Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Implementasi Pendidikan Inklusif Di Sekolah Dasar Negeri Pecarikan Khulasoh Himawati; Fikria Najitama; Maryanto Maryanto
Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 2 No 3 (2023)
Publisher : IAINU Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33507/tarbi.v2i3.670

Abstract

This study aims to determine how the implementation of inclusive education at SDN Pecarikan Kebumen. This study uses descriptive qualitative research methods. Data collection is done by using the method of observation, interviews, and documentation. The data collected in the form of planning, implementation, and evaluation of the implementation of inclusive education consisting of educators and principals of SDN Pecarikan Kebumen. Data analysis techniques used with data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the study it can be concluded that the implementation of inclusive education at SD Negeri Pecarikan uses the planning, implementation, and evaluation stages. The planning stage includes the preparation process, the preparation of work programs and the management structure at SD Negeri Pecarikan Kebumen. Then, at the implementation stage of implementing inclusive education at SD Negeri Pecarikan Kebumen, it is carried out according to the condition of the existing resources at the school. At the evaluation stage, it is carried out once a year which is held at the annual meeting which is attended all teacher staff and employees SD Negeri Percarikan.
Blangkon Hitam: Identitas Gerakan Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga dalam Masyarakat Muslim Perkotaan Najitama, Fikria
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 18, No 1 (2016): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v18i1.2843

Abstract

This paper discusses the identity represented by the community of Padepokan dakwah Sunan Kalijaga (Padasuka). This community is located in Pesantren Ummul Qura, Pondok Cabe Ilir, South Tangerang. There are several reasons underlying the need to explore Padasuka community. One of them is the black clothes and Javanese blangkon of the male members. This fact is certainly interesting as this community exists in a multi- ethnic region and modern urban area. The finding shows that Kiai Syarif, as the leader plays a dominant role in the process of identity representation. This is because he has a strong capital in the social and cultural aspects. In addition, the cultural identity of the community not only serves to determine the code of conduct, but also as a tool of resistance against the domination of the external culture. Tulisan ini membahas identitas yang digunakan oleh komunitas Padepokan dakwah Sunan Kalijaga (Padasuka). Padasuka merupakan komunitas yang berada dalam Pesantren Ummul Qura, Pondok Cabe Ilir, Tangerang Selatan. Ada beberapa alasan yang menjadikan komunitas Padasuka menarik untuk dikaji. Salah satunya adalah pakaian mereka yang serba hitam, dan memakai blangkon dari Jawa bagi anggota laki-laki. Kenyataan ini tentunya menarik, karena Padasuka berada dalam kawasan multi-etnis dan wilayah perkotaan yang modern. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Kiai Syarif, sebagai tokoh komunitas Padasuka, mempunyai posisi yang sangat dominan dalam proses reproduksi identitas. Hal ini karena dia memiliki modal yang kuat dalam aspek sosial dan kultural. Selain itu, dalam komunitas Padasuka, identitas budaya bukan hanya sebagai pengarah yang menentukan kode etik, namun juga menjadi alat resistensi atas dominasi budaya dari luar.
Pengembangan Kompetensi Kewirausahaan Berbasis Aset Pada Santri Putri di Pesantren An Nahdhah Kebumen Fikria Najitama
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.91637

Abstract

Pesantren adalah salah satu lembaga pendidikan tertua di Indonesia, di tengah era modernisasi ini pesantren tidak hanya memberikan penguatan keilmuan namun juga ketrampilan kecakapan hidup pada santri, salah satunya adalah pengembangan kompetensi kewirausahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan model pengembangan skill wirausaha pada santri putri di pesantren An Nahdhah Kebumen. Penelitian menggunakan pendekatan kulatitatif metode etnografis. Subyek dalam penelitian ini adalah santri, dan pengasuh pesantren An Nahdhah Kebumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan skill wirausahan santri di pesantren An Nahdhah dilakukan dengan melakukan berbasis asset santri dan kemitraan dengan berbagai lembaga dan volunteer. Pendidikan dilakukan dengan berbagai bentuk mulai seminar, lokakarya, pelatihan hingga bimbingan teknis dan praktik. Simpulan penelitian ini membuktikan bahwa pengembangan skill wirausaha santri pada santri putri sangat berperan penting dalam identifikasi dan penguatan skill wirausaha santri agar siap terjun di masyarakat, menyiapkan santri putri yang mandiri secara ekonomi dan keilmuan di tengah masyarakat.
Implementasi Nilai Aswaja Pada Mata Pelajaran Ke-NU-an di SMK Ma’arif 5 Gombong Kebumen Chasanah, Maryam Anisatun; Najitama, Fikria; Kusumaningratri, Rose
Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : IAINU Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33507/tarbi.v5i1.806

Abstract

The purpose of this study is to analyze the values of aswaja in the fikhiyah rules on the NU subjects at SMK Ma'arif 5 Gombong, the implementation of aswaja values in NU-an subjects at SMK Ma'arif 5 Gombong, as well as population and inhibiting factors along with evaluation of the implementation of Aswaja values at SMK Ma'arif 5 Gombong. This research is in the form of field research and the methods used in this study are interview methods, observation methods, and documentation methods. The data was collected based on interviews with the head of SMK Ma'arif 5 Gombong, NU-an teacher and class XII students of SMK Ma'arif 5 Gombong. Based on the results of the study, the implementation of the Aswaja value in the NU subject at SMK Ma'arif 5 Gombong is as follows: (1) the Aswaja value related to the rules of fikhiyah Nahdlatul Ulama includes; rule al muhafadzah 'ala al qadimi as sholih wa al akdzu bi al jadidi al – ahslah, rule al 'adah muhakkamah ma lam tukhali al-syara', and the rule of ma la yudraku kulluhu la yutraku kulluh; (2) the implementation of the Aswaja Value in nu jurisprudence rules takes place through learning planning, learning processes, and evaluation; and(3) factors that support and hinder the implementation of aswaja values related to NU's fikhiyah rules are caused by intrinsic factors and extrinsic factors. The main supporting factor is the existence of pesantren An Nahdliyah 5 so that the application of Aswaja values in schools follows. The obstacles include; students come from different schools and presumption that the subject of nu-ness is less important
Model Pengembangan Kompetensi Mahasiswa dalam Pengembangan Bahan Ajar Digital Pada Program Pendidikan Guru: Studi Kasus Mahasiswa Prodi Pendidikan Guru MI Nurhidayah Nurhidayah; Fikria Najitama
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107409

Abstract

Social studies education is one of the compulsory subjects given to elementary school (SD) or Madrasah Ibtidaiyyah (MI) students which aims to form good citizens, so that its achievement is highly dependent on the quality of learning they receive in this case the use of teaching materials that suit the student's learning profile.The purpose of this study was to describe the model of student competency development in compiling digital teaching materials for social studies subjects. The approach used in this study is a qualitative approach with case studies. Data collection was carried out through observation, interviews and documentation studies. The results of the study showed that the student competency development model was carried out using democratic participatory techniques, and was differentiated. Students carried out self-development in compiling digital teaching materials through theoretical and practical reinforcement. So that students not only have theoretical knowledge but can also practice. The result is that students are able to develop digital teaching materials that are in accordance with the analysis of content needs and are interesting. The conclusion of the study shows that the competency development model accommodates the uniqueness of students so that the digital learning materials developed are able to adjust the demands of digital-based educational transformation that are interesting, effective and efficient according to the expected learning outcomes.Pendidikan IPS adalah salah satu mata pelajaran wajib yang diberikan pada siswa usia Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyyah (MI) yang bertujuan untuk membentuk  warga Negara yang baik (good citizen), sehingga dalam pencapaiannya sangat bergantung pada kualitas pembelajaran yang  diterimanya, dalam hal ini penggunaan bahan ajar yang sesuai profil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan  model pengembangan kompetensi  mahasiswa dalam penyusunan bahan ajar digital mata pelajaran IPS. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa model Pengembangan kompetensi mahasiswa dilakukan dengan teknik partisipatif demokratis, dan berdifferensiasi. Mahasiswa melakukan Pengembangan diri dalam penyusun bahan ajar digital  melalui penguatan teoritis dan praktik. Sehingga  mahasiswa tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis namun juga bisa melakukan praktik. Hasilnya mahasiswa mampu mengembangkan bahan ajar digital yang sesuai  dengan analisis kebutuhan konten dan menarik. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa model pengembangan kompetensi mengakomodir keunikan  mahasiswa sehingga bahan pembelajaran digital yang dikembangkan mampu menyesuaikan tuntutan dalam tranformasi pendidikan berbasis digital yang menarik, efektif dan efisien sesuai capaian pembelajaran yang diharapkan.