Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Confidence Level of Bantul Archery Athletes in Facing the 2022 Yogyakarta Special Region Porda XVI Event Zaki Mubarok; Ardhika Falaahudin; Dody Tri Iwandana
Journal Physical Health Recreation (JPHR) Vol 3 No 1 (2022): Journal Physical Health Recreation
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jphr.v3i1.714

Abstract

This study aims to determine the Level of Confidence of Bantul Archery Athletes in Facing the PORDA XVI DIY Event in 2022, Special Region of Yogyakarta. The data analysis used in this research is quantitative descriptive statistical analysis. Descriptive statistics are statistics used to analyze data by describing or describing the data that has been collected as it is without the intention of making generally accepted conclusions or generalizations. The results of this study indicate the level of confidence in Bantul archery athletes in facing the PORDA XVI DIY event in 2022, Yogyakarta Special Region from internal factors, external factors and a combination of these two factors.
Sosialisasi Meningkatkan Kondisi Fisik Atlit Tinju Kabupaten Bantul Ardhika Falaahudin; Dody Tri Iwandana; Ali Md Nadzalan; Moh. Kholil
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v3i1.666

Abstract

Kesegaran jasmani merupakan salah satu nilai dasar atlet bahkan nilai utama untuk memasuki cabang olahraga tersebut. Kesegaran jasmani adalah penyaringan awal atlet dalam mempersiapkan penampilan dalam cabang olahraga yang ditekuninya. Apalagi jika atlet tersebut akan bertanding, kondisi fisik yang kurang baik tentunya akan mempengaruhi performa atlet yang kurang maksimal. Penting bagi atlet untuk memiliki kondisi fisik yang baik karena memungkinkan mereka untuk meningkatkan performa atau prestasi yang maksimal dalam kompetisi atletik. Sebagai arena pertunjukan, kebugaran jasmani memegang peranan penting dalam berbagai cabang olahraga, salah satunya tinju. Tinju merupakan olahraga yang membutuhkan pukulan yang tepat dan koordinasi tangan-mata yang baik, sehingga para atlet harus menjaga dan mengatur ritme setiap serangan dan pertahanan agar dapat tampil maksimal. Melalui sosialisasi latihan meningkatkan kebugaran jasmani memegang peranan penting bagi para atlet tinju di Kabupaten Bantul yang berguna untuk mempersiapkan kebugaran jasmani yang kuat terutama untuk menghadapi pertandingan. Latihan kebugaran jasmani adalah latihan yang mencakup semua aspek struktur fisik baik secara teoritis maupun praktis dalam menghadapi beban yang berbeda selama pertandingan. Latihan fisik yang tepat dapat meningkatkan kualitas kebugaran jasmani yang baik pada petinju. Diharapkan dengan latihan fisik yang tepat akan meningkatkan kebugaran jasmani para petinju di Kabupaten Bantul.
Sosialisasi Circulo Massage Untuk Menjaga Kebugaran Bagi Atlit Kabupaten Bantul Dalam Persiapan Porda DIY 2022 Dody Tri Iwandana; Ardhika Falaahudin; Muhammad Romadhoni
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v3i1.667

Abstract

Pijat melingkar adalah salah satu pijat yang tujuan utamanya adalah melancarkan peredaran darah dan kelenjar getah bening melalui teknologi gesekan. Tujuan dari pijatan melingkar adalah untuk memulihkan diri dari kelelahan dan menjadi bugar. Pijat melingkar menghasilkan endorfin, yang diperoleh melalui teknik gerakan gesekan. Hormon endorfin bertindak sebagai obat penenang dan pijatan melingkar juga menghasilkan hormon tiroksin yang cenderung mempercepat metabolisme tubuh. Hormon tiroksin diperoleh dengan teknik gerakan effleurage dan tapotement, hormon adrenalin juga dihasilkan dengan massage sirkular menggunakan teknik tapotement yang bertujuan untuk merangsang saraf simpatis. Pilar dasar dari teknik pijat melingkar adalah gesekan dengan gerakan berputar, tapotement dirancang untuk memaksimalkan hasil gesekan dan effleurage yang tenang. Pada awal pemijatan, gesekan sengaja diterapkan segera untuk menimbulkan syok dan merangsang pelepasan endorfin, yang berfungsi sebagai obat penenang.Dalam pijatan melingkar ini, seluruh tubuh digerakkan dari telapak kaki ke kepala, saling menghormati. struktur pijatan. Otot dan cara kerja organ. Oleh karena itu, tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan informasi tentang cara melakukan pijat melingkar untuk menjaga kebugaran atlet Kabupaten Bantul dalam rangka persiapan event Porda DIY 2022. Secara teori, kegunaan dari penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan di lapangan. bidang olah raga, dan dalam pelaksanaannya diharapkan dapat memberikan informasi kepada atlet dan pelatih khususnya tentang aspek-aspek yang berkaitan dengan pijat sirkular bagi atlet di Kabupaten Bantul, um untuk mempertahankannya. fitness persiapan acara Porda DIY 2022.
Minat dan Motivasi Mahasiswa Ilmu Keolahragaan Dalam Mengikuti UKM Futsal Universitas Mercu Buana Yogyakarta Melkiano Ivan Benedick; Ardhika Falaahudin; Febri Sulistiya
Journal of Student Research Vol 1 No 3 (2023): Mei: Journal of Student Research
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trianandra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jsr.v1i3.1133

Abstract

Peneliti tentunya mempunyai tujuan tertentu dalam menyusun suatu bentuk penelitian yang dilakukan. Mengacu pada rumusan masalah yang telah dilakukan sebelumnya maka peneliti bertujuan untuk mengetahui dan memperoleh hasil dari penelitian terhadap Minat dan Motivasi Mahasiswa Prodi Ilmu Keolahragaan terhadap UKM Futsal. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif, dengan metode survei dan teknik pengumpulan data menggunakan angket. Subjek dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Prodi Ilmu Keolahragaan yang mengikuti UKM Futsal yang berjumlah sebanyak 30 mahasiswa. Untuk menganalisis data digunakan statistik deskriptif dengan persentase. Hasil penelitian dan pembahasan diketahui minat dan motivasi mahasiswa ilmu keolahragaan dalam mengikuti UKM futsal Universitas Mercu Buana Yogyakarta sebagian besar berkategori sedang dengan persentase sebesar 50 %, kategori tinggi sebesar 26,67 %, kategori rendah sebesar 13,33 %, kategori sangat rendah sebesar 6,67 % dan kategori sangat tinggi sebesar 3,33%. Hasil tersebut dapat disimpulkan sebagian besar minat dan motivasi mahasiswa ilmu keolahragaan dalam mengikuti UKM futsal Universitas Mercu Buana Yogyakarta adalah sedang.
Analisis Minat Siswa Terhadap Pembelajaran Guling Depan Dengan Pendekatan Permainan Pada Kelas VA SDIT Alam Nurul Islam Kecamatan Gamping Tahun Ajaran 2023/2024 Walimatul Bariyah; Ardhika Falaahudin; Dody Tri Iwandana
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.6818

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat pembelajaran guling depan melalui pendekatan permainan pada kelas VA SD IT Alam Nurul Islam kecamatan Gamping tahun ajaran 2023 /2024. Metode penelitian yang di gunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah semua siswa/siswi kelas VA SDIT Alam Nurul Islam Kecamatan Gamping Tahun Ajaran 2023/2024 yang berjumlah 25 siswa/siswi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif yang dituangkan dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan pada proses pembelajaran guru yang signifikan, hal ini di buktikan pada proses pembelajaran ini memperoleh peningkatan dari Prasiklus – Siklus I sebesar 5,87, peningkatan dari Siklus I – Siklus II sebesar 11,67, dan peningkatan dari Prasiklus – Siklus II sebesar 17,54. Selain itu hasil belajar siswa pun ikut meningkat secara signifikan, hal ini di buktikan pada hasil skor rata-rata tanggapan siswa terhadap pembelajaran keterampilan guling depan melalui permainan adalah dengan di peroleh skor tertinggi sebesar 93,33 untuk prasiklus, 93,33 untuk Siklus I, dan 100 untuk Siklus II. Skor terendah sebesar 53,33 untuk prasiklus, 53,33 untuk Siklus I, dan 66,66 untuk Siklus II sehingga keterampilan guling depan siswa telah mencapai tingkat KKM, yaitu (75) dan ketuntasan klasikal sebesar (80%) dari total siswa dalam kelas. Jadi kesimpulan penelitian ini pembelajaran keterampilan guling depan melalui permainan yang diberikan pada siswa kelas V SD IT Alam Nurul Islam Gamping, dapat dikatakan berhasil pada siklus dua.
Perbandingan Hasil Tes Fisik Atlit Remaja Ditinjau dari Jenis Kelamin Laki-Laki dan Perempuan Dody Tri Iwandana; Ardhika Falaahudin; Wildan Alfia Nugroho; Septa Ardiansyah; Muntaha Sururi
Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga (JPJO) Vol. 9 No. 2 (2026): Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/2qnkr880

Abstract

The purpose of this study was to compare the results of physical fitness tests among adolescent athletes based on gender (male and female). The population of this study consisted of 135 students enrolled in the Special Sports Class (KKO) at SMP Negeri 13 Yogyakarta. The research method employed was descriptive quantitative. Data were collected using physical condition test instruments, and the data analysis technique used descriptive percentage analysis. The results of the statistical analysis from various physical tests conducted on female and male groups showed differences in mean scores, group differences, and significance levels (p-values) as follows: (1) The Bleep Test showed that the mean score of the female group was 5.0372, while the male group scored higher at 8.1178, with a difference of -3.08058. The p-value of 0.002 indicates that this difference is statistically significant, meaning that males performed significantly better than females in this test. (2) The T-Test showed that the female group had a mean of 11.9130, slightly higher than males at 10.7727, with a difference of 1.14030; however, the p-value of 0.098 indicates that this difference was not statistically significant. (3) In the Push-Up test, the female mean was 28.3721, slightly lower than males at 29.1688, with a difference of -0.79674; the p-value of 0.676 indicates no significant difference. (4) The Sit-Up test showed that females had a mean of 41.6279, lower than males at 49.9221, with a difference of 8.29417; the p-value of 0.000 indicates a statistically significant difference. (5) In the Dynamic Balance test, females had a mean of 37.7907, lower than males at 47.8831, with a difference of 10.09242; the p-value of 0.000 indicates a significant difference. (6) The V-Sit and Reach test showed that females had a mean of 16.5116, higher than males at 14.1277, with a difference of 2.38397; however, the p-value of 0.058 indicates that this difference was not statistically significant. (7) The Standing Broad Jump test showed that females had a mean of 1.2635, nearly similar to males at 1.3074, with a difference of 0.17020; the p-value of 0.797 indicates no significant difference. (8) The Hand and Eye Coordination test showed that females had a mean of 19.3488, slightly higher than males at 18.0658, with a difference of 1.53882; the p-value of 0.406 indicates no significant difference. (9) The 30-meter Sprint test showed that females had a mean of 5.6212, higher than males at 5.0234, with a difference of 0.59778; the p-value of 0.451 indicates no significant difference. Based on the data analysis, it can be concluded that the comparison of physical fitness test results among adolescent athletes based on gender in the Special Sports Class (KKO) of SMP Negeri 13 Yogyakarta shows that there are several significant differences in physical abilities between male and female groups. Keywords: Athletes, Gender, Physical Fitness Test
Pengenalan Instrument Water Multistage Fitness Test Pada Atlit Renang Yogyakarta Ardhika Falaahudin; Dody Tri Iwandana; Agus Supriyanto; Fajar Vidya Hartono; Ali Md Nadzalan; Nizar Raihan Potutu; Afroga Muhhakat Destri Putra
ADMA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): ADMA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Mayarakat
Publisher : LPPM Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/adma.v7i1.5924

Abstract

Rendahnya kemampuan fisik atlet karena pelatih tidak memberikan pemahaman latihan fisik, pelatih tidak membuat program latihan dan tidak mengerti tentang dosis latihan yang disajikan kepada atlet. Kemudian kurangnya pengetahuan bentuk tes dan pengukuran untuk menganalisis kondisi fisik atlit serta pelatih mengalami kesulitan dalam menganalisis hasil kondisi fisik atlitnya. Multistage fitness test atau bleep test merupakan sebuah rangkaian tes kebugaran. Tes ini dilakukan untuk mengukur tingkat kebugaran seseorang. tes ini merupakan tes yang dilakukan di lapangan, sederhana namun menghasilkan suatu perkiraan yang cukup akurat tentang konsumsi oksigen maksimal untuk berbagai tujuan. Metode dalam program ini adalah memberikan pelatihan langsung kepada atlit dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan (teori dan praktik). Sedangkan indikator keberhasilan dalam pelaksanaan program pengabdian ini adalah atlit dan pelatih bisa mengetahui cara meningkatkan daya tahan atlit dengan Instrument Water Multistage Fitness Test pada atlit renang di Yogyakarta sejumlah 15 orang. Berdasarkan hasil kegiatan mengenai Pengenalan Instrument Water Multistage Fitness Test pada Atlet Renang Yogyakarta, dapat disimpulkan bahwa Instrument Water Multistage Fitness Test merupakan salah satu metode pengukuran kebugaran aerobik yang relevan dan sesuai untuk digunakan pada cabang olahraga renang. Instrumen ini dirancang secara spesifik dalam lingkungan air sehingga mampu menggambarkan kondisi fisiologis atlet secara lebih akurat dibandingkan pengukuran yang dilakukan di darat. Diharapkan dengan adanya Instrument yang menarik dan baik bagi pelatih renang dapat meningkatkan kemampuan kondisi fisik atlit serta inovasi untuk memecah kebosanan saat latihan.
Tingkat Kebugaran Jasmani Mahasiswa UKM Taekwondo Putra Universitas Mercu Buana Yogyakarta Ayub Tatya Admaja; Ardhika Falaahudin
JSH: Journal of Sport and Health Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfp.v1i1.978

Abstract

Semua mahasiswa UKM taekwondo wajib memiliki kebugaran jasmani yang baik. Karena dalam latihan banyak mengandung unsur fisik, jadi mahasiswa UKM taekwondo dituntut untuk memiliki stamina dan kebugaran yang baik. Salah satu contoh aktivitas yang wajib dan tidak bisa ditolak mahasiswa yaitu berlari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani mahasiswa UKM taekwondo putra Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, yaitu dalam penelitian ini peneliti hanya ingin menggambarkan situasi yang ada pada saat ini tanpa mengadakan pengujian hipotesis. Instrumen dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes lari 12 menit dari Kenneth Cooper. Data yang diperoleh kemudian dikonversikan dengan tabel Kennet Cooper untuk mengetahui kategori tingkat kebugaran jasmaninya.