Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

ISLAM DAN KRISIS LINGKUNGAN HIDUP (REKONSTRUKSI PARADIGMA MENUJU ISLAM RAMAH LINGKUNGAN) Fikria Najitama
An-Nidzam : Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.431 KB) | DOI: 10.33507/an-nidzam.v3i2.21

Abstract

Artikel ini dipicu munculnya banyak kritik dari para akademisi mengenai posisiagama monoteisme dalam konteks kerusakan lingkungan. Arnold Toynbee misalnya,menganggap bahwa krisis lingkungan hidup disebabkan oleh agama-agamamonoteisme yang menghilangkan rasa hormat terhadap alam ilahi sehingga tidakada lagi yang menahan ketamakan manusia. Tulisan ini merupakan ikhitiar untukmemberikan gambaran bahwa persoalan krisis lingkungan hidup merupakan persoalanglobal yang menuntut semua kalangan untuk meresponnya. Dalam konteks ini, Islamjuga harus memberikan solusi dengan melakukan pembacaan ulang pada bangunankeilmuan yang diharap memberi dampak pada munculnya shitf paradigm terkaitkonsep teologi, etika, dan fiqh yang selama ini masih dikuasai dengan cara berpikirklasik yang kurang memberi respon dan landasan dalam konservasi lingkungan
Diskursus Muhkam dan Mutasyabih dalam Tafsir Fikria Najitama
An-Nidzam : Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.126 KB) | DOI: 10.33507/an-nidzam.v4i1.29

Abstract

Dalam diskursus ilmu tafsir, muhkam dan mutasyabih merupakan salah satu instrumenpenting yang mengandung kontroversi dikalangan para ahli tafsir. Dalam sejarahnya,kajian mengenai ayat muhkam dan mutasyabih sudah menjadi bahan pembicaraandikalangan mufassirin dari zaman dahulu hingga saat ini. Dari opini yang munculterkait dengan persoalan muhkam dan mutasyabih, dapat dikategorikan menjaditiga: Pertama, opini yang memahami persoalan muhkamdan mutasyabih denganlebih menekankan pada aspek pemahamannya. Opini ini bisa juga disebut denganteori pemahaman. Kedua, opini yang lebih menekankan pada aspek pengamalannya.Opini model ini mungkin juga dapat disebut dengan teori pengamalan. Ketiga, opiniyang lebih menekankan pada elaborasi internal al-Qur’an. Opini ini bisa juga disebutsebagai teori isi. Ketiga opini tersebut merupakan implikasi dari pembacaan terhadapteks-teks al-Qur’an.
SEKOLAH SEBAGAI AGEN BINA DAMAI MELALUI RUANG KELAS Nurhidayah Nurhidayah; Fikria Najitama
An-Nidzam : Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.766 KB) | DOI: 10.33507/an-nidzam.v4i2.35

Abstract

Selama ini sekolah ibarat gunung emas, yang menjulang tinggi dan menyilaukan.Perasaan hebat dan berjasa menjadi nyanyian dunia pendidikan beserta parapelakunya. Namun siapa sangka, bila sekolah menjadi salah satu perintiskesenjangan sosial masyarakat yang terstruktur sebagaimana ungkapan PierreBourdieu. Para peserta didik yang haus akan pengetahuan dan dalam prosespencarian jatidiri pada akhirnya harus bertemu dengan sebuah konsep danprosedur yang melegitimasi kesenjangan melalui kekerasan simbolik baikverbal maupun non verbal yang diterima di sekolah termasuk di dalam prosespembelajaran . Kekerasan yang mungkin disadari atau tidak sadari para pegiatpendidikan di dalamnya. Padahal fungsi sebuah pendidikan adalah untukmemberikan pengasuhan yang menanamkan nilai-nilai luhur kemanusiaansebagai tugas Ke-Ilahian. Bahwa dengan pendidikan seseorang menjadilebih percaya diri dengan apa yang ada pada dirinya dan disyukuri denganmeningkatkan kemampuan baiknya baik terhadap diri sendiri maupun oranglain. Seorang manusia yang cerdas yang memiliki kepekaan terhadap diridan lingkungannnya. Sehingga mampu mengetahui permasalahan diri danlingkungannya dan mencoba mencari solusi yang bersifat damai, bahwa peaceis beautiful.Kata Kunci: Sekolah, Pembelajaran, Agen Bina Damai
ZIARAH SUCI DAN ZIARAH RESMI (Makna Ziarah pada Makam Santri dan Makam Priyayi) Fikria Najitama
IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya Vol 11 No 1 (2013): IBDA': Jurnal Kajian Islam dan Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.099 KB) | DOI: 10.24090/ibda.v11i1.65

Abstract

This article studies the meaning of ziarah which is done by thepeople towards two cemetery in Kebumen, Syekh Anom Sidakarsa’s tomband Adipati Tumenggung Kolopaking’s tomb. Anthrophological approachis functioned as a method to get the belief dimensions, one’s belief, ritualand tradition that is followed by many people. It has been found that thepeople there has some beliefs, the rituals are identical, especially on theprayer and text they are almost the same. In general, the motivation ofthe people is to get barakah and the functions are as a prayer, problemsolver, a hope and a tour.
Blangkon Hitam: Identitas Gerakan Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga dalam Masyarakat Muslim Perkotaan Fikria Najitama
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 18, No 1 (2016): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.506 KB) | DOI: 10.18860/el.v18i1.2843

Abstract

This paper discusses the identity represented by the community of Padepokan dakwah Sunan Kalijaga (Padasuka). This community is located in Pesantren Ummul Qura, Pondok Cabe Ilir, South Tangerang. There are several reasons underlying the need to explore Padasuka community. One of them is the black clothes and Javanese blangkon of the male members. This fact is certainly interesting as this community exists in a multi- ethnic region and modern urban area. The finding shows that Kiai Syarif, as the leader plays a dominant role in the process of identity representation. This is because he has a strong capital in the social and cultural aspects. In addition, the cultural identity of the community not only serves to determine the code of conduct, but also as a tool of resistance against the domination of the external culture. Tulisan ini membahas identitas yang digunakan oleh komunitas Padepokan dakwah Sunan Kalijaga (Padasuka). Padasuka merupakan komunitas yang berada dalam Pesantren Ummul Qura, Pondok Cabe Ilir, Tangerang Selatan. Ada beberapa alasan yang menjadikan komunitas Padasuka menarik untuk dikaji. Salah satunya adalah pakaian mereka yang serba hitam, dan memakai blangkon dari Jawa bagi anggota laki-laki. Kenyataan ini tentunya menarik, karena Padasuka berada dalam kawasan multi-etnis dan wilayah perkotaan yang modern. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Kiai Syarif, sebagai tokoh komunitas Padasuka, mempunyai posisi yang sangat dominan dalam proses reproduksi identitas. Hal ini karena dia memiliki modal yang kuat dalam aspek sosial dan kultural. Selain itu, dalam komunitas Padasuka, identitas budaya bukan hanya sebagai pengarah yang menentukan kode etik, namun juga menjadi alat resistensi atas dominasi budaya dari luar.
Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah Perempuan: Studi Kurikulum Operasional Madrasah Ibtidaiyyah di Kabupaten Kebumen Fikria Najitama; Nurhidayah Nurhidayah; Endang Komara; Hilman Farouq Ghoer; N. Dede Choeriyah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 3 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v6i3.82658

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kompetensi manajerial Kepala Madrasah perempuan di Kabupaten Kebumen. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara terbuka dan tertutup serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala perempuan pada Madrasah swasta dan negeri di kabupaten Kebumen memiliki kemampuan manajerial yang cukup bagus, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Kepala satuan pendidikan memiliki kemauan untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensinya sebagai pemimpin dalam meningkatkan mutu pembelajaran melalui berbagai pelatihan dan komunitas belajar. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa kompetensi manajerial kepala madrasah perempuan di Kabupaten Kebumen cukup bagus dengan dibuktikan dengan dokumentasi dan program madrasah mulai perencanaan kurikulum madrasah yang melibatkan semua warga madrasah mulai dari planning, organizing, actuating dan controlling.
Implementation of Differentiation Learning in Elementary School: Study of Participants in The Driving School Program Nurhidayah Nurhidayah; Fikria Najitama; Endang Komara
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 3 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v6i3.82474

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui implementasi pembelajaran berdiferensiasi pada kurikulum merdeka di Sekolah Dasar Peserta Program Sekolah Penggerak di kota Kebumen. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualititafif dengan metode deskriptif. Subyek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan siswa serta orangtua siswa peserta program sekolah penggerak. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan menggunakan teknik analisis domain. Hasil penelitian saat ini menunjukkan bahwa sekolah penggerak di Kabupaten kebumen telah menerapkan pembelajaran diferensiasi yang berbeda-beda tiap sekolah. Ada guru yang memilih pendekatan konten, pendekatan proses, pendekatan produk. Beberapa pendidik sudah menerapkan 2 atau 3 pendekatan sekaligus dalam pembelajaran. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Kesiapan guru dan siswa tiap sekolah berbeda, sehingga pada implementasi pembelajaran diferensiasi di oleh guru di sekolah dasar peserta program sekolah penggerak berbeda-beda, mulai dari pendekatan konten, pendekatan proses, pendekatan produk, dan pendekatan lingkungan. 
Internalisasi Nilai-Nilai Aswaja dalam Organisasi IPNU IPPNU Pimpinan Anak Cabang (PAC) Sempor Amaril Kholifah Fibrianti; Fikria Najitama; Agus Nur Soleh
Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : IAINU Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33507/tarbi.v2i1.615

Abstract

The purpose of this thesis research is to find out how the process of internalizing aswaja values in the IPNU IPPNU PAC Sempor organization is carried out. As well as knowing about the obstacles and solutions faced in the process of internalizing the values of aswaja in the IPNU IPPNU PAC Sempor organization. Data collection methods in this study were using observation, interviews, and documentation. The data analysis technique in this research is using qualitative analysis in the from of description, namely a description of an activity. The result of this research is the process of internalizing aswaja values in the IPNU IPPNU PAC Sempor organization through stages, namely the aswaja knowing stage, aswaja feeling, and aswaja action. While the obstacles faced in the processof internalizing the values of aswaja in the IPNU IPPNU PAC Sempor organization include the lack of quality knowledge of each individual or cadre, parental permission, geographical location, and the existence of concurrent activities.
Metode Arba’in dalam Pembelajaran Cara Cepat Membaca Kitab di Pondok Pesantren Walyathalaththaf Darussalam Petanahan Kori Ernawati; Fikria Najitama; Maesaroh Maesaroh
Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : IAINU Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33507/tarbi.v2i1.636

Abstract

The objectives of this study are: To find out how the learning process uses the arba'in method and also to find out the results obtained from learning using the arba'in method. The subjects of this study were clerics, Islamic boarding schools and students. The method used in this research is the method of observation, documentation and interviews. The data analysis is collecting data, reducing data, presenting data and conclusions or levers. Based on the results of data analysis in the study of this thesis, it can be seen that the arba'in method is one of the factors that plays an important role in the success of improving the ability to read or understand the book, both the yellow book and the Koran.
Integrasi Sistem Pendidikan Salaf dan Khalaf di Pondok Pesantren Bilingual An-Nahdliyah 5 Gombong Anggun Lutfiani; Fikria Najitama; Agus Nur Soleh
Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : IAINU Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33507/tarbi.v2i1.648

Abstract

The research objectives are: (1) to analyze the curriculum system, and learning methods in the integration of salaf and khalaf at the Bilingual Islamic Boarding School An-Nahdliyah 5 Gombong and (2) to analyze the implementation of the integration of the salaf and khalaf education systems at the An-Nahdliyah 5 Gombong Bilingual Islamic Boarding School. This research is in the form of field research, using qualitative methods. Data collection techniques used observation, interviews, and documentation. The subjects of this study were the Principals of the Islamic Boarding School, Asatidz, and the students of the An-Nahdliyah 5 Gombong Bilingual Islamic Boarding School. Based on the results of the study, it can be concluded that: (1) The curriculum used by the Bilingual Islamic Boarding School An-Nahdliyah 5 Gombong is a salaf curriculum with classical books as the main material and by mixing and matching the khalaf method, namely classical as a learning method and (2) the implementation of the integration of the salaf and khalaf education systems at the An-Nahdliyah 5 Gombong Bilingual Islamic Boarding School, seen by the existence of various integrated things and activities, such as: (a) time allocation; (b) skills and technology activities; (c) managerial leadership; (d) entrepreneurial students; (e) integration of educators.