Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pelatihan Manajemen Dan Pengelolaan Sampah Berbasis Kearifan Lokal Dugdug Rempug Sulaeman Deni Ramdani; Herlina Siregar; Haris Abizar; Herlina Pratiwi
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7032

Abstract

Sampah merupakan sisa dari proses kegiatan manusia sehari-hari dan/atau proses alam. Secara umum sampah mengacu pada sisa bahan yang tidak diinginkan atau tidak berguna bagi manusia. Sampah dapat menyebabkan terjadinya penyumbatan sungai sehingga menimbulkan bencana banjir. Hal ini terjadi di kelurahan kasemen kota serang provinsi banten. Berdasarkan observasi banyak permasalahan sampah yang perlu diselesaikan sehingga tujuan dari penulisan ini yaitu memberikan pelatihan manajemen dan pengelolaan sampah berbasis kearifan lokal dugdug rempug. Metode yang digunakan yaitu pendidikan masyarakat dengan pendekatan pelatihan dan penyuluhan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manajemen dan pengelolaan sampah berbasis kearifan lokal dugdug rempug. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada 29 September 2023 dengan melibatkan 23 peserta. Berdasarkan hasil kegiatan mendapatkan data informasi peserta pelatihan memiliki rentang usia yang beragam dari umur 21 tahun sampai 58 tahun. Pekerjaan sehari-hari mayoritas merupakan sebagai buruh harian lepas dan profesi kedua terbesar yaitu sebagai petani. Hasil pelatihan menunjukan adanya peningkatan pengetahuan tentang manajemen dan pengelolaan sampah berbasis kearifan lokal dugdug rempug. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan melalui penyebaran angket keefektifan kegiatan pelatihan menghasilkan data yaitu Kriteria keefektifan mendapatkan skor 3,75 dan masuk kriteria sangat efektif sehingga kegiatan ini memberikan dampak positif bagi masyarakat terkait manajemen dan pengelolaan sampah berbasis kearifan lokal dugdug rempug.
Implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Ayu Rosita; Sholih Sholih; Herlina Siregar
Jambura Journal of Community Empowerment Volume 5 No. 1: Juni 2024
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jjce.v5i1.2955

Abstract

The Non-Cash Food Assistance Program (BPNT) is a program implemented by the government in non-cash form given to Beneficiary Families (KPM) with the aim of helping to reduce KPM expenses. This research aims to find out how the Non-Cash Food Assistance (BPNT) program is implemented in Batubantar Village using descriptive research methods and a qualitative approach. The data collection techniques used in this research are observation, interviews and documentation. The results of the research show that the implementation of the Non-Cash Food Assistance (BPNT) program in Batubantar Village has gone well, although the distribution process is still not on target. Keywords: Non-Cash Food Assistance, Implementation
Pelatihan Manajemen Dan Pengelolaan Sampah Berbasis Kearifan Lokal Dugdug Rempug Sulaeman Deni Ramdani; Herlina Siregar; Haris Abizar; Herlina Pratiwi
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7032

Abstract

Sampah merupakan sisa dari proses kegiatan manusia sehari-hari dan/atau proses alam. Secara umum sampah mengacu pada sisa bahan yang tidak diinginkan atau tidak berguna bagi manusia. Sampah dapat menyebabkan terjadinya penyumbatan sungai sehingga menimbulkan bencana banjir. Hal ini terjadi di kelurahan kasemen kota serang provinsi banten. Berdasarkan observasi banyak permasalahan sampah yang perlu diselesaikan sehingga tujuan dari penulisan ini yaitu memberikan pelatihan manajemen dan pengelolaan sampah berbasis kearifan lokal dugdug rempug. Metode yang digunakan yaitu pendidikan masyarakat dengan pendekatan pelatihan dan penyuluhan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manajemen dan pengelolaan sampah berbasis kearifan lokal dugdug rempug. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada 29 September 2023 dengan melibatkan 23 peserta. Berdasarkan hasil kegiatan mendapatkan data informasi peserta pelatihan memiliki rentang usia yang beragam dari umur 21 tahun sampai 58 tahun. Pekerjaan sehari-hari mayoritas merupakan sebagai buruh harian lepas dan profesi kedua terbesar yaitu sebagai petani. Hasil pelatihan menunjukan adanya peningkatan pengetahuan tentang manajemen dan pengelolaan sampah berbasis kearifan lokal dugdug rempug. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan melalui penyebaran angket keefektifan kegiatan pelatihan menghasilkan data yaitu Kriteria keefektifan mendapatkan skor 3,75 dan masuk kriteria sangat efektif sehingga kegiatan ini memberikan dampak positif bagi masyarakat terkait manajemen dan pengelolaan sampah berbasis kearifan lokal dugdug rempug.
Strategi Penguatan Kelompok Mutiara Tani Hortikultura Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga Riski Anzelika; Syadeli Hanafi; Herlina Siregar
Jambura Journal of Community Empowerment Volume 7 No. 1: Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jjce.v7i1.4027

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pnguatan Kelompok Mutiara Tani hortikultura dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga di Desa Cimenteng Jaya Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap ketua dan anggota Kelompok Mutiara Tani. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi penguatan kelompok mutiara tani mencakup penguatan struktur kelompok, peningkatan kemampuan anggota dalam pengembangan usaha tani, dan peningkatan kemampuan kelompok dalam menjalankan fungsinya. Strategi penguatan kelompok tani yang te$lah dilakukan berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya pendapatan keluarga, pengeluaran rumah tangga, keadaan tempat tinggal, kesehatan anggota keluarga dan kemudahan dalam menyekolahkan anak.
Komunikasi Sebagai Modal Sosial Para Petani Dalam Meningkatkan Kerjasama dan Ikatan Sosial Putri Andaya Kiasi Waliyah; Syadeli Hanafi; Herlina Siregar
Jambura Journal of Community Empowerment Volume 7 No. 1: Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jjce.v7i1.4051

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Proses komunikasi di Kelompok Wanita Tani Dukuh Desa Pancalaksana Kota Serang (2) Kerjasama yang terbentuk melalui komunikasi di Kelompok Wanita Tani Dukuh Desa Pancalaksana Kota Serang (3) Ikatan sosial yang tercipta dari komunikasi di Kelompok Wanita Tani Dukuh Desa Pancalaksana Kota Serang. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif karena diharapkan mampu mengidentifikasi dan memberikan gambaran secara menyeluruh sehingga mendapat pemahaman yang mendalam mengenai fenomena yang sedang diteliti. Responden dalam penelitian ini terdiri dari 1 ketua dan 8 anggota kelompok wanita tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Proses komunikasi terdiri dari enam tahap yaitu pengirim mempunyai ide atau gagasan, pengirim mengubah ide menjadi suatu pesan, pengirim menyampaikan pesan, penerima menerima pesan, penerima menafsirkan pesan, dan penerima memberi umpan balik atau tanggapan kepada pengirim (2) kerjasama yang terbentuk melalui komunikasi terdiri dari empat indikator yaitu fokus pada tujuan tim, saling memberi motivasi dalam menyelesaikan tugas, menjalin kerjasama sesama anggota tim, dan koordinasi dalam proses menyelesaikan tugas (3) Ikatan sosial yang tercipta dari komunikasi terdiri dari tiga indikator yaitu pemberian perhatian, pemeliharaan hubungan, dan interaksi antar pribadi.
Interaksi Sosial Setelah Mengenal Tiktok Pada Remaja Madya Ananda Palevi; Dadan Darmawan; Herlina Siregar
Jambura Journal of Community Empowerment Volume 7 No. 1: Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jjce.v7i1.4074

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai interkasi sosial remaja setelah mengenal tiktok di kampung kemayungan desa sukajaya kecamatan pontang kabupaten serang, yang meliputi gaya komunikasi, perubahan bahasa, perubahan pola interaksi, perubahan penampilan, perubahan pola kebiasaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok memberikan pengaruh besar terhadap perubahan gaya komunikasi remaja, yang kini lebih ekspresif dan berbasis visual melalui video pendek. Dalam aspek bahasa, muncul ragam bahasa baru yang bersifat kreatif namun berisiko menurunkan kualitas bahasa formal. Interaksi sosial remaja juga mengalami pergeseran, dari yang sebelumnya lebih banyak dilakukan secara langsung menjadi lebih dominan secara daring. Selain itu, TikTok turut memengaruhi cara berpakaian dan penampilan remaja yang cenderung mengikuti tren viral. Dari sisi kebiasaan, terjadi penurunan aktivitas fisik serta peningkatan durasi penggunaan gadget, meskipun di sisi lain mendorong peningkatan kreativitas. Dapat disimpulkan bahwa TikTok tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga membentuk pola perilaku sosial remaja. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan dari orang tua, guru, dan masyarakat untuk mengarahkan penggunaan TikTok secara bijak dan positif.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendekatan Community-Led Total Sanitation (CLTS) dalam Mendorong Perubahan Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di Desa Citeluk, Kecamatan Cibitung, Pandeglang Ach Furqon Wiguna; Ahmad Fauzi; Herlina Siregar
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1328

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan Community-Led Total Sanitation (CLTS) yang dilaksanakan LAZ Harfa di Desa Citeluk, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang. Tujuan penelitian adalah menganalisis implementasi CLTS dan perubahan perilaku masyarakat terhadap praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap 12 informan yang terdiri dari fasilitator LAZ Harfa dan warga desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi CLTS melalui tahapan pemetaan sanitasi partisipatif, transect walk, analisis jalur kontaminasi, diskusi reflektif, dan pembentukan komitmen mampu mendorong perubahan perilaku kognitif, afektif, dan psikomotorik masyarakat secara signifikan. Masyarakat yang semula terbiasa BABS kini menunjukkan kesadaran dan tindakan nyata membangun jamban secara mandiri.
Pemberdayaan Keluarga melalui Sekolah Parenting: Upaya Mengurangi Ketergantungan Gawai pada Anak Fitri Pertiwi; Herlina Siregar
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63447/jpni.v7i2.1830

Abstract

Children's dependence on digital devices has become a serious issue affecting their cognitive, social, emotional, and physical development. Low levels of digital parenting literacy within families further worsen the situation, necessitating interventions focused on empowering parents through systematic educational approaches. The community service activity aimed to enhance families' capacity to manage healthy device use through a Parenting School program implemented in Kampung Bojong Neros. The method employed was a participatory approach consisting of preparation, implementation, evaluation, and follow-up stages. The program involved 15 families (15 parents and 15 school-aged children) conducted over three consecutive days through educational sessions and collaborative family practices. Quantitative evaluation revealed a significant increase in parents' understanding scores from 48% to 82%, while children's scores increased from 55% to 97%. Beyond knowledge improvement, positive behavioral changes were identified, including implementation of device-use rules at home, increased digital discipline, and greater interest among children in more constructive alternative activities. The parenting school proved effective in strengthening digital parenting literacy and reducing device dependency through active family engagement. The program offers opportunities for broader development through continued mentoring and strengthened community networks to ensure impact sustainability.
Revitalisasi Taman Baca Berbasis Partisipasi Masyarakat untuk Meningkatkan Minat Baca Anak Kelurahan Pipitan Kota Serang Herlina Siregar; Fitri Pertiwi
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63447/jpni.v7i2.1835

Abstract

The declining function of the Pipitan Reading Park as a community literacy center is reflected in low children's attendance, the absence of structured literacy programs, and limited volunteer capacity in managing activities. This community service program aims to revitalize the reading park through the development of a child-friendly reading space, the implementation of creative literacy activities, and the establishment of a community-based volunteer team. The program employed a participatory approach consisting of preparation, implementation, evaluation, and follow-up stages, involving approximately 60 participants from various age groups. Program evaluation was conducted using pre-test and post-test assessments, participatory observation, participant satisfaction questionnaires, and focus group discussions. The results show an improvement in the average score from 2.8–3.0 to 4.42, representing an increase of approximately 47% from the initial condition. Beyond the numbers, the program generated broader social impacts: increased children's reading interest, the formation of an active volunteer team, and the establishment of a regular literacy activity schedule at the reading park. These findings indicate that a participatory approach grounded in local community needs is effective in revitalizing community reading parks and can serve as a practical model for sustainable community literacy development.
Edukasi Seksual Sejak Dini: Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual melalui Penyuluhan di SDN Sempu 2 Kota Serang Fitri Pertiwi; Herlina Siregar
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v8i22025p230-236

Abstract

Program pendidikan seksual (sex education) yang dilaksanakan di SD Negeri Sempu 2 Kota Serang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan siswa kelas 6 (usia 11-13 tahun) mengenai kesehatan reproduksi, privasi tubuh, dan pencegahan kejahatan seksual di era digital. Latar belakang program dilatarbelakangi oleh maraknya fenomena perilaku pacaran dini dan indikasi child grooming yang dipengaruhi penggunaan gawai tanpa pengawasan. Metode pelaksanaan program menggunakan pendekatan partisipatif edukatif melalui dua pertemuan, yang meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan penggunaan media visual. Evaluasi program dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test, serta angket respon peserta. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang signifikan, dengan rata-rata nilai post-test (85,42) meningkat 28,64 poin dari pre-test (56,78). Sebanyak 92% peserta menyatakan lebih memahami konsep tubuh pribadi, batasan privasi, dan langkah-langkah perlindungan diri. Analisis pembahasan mengungkap bahwa keberhasilan program didukung oleh metode pembelajaran yang adaptif, kolaborasi dengan pihak sekolah, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu dan kesulitan mempertahankan fokus peserta, yang memberikan masukan berharga untuk perbaikan program serupa di masa depan. Program ini tidak hanya berhasil meningkatkan literasi kesehatan reproduksi siswa, tetapi juga membentuk perilaku protektif dan keberanian untuk melaporkan tindakan tidak nyaman. Rekomendasi yang diajukan antara lain integrasi materi serupa ke dalam kurikulum sekolah, pelibatan orang tua secara sistematis, dan pengembangan media pembelajaran yang lebih interaktif. Program ini membuktikan bahwa pendidikan seksual yang terstruktur dan sesuai usia dapat menjadi strategi efektif untuk mencegah kekerasan seksual pada anak di lingkungan sekolah dasar.