Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL AGRILAND

Hubungan motivasi, upah, dan lingkungan kerja dengan kinerja karyawan di PT. Perkebunan Nusantara IX Kebun Getas Salatiga, Jawa Tengah Imam Fausi; Lasmono Tri Sunaryanto; Hendrik Johanes Nadapdap
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 7, No 2 (2019): AGRILAND: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.748 KB) | DOI: 10.30743/agr.v7i2.2008

Abstract

PT. Perkebunan Nusantara IX Kebun Getas Salatiga merupakan bagian dari divisi tanaman tahunan yang menghasilkan produk dari tanaman karet seperti RSS dan BRCR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi, upah, dan lingkungan kerja dengan kinerja karyawan di PTPN IX Kebun Getas Salatiga. Penelitian ini menggunakan 100 responden karyawan PTPN IX Kebun Getas Salatiga. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Data penelitian ini diperoleh dari wawancara, observasi, studi pustaka, dan kuesioner. Teknik analisis menggunakan SEM  dengan menggunakan program komputer SPSS 20.0 dan program IBM AMOS 22.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi dan upah memiliki hubungan yang positif serta signifikan dengan kinerja karyawan, sedangkan lingkungan kerja memiliki hubungan negatif dan tidak signifikan dengan kinerja karyawan.
Karakteristik petani dan orientasi pasar sebagai pengaruh petani krisan melakukan proses pasca panen Raditya Johan Kristono; Hendrik Johannes Nadapdap
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 7, No 2 (2019): AGRILAND: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.561 KB) | DOI: 10.30743/agr.v7i2.2024

Abstract

Bisnis florikultur Indonesia mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia. Salah satu komoditas florikultur yang memiliki peluang usaha cukup baik untuk dikembangkan adalah bunga potong khususnya bunga potong krisan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat proses pasca panen yang dilakukan petani krisan, faktor determinan sebagai pengaruh petani melakukan pasca panen. Penelitian ini dilakukan di Dusun Jurang, Kelurahan Kenteng, dan Dusun Jetis, Kelurahan Ngaseman, Kecamatan Bandungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan diskriptif. Pengambilan responden dilakukan menggunakan teknik purposive, Penenliti menetapkan responden sebanyak tiga respondeng dengan kriteria petani dengan skala usaha kecil, menengah dan besar, untuk uji keabsahan data penelitian ini menggunakan teknik trianggulasi sumber. Faktor determinan yang diamati pada penelitian ini meliputi pendidikan, pengalaman, motivasi, orientasi pelangan danorientasi pesaing. Hasil dari penelitian ini menunjikan bahwa setiap petani melakukan proses pasca panen sampai pada tingkatan yang sama yaitu pengemasan, Faktor determinan yang berpengaruhi untuk petani melakukan pasca panen adalah faktor pengalaman, motivasi, orientasi pelanggan. Melihat dari penjelasan yang sudah diberikan oleh para petani, interaksi yang ada pada lingkungan pertanian krisan bersifat asosiatif dimana petani saling membantu dan tidak adanya bentuk persaingan.
Kajian fase reproduktif dan penentuan saat panen tanaman gandum dataran tinggi tropis (Triticum aestivum L.) varietas Dewata Nugraheni Widyawati; Theresa Dwi Kurnia; Hendrik Johanes Nadapdap
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 3 (2021): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v9i3.4997

Abstract

Kajian fase reproduktif tanaman gandum (Triticum aestivum L) varietas Dewata dari aspek fisiologis dan morfologis.  Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana yang berlokasi di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, pada elevasi 900 m dpl. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui proses pembentukan biji dan proses kemasakan biji dari aspek morphologis dan fisiologis dalam rangka penentuan saat panen untuk produksi benih gandum. Penelitian dilakukan melalui pengambilan sampel sebanyak 10 kali, masing-masing 10 rumpun dari populasi tanaman gandum. Pengamatan morfologis meliputi struktur bunga, fase perkembangan bunga, fase perkembangan biji dan daya berkecambah biji pada berbagai umur tanaman untuk menentukan saat panen. Data diperoleh melalui pengamatan morphologis, anatomi dan uji laboratoris. Dari hasil penelitian, disimpulkan: 1. Bunga tersusun dalam sebuah spike (malai), rerata panjang spike adalah 12.9 cm ± 0.8, tersusun atas 9 ± 2.2 spikelet. Setiap spikelet terdiri atas 2-3 floret dan sepasang glume. Setiap floret terdiri atas lemma, palea, stamen (jantan) dan pistil (betina). 2. Fase pembungaan adalah fase yang mengakhiri pembentukan daun (vegetatif). Fase pembungaan tanaman gandum yang terlihat secara fisik terdiri atas fase bunting, fase mrocot dan fase antesis. 3. Daya berkecambah biji gandum semakin meningkat hingga tercapai 88% (maksimum) pada umur 120 hst dengan kadar air 10.3%. 4. Umur panen yang dianjurkan adalah 120 hst.