Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN DISAIN PRODUK UNTUK PENGRAJIN BAMBU DI PULAU LAKKANG KOTA MAKASSAR Naing, Naidah; Karim Hadi, Abdul
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i2.13499

Abstract

ABSTRAK Alasan pengabdian ini adalah minimnya pengetahuan dan keterampilan tentang desain produk, minimnya pengetahuan tentang cara pemilihan bahan baku dan pengawetan bambu serta kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan finishing, nilai estetika dan kualitas produk kerajinan yang rendah, menyebabkan produksi kerajinan bambu kurang diminati konsumen, Hal ini berakibat pada rendahnya permintaan pasar dan menurunnya penghasilan pengrajin. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang desain produk, pemberian materi pengetahuan dan keterampilan teknik pemilihan dan pengawetan bahan baku serta teknik finishing. Metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion, Pelatihan dan Workshop. Hasil berupa dampak dan manfaat yaitu dampak ekonomi dan dampak sosial. Dampak ekonomi dengan adanya peningkatan produksi, peningkatan penghasilan, bangkitan kewirausahaan, dan peningkatan kesejateraan masyarakat. Dampak sosial adalah mitra dapat bekerjasama dalam sebuah wadah, ikatan sosial semakin erat, mengatasi masalah secara bersama-sama sebagai pengrajin, menimbulkan bangkitan sosial untuk masyarakat diluar pengrajin. Capaian kegiatan berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mendesain produk kerajinan bambu, publikasi kegiatan pada media elektronik telah dilakukan dengan mempublikasikan kegiatan pelatihan pada Media Online harian Tribun Timur, publikasi di jurnal pengabdian pada masyarakat, video kegiatan pelatihan, workshop dan hasil produk desain. Kata kunci: Peningkatan produksi, desain produk bambu. ABSTRACT The reason for this dedication is the lack of knowledge and skills regarding product design, the lack of knowledge on how to choose raw materials and preserving bamboo and the lack of knowledge and skills in finishing processing, low aesthetic value and quality of handicraft products, causing the production of bamboo handicrafts to be less attractive to consumers. This resulted in lower market demand and decreased craftsmen's.  The purpose of this service is to increase knowledge and skills about product design, providing material knowledge and technical skills for selecting and preserving raw materials and finishing techniques. The method used is Focus Group Discussion, Training and Workshop. The results are in the form of impacts and benefits, namely economic impacts and social impacts. The economic impact is with an increase in production, an increase in income, a generation of entrepreneurship, and an increase in community welfare. The social impact is the ability to work together in a forum, the social ties are getting closer, addressing problems together as craftsmen, causing a social awakening for people outside the craftsmen. The achievement of activities in the form of increased knowledge and skills of partners in Designing Bamboo Craft Products, Publication of activities on Electronic Media has been carried out by publishing training activities on the Tribun Timur daily Media Online, publications in community service Journal, Video training activities, workshops and product design results. Keywords: Increased production, bamboo product design.
Penataan Kampung Nelayan Untia Berbasis Mitigasi Bencana Naing, Naidah; Amalia, Ria Rezky
Forum Cendekia: Jurnal Ilmiah Multidisipliner Vol 1 No 1 (2024)
Publisher : DPW FORSILADI SULSEL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The condition of fishing settlements in the coastal area of Makassar City, particularly Kampung Nelayan Untia, reflects challenges similar to those faced in various urban areas across Indonesia. Kampung Untia, constructed to accommodate fishermen relocated from Lae-Lae Island due to the development of the island as a tourism area, is located only 50 meters from the high tide line, posing significant risks to residents' safety. Although the government, through the Ministry of Public Works and Housing (PUPR), has planned the development of a 10-hectare area with basic infrastructure such as clean water supply and sanitation systems, its implementation remains suboptimal. The settlement also fails to meet the standards set by the Indonesian Minister of Public Housing Regulation No. 15/Permen/M/2006, regarding essential facilities such as docks and boat moorings. Field observations reveal that the area is vulnerable to natural disasters such as tornadoes, seawater intrusion, coastal erosion, and ground fissures, indicating non-compliance with Presidential Regulation No. 51 of 2016 on coastal area protection. This study employs a qualitative approach using primary data from field surveys and interviews, as well as secondary data from documents and relevant journals. The findings highlight the need for a disaster mitigation approach in the development of Kampung Nelayan Untia to create a safe and sustainable coastal settlement.
Settlement Adaptation Model for Flood Disaster Mitigation in Salomenraleng Village Wajo Regency Naidah Naing; Asdar Djamereng
Journal of Architecture & Environment Vol. 22 No. 1 (2023)
Publisher : Center for Scientific Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2355262x.v22i1.a16408

Abstract

The background of this research is that there is a flood disaster that hits residential areas in Salomenraleng Village every year with flood inundation for months. This can lead to a decline in the quality of life, housing and public facilities because they cannot function properly and can threaten the safety of the community. However, decades of experience dealing with floods have created a formidable adaptation process for this community. The purpose of this study was to find an adaptation model for living that can mitigate flood disasters in the village of Salomenraleng in order to improve the safety and security of living. The method used in this research is descriptive-spatial using morphological, behavioral and architectural approaches. The results of this study are to find architectural adaptations by creating space in the space in the form of ladda', morphological adaptation is to change the height of the house/other facilities and create Alleteng awo' (floating street) in the face of flood disasters. Novelty This research is the discovery of architectural engineering models in flood disaster mitigation.
Sistem Struktur Rumah Mengapung di Danau Tempe Sulawesi Selatan Naidah Naing; Haryanto Halim
Jurnal Permukiman Vol 8 No 3 (2013)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2013.8.145-152

Abstract

Struktur rumah mengapung di Danau Tempe berakar dari sejarah morfologi awal pertumbuhan rumah mengapung. Selain itu juga dipengaruhi oleh sistem struktur arsitektur tradisional Rumah Bugis di Kabupaten Wajo. Permukiman mengapung memiliki sejumlah permasalahan yang berkaitan dengan perubahan iklim (terjadinya kenaikan air di danau pada musim hujan, atau kekeringan di danau pada musim kemarau), sehingga lokasi bermukim mengapung dapat berpindah-pindah di atas air, mencari lokasi di danau yang masih terdapat air. Karakteristik air danau yang pasang surut, serta iklim yang cenderung ekstrim di atas air menyebabkan masyarakat menciptakan struktur rumah mengapung yang dapat beradaptasi dengan kondisi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi model sistem struktur rumah mengapung yang dapat beradaptasi di atas air. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etno-arsitektur akan digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model sistem struktur rumah mengapung untuk mengantisipasi bencana terdiri dari struktur bawah berbentuk susunan rakit dari tiga lapis bambu sebagai pelampung, serta model kaki Aladin dan telapak sebagai pondasi rumah di atas rakit. Struktur tengah berbentuk dinding papan dengan celah serta struktur atap pelana untuk keawetan struktur di atas air.
Makna Ruang Sakral pada Tata Ruang Dalam Rumah Panggung Tradisional Bugis Naidah Naing; Abdul Karim Hadi; Asdar Djamereng
Jurnal Permukiman Vol 14 No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2019.14.62-72

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan makna nilai kesakralan pada beberapa ruang rumah tradisional Bugis, sebagai pengejawantahan budaya menghuni masyarakat tradisional Bugis. Dari penelitian terdahulu yang telah dikemukaan, penelitian tentang penataan ruang terhadap kesakralan ruang belum pernah dilakukan. Belum adanya penelitian yang mengungkapkan makna ruang rumah Bugis yang merupakan ruang sakral.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan: model Intrisic Case Study Approach dengan sifat penelitian deskriptif. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik metode Analisis Tema Kultural (Discovering Cultural Themes).  Hasil penelitian menemukan bahwa aktifitas yang dianggap sakral (suci) pada orang Bugis seperti melahirkan, menikah dan meninggal, harus dilakukan pada ruang yang dapat mewakili keselamatan, keharmonisan dan keseimbangan dengan jagat raya, sehingga penghuni rumah bisa hidup bahagia  dan terhindar dari malapetaka. Hal ini mempengaruhi susunan/penataan dan pemanfaatan ruang pada rumah tradisional Bugis, karena semakin tinggi nilai kesakralan ruang maka letaknya semakin private. Penataan ruang berdasarkan fungsi kesakralan pada rumah Bugis seperti ini tidak ditemukan pada rumah tradisional lainnya.
Konsep Mitigasi Bencana pada Kawasan Wisata Kuliner Terapung Torangen di Kota Pare - Pare Agung Imam Kurniawan; Naidah Naing; Ansarullah Ansarullah
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol. 10 No. 1 (2026): Oktober (INPRESS)
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v10i1.16189

Abstract

This study develops a floating culinary tourism area in Tonrangeng Riverside, Parepare, as an innovative solution to overcome mainland land limitations and maximize tourism potential. A descriptive analytical qualitative method was applied, with the collection of primary data (observation, interviews) and secondary data (literature studies, regulations). The results formulated an integrated zoning system (Culinary, Entertainment, Relaxation, Transportation) that is efficient and responsive to the natural characteristics. The architectural design adopts biomimicry principles of butterfly morphology using corrosion-resistant composite materials, creating an aesthetic and functional visual identity. Crucially, this research integrates a comprehensive disaster mitigation system comprising adaptive floating structures, flexible mooring systems, dedicated evacuation routes, and real-time monitoring, thus creating a safe, comfortable, and sustainable destination. This model complies with national regulatory standards and can serve as a prototype for similar development in other coastal areas of Indonesia.