Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN DISAIN PRODUK UNTUK PENGRAJIN BAMBU DI PULAU LAKKANG KOTA MAKASSAR Naing, Naidah; Karim Hadi, Abdul
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i2.13499

Abstract

ABSTRAK Alasan pengabdian ini adalah minimnya pengetahuan dan keterampilan tentang desain produk, minimnya pengetahuan tentang cara pemilihan bahan baku dan pengawetan bambu serta kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan finishing, nilai estetika dan kualitas produk kerajinan yang rendah, menyebabkan produksi kerajinan bambu kurang diminati konsumen, Hal ini berakibat pada rendahnya permintaan pasar dan menurunnya penghasilan pengrajin. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang desain produk, pemberian materi pengetahuan dan keterampilan teknik pemilihan dan pengawetan bahan baku serta teknik finishing. Metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion, Pelatihan dan Workshop. Hasil berupa dampak dan manfaat yaitu dampak ekonomi dan dampak sosial. Dampak ekonomi dengan adanya peningkatan produksi, peningkatan penghasilan, bangkitan kewirausahaan, dan peningkatan kesejateraan masyarakat. Dampak sosial adalah mitra dapat bekerjasama dalam sebuah wadah, ikatan sosial semakin erat, mengatasi masalah secara bersama-sama sebagai pengrajin, menimbulkan bangkitan sosial untuk masyarakat diluar pengrajin. Capaian kegiatan berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mendesain produk kerajinan bambu, publikasi kegiatan pada media elektronik telah dilakukan dengan mempublikasikan kegiatan pelatihan pada Media Online harian Tribun Timur, publikasi di jurnal pengabdian pada masyarakat, video kegiatan pelatihan, workshop dan hasil produk desain. Kata kunci: Peningkatan produksi, desain produk bambu. ABSTRACT The reason for this dedication is the lack of knowledge and skills regarding product design, the lack of knowledge on how to choose raw materials and preserving bamboo and the lack of knowledge and skills in finishing processing, low aesthetic value and quality of handicraft products, causing the production of bamboo handicrafts to be less attractive to consumers. This resulted in lower market demand and decreased craftsmen's.  The purpose of this service is to increase knowledge and skills about product design, providing material knowledge and technical skills for selecting and preserving raw materials and finishing techniques. The method used is Focus Group Discussion, Training and Workshop. The results are in the form of impacts and benefits, namely economic impacts and social impacts. The economic impact is with an increase in production, an increase in income, a generation of entrepreneurship, and an increase in community welfare. The social impact is the ability to work together in a forum, the social ties are getting closer, addressing problems together as craftsmen, causing a social awakening for people outside the craftsmen. The achievement of activities in the form of increased knowledge and skills of partners in Designing Bamboo Craft Products, Publication of activities on Electronic Media has been carried out by publishing training activities on the Tribun Timur daily Media Online, publications in community service Journal, Video training activities, workshops and product design results. Keywords: Increased production, bamboo product design.
Model Penataan Permukiman Kumuh Untuk Pengelolaan Bencana di Kawasan Pesisir Makassar Naing, Naidah; Andi, Muhammad Ikhsan
LOSARI : Jurnal Arsitektur Kota dan Pemukiman Vol. 1, No. 2, Agustus 2016
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

After finding a model of a characteristic mapping system based on local wisdom for disaster management in coastal areas in Year I, the next year's research will be directed to advanced applied research. This research aims to research disaster adaptation technology to settlements and infrastructure in coastal areas based on basic problems and existing local wisdom. Technological research concerns technologies used in anticipating settlements from coastal abrasion, strong winds and other climate changes. In addition, the structure of the residential environment in disaster management, housing structure and construction and residential infrastructure will also be studied. The results of this second phase of research are in the form of a technology system that can be applied directly to the area around settlements and housing in managing disasters on the coast of Makassar. The method used in this 2nd year research is descriptive-evaluative using two approaches, namely the Morphological Approach and Behaviour Approach and Architectural Appproach. Data analysis in this study was carried out using spatial analysis techniques and descriptive analysis. The result of the 2nd year of research is a technological design of residential areas for disaster mitigation. Which includes (1) Structural technology design of residential areas consisting of; a) wave barrier b) prevention of coastal abrasion c) coastal vegetation d) infrastructure facilities e) facilities and infrastructure; (2) House construction design for disaster mitigation, consisting of: a) lower structure b) house body structure c) roof structure d) house material e) frame structure f) and house parts (floor, roof wall/ceiling).
Sistem Struktur Rumah Mengapung di Danau Tempe Sulawesi Selatan Naing, Naidah; Halim, Haryanto
Jurnal Permukiman Vol 8 No 3 (2013)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2013.8.145-152

Abstract

Struktur rumah mengapung di Danau Tempe berakar dari sejarah morfologi awal pertumbuhan rumah mengapung. Selain itu juga dipengaruhi oleh sistem struktur arsitektur tradisional Rumah Bugis di Kabupaten Wajo. Permukiman mengapung memiliki sejumlah permasalahan yang berkaitan dengan perubahan iklim (terjadinya kenaikan air di danau pada musim hujan, atau kekeringan di danau pada musim kemarau), sehingga lokasi bermukim mengapung dapat berpindah-pindah di atas air, mencari lokasi di danau yang masih terdapat air. Karakteristik air danau yang pasang surut, serta iklim yang cenderung ekstrim di atas air menyebabkan masyarakat menciptakan struktur rumah mengapung yang dapat beradaptasi dengan kondisi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi model sistem struktur rumah mengapung yang dapat beradaptasi di atas air. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etno-arsitektur akan digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model sistem struktur rumah mengapung untuk mengantisipasi bencana terdiri dari struktur bawah berbentuk susunan rakit dari tiga lapis bambu sebagai pelampung, serta model kaki Aladin dan telapak sebagai pondasi rumah di atas rakit. Struktur tengah berbentuk dinding papan dengan celah serta struktur atap pelana untuk keawetan struktur di atas air.
Makna Ruang Sakral pada Tata Ruang Dalam Rumah Panggung Tradisional Bugis Naing, Naidah; Hadi, Abdul Karim; Djamereng, Asdar
Jurnal Permukiman Vol 14 No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2019.14.62-72

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan makna nilai kesakralan pada beberapa ruang rumah tradisional Bugis, sebagai pengejawantahan budaya menghuni masyarakat tradisional Bugis. Dari penelitian terdahulu yang telah dikemukaan, penelitian tentang penataan ruang terhadap kesakralan ruang belum pernah dilakukan. Belum adanya penelitian yang mengungkapkan makna ruang rumah Bugis yang merupakan ruang sakral.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan: model Intrisic Case Study Approach dengan sifat penelitian deskriptif. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik metode Analisis Tema Kultural (Discovering Cultural Themes).  Hasil penelitian menemukan bahwa aktifitas yang dianggap sakral (suci) pada orang Bugis seperti melahirkan, menikah dan meninggal, harus dilakukan pada ruang yang dapat mewakili keselamatan, keharmonisan dan keseimbangan dengan jagat raya, sehingga penghuni rumah bisa hidup bahagia  dan terhindar dari malapetaka. Hal ini mempengaruhi susunan/penataan dan pemanfaatan ruang pada rumah tradisional Bugis, karena semakin tinggi nilai kesakralan ruang maka letaknya semakin private. Penataan ruang berdasarkan fungsi kesakralan pada rumah Bugis seperti ini tidak ditemukan pada rumah tradisional lainnya.