Kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris merupakan salah satu kompetensi penting yang dibutuhkan pada era globalisasi. Namun, dalam praktiknya, banyak peserta didik masih mengalami kesulitan menggunakan Bahasa Inggris secara aktif meskipun telah mempelajari tata bahasa dan kosakata dalam jangka waktu yang lama. Salah satu pendekatan yang dikembangkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah Communicative Language Teaching (CLT), yaitu pendekatan pembelajaran yang menempatkan komunikasi sebagai tujuan utama dalam proses belajar bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan CLT dalam pembelajaran Bahasa Inggris, mengidentifikasi manfaat yang diperoleh peserta didik, serta mengkaji berbagai tantangan yang muncul dalam implementasinya. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan pada periode 2022–2026. Proses analisis dilakukan melalui identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis terhadap temuan penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan CLT memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi komunikatif, keterampilan berbicara, kepercayaan diri, motivasi belajar, serta partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Selain itu, aktivitas komunikatif seperti diskusi, role play, simulasi, dan kerja kelompok terbukti mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan bermakna. Meskipun demikian, implementasi CLT masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan kompetensi guru, jumlah peserta didik yang besar, keterbatasan waktu pembelajaran, serta budaya belajar yang masih berorientasi pada guru. Oleh karena itu, diperlukan dukungan institusional dan pengembangan kompetensi guru agar penerapan CLT dapat berjalan secara optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa CLT merupakan pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi peserta didik dalam pembelajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing.