnya.
Study Tentang Alur Pelayaran Dan Kolam Pelabuhan Militer Di Pantai Banongan Situbondo Lukman Ardianto; Noor salim
National Multidisciplinary Sciences Vol. 1 No. 6 (2022): Proceedings SENSEI 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.314 KB) | DOI: 10.32528/nms.v1i6.233

Abstract

Pantai Banongan merupakan salah satu pantai yang dimiliki Kabupaten Situbondo. Pantai ini terletak di kecamatan Asembagus kabupaten ,Situbondo, Jawa Timur, di sana pernah di jadikan pelatihan militer dan karna itu perlunya alur pelayaran dan kolam pelabuhan dalam hal ini di perlukan Pelabuhan Militer. Bedasarkan analisa data teknik kepantaian di dapatkan di mensi dermaga yang juga di rencanakan dengan ukuran 50 meter dengan bobot 12000 DWT dengan panjang total 140,5 meter tipe Tanker BCM kapal. Faktor yang mempengaruhi perencanaan alur pelayaran serta kolam pelabuhan yaitu pasang surut kecepatan angin dan gelombang. Dimana hasil perhitungan data pasang surut HWL +2,92 meter, MSL + 2,06 meter, LWL +0,86 meter, MHWL + -3,52 meter, MLWL + 2,49 meter periode 1 tahun serta hasil analisis data angin menunjukkan arah tenggara merupakan arah dominan dengan kecepatan 4 knot = 2,056 m/dt, hasil Analisa data gelombang menunjukkan hasil tinggi 1,4 meter dan periode gelombang 7 detik. Dari analisa kontruksi dapat di ambil kesimpulan untuk alur pelayaran kedalaman alur dengan Loa 140,5 meter adalah 132,22 meter , kedalaman air total mencapai 12,554 meter dengan lebar alur pelayaran tipe Alur dua jalur 92,16 meter untuk pelebaran segi alur lurus 38,4 meter dan alur belok 76,8 Meter.
Dampak Rumah Sakit Bina Sehat Terhadap Karakteristik Pertemuan Jalan Simpang Tiga Dan Beberapa Alternatif Solusinya: Studi Kasus : Jl. Sentot Prawirodirdjo - Jl. Jayanegara Ahmad Rusaidi; Taufan Abadi; Noor Salim
National Multidisciplinary Sciences Vol. 1 No. 6 (2022): Proceedings SENSEI 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.674 KB) | DOI: 10.32528/nms.v1i6.234

Abstract

Dengan meningkatnya kegiatan masyarakat di kota Jember dari tahun ke tahun, baik yang datang dari luar maupun dalam kota Jember sendiri menyebabkan pergerakan di daerah kota Jember semakin bertambah pesat. Adanya Rumah Sakit Bina Sehat di Jl. Jayanegara dan Jl. Sentot Prawirodirdjo Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember merupakan salah satu peningkatan dari kegiatan masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini akan mengakibatkan bertambahnya beban dan volume lalulintas sehingga berdampak terhadap kelancaran lalulintas. Perhitungan ini mengacu pada peraturan PKJI 2014. Dari perhitungan yang diperoleh didapat kesimpulan yaitu, Kondisi arus lalu lintas simpang tak bersinyal (DJ) Tahun 2021 Jl. Jayanegara = 0,610 Jl. Sentot Prawirodirdjo = 0.450 ( Barat) dan = 0,432 ( Timur ). Dan arus lalu lintas 10 tahun dengan tingkat pertumbuhan 5% diperoleh derajat kejenuhan (DJ) Jl. Jayanegara sebesar = 0,641. Jl. Sentot Prawirodirdjo = 0,473 ( Barat) dan = 0,469 ( Timur ) . Kondisi arus lalulintas simpang untuk 10 tahun. DJ Simpang = 1,610. Panjang Antrian = 13,714 m. Tundaan = 5,044 det/kend. Alternatif pengaturan 10 tahun pada simpang dengan analisa hambatan samping, dengan DJ = 1,610. alternatif kedua diberlakukannya Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APIIL) sehingga tundaan simpang rata-rata = 5,044 det/skr. Pelebaran simpang didapat pergeseran horizontal (ES) = 2,07 m. Dengan jumlah 6 lampu pada 6 titik pada simpang dan jarak per 5 m.Untuk mengurangi volume kendaraan di Jl. Jayanegara diperlukan pengalihan atau perubahan arus lalu lintas.
Evaluasi Sistem Jaringan Drainase Kawasan Kelurahan Kotakulon Kecamatan Bondowoso Kabupaten Bondowoso Muhammad Iswantoro; Noor Salim; Taufan Abadi
National Multidisciplinary Sciences Vol. 1 No. 6 (2022): Proceedings SENSEI 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.762 KB) | DOI: 10.32528/nms.v1i6.235

Abstract

Kondisi drainase di kawasan Kelurahan Kotakulon Kecamatan Bondowoso Kabupaten Bondowoso saat hujan terjadi genangan khususnya yang berada diruas Jalan Diponegoro Kelurahan Kotakulon Kecamatan Bondowoso Kabupaten Bondowoso, genangan akan mengganggu pengguna jalan untuk melakukan aktivitas. Berdasarakan hasil analisa dengan kala ulang 10 tahun, dari 18 saluran yang ditinjau, diketahui ada 12 saluran yang mampu menampung debit banjir dan 6 saluran tidak dapat menampung debit banjir. Sistem drainase pada Kelurahan Kotakulon termasuk di kriteria baik dengan bobot penilaian 66,64 %. Ada 2 alternatif yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan perubahan dimensi dan memberi sudetan untuk mengurangi debit banjir ke lokasi genangan. Sehingga setelah di lakukan perubahan sistem maka kriteria kinerja dengan memperoleh nilai 100% dengan kriteria sangat baik yaitu saluran bisa menampung debit dan tidak ada permasalahan seperti sampah, dimensi saluran, vegetasi
Evaluasi Sistem Pembuangan Air Kotor Pada Perkantoran: Studi Kasus : Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Bondowoso Noor Salim
National Multidisciplinary Sciences Vol. 1 No. 6 (2022): Proceedings SENSEI 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.408 KB) | DOI: 10.32528/nms.v1i6.238

Abstract

Pembangunan laboratorium kesehatan daerah saat ini telah dikembangkan di wilayah kota bondowoso. Salah satu prasarana yang mendukung adalah saluran pembuangan air kotor. Sistim pembuangan yang diinginkan dalam hal ini yaitu penyediaan sistim penyaluran air buangan yamg tidak mencemari pada bagian yang berperan penting lainnya pada gedung serta gas yang tberasal dari bentukan air buangan yang disalurkan tersebut juga sangat diinginkan, agar kesehatan penghuni yang ada terjaga dari bahaya yang berada pada bangunan laboratorium tersebut. Dengan pijakan tersebut diadakanlah Evaluasi sistem pembuangan air kotor pada perkantoran Dari evaluasi disimpulkan bahwa Air yang di gunakan perharinya adalah 2000 L/hari atau 12000 L/ minggu. Bentuk dan ukuran tangki septictank minimum 0,75 m dan panjang tangki septic tank mnimum 1,50 m, tinggi tangki minimum 1,5 m dengan batas maksimum 0,3 m. Hasil perencanaan sumur resapan, sumur resapan didisain setinggi 2 m dan selebar 1 m lebih besar dari SNI. Untuk ukuran SNI sendiri lebar galian minimal 50 cm serta galiannya yang efektif minimal 45 cm. Disarankan seluruh saluran buang air kotor sebaiknya dan selayaknya di alirkan menuju ke bagian saluran umum kota. Jika saluran umum kota tidak memadai maka sebaiknya diproses maupun diolah dan seterusnya dibuang ke peresapan.
Evaluation Of Road Channel As A Drainage Function For Agricultural Land Remediation Noor Salim
International Applied Science Vol. 1 No. 1 (2022): Proceedings of International Conference on Rural Development (ICRD) 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ias.v1i1.27

Abstract

The Ring Road section on the West Ring Road - Madiun City is an alternative road which connecting the outside of Madiun city to the Madiun city. That road is a road with both side of it is a rice field. As a road, it must be clean from puddles when it rains. So that it does not cause traffic problems in the form of traffic disorder. Bad road channels have an impact on flooding due to rain and make the level of road service in the area decrease. On the other hand, the road channel in the area can also be used as a channel for removing pollutants from agricultural land in the rice fields. So that the process of remediation of agricultural land can run smoothly. This highway channel is highly influenced by the local climate, especially the existing of rainfall. Based on that, there is a need for Adequacy Evaluation of the Roadside of the Rice Fields as a drainage function in Agricultural Land Remediation, with a case study on the Ring Road channel in the West Ring Road - Madiun City. From the results of the analysis in this study, it was found that there are two size of Highway Channel Size on the Ring Road in the West Ring Road - Madiun City and both of them are in good conditions. Channel A1 with size b = 0.71 m, H = 0.36 m and h = 0.11 m. Channel A2 with size b = 0.75 m, H = 0.38 m and h = 0.11 m. The results of the design flood rainfall calculation show that there are variations in values that do not much differ in the return period of 2 years to 25 years and can be used as a reference in the management of small irrigation, drainage systems, and small-scale weir buildings, including calculation of road channels on the Ring Road in the Ring Road Section West-Madiun City. From the analysis, it was found that the road channels on the West Ring Road of Madiun City are still good and adequate. From the analysis of the square and trapezoidal dimensions, it is found that the channel discharge is > the planned discharge, so the dimensions of the channel can accommodate the flood discharge that will occur in a period of 25 years, both as a function of road drainage and as drainage in Agricultural Land Remediation in the rice fields along the road. It is suggested that the need for channel maintenance on the road sections on the Ring Road in the West Ring Road - Madiun City and for further studies regarding other road infrastructure and facilities to support road service levels and as a function for agricultural land drainage