Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengembangan model permainan bolatangan untuk anak usia sekolah dasar kelas atas Muhamad Abdurrochim
Jurnal Keolahragaan Vol 4, No 1: April 2016
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.067 KB) | DOI: 10.21831/jk.v4i1.8136

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model permainan bolatangan untuk anak sekolah dasar kelas atas. Produk yang dihasilkan CD dan buku. Penelitian ini mencakup tiga tahapan yaitu tahapan validasi kesesuaian dan kualitas model oleh ahli, tahap uji coba skala kecil, dan tahap uji coba skala luas. Penelitian ini dilakukan SD Negeri 1 Petir, SD Negeri 2 Petir, SD Negeri Kembangsari dan MI Sananul Ula, Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kesesuaian model dan respon siswa terhadap permainan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para ahli dan guru menilai produk telah sesuai. Pandangan siswa, 100% permainan dapat dilakukan, menyenangkan dan dapat membuat anak menjadi senang bergerak, 90,82% memberikan tanggapan bahwa permainan mudah dilakukan, 96,94% dapat memahami peraturan dengan baik, 93,88% siswa taat pada peraturan yang berlaku, 10.20% siswa mengalami kesulitan, 98,98% siswa merasa suka dengan peralatan yang digunakan, 95,92% dapat melakukan kerjasama, dan 6,74 % merasa takut melakukan permainan yang diajarkan.Kata Kunci: Pengembangan, Bolatangan, Sekolah Dasar Kelas Atas DEVELOPMENT OF HANDBALL GAME MODEL TO UPPER CLASS ELEMENTARY SCHOOL CHILDRENAbstractThis research aimed to develop a hand ball game model to upper class elementary school children. The product result is form guide and CD. This research included of three phase were stability and quality of the model by expert phase, small-scale phase, and large-scale pahse. This research conduct in elementary school 1 petir, elementary school 2 petir, elementary school kembangsari and MI sananul Ula. The instruments that use were the suitability of the model and the response of students to the game questionnaire. The results showed that the experts and teachers assess product matches. 100% the game can be done, fun and can make children be happy moving, 90,82% provide responses that the game is easy to do, 96, 94 % can understand the rules very well, 93,88% Students obedient to regulations, 10. 20% students have difficulty, 98,98%  students feel a liking equipment used, 95. 92% cooperation can do and 6,74 % feared the games taught.Keywords: development, handball, elementary school upper-class
PKM WORKSHOP PEMBUATAN ARTIKEL ILMIAH PADA MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA IKIP PGRI KALIMANTAN TIMUR Muhamad Rohadi; Achmad Maulana; Noredyo Molyaningrum; Muhamad Abdurrochim; Hesti Hasanah; Rina Indarti
COVIT (Community Service of Health) Vol. 2 No. 2 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/covit.v2i2.12372

Abstract

Scientific writing is writing that is made based on the results of research both from the results of field research and research from the results of library studies which are required for every student who is studying at higher education levels starting from D3 which is referred to as the final project, S1 which is referred to as thesis, S2 is called a thesis and for the S3 level it is called a dissertation. The final results of a research are expected to be able to contribute ideas and innovations in accordance with the field of science being researched/studied. Besides that, research results should not only stop being kept in the library at tertiary institutions, but must be disseminated to the general public as well as a form of effort to enrich one's repertoire/insight in society for a field study as well as a form of science and technology development in that field. The results of PkM activities in outline include the following components: 1. Achievement of training objectives. 2. The ability of participants in mastering the material. 3. The success of the target number of training participants. The target objective of the training in planning is that participants are able to compile scientific research proposals, at a minimum, ideas, titles and research backgrounds. Keywords: Scientific papers
Capaian Kegiatan Mahasiswa Dalam Olahraga Prestasi Pada Cabang Olahraga Bela Diri Karate Selama Di IKIP PGRI Kalimantan Timur Arbel Faquit Brazatama; Muhamad Rohadi; Muhamad Abdurrochim; Rahmat Rahmat
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bina Darma Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma
Publisher : DRPM-UBD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/h3vxcf74

Abstract

Pengabdian ini bertujuan mendokumentasikan dan menggambarkan capaian mahasiswa atas nama Arbel Faquit Brazatama dalam olahraga prestasi cabang karate di lingkungan IKIP PGRI Kalimantan Timur selama periode 2022–2026. Kegiatan disusun melalui portofolio prestasi yang memuat rekam jejak pertandingan, pelatihan kepelatihan, serta keterlibatan dalam organisasi olahraga secara sistematis. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga atas nama Arbel Faquit Brazatama mampu mengintegrasikan disiplin akademik dengan pembinaan prestasi secara optimal. Hal tersebut dibuktikan melalui berbagai pencapaian di tingkat daerah hingga nasional, seperti Juara I Kumite Perorangan Senior Putra +84 kg pada UNESA Rector Cup II, Juara I Kumite Perorangan Senior Putra +84 kg pada Open Tournament Karate Piala Panglima TNI, serta keberhasilan mengikuti Akreditasi Pelatih FORKI Kalimantan Timur dan Pelatihan Pelatih Fisik Level 1 Nasional. Selain itu, mahasiswa juga aktif berkontribusi dalam kepengurusan perguruan karate KKI Kalimantan Timur. Pengabdian ini memberikan referensi bagi mahasiswa atlet mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara prestasi olahraga dan tanggung jawab akademik. Dengan demikian, diharapkan mahasiswa mampu mengembangkan potensi olahraga tanpa mengabaikan penyelesaian pendidikan di perguruan tinggi.
Pencapaian Prestasi Mahasiswa pada Cabang Olahraga Karate Selama Menempuh Pendidikan di IKIP PGRI Kalimantan Timur Gordolindo Hutagaol; Muhamad Rohadi; Muhamad Abdurrochim; Rahmat Rahmat
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bina Darma Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma
Publisher : DRPM-UBD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/ev779b80

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendokumentasikan dan memaparkan capaian serta kontribusi mahasiswa dalam olahraga prestasi, khususnya pada cabang Olahraga Bela Diri Karate di lingkungan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia Kalimantan Timur selama periode tahun 2022-2026. Metode yang digunakan adalah penyusunan Portofolio Prestasi dan pengalaman yang disusun secara sistematis mencakup rekam jejak Pertandingan, Pelatihan Pelatih, serta keterlibatan aktif dalam organisasi olahraga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa melalui integrasi yang disiplin antara pendidikan akademik di program studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga IKIP PGRI Kalimantan Timur dengan dedikasi pada olahraga prestasi, mahasiswa mampu meraih berbagai capaian signifikan di tingkat daerah hingga nasional. Prestasi tersebut di antaranya adalah Juara II Kelas Kumite Perorangan Senior Putra -67kg pada Pekan Olahraga Nasional XXI Aceh-Sumut, Mengikuti Pelatnas Karate SEA Games Thailand 2025 serta lulus Akreditasi Pelatih FORKI Kaltim dan Pelatihan Pelatih Lisensi Pratama Tingkat I Nasional, hingga bisa berkontribusi dalam kepengurusan FORKI Kalimantan Timur. Dampak dari pengabdian ini adalah tersedianya referensi konkret bagi mahasiswa atlet lainnya mengenai pentingnya menyeimbangkan prestasi olahraga dengan tanggung jawab akademik. Hal ini diharapkan dapat memotivasi generasi selanjutnya untuk mengoptimalkan potensi non-akademik tanpa mengabaikan penyelesaian pendidikan di perguruan tinggi.