Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS PERUBAHAN DIMENSI BAJA AISI 1045 SETELAH PROSES PERLAKUAN PANAS (HEAT TREATMENT) Sasi Kirono; Eri Diniardi; Isgihardi Prasetyo
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 4, No 2 (2010): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu cara meningkatkan sifat mekanis dari baja adalah dengan proses pengerasan (Hardening). Tetapi proses ini sering juga diikuti dengan adanya dampak negatif yang justru sangat merugikan, seperti perubahan bentuk ( Distorsi). Karena terjadinya hal tersebut di atas, maka perlu dilakukan penelitian perubahan bentuk setelah proses pengerasan. Material yang digunakan adalah baja AISI 1045 dengan proses pengerasan yang dilakukan pada media air, oli, dan udara yang temperatur austenisasinya 8500 C dan waktu penahanan (holding time) masing-masing 30 menit. Nilai kekerasan setelah proses Heat Treatment juga mengalami perubahan yang cukup besar. Pada media pendinginan air terjadi peningkatan hingga 300 % disusul media pendingin oli sekitar 200 % dari kekerasan awal. Tetapi pada media pendinginan udara terjadi penurunan nilai kekerasan sekitar 10 % dari kekerasan awal.
ANALISIS PENGARUH TEMPERATUR PADA PROSES TEMPERING TERHADAP SIFAT MEKANIS DAN STRUKTUR MIKRO BAJA AISI 4340 Sasi Kirono; Eri Diniardi; Seno Ardian
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 3, No 2 (2009): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja merupakan salah satu jenis logam yang banyak digunakan oleh manusia untuk berbagai keperluan. Adakalanya baja yang akan diproses tidak mempunyai kekerasan yang cukup. Oleh karena itu perlu dilakukan proses lagi yaitu proses hardening. Dengan melakukan Hardening maka akan didapatkan sifat kekerasan yang lebih tinggi. Semakin tinggi angka kekerasan maka sifat keuletan akan menjadi rendah dan baja akan menjadi getas. Baja yang demikian tidak cukup baik untuk berbagai pemakaian. Oleh karena itu biasanya atau hampir selalu setelah dilakukan proses pengerasan kemudian segera diikuti dengan tempering. Pengujian dilakukan baik pada sifat fisis(komposisi, struktur mikro, dan fotomakro) maupun sifat mekanis (kekerasan dan kekuatan tarik). Hasil penelitian pada baja AISI 4340 diperoleh kekuatan tarik pada spesimen tanpa perlakuan panas sebesar 1115,7 N/mm² dengan VHN sebesar 347, setelah mengalami proses Hardening 850°C kekuatan tarik menjadi 1234,8N/mm² dengan VHN sebesar 527,4. Tempering 200°C  diperoleh kekuatan tarik sebesar 1813.4 N/mm² dengan VHN sebesar 507,6. Tempering 400°C diperoleh kekuatan tarik sebesar 1402,4N/mm² dengan VHN sebesar 435,6. Sedangkan pada proses Tempering 600°C diperoleh kekuatan tarik sebesar 1039,1 dengan VHN sebesar 332,8. Semakin tinggi temperatur pemanasan pada proses tempering kekuatan tarik dan kekerasan semakin menurun, sebaliknya keuletannya meningkat sehingga disesuaikan dengan keperluan.
PERANCANGAN SPRING BUFFER ELEVATOR KAPASITAS 2 TON DENGAN KETINGGIAN LIMA LANTAI Naryono Naryono; Eri Diniardi; Yamal Hidayat
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 4, No 1 (2010): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Elevator ini merupakan hasil perpaduan kerja antara mechanical dengan electrical, sehingga bentuknya dirancang praktis dan system pengontrolanya otomatis. Pada elevator yang digunakan untuk mengangkut penumpang, kekuatan harus dirancang sekuat mungkin agar penumpang merasa aman dan nyaman. Yamg perlu ditekankan dalam perancangan elevator ini adalah system pengamanan ketika elevator jatuh kelantai paling dasar dari ketinggian yaitu perancangan balok penyangga. Penulis melakukan perhitungan-perhitungan diantaranya jarak jatuh bebas, kecepatan saat jatuh bebas, besar gaya tekan setelah jatuh bebas, dimensi pegas, dimensi slinder piston, silinder shock absorber, flens penahan pegas, massa jenis fluida, saluran  lubang kontrol oli, menentukan diameter saluran  lubang pemasukan oli, menentukan diameter saluran lubang pembuangan oli, menghitung diameter baut pelat dasar, dan spesifikasi dari spring buffer, dengan kapasitas  penumpang maksimum 26 orang atau 2000 kg. Selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap kekuatan dan keamanan spring buffer elevator, agar hasil rancangan yang dirancang layak untuk digunakan dan aman untuk mengangkat penumpang sehingga menjadi efektif dan efisien.
PENGUJIAN KETELITIAN GEOMETRIK PADA MESIN BUBUT EMCOMAT EM 17S MENURUT ISO 1708 Cahya Sutowo; Eri Diniardi; Bayu Indra Praja
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 3, No 1 (2009): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pemakaian sehari-hari, mesin perkakas mengalami deformasi karena jepitan, pengaruh panas dan deformasi karena gaya pemotongan. Oleh karena itu, dengan berjalannya waktu pada umumnya karataeristik proses akan berubah. Perubahan ini bisa berupa pergeseran proses rata-rata (Average Process Level) atau variabilitas proses (Process Variability), untuk itu di perlukan pengujian ketelitian geometrik pada mesin perkakas. Dalam penelitian ini, akan melakukan pengujian ketelitian geometrik pada mesin bubut EMCOMAT EM 17S, karena ketelitian perpindahan akan mempengaruhi ketelitian ukuran benda, sedangkan ketelitian permukaan referensi, ketelitian putaran, spindle, dan ketelitian gerak linier akan mempengaruhi gelombang permukaan dan kekasaran permukaan, serta ketelitian bentuk seperti ; kesejajaran, ketegak-lurusan dan konsentrisitas dari benda kerja. Disamping itu ketelitian benda kerja juga dipengaruhi oleh temperatur lingkungan/suhu ruangan, proses pemotongan, penjepitan benda kerja, pahat dan deformasi akibat gaya pemotongan. Untuk itu pengujian kelayakan terhadap suatu mesin bubut sangat diperlukan, dari hasil pengujian mesin bubut tersebut tidak layak pakai untuk pekerjaan yang presisi. Karena presisi itu adalah suatu pekerjaan yang tidak boleh terdapat penyimpangan pada saat proses, dari hasil pengujian ketelitian geometrik tersebut terdapat beberapa faktor yang hasil rata-ratanya diluar batasan toleransi atau melebihi toleransi yang ditentukan seperti pada pengujian penyelarasan terhadap bed dan carriage,pengukuran simpang putar.
ANALISA PENGARUH HEAT TREATMENT TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO BESI COR NODULAR (FCD 60) Eri Diniardi; Iswahyudi Iswahyudi
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2012): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Logam besi cor dapat diperlakukan panas untuk memperbaiki sifat-sifatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan quenching temper, normalizing dan annealing terhadap sifat mekanik dan stuktur mikro besi cor grafit bulat. Bahan yang dipakai ini berupa besi cor nodular as-cast FCD 60 hasil pemesanan di industri pengecoran. Pada penelitian diuji sifat mekanik (kekuatan tarik dan kekerasan) serta pengamatan metallografi. Pada struktur mikro terdapat fasa martensit dan austenit pada logam yang di-quenching temper, fasa perlit halus, sementit, dan ferrit pada logam yang di-normalizing, dan fasa perlit kasar dan ferrit pada logam yang di-annealing. Nilai kekerasan rata-rata 501,1 HB (quenching temper), 297,2 HB (normalizing), dan 229,1 HB (annealing). Sedangkan kekuatan tarik sebesar 933 N/mm2 (quenching temper), 474 N/mm2 (normalizing), 380 N/mm2 (annealing).ada spesimen yang diberi perlakuan panas quenching temper mempunyai kekuatan tarik dan kekerasan yang lebih baik dibandingkan hasil spesimen lainnya tetapi tegangan luluhnya tak terukur, karena getas.
ANALISIS PERENCANAAN DESALINATION PLANT 4167 TON/JAM Naryono Naryono; Eri Diniardi; Suharyono Suharyono
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 3, No 2 (2009): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis perencanaan desalination plant dengan kapasitas 41,67 ton/jam merupakan suatu perencanaan yang membahas tentang perencanaan dari alat – alat heat exchanger desalination plant, yaitu evaporator, brine heater, ejector condensor, drain cooler. Perencanaan yang dimaksud yaitu menghitung perpindahan panas dari masing – masing alat – alat heat exchanger desalination plant, perhitungan perpindahan panas nya yaitu menghitung heat balance, menghitung luas permukaan perpindahan panas, menghitung pressure drop dan menghitung kekuatan pipa dari alat – alat heat exchanger desalination plant. Pada perencanaan ini menggunakan titanium sebagai bahan pipa, karena titanium dapat dipakai pada temperatur tinggi, sehingga tidak mudah pecah jika dilalui fluida dengan temperatur tinggi. Pada analisa perhitungan terdapat perbedaan antara hasil perhitungan dengan spesifikasi data dari alat-alat heat exchanger . walaupun terjadi perbedaan tetapi perbedaan tersebut  < 5%. Dengan perbedan yang tidak terlalu signifikan antara hasil perhitungan dengan spesifikasi data, maka peencanaan desalination dengan kapasitas  41,67 ton / jam ini dapat digunakan.