Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PARTISIPASI ORANGTUA DALAM MEWUJUDKAN CHILDREN WELL-BEING PADA MASA PANDEMI ADRIANI RAHMA PUDYANINGTYAS; NURUL KUSUMA DEWI; VERA SHOLEHA
Early Childhood Education and Development Journal Vol 4, No 1 (2022): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.993 KB) | DOI: 10.20961/ecedj.v4i1.56776

Abstract

Masa pandemi covid-19 membawa perubahan di semua bidang, termasuk dalam dunia pendidikan anak usia dini. Pembelajaran yang selama ini berlangsung secara tatap muka, beralih menjadi pembelajaran yang dilaksanakan di dalam jaringan (daring) melalui konsep belajar dari rumah (BDR). Aktivitas pembelajaran semua dilakukan dari rumah. Perubahan ini membawa pengaruh bagi semua aspek perkembangan anak. Orangtua sebagai support system terdekat anak yang berada dalam keluarga mempunyai peran yang besar dalam mendampingi anak untuk menghadapi perubahan lingkungan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk partisipasi orangtua dalam membantu optimalisasi tumbuh kembang anak usia dini di masa pandemi untuk mewujudkan children well-being. Bentuk partisipasi meliputi tiga aspek yaitu fisik, kogntif, serta sosio-emosi. Penelitian dilakukan dengan subjek orangtua siswa TK Kelas A dan B berjumlah 33 orang. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner.
Efektivitas Pelatihan Pembuatan Video Pembelajaran Menggunakan Smartphone bagi Pendidik PAUD Anjar Fitrianingtyas; Nurul Shofiatin Zuhro; Jumiatmoko; Novita Eka Nurjanah; Vera Sholeha
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 2 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v2i2.48

Abstract

Pandemi covid-19 yang melanda mengharuskan seluruh jenjang Pendidikan melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring, tidak terkecuali pada Pendidikan anak usia dini. Fakta yang terjadi di lapangan pembelajaran daring yang terlaksana di beberapa PAUD Kota Semarang berlangsung kurang maksimal. Pendidik anak usia dini sekarang ini dituntut untuk memiliki keterampilan dalam pengembangan teknologi informasi dan komunikasi. Pembelajaran daring mengharuskan para pendidik mampu membuat media pembelajaran berbasis digital, salah satunya yaitu pembuatan video pembelajaran. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat video pembelajaran berbasis smartphone menggunakan aplikasi Capcut. Sasaran utama pelatihan adalah pendidik PAUD di Kota Semarang dengan peserta berjumlah 70 orang terdiri dari perwakilan pendidik PAUD. Metode yang digunakan adalah dengan pelatihan dan pendampingan. Pelatihan dilakukan dengan cara demonstrasi pembuatan video pembelajaran, metode praktik langsung serta pendampingan dalam pembuatan video menggunakan aplikasi Capcut. Selain itu juga diberikan penugasan kepada peserta dan perlombaan pembuatan video pembelajaran. Instrument yang digunakan dalam dalam pengumpulan data adalah dengan kuesioner. Kegiatan ini dilakukan selama 1 minggu. Hasil dari kegiatan ini adalah pelatihan pembuatan video pembelajaran menggunakan smartphone bagi pendidik PAUD terbukti efektif dengan penguasaan pengetahuan peserta dengan rata-rata skor 92,8 serta penguasaan keterampilan peserta dengan rata-rata skor 93,4.
Analisis Perkembangan Self-help Skills Anak Usia 5-6 Tahun Sania Alkhoiriyah Umuri; Anayanti Rahmawati; Vera Sholeha
Jurnal Pendidikan Anak Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v10i2.44170

Abstract

Self-help skills adalah keterampilan  motorik yang dapat membantu anak untuk memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri. Perkembangan self-help skills merupakan  proses ketika anak memperoleh self-help skills selama masa transisi dari bayi ke awal masa kanak-kanak. Penelitian ini bertujuan mengetahui perkembangan self-help skills anak usia 5-6 tahun di Gugus Irawati Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif  survei. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Populasi dan sampel penelitian adalah anak usia 5-6 tahun berjumlah 81 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, wawancara dengan orang tua dan guru serta observasi di salah satu TK. Teknik uji validitas menggunakan pendapat ahli (expert judgement) untuk menilai kesesuaian antara instrumen dengan aspek yang diukur. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif persentase dimaksudkan untuk mendeskripsikan status variabel kemudian menyajikannya dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum perkembangan self-help skills anak usia 5-6 tahun di Gugus Irawati Kabupaten Sukoharjo termasuk pada kriteria BSB (Berkembang Sangat Baik) namun terdapat perbedaan skor antara data kuesioner orang tua dan guru. Persentase data orang tua 80,26% dan data guru 81,35%.
Powtoon as Learning Media to Improve Listening Skills in Children Aged 5-6 Years Anggita Nur Azizah; Vera Sholeha; Adriani Rahma Pudyaningtyas; Sittipat Chitkrajang
Kumara Cendekia Vol 14, No 1 (2026): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v14i1.87165

Abstract

Listening skills is the ability to understand verbal and nonverbal information. These skills form the foundation for children’s language and communication development, but are often overlooked in learning, leaving children less active in processing information. The Powtoon application serves as a solution by presenting engaging and interactive learning experiences. This study aims to improve the listening skills of 5- to 6-year-old children at a kindergarten located in Colomadu, Karanganyar, by utilizing the Powtoon application as a learning medium. Classroom action research was conducted through collaboration between the researcher and the teacher up to cycle II, with each cycle consisting of three meetings. The stages of planning, implementation, observation, and reflection followed the Kemmis and McTaggart model. Data collection included observation, interviews, oral tests, and documentation, with both quantitative and qualitative analyses applied. Source and technique triangulations were carried out to ensure data validity. The research was guided by specific indicators, namely the ability in maintaining attention for 10–15 minutes, answering questions based on the information heard, and retelling information in the correct sequence. The research findings indicate that children’s listening skills improved after utilizing the Powtoon application as a learning medium. Classical improvement progressed from 21.43% in the pre-intervention stage to 57.12% in cycle I, and reached 85.71% in cycle II. These findings demonstrate that the Powtoon application plays an important role in improving the listening skills of 5- to 6-year-old children at a kindergarten located in Colomadu, Karanganyar.
EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCES DALAM PERSPEKTIF MUNIF CHATIB Firza Fathia; Novita Eka Nurjanah; Vera Sholeha
Kumara Cendekia Vol 12, No 1 (2024): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v12i1.67035

Abstract

Teori multiple intelligences meyakini bahwa manusia memiliki satu dari beberapa kecerdasan majemuk. Kecerdasan pada diri manusia tidak hanya terdiri dari kemampuan IQ (intelligence quotient) dan logika (matematika) saja. Multiple intelligences menyatakan adanya sembilan macam kecerdasan yang dimiliki oleh setiap orang. Perbedaan kecerdasan antara yang satu dengan yang lainnya terletak pada komposisi atau dominasi dari kecerdasan tersebut. Penerapan pembelajaran berbasis multiple intelligences digunakan sebagai strategi pembelajaran. Namun, dalam penerapannya di lapangan masih menuai banyak kesalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan pembelajaran berbasis multiple intelligences dalam perspektif salah satu tokoh pendidikan, Munif Chatib, di TK Lazuardi Kamila GIS Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode evaluasi program dengan pendekatan CIPP (Context, Input, Process, Product). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak tidak dapat menemukan kecenderungan gaya belajar dan kecenderungan kecerdasan majemuk mereka. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada perbedaan penerapan pembelajaran berbasis multiple intelligences menurut teori Munif Chatib dengan penerapan pembelajaran di TK Lazuardi Kamila GIS Surakarta. Adanya perbedaan tersebut dikarenakan sekolah menyesuaikan dengan prinsip, visi, misi, dan tujuan sekolah
MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA (STUDI KASUS DI TK ANGKASA LANUD ADI SOEMARMO) Teodora Agitya Giovanni; Upik Elok Endang Rasmani; Vera Sholeha
Early Childhood Education and Development Journal Vol 6, No 3 (2024): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v6i3.118693

Abstract

Sarana dan prasarana memiliki peran yang penting dalam kualitas dan keberhasilan program. Sarana dan Prasarana di sekolah memiliki peran penting dalam menentukan kualitas dan keberhasilan program pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mendalami manajemen sarana dan prasarana di TK Angkasa Lanud Adi Soemarmo, dengan fokus pada perencanaan, pengadaan, penginventarisasian, pemeliharaan, dan penghapusan sarana dan prasarana. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui observasi, wawancara dengan kepala sekolah dan guru, serta analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan sarana dan prasarana dilakukan dalam dua tahap: tahun ajaran dan tahun anggaran. Pengadaan sarana dilakukan melalui hibah, pembelian, hadiah dan daur ulang. Masing-masing guru sentra bertanggung jawab dalam pencatatan inventaris, namun proses ini belum berjalan secara berkala. Pemeliharaan dilakukan secara rutin (harian, bulanan, tahunan) dengan melibatkan warga sekolah dan yayasan. Penghapusan dilakukan utnuk sarana yang tidak layak pakai. Faktor pendukung manajemen ini adalah partisipasi aktif warga sekolah, sedangkan hambatannya adalah keterbatasan anggaran. Kesimpulannya, manajeen sarana dan prasarana di TK Angkasa Lanud Adi Soemarmo masih perlu ditingkatkan, terutama dalam aspek inventarisasi.