Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Penguatan Perilaku Hidup Sehat melalui Edukasi Bahaya Merokok di Desa Nobowetan Kota Salatiga Saelan Saelan; Wahyu Rizky; Bambang Abdul Syukur; Nur Rakhmawati
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/d1pa9v42

Abstract

Perilaku merokok masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di masyarakat yang berdampak terhadap meningkatnya risiko penyakit tidak menular serta gangguan kesehatan anggota keluarga, terutama anak dan perempuan. Hasil pengkajian keperawatan komunitas di Desa Nobowetan RT 01/RW 05, Kelurahan Noborejo, Kota Salatiga menunjukkan bahwa sebesar 62,9% keluarga memiliki anggota yang merokok, dan sebagian besar perokok masih merokok di dalam rumah. Kondisi ini menempatkan keluarga dan lingkungan pada risiko tinggi paparan asap rokok serta memperkuat pola perilaku hidup tidak sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan perilaku hidup sehat melalui edukasi bahaya merokok pada masyarakat Desa Nobowetan. Metode yang digunakan adalah pendekatan asuhan keperawatan komunitas yang meliputi tahap persiapan, pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Intervensi utama berupa edukasi kesehatan tentang dampak merokok terhadap kesehatan individu, keluarga, dan lingkungan, yang dilaksanakan pada pertemuan bapak-bapak dan karang taruna menggunakan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan terjadinya peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang bahaya rokok, yang berdampak pada perubahan sikap dan komitmen kolektif untuk mengurangi kebiasaan merokok di dalam rumah, melindungi anggota keluarga dari paparan asap rokok, serta mendorong terciptanya lingkungan rumah tangga yang lebih sehat. Edukasi ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengendalikan faktor risiko kesehatan secara mandiri sebagai bagian dari penguatan perilaku hidup sehat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi bahaya merokok berbasis komunitas efektif sebagai strategi pemberdayaan masyarakat dan direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi dengan kader kesehatan dan puskesmas setempat
Hubungan Overcrowded dengan Response Time di ruang IGD RSUD Dr. MOEWARDI Selvia Aurellia Avanda avanda; Wahyu Rima Agustin; Saelan Saelan
TRIAGE Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 13 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/triage.v13i1.2370

Abstract

Overcrowded or congestion in the Emergency Department (ED), refers to a condition in which the high number of patient visits is not proportional to the available capacity and resources in the ED. Overcrowded in the Emergency Department is a problem that can affect the quality and timeliness of patient care. One indicator of service effectiveness in the ED can be observed through the nurses' response time in providing initial treatment for emergency conditions. This study aims to know the relationship between overcrowded and response time in the Emergency Department of Dr. Moewardi Regional General Hospital. This study employed a non-experimental quantitative method with an analytic observational design using a cross-sectional approach. The study population consisted of 65 emergency department nurses, with a sample of 54 respondents selected based on the inclusion and exclusion criteria. Overcrowded was measured using the National Emergency Department Overcrowding Score (NEDOCS) instrument, while response time was measured using a stopwatch and an observation sheet. Data analysis was conducted through univariate and bivariate analyses using the Spearman Rank test. The results showed that the majority of overcrowded conditions were at level 5 (severely overcrowded), accounting for 38.9%, and most nurses' response times were categorized as fast, at 59.3%. The statistical test results indicated a significant relationship between overcrowded and response time, with a p-value of 0.001 and a correlation coefficient of r = 0.429, indicating a moderate correlation strength. It can be concluded that the higher the level of overcrowded, the more likely the nurses' response time in the Emergency Department tends to be slower. Therefore, effective management strategies are recommended to reduce overcrowded in order to maintain the quality of emergency care services.
Upaya Peningkatan Kesehatan Penanggulangan DHF di Posyandu Krida Utama Desa Watuburik Kabupaten Karanganyar Saelan Elan Elan; Lalu M. Panji Azali; Aria Nurrahman Hendra Kusuma
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i3.11677

Abstract

Abstrak: Salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia adalah Demam Berdarah Dengue (DBD). Demam berdarah dengue muncul sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) sehingga mengakibatkan kepanikan di masyarakat karena berisiko meyebabkan kematian serta penyebarannya sangat cepat. Demam Berdarah Dengue masih menjadi permasalahan kesehatan baik di wilayah perkotaan maupun wilayah semi-perkotaan. Perilaku vektor dan hubungannya dengan lingkungan, seperti iklim, pengendalian vektor, urbanisasi, dan lain sebagainya mempengaruhi terjadinya wabah demam berdarah di daerah perkotaan. Pencegahan DBD yang dilakukan di Indonesia dan dapat dilakukan oleh semua umur dan dari seluruh jenjang pendidikan adalah kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Pemerintah di Indonesia mencanangkan pembudidayaan PSN secara berkelanjutan oleh masyarakat dengan pesan inti 3M plus dan mewujudkan terlaksananya gerakan 1 rumah 1 Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Keberhasilan kegiatan PSN dapat diukur dengan Angka Bebas Jentik (ABJ). Apabila ABJ ? 95% diharapkan dapat mencegah atau mengurangi kasus penularan DBD. Penanganan awal pada pasien dengan DBD sangat penting, yang pertama adalah observasi suhu tubuh, makan minum, berikan analgetik dan segera periksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan. Hasil kegiatan pengetahuan warga meningkat 90%, kegiatan selanjutnya membina hubungan kerjasama kegiatan selanjutnya.
Upaya Peningkatan Kesehatan Lansia dengan Olah Raga untuk Pemeliharaan Kesehatan Jantung Desa Selokaton Saelan Elan; Kukuh Ardian; Sari Malak; Nur Kholis
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v1i2.4662

Abstract

Abstrak: Masalah kesehatan utama pada lansia adalah penyakit gangguan kardiovaskuler. Hal ini bisa dikarenakan Gaya hidup individu tidak menghiraukan efek negatifnya terhadap kesehatan bahkan sampai tidak mengenal apa itu olahraga. Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk mengetahui peningkatan pengetahuan warga tentang meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan dalam memperbaiki dan mempertahankan status kesehatan lansia, meningkatakan kesehatan jantung bagi lansia, mengurangi resiko penyakit jantung. Waktu pelaksanaan bulan November 2017 Februari 2018 selama 50 jam dengan memberikan penyuluhan melalui ceramah, diskusi dan tanya jawab. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan dari 26 warga, kegiatan tersebut mendapatkan respon yang baik oleh warga. Warga menjadi lebih mengetahui tentang pentingnya olah raga bagi kesehatan. Hal ini dapat diketahui dari hasil pre test dan post test, di mana sebelum dilakukan penyuluhan tentang pentingnya olah raga bagi kesehatan, warga belum mengetahui mengenai apa yang dimaksud dengan manfaat olah raga. Hasil post test skor yang diperoleh rata-rata 92% memahami pentingnya olah raga. Monitoring dan evaluasi dengan kunjungan rumah mulai 1 -2 Februari 2018 pada keluarga yang mempunyai gangguan penyakit jantung setelah kegiatan penyuluhan.Kata kunci: Kesehatan, Lansia, olah raga
Upaya Pencegahan Covid 19 dengan Edukasi Protokol Kesehatan di Desa Plesungan Saelan saelan; Kukuh Ardian; Budi Prasetyo; Muh Rais Prasetyo
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v2i1.7754

Abstract

Abstrak: Kasus penyebaran Covid 19 sudah mulai masuk ke Indonesia pada bulan Januari 2020. Desa Plesungan yang mayoritas masyarakatnya adalah pekerja buruh dan pedagang, sangat memungkinkan terjadinya penyebaran Covid 19. Setelah diadakan pencegahan Covid 19 di desa Plesungan diharapkan masyarakat mampu melakukan upaya pencegahan secara mandiri. Edukasi pencegahan Covid 19 dilakukan dengan mengelilingi desa Plesungan menggunakan megaphone Ambulan dan menyampaikan kepada warga agar melakukan pencegahan Covid 19 dengan cara mencuci tangan dengan 6 langkah, tetap di rumah saja, menghindari kerumunan dan perkumpulan warga, serta memakai masker bila sedang sakit dan berada di tempat umum, dan juga penyemprotan desinfektan di rumah warga. Hasil pengabdian kepada masyarakat di desa Plesungan berjalan dengan baik. Warga yang mendengar edukasi sangat antusias untuk segera melakukan pencegahan Covid 19 dengan sering mencuci tangan pakai sabun dengan 6 langkah, tetap di rumah saja, menghindari kerumunan, dan memakai masker jika sakit serta di tempat umum.
Optimalisasi Pengetahuan Keluarga Melalui Edukasi Mobilisasi Progresif Untuk Mendukung Mobilisasi Aman Pada Pasien Intensive Care Unit Wahyu Rima Agustin; Saelan Saelan; Noviana Nur Zaidah
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/qszxrm24

Abstract

Mobilisasi progresif merupakan intervensi keperawatan yang berperan penting dalam mempertahankan dan meningkatkan status hemodinamik pasien yang dirawat di Intensive Care Unit (ICU). Namun, keterlibatan keluarga dalam mendukung pelaksanaan mobilisasi progresif masih belum optimal karena keterbatasan pengetahuan mengenai manfaat, tahapan, dan prinsip keselamatan tindakan tersebut. Keluarga merupakan pendamping utama pasien yang berperan dalam memberikan dukungan selama proses mobilisasi progresif sehingga perlu memiliki pengetahuan yang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan keluarga pasien tentang penatalaksanaan mobilisasi progresif sebagai upaya mendukung peningkatan status hemodinamik pasien di ICU RS Indriati Solo Baru. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juni 2026 dengan melibatkan 22 keluarga pasien ICU. Metode yang digunakan meliputi pre-test, penyuluhan kesehatan melalui ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi mobilisasi progresif, pembagian leaflet edukasi, serta evaluasi menggunakan post-test. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Hasil menunjukkan bahwa sebelum edukasi sebanyak 11 peserta (50%) memiliki pengetahuan kategori cukup dan 11 peserta (50%) kategori baik. Setelah edukasi, sebanyak 20 peserta (90,9%) berkategori baik dan 2 peserta (9,1%) berkategori cukup. Hasil analisis menunjukkan perbedaan bermakna antara pre-test dan post-test dengan nilai p=0,004 (p<0,05). Edukasi kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan keluarga dalam mendukung mobilisasi progresif secara aman pada pasien ICU sehingga terjadi peningkatan skor pengetahuan.