Nurul Kusuma Dewi
PG PAUD Universitas Sebelas Maret

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERAN ORANG TUA PADA PAUD INKLUSI Nurul Kusuma Dewi
JURNAL INDRIA (Jurnal Ilmiah Pendidikan Prasekolah dan Sekolah Awal) Vol 2, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.256 KB) | DOI: 10.24269/jin.v2i1.443

Abstract

This reserch aims to determine how the role of parents in early childhood inclusion. The study was conducted using a qualitative approach with case study. Course of a study conducted in Labschool House Citta with research subjects the role of parents Labschool House Citta. Methods of data collection using observation, wawacanra,and documentation. Data were analyzed using an interactive model of Miles and Huberman. Results from the study include: the role of parents guardians Labschool House Citta and parental benefits from the involvement of parents in school activities. The shape of the role of parents in Labschool House Citta, namely: (1) parenting; (2)parents accompany children in activities fied trip; (3) parents tovolunteer in the market's activities; (4) speakers in regular discussion activities; (5) parent and child to make toys from waste project; (6) the parents a guest teacher in the classroom according to the theme; and (7) parents are involved in school committees called POM (association of parents). While the perceived benefits of interaction active parents in early childhood inclusion, among others: (1) parentscan accompany and stimulate the development of the child; (2) parents will accept, acknowledge, give it a chance, and give appreciation to the achievement of an ordinary child and crew in particular; (3) parents to know the needs, interests and talents of the child; and (4) the parents respect children's rights.
THE MEASUREMENT OF PHYSICAL ABILITY EARLY AGE CHILDREN BY ADOPTING JAPANESE INSTRUMENTS IN KLATEN Murni Ramli; Yudianto Sujana; Dyah Yuni Kurniawati; Nurul Kusuma Dewi; Mida Septi Karunia; Tri Ulya Wardati Qariah
JURNAL INDRIA (Jurnal Ilmiah Pendidikan Prasekolah dan Sekolah Awal) Vol 3, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1215.122 KB) | DOI: 10.24269/jin.v3i1.671

Abstract

The Curriculum 2013 entailed the importance of developing the physical ability (PA) of early age children (EAC). In fact, the standard measurement or instrument to assess the PA of early childhood has not been formulated yet to be used in the whole country. Therefore, it is required to develop the standard instrument to measure the physical ability of children. The Center for Japanese Studies, Research and Community Services of Universitas Sebelas Maret, Indonesia collaboratively worked with HIMPAUDI (The Association of Early Childhood Education Indonesia) of District Karanganom in Klaten Regency to develop the standard achievement of Klaten's children based on the instrument of PA adopted from Japan. This program involved 21 ECE nurseries in Karanganom, and 70 instructors participated in the program. The activities were based on an action research aimed to change the mindset of related instructors on PA, connection between PA and cognitive development. It also trained the skills of instructors on measuring the PA. The program was conducted from July to September 2017. As the program ran, data of children' PA was also measured, and as the entry of database developed for Karanganom. There are five indicators of PA which represent the stability, locomotive, and manipulative movements, adapted from Japanese PA measurement. The results of database showed the average measurement of children' PA in Karanganom, and were compared to the Japanese peers, the achievement was lower. The instrument has to be validated and examined in the various regions and periods. 
Penerapan Literasi Sains Basis Kelas oleh Guru PAUD di Kota Surakarta Vera Sholeha; Siti Wahyuningsih; Ruli Hafidah; Muhammad Munif Syamsuddin; Adriani Rahma Pudyaningtyas; Nurul Kusuma Dewi; Novita Eka Nurjanah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i3.1237

Abstract

Hasil PISA 2018 menunjukkan rata-rata skor sains negara-negara OECD adalah 489, namun Indonesia baru mencapai skor 396 (OECD, 2019) yang artinya masih berada di level bawah. Padahal sejak 2017 Indonesia sudah menggalakkan Gerakan Literasi Nasional. Penelitian ini merupakan penelitian survey yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan literasi sains pada PAUD di Kota Surakarta. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh guru PAUD di Surakarta dan sampel dari penelitian ini adalah 64 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner respon guru. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik persentase. Hasil persentase dari penelitian ini menunjukkan bahwa indikator literasi sains basis kelas mendapatkan hasil yang bervariasi. Adapun hambatan yang dialami oleh guru dalam penerapan literasi sains diantaranya adalah guru belum pernah mengikuti pelatihan tentang pengembangan pembelajaran literasi sains di PAUD, guru belum memahami bagaimana penerapan literasi sains, serta sarana dan prasarana sekolah yang belum memadai.
Dampak Aplikasi ScratchJr terhadap Ketrampilan Problem-Solving Anak Usia Dini Novita Eka Nurjanah; Ruli Hafidah; Muhammad Munif Syamsuddin; Adriani Rahma Pudyaningtyas; Nurul Kusuma Dewi; Vera Sholeha
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i3.1531

Abstract

Konsep budaya digital mengungkapkan bahwa buta aksara tidak lagi diartikan sebagai keadaan tidak mengetahui cara membaca dan menulis. Buta aksara di era digital diartikan sebagai keadaan tidak dapat menggunakan komputer dan teknologi. Oleh karena itu, pembelajaran berbasis teknologi digital harus dimulai sejak anak usia dini. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan dampak pembelajaran berbasis scratchJr terhadap ketrampilan problem solving anak usia ini. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah systematic literatur review dengan melakukan analisis 19 artikel jurnal. Hasil analisis studi teoritis menunjukkan bahwa scratchJr memungkinkan anak usia dini untuk terlibat dalam pembuatan cerita interaktif, permainan, serta kesenangan digital secara mandiri atau hanya memerlukan sedikit bimbingan di sepanjang jalan proses pembuatannya. Anak usia dini dengan cepat dapat mengakses serta memahami kemampuan pemrograman dengan menggunakan pemikiran matematis dalam pendekatan untuk pemecahan masalah atau problem solving.
Efektivitas Aplikasi Sex Kids Education untuk Mengenalkan Pendidikan Seks Anak Usia Dini Misselina Madya Gerda; Siti Wahyuningsih; Nurul Kusuma Dewi
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i4.2170

Abstract

Kasus kekerasan seksual pada anak yang terjadi di Indonesia terus mengalami peningkatkan, hal ini menyadarkan banyak elemen masyarakat yang tergerak untuk mengembalikan fungsi pendidikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keefektifan pengembangan media aplikasi game edukasi Sex Kids Education berbasis android pada pengetahuan pendidikan seks anak usia dini. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah anak berusia 5-6 tahun di TK Marsudisiwi Surakarta, TK NDM Sondakan Surakarta, TK Aisyiyah Boyolali, Ahli media, Materi, Informatika dan Guru. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian pengembangan Research and Development (RD). Prosedur penelitian pengembangan ini mengacu pada model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan aplikasi game edukasi Sex Kids Education dapat meningkatkan pengetahuan pendidikan seks anak usia dini. Anak mampu mengidentifikasi anggota keluarga, anak mampu memahami nama bagian tubuh, cara dan manfaat dari melindungi diri, cara merawat bagian tubuh, memahami perbedaan ciri jenis kelamin, anak mengetahui bagian tubuh yang boleh dilihat dan tidak boleh dilihat.
PROFIL KEMAMPUAN COMPUTATIONAL THINKING ANAK USIA 5-6 TAHUN Rosyida Ani Dwi Kumala; Upik Elok Endang Rasmani; Nurul Kusuma Dewi
Jurnal Ilmiah Visi Vol 16 No 1 (2021): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
Publisher : Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JIV.1601.9

Abstract

Kemampuan computational thinking sudah dipertimbangkan untuk diberikan kepada anak sejak usia dini. Namun belum banyak gambaran terkait kemampuan ini. Penelitian ini bertujuan melaporkan profil kemampuan computational thinking anak usia 5-6 tahun di sebuah PAUD di Kota Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara pada kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, observasi pembelajaran sebanyak 36 kali, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui proses penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian melaporkan bahwa ada delapan kemampuan computational thinking yang paling terlihat. Kemampuan tersebut adalah: 1) anak terbiasa dengan kegiatan berinstruksi; 2). anak terlatih untuk mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi; 3) anak terbiasa mengungkapkan ide berupa gagasan, pendapat, atau karya; 4) anak mampu membagi tugas secara mandiri maupun dengan diskusi teman sebaya; 5) anak terbiasa dengan ice breaking dengan menerjemahan kode; 6) anak sudah terbiasa mengoperasikan komputer secara individu, 7) anak mengetahui fungsi dari fitur colour dan shape yang terdapat pada aplikasi power point dan paint; dan 8) anak mampu menerapkan solusi kedalam permasalahan yang sama pada kegiatan yang memiliki kemiripan dalam penyelesaian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemampuan computational thinking anak berkembang secara beragam sesuai dengan tingkat intensitas pemberian stimulus. Computational thinking skills are important for children from an early age. However, there are not many information related to this ability. This study aims to report the profile of the computational thinking ability of children aged 5-6 years in an early childhood education center in Surakarta City. This research is a qualitative approach with interviews to the headmaster and teacher, observation, and documentation as data collection methods. The data were analyzed through display, reduction, and concluding. The results of the study report that there are eight most visible computational thinking abilities. These children's abilities are 1) accustomed to instructional activities; 2). find solutions when facing some problems; 3) accustomed to expressing ideas in the form of opinions or works; 4) divide tasks independently or peer discussion; 5) familiar with ice breaking by translating codes; 6) accustomed to operating computers individually, 7) know the function of the color and shape features found in Powerpoint and paint applications; and 8) apply solutions to the same problem in activities that have similarities in completion. This study concludes that children's computational thinking abilities develop in various ways according to the intensity level of the stimulus.