Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGKAJIAN NYERI MULTIDIMENSIONAL PADA REMAJA DENGAN DISMENORE PRIMER (Multidimentional Pain Assessment to Adolescent with Primary Dismenorrhea) Inayati, Hosnu; Rejeki, Sri; Hartati, Elis
Journals of Ners Community Vol 8 No 2 (2017): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v8i2.326

Abstract

Dismenore merupakan masalah menstruasi yang umum terjadi pada remaja, Dismenore adalah nyeri uteri pada saat menstruasi. Dismenore  yang sering kali terjadi pada remaja adalah dismenore primer. Dismenore primer adalah suatu nyeri menstruasi yang terjadi tanpa adanya kelainan  ginekologik. Kejadian dismenorea di Indonesia sekitar 64,25% yang terdiri dari 54,89% dismenore primer dan 9,36%  dismenore sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran nyeri pada remaja dengan dismenore primer.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah 78 pasien yang mengalami dismenore primer dengan purposive sampling. Pengukuran nyeri menggunakan kuesioner pengkajian multidimensi Adolescent Pediatric Pain Tool (APPT). Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif untuk mengetahui distribusi, frekuensi, presentase dari variabel.Hasil penelitian menunjukkan a body outline diagram didapatkan lokasi nyeri terbanyak yang dirasakan oleh remaja dengan dismenore primer adalah pada daerah abdomen bagian bawah atau regio hypogastric (pubic) region dan low back pain atau nyeri pada punggung bagian bawah. Pain intensity  dengan kriteria intensitas nyeri sedang (medium pain) yakni sebesar 56,4%, Pain quality memiliki nilai mean 52,58 yang berarti rata- rata kualitas nyeri remaja dengan dismenore adalah nyeri sedang.Menstruasi yang rutin terjadi setiap bulan akan menimbulkan masalah jika diikuti dengan nyeri haid atau dismenore, oleh sebab itu perlu upaya untuk mengatasi dismenore pada remaja sehingga menstruasi tidak mengganggu aktifitas sehari- hari remajaKeywords: Dismenore Primer, Gambaran nyeri, Remaja PerempuanABSTRACTDysmenorrhea is a common menstrual problem in adolescents, dysmenorrhea is uterine pain at the time of menstruation. Dysmenorrhea that often occurs in adolescents is primary dysmenorrhea. Primary dysmenorrhea is a menstrual pain that occurs in the absence of gynecologic abnormalities. Dysmenorrhoea incidence in Indonesia around 64,25% consisting of 54,89% primary dysmenorrhea and 9,36% secondary dysmenorrhea. This study was aim to obtained a picture of pain in adolescents with primary dysmenorrhea.This research is descriptive research with cross sectional study design. The sample in this study were 78 patients who experienced primary dysmenorrhea with purposive sampling. Measurement of pain using multidimensional assessment questionnaires Adolescent Pediatric Pain Tool (APPT). Data analysis in this research use descriptive analysis to know distribution, frequency, percentage of variable.The results showed that a body outline diagram obtained the location of most pain felt by adolescents with primary dysmenorrhea is in the lower abdominal region or region hypogastric (pubic) region and low back pain or pain in the lower back. Pain intensity with medium pain intensity criterion (medium pain) which is equal to 56,4%, Pain quality has mean value 52,58 which mean mean of quality of adolescent pain with dysmenorrhea is moderate pain.Menstruation is routinely occurs every month will cause problems if followed by menstrual pain or dysmenorrhea, therefore need efforts to overcome dysmenorrhea in adolescents so that menstruation does not interfere with the daily activities of adolescents.Keywords: Primary Dismenore, Picture of pain, Young WomenDOI : 10.5281/zenodo.1400986
PENGARUH HYGIENE LINGKUNGAN RUMAH TERHADAP NYERI IBU PASCA BERSALIN DI DESA BANARESEP BARAT Hasanah, Laylatul; Hosnu Inayati; Rini Yudiati; Sri Sumarni
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri pasca bersalin merupakan keluhan yang sering dialami ibu nifas dan dapat memengaruhi proses pemulihan serta kualitas hidup ibu. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam intensitas nyeri pasca bersalin adalah hygiene ibu dan kenyamanan lingkungan rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hygiene dan kenyamanan lingkungan rumah terhadap nyeri ibu pasca bersalin di Desa Banaresep Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional menggunakan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu pasca bersalin di Desa Banaresep Barat, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner hygiene, kuesioner kenyamanan lingkungan rumah, serta pengukuran nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat hygiene yang baik dan lingkungan rumah yang nyaman. Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara hygiene ibu dengan nyeri pasca bersalin serta antara kenyamanan lingkungan rumah dengan nyeri ibu pasca bersalin (p-value = 0,001). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan antara hygiene dan kenyamanan lingkungan rumah terhadap nyeri ibu pasca bersalin di Desa Banaresep Barat. Oleh karena itu, peningkatan praktik hygiene dan penciptaan lingkungan rumah yang nyaman perlu menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan ibu nifas di tingkat komunitas.