Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

MERINTIS SOCIAL ENTREPRENEURSHIP DENGAN MENGEMBANGKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN PADA REMAJA CEPOKOJAJAR Astuti Wijayanti; Tias Ernawati; Laily Rochmawati Listiyani; Rini Nurhayati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 25, No 3 (2019): JULI - SEPTEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v25i3.14519

Abstract

Pertanian merupakan bidang yang sangat strategis untuk dikembangkan terutama oleh remaja agar memiliki kepedulian dengan lingkungan sekaligus juga membangun jiwa social entrepreneur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memiliki tujuan untuk memotivasi remaja Cepokojajar Sitimulyo Piyungan Bantul untuk meningkatkan rasa kepedulian terhadap lingkungan melalui wirausaha di bidang pertanian. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode diskusi, tanya jawab dan praktik yang dikemas dalam kegiatan sosialisasi serta simulasi. Materi yang diangkat yaitu tentang ketahanan pangan, perawatan tanaman, pembuatan nutrisi tumbuh, dan pupuk kompos dalam biopori, dan social entrepreneurship. Peserta nampak antusias dan kegiatan terlaksana dengan baik dan lancar. Hasil kegiatan ini antara lain: 1) remaja mampu mempraktikkan perawatan tanaman, pembuatan nutrisi tumbuh, pembuatan pupuk kompos dalam biopori; 2) remaja termotivasi untuk memulai peduli terhadap lingkungan dengan mengelola sampah rumah tangga/sampah organik dan menanam tanaman; dan 3) remaja termotivasi untuk memulai merintis usaha. Karangtaruna hendaknya dapat mengikuti pelatihan secara berkala sehingga potensi mereka dapat semakin berkembang dan bermanfaat bagi sekitarnya.Kata Kunci: peduli lingkungan, social entrepreneurshipAbstractAgriculture is a very strategic field to be developed specially by adolescents so that they have concern for the environment while also building a social entrepreneur spirit. This community service activity aims to motivate young people in Cepokojajar Sitimulyo Piyungan Bantul to increase their sense of care for the environment through entrepreneurship in agriculture. This activity is carried out with the method of discussion, question and answer and practice that is packaged in socialization and simulation activities. The material raised is about food security, plant care, manufacturing of growing nutrients, and compost fertilizer in bio pores, and social entrepreneurship. The participants seemed enthusiastic and the activities carried out well and smoothly. The results of these activities include: 1) adolescents are able to practice plant care, manufacture growing nutrients, compost fertilizer in bio pores; 2) youth are motivated to start caring for the environment by managing household / organic waste and growing plants, and 3) teenagers are motivated to start starting a business. Karangtaruna should be able to take part in regular training so that their potential can further develop and benefit the surrounding area.Keywords: care for the environment, social entrepreneurship.
Merintis ketahanan pangan dan membentuk karakter peduli lingkungan pada remaja di Piyungan Astuti Wijayanti; Laily Rochmawati Listiyani; Tias Ernawati; Rini Nurhayati
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 6, No 2 (2019): November 2019
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppm.v6i2.26656

Abstract

Cepokojajar Piyungan memiliki banyak potensi sumber daya manusia dengan usia produktif. Di sana juga terdapat banyak lahan yang digunakan untuk mengembangkan potensi lokal seperti pertanian. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan pemuda dengan kegiatan positif dan meningkatkan ketahanan pangan di daerah tersebut sehingga menjadi remaja yang mandiri, bermanfaat dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Metode kegiatan ini praktik berkelompok, diskusi dan tanya jawab yaitu meliputi (1) praktek pembenihan tanaman pangan; (2) praktek membuat nutrisi tanaman dan pupuk cair dari bahan-bahan yang mudah didapatkan seperti air kelapa, susu fermentasi, telur, cangkang telur, dan kulit pisang; (3) teknik perawatan tanaman; dan (4) pemanfaatan barang bekas sebagai media tanam. Kegiatan ini bekerjasama dengan WALHI Yogyakarta dan karang taruna Cepokojajar Piyungan Bantul. Pengabdian masyarakat ini mendampingi remaja untuk praktik langsung dalam mengelola lingkungan yang efektif dan efisien sehingga dapat menumbuhkan karakter peduli lingkungan sejak dini bagi remaja. Peserta sangat antusias dan aktif selama kegiatan, mereka mendapatkan pengalaman dan pengetahuan aplikatif di bidang pertanian dan kesadaran untuk peduli terhadap lingkungannya semakin besar. Peserta termotivasi untuk praktik langsung di lingkungan masing-masing serta bertekad untuk mengembangkan pengetahuan yang mereka peroleh di rumah masing-masing dengan bertanam, merawat dan memanfaatkan produk pangan, sehingga remaja aktif merintis ketahanan pangan di daerah Piyungan. Pioneering food security and shaping the character of environmental care for adolescents in Piyungan AbstractCepokojajar Piyungan has a lot of potential human resources with productive age. There is also a lot of lands that are used to develop local potential such as agriculture. This activity aims to empower youth with positive activities and improve food security in the area so that they become adolescents who are independent, useful and care for the surrounding environment. The method of this activity is group practice, discussion and question and answer which includes (1) the practice of hatching food crops; (2) the practice of making plant nutrients and liquid fertilizer from easily available materials such as coconut water, fermented milk, eggs, eggshells, and banana peels; (3) plant care techniques; and (4) utilization of used goods as planting media. This activity is in collaboration with WALHI Yogyakarta and Cepokojajar Piyungan Bantul youth. This community service assists youths to practice directly in managing the environment effectively and efficiently to foster the character of caring for the environment early on for adolescents. Participants were very enthusiastic and active during the activity, they gained experience and applicative knowledge in agriculture and greater awareness to care for their environment. Participants are motivated to practice directly in their respective environments and are determined to develop the knowledge they obtain in their respective homes by planting, caring for and utilizing food products, so that young people actively pioneering food security in the Piyungan area.
Pengembangan media komik IPA berbasis sets plus national building untuk peserta didik sekolah menengah pertama (SMP) Ani Widyawati; Laily Rochmawati Listiyani
N A T U R A L: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.701 KB) | DOI: 10.30738/natural.v5i1.2538

Abstract

The objective of this research were (1) to know the characteristic of sciece comic based on SETS plus national building; (2) to know the feasibility of science comic and; (3) to know the effectiveness of science comic. This research used Research and Development method with seven stages, these are: introduction, planning, developing, early try out, revision, limited try out and final product revision. The subject of this research was student of SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta grade VII consist of 30 students. The data collecting instruments are validation sheet for media and science material expert, observation sheet, and students’ character questionnaire. The result of this research are 1) the characteristic of science comic were include national building and associated with SETS approach; 2) the feasibility of science comic is considered very good to use; and 3) the science comic applicate to develop student’s nasionalism character
Inovasi Modul Etnosains: Jamu Tradisional Sebagai Pembelajaran Berbudaya dan Melek Sains Devi Septiani; Laily Rochmawati Listiyani
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 2 (2021): April Pages 250-630
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v3i2.292

Abstract

Selama pandemi, bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran jarak jauh belum bervariasi dan tervalidasi. Selain itu, ditemukan bahwa jamu bukan hal asing bagi mahasiswa, namun banyak mahasiswa Pendidikan IPA yang belum mengetahui kandungan kimia yang terdapat dalam jamu. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kelayakan modul etnosains seri sains jamu tradisional yang telah dikembangkan sehingga dapat tercipta pembelajaran berbudaya dan melek sains. Penelitian yang dilakukan adalah research and development. Penelitian menggunakan model Plomp R&D (Research and Development), namun belum dilakukan langkah implementasi. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar penilaian expert judgement. Kategori kelayakan mengacu pada skala kelima yang dinilai dari penilaian ahli. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penilaian ahli modul etnosains layak pada empat aspek penilaian yaitu bahasa, penyajian, grafika, dan materi. Skor masing-masing aspek adalah 3,9, 4,1, 4,5 dan 4,1. Dengan demikian, modul etnosains sangat layak pada aspek grafika dengan skor 4,5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul etnosains berbasis pengobatan tradisional layak untuk dijadikan bahan pembelajaran peningkatan budaya dan literasi sains dalam pembelajaran jarak jauh
Pencegahan Cyberbulliying dengan Ajaran Ki Hadjar Dewantara Flora Grace Putrianti; Astuti Wijayanti; Laily Rochmawati Listiyani
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2020): Plakat: Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v2i2.4970

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi yang pesat seperti sekarang ini semakin mengubah bentuk pergaulan dan sosialisasi pengguna internet dari anak-anak sampai dengan lansia. Segala bentuk informasi dapat menyebar secara cepat dan luas sehingga sulit untuk dikontrol yang berdampak positif maupun negatif. Dampak negatif dari internet salah satunya adalah cyberbullying. Oleh sebab itu diperlukan pencegahan yang terstruktur mulai dari keluarga, sekolah dan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mencegah cyberbullying dengan Ajaran Ki Hadjar Dewantara yaitu Neng Ning Nung Nang, Ngerti Ngrasa Nglakoni, Niteni Nirokke Nambahi dan Tripusat Pendidikan. Metode partisipatif diharapkan dapat membuka wawasan remaja, guru dan orangtua terkait dengan pencegahan cyberbullying. Hasil dari pengabdian masyarakat ini berupa rancangan kegiatan pada tripusat pendidikan yang mengarah pada pencegahan cyberbullying di kalangan remaja.
MENGATASI PERILAKU CYBER BULLYING PADA REMAJA MELALUI OPTIMALISASI KEGIATAN TRIPUSAT PENDIDIKAN Laily Rochmawati Listiyani; Astuti Wijayanti; Flora Grace Putrianti
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.217 KB)

Abstract

Abstract Technological developments have an impact on the increasing intensity of use of electronic devices. Information can be accessed easily and quickly by anyone. Freedom of opinion through digital media is starting to open wide, as a result of which there are negative effects of the freedom to use technology, one of which is cyber bullying. This service activity aims to overcome the behavior and impact of cyber bullying through optimizing activities in the family, school and community environment known as the three education center (tripusat pendidikan). This activity method is a socialisation to prevent cyber bullying in three education center, discussion techniques on zoom meeting, using research instruments questionnaires and documentation. The result of this activity is a variety of activity designs in educational trip centers that aim at preventing cyber bullying among adolescents including by supervision, mentoring and education for adolescents. Through this activity, both adolescents, parents, teachers and community institutions gain new knowledge about cyber bullying and concrete actions to overcome this, so that the education trip center can work together optimally in overcoming the behavior and impacts of cyber bullying among adolescents. Abstrak Perkembangan teknologi berdampak pada meningkatnya intensitas penggunaan perangkat elektronik. Informasi dapat diakses secara mudah dan cepat oleh siapapun. Kebebasaan berpendapat melalui media digital mulai terbuka lebar, akibatnya timbul berbagai efek negatif dari kebebasan penggunaan teknologi, salah satunya adalah maraknya tindakan cyber bullying di kalangan remaja. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengatasi perilaku cyber bullying pada remaja melalui optimalisasi kegiatan di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat yang dikenal dengan istilah tripusat pendidikan. Metode dalam kegiatan ini adalah sosialisasi pencegahan cyber bullying melalui oprimalisasi kegiatan tripusat pendidikan dengan teknik diskusi melalui zoom meeting, menggunakan instrumen lembar kuesioner dan dokumentasi. Hasil dari kegiatan ini adalah berbagai gagasan rancangan kegiatan pada tripusat pendidikan yang mengarah pada pencegahan cyber bullying diantaranya dengan melakukan pengawasan, pendampingan dan edukasi bagi remaja. Melalui kegiatan ini baik remaja, orangtua, guru dan lembaga masyarakat memperoleh pengetahuan baru mengenai cyber bullying serta tindakan konkret untuk mengatasi hal tersebut, sehingga tripusat pendidikan dapat bekerjasama secara optimal dalam mengatasi perilaku dan dampak yang ditimbulkan dari cyber bullying di kalangan remaja.
PENGUATAN IKM MANDIRI BERBASIS PERENCANAAN PEMBELAJARAN DAN P5 DI SMP TAMAN DEWASA KUMENDAMAN YOGYAKARTA Sukiyanto; Ani Widyawati; Murniningsih; Laily Rochmawati Listiyani
BHAKTI: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 02 (2024): Desember
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/bjppm.v3i02.6352

Abstract

The aim of this program is to increase teachers' understanding of the teaching tools that have been provided by the Ministry of Education, Culture and Research and Technology for IKM Mandiri Berubah and assist teachers in linking the material with the Pancasila profile and P5 planning. The method for implementing this service uses the workshop method in stages. Implementation stages or steps are adjusted to the solution stages for priority problems or issues faced by partners. Each stage is accompanied by outcomes whose success can be measured. The results of this program are: (1) there has been a review of the results of the pre-questionnaire regarding IKM and P5, (2) a refresher has been carried out for teachers regarding IKM Mandiri Belajar, IKM Mandiri Berubah, and IKM Mandiri Sharing, especially the main differences between the three IKM Mandiri , (3) knowledge transfer has been carried out regarding the contents of the IKM Mandiri Changing learning tools for mathematics learning, (4) Facilitating the development of diversity materials and local wisdom related to mathematics learning, and the results of post-questionnaire results related to SMEs. Based on measurements, of the 39 respondents, 69.2% understood, 17.9% understood very well, and 12.8% did not understand the understanding of the implementation of the independent curriculum.
Optimalisasi Produksi Pati Garut (OPPA GARUT): Inovasi dan pemberdayaan kelompok wanita tani di Desa Tuksono Murniningsih Murniningsih; Ani Widyawati; Laily Rochmawati Listiyani; Oktaviani Windra Puspita; Sukiyanto Sukiyanto; Rochisun Hendra Novantara; Bernadeta Riza Melia Rosani; Oni Satliva Trimandhana; Tumiyati Tumiyati; Widya Aprilia Mujiarsih; Apriani Nurrul Chotimah; Annas Purbaningrum
ABDIMAS DEWANTARA Vol 8 No 2 (2025): Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v8i2.19895

Abstract

Desa Tuksono di Kulon Progo memiliki tumbuhan Garut yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan dari penyelenggaraan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan kesadaran anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Tuwuh Lestari dalam memanfaatkan potensi lokal berupa umbi garut menjadi produk bernilai jual tinggi, serta memperluas akses pasar guna mendukung peningkatan pendapatan kelompok. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini meliputi ceramah, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, dan diskusi partisipatif. Hasil dari pelatihan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme tinggi, mampu menghasilkan produk olahan berupa mochi dan cendol dengan kualitas baik, serta terdorong untuk mengembangkan usaha lokal berbasis garut. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru dan menginspirasi perubahan pola pikir menjadi lebih kreatif dan produktif. Selain manfaat yang dirasakan langsung oleh peserta pelatihan, pengabdian ini sudah disebarluaskan melalui video dan website pemerintah desa sebagai penyebaran manfaat yang lebih luas bagi Masyarakat.   Optimization of arrowroot starch production (OPPA GARUT): innovation and empowerment of women's farming group in Tuksono Village   Abstract: Tuksono Village in Kulon Progo has abundant Garut plants but has not been optimally utilized. The purpose of this training is to improve the skills and awareness of members of the Tuwuh Lestari Women Farmers Group (KWT) in utilizing local potential in the form of Garut tubers into high-value products, as well as expanding market access to support increasing group income. The methods used in this training include lectures, demonstrations, direct practice, mentoring, and participatory discussions. The results of the training showed that participants had high enthusiasm, were able to produce processed products in the form of mochi and cendol with good quality, and were encouraged to develop local businesses based on Garut. This activity not only improved the knowledge and skills of participants, but also opened up new economic opportunities and inspired a change in mindset to be more creative and productive. In addition to the benefits felt directly by training participants, this service has been disseminated through videos and village government websites as a wider dissemination of benefits for the community.
Psikoedukasi untuk Meningkatkan Pemahaman Tentang Bahaya Kecanduan Games Online Pada Remaja Flora Grace Putrianti; Astuti Wijayanti; Laily Rochmawati Listiyani
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2024): Plakat: Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v6i1.13546

Abstract

Permainan games online sudah tidak asing lagi di kalangan anak-anak sampai dengan remaja bahkan orang dewasa sekalipun. Remaja sudah seharusnya mempunyai pengetahuan tentang bahaya dari game online tersebut namun mereka tetap memainkan game online bahkan ada yang sampai kecanduan. Kebiasaan ini mencerminkan perilaku yang negatif sehingga mereka tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik. Tujuan pengabdian ini untuk memberikan edukasi bagi remaja agar memahami bahaya kecanduan games online. Metode yang digunakan adalah psikoedukasi jenis information model melalui ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Peserta adalah Remaja Islam Kanggotan (REMIKA) di Kanggotan RT 08 Pleret Bantul Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh 33 orang peserta dari usia Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi. Berdasarkan hasil diskusi dan tanya jawab pada saat kegiatan berlangsung dapat disimpulkan bahwa sebagian dari remaja belum mengetahui tentang kecanduan games online dan bahanya bagi kehidupan mereka. Hasil pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan pada remaja mengenai bahaya games online dan membangun kesadaran untuk melakukan pencegahan sedini mungkin kecanduan games online di Kanggotan Pleret Bantul Yogyakarta. Online games are familiar to children, teenagers, and even adults. Teenagers should have knowledge about the dangers of online games but they still play online games and some are even addicted. This habit reflects negative behaviors so that they cannot do their daily activities properly. The purpose of this service is to provide education for adolescents to understand the dangers of online game addiction. The method used is information model psychoeducation through lectures, discussions, and questions and answers. The participants were Kanggotan Islamic Youth (REMIKA) in Kanggotan RT 08 Pleret Bantul Yogyakarta. This activity was attended by 33 participants from elementary school to university age. Based on the results of discussions and questions and answers during the activity, it can be concluded that some teenagers do not know about online game addiction and its consequences for their lives. The results of this service can increase knowledge in adolescents about the dangers of online games and build awareness to prevent online game addiction as early as possible in Kanggotan Pleret Bantul Yogyakarta.