Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Model Penguatan Pendidikan Karakter Tangguh pada Siswa Madrasah Ibtidaiyah Almuddatsir di Era Pandemi Covid-19: Model Pengelolaan Pendidikan Karakter Rofiqoh Firdausi; Nanik Ulfa
RAHMATAN LIL ALAMIN: JOURNAL OF PEACE EDUCATION AND ISLAMIC STUDIES Vol. 4 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/jrla.v4i1.893

Abstract

ABSTRAK Pendidikan karakter di madrasah penting untuk dikembangkan secara terus-menerus. Madrasah sebagai lembaga pendidikan formal merupakan pencetak generasi bangsa yang ideal. Guru memiliki posisi yang sangat strategis dalam membangun karakter peserta didik. Agar pengelolaan pendidikan karakter di madrasah dapat optimal, efektif, dan efisien, maka diperlukan kegiatan manajemen yang efektif dan efisien pula. Pendidikan karakter sangat penting bagi peserta didik. Oleh karena itu meskipun sekarang ini dalam masa pandemi Covid-19 pendidikan karakter tetap harus tersampaikan ke peserta didik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis model pengelolaan pendidikan karakter di madrasah pada masa pandemi. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan sumber data kepustakaan. Hasil penelitian ini adalah bahwa model pengelolaan pendidikan karakter di madrasah pada masa pandemi dapat dilaksanakan dengan cara: Pertama kolaborasi antara madrasah dengan orang tua siswa harus terus-menerus dijalin, dipererat, dan ditingkatkan intensitas dan kualitasnya. Kedua pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ѕеbаgаі ѕаrаnа untuk pembelajaran nіlі-nіlаі dаѕаr реndіdіkаn karakter, dаn dараt dіmаnfааtkаn sebaik-baiknya untuk mengembangkan krеаtіvіtаѕ peserta didik. Ketiga Problem Based Learning (PBL) membangun rasa tanggung jawabdan menjadikan siswa tidak mudah jenuh dalam belajar online karena terbangun motivasi dalam memperoleh pemecahan masalah yang dihadapi.
PELATIHAN PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN ONLINE (APLIKASI AZ-Screen) DI MI FTAHUL HUDA KEPANJEN Nanik Ulfa; Rofiqoh Firdausi
at-tamkin: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2021): At-Tamkin - Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/attamkin.v4i1.819

Abstract

Wabah Covid-19 merupakan bencana dunia yang juga melanda negara Indonesia, segala aspek kehidupan menjadi terdampak akibat pandemi covid-19, begitu juga dengan dunia pendidikan. Adapun keputusan pemerintah melalui SK Mendikbud No.36962 yang memutuskan bahwa pembelajaran sekolah dilaksanakan secara Daring. Berdasarkan pertimbangan tersebut diatas, maka pembelajaran daring merupakan solusi yang tepat dalam pendidikan, mengingat kondisi anak-anak sangat rentan terpapar virus. Namun solusi tersebut juga menyisakan masalah dalam pelaksanaan pembelajaran, oleh sebab itu sangat diperlukan sebuah peningkatan kemampuan dalam berinovasi untuk pelaksanaan pembelajaran. PKM dilaksanakan di MI Miftahul Huda Desa Mojosari Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang, hal ini berdasarkan atas kerjasama Kepala Madrasah dan Tim UNIRA. Adapaun pelatihan dengan materi pemanfaatan aplikasi AZ-Screen untuk pembelajaran Daring. Pelaksanaan kegiatan selama dua hari, yaitu pada tanggal 4 samapai 5 januari 2020. Adapun hasil dari kegiatan tersebut adalah video pemaparan materi yang dapat digunakan oleh guru dalam pembelajaran Daring. Setelah pelaksanaan PKM diketahui bahwa 90% materi dan praktek dapat dikuasai oleh peserta.
REVITALISASI PENGEMBANGAN WISATA TAMAN KUTUKAN nanik ulfa; Sya’adhatul Arroyni Ya’kup
at-tamkin: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2022): At-Tamkin - Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/attamkin.v5i1.1205

Abstract

Salah satu cara untuk mengatasi urbanisasi dari desa ke kota adalah pengembangan objek yang berpontesi untuk tempat pariwisata yang ada di pedesaan. Namun perlu adanya usaha untuk mengatasi masalah yang ada pada umumnya. Sebenarnya hal paling perlu diperhatikan terlebih dahulu adalah tingkat kesadaran dari pemerintah desa dan masyarakat sekitar terhadap pentingnya mengembagkan potensi potensi yang ada di daerahnya. Karena setiap daerah pasti memiliki daya Tarik atau potensi masing masing , namun perlu dilakukan suatu perancangan strategi atau pengelolaan untuk mengembangkan potensi di daerahnya agar mendapat daya Tarik dari pengunjung. Sedangkan di Desa Rejosari sekarang ini sedang mengembangkan sebagian potensi potensi tersebut dari objek wisata di Dusun Kutukan hingga beberapa produk UMKM yang ada di Desa Rejosari. Karena potensi-potensi tersebut masih perlu dikembangkan lagi melalui partisipasi dari pemerintah desa dan masyarakat sekitar, sehinga kami memilih untuk melakukan kegiatan dengan membuat menara atau monumen kincir angin di Taman Kutukan untuk mengembangkan wisata dan membantu sebagian UMKM yang ada untuk menambah daya tarik pengunjung di bidang kuliner. Dan untuk melakukan pengembagan wisata yang ada di Taman Kutukan kami dibantu oleh masyarakat sekitar wisata agar kegiatan tersebut berjalan dengan lancar.
Peningkatan Budaya Literasi Dasar Melalui Pojok Baca MI Roudlatul Ulum Cendekia Bantur Aldi Sallam, Dimas; Sumarno Aziz; Salim; Nanik Ulfa; Yan Rahmawati; Hasan Bisri
Dedikasi Nusantara: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pendidikan Dasar Vol 2 No 1 (2022): Juni
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.543 KB) | DOI: 10.29407/dedikasi.v2i1.18262

Abstract

Literacy is one of the cultures that must be applied in the world of education, especially at the SD/MI level. Literacy or reading needs to be familiarized, is a process of making something that makes a person accustomed, in terms of teaching methods, it can be said that habituation is a way that can be done to get students used to thinking. The literacy culture embedded in students affects the level of success and the ability of students to understand analytical, critical, and reflective information. The function of the reading corner is to familiarize students with increasing literacy culture, besides that it is expected to reduce noise during breaks or can also be an alternative learning method used by educators in the learning process. The type of literacy chosen in this activity is basic literacy, in making the literacy corner it refers to literacy principles including the principle of balance, the importance of spoken language, taking place in a curriculum, the importance of diversity. With the literacy corner at MI Roudlatul Ulum Cendekia, it is hoped that it can improve the literacy culture that has been built previously.
MEDIA PEMBELAJARAN “BUCIL” (KUBUS KECIL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI VOLUME KUBUS DAN BALOK nanik ulfa; Ahmad Yazid Busthami
EBTIDA': Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 1 No 01 (2021): Juli 2021
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.745 KB) | DOI: 10.33379/ebtida.v1i01.830

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika materi volume kubus dan balok. Faktor penyebabnya adalah penggunaan metode yang monoton dan tidak adanya media pembelajaran yang digunakan. Hal ini berakibat pada rendahnya hasil belajar siswa khususnya materi Volume Kubus dan Balok. Maka dari itu, untuk mengatasi masalah tersebut peneliti menggunakan media Bucil (Kubus Kecil) untuk meningkatkan hasil belajar siswa.Penelitian ini menggunakan model PTK dari Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari 4 tahapan diantaranya: tahap perencanaan (planning), tahap tindakan (action), tahap pengamatan (observing) dan tahap refleksi (reflection). Namun mengingat penyebaran covid-19 yang semakin meningkat, maka penelitian dihentikan sampai tahap perencaan dengan syarat seluruh instrumen penelitian harus divalidasi. Setelah dilakukan proses validasi oleh 2 validator diporeleh persentase skor dari masing-masing instrumen penelitian. Validasi terhadap RPP diperoleh persentase skor sebesar 86% . Pada validasi media pembelajaran diperoleh persentase skor sebesar 84,5%. Validasi lembar kerja kelompok diperoleh persentase sebesar 77,5%. Validasi soal tes tulis diperoleh persentase sebesar 82%. Dan validasi pedoman observasi memperoleh persentase skor sebesar 82%. Sehingga dari hasil validasi terhadap seluruh instrumen penelitian dapat disimpulkan bahwa seluruh instrumen memperoleh kriteria valid dan layak digunakan dalam proses pembelajaran.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PARAKAN (PAPAN RANTAI MAKANAN) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS 5 MI MIFTAHUL HUDA NGASEM Nadhif Taufiqul; nanik ulfa
EBTIDA': Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 1 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.442 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman konsep awal kemampuan memahami hubungan antara makan dan dimakan yang membuat siswa bingung saat menyelesaikan soal terkait rantai makanan. Siswa juga belum dilibatkan secara maksimal dalam pembelajaran sehingga belajar yang didapat tidak maksimal.penelitian ini merupakan penelitian pengembsngsn (R&D). Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengembangan media PARAKAN (papan rantai makanan) dan keefektifan media PARAKAN (papan rantai makanan) untuk meningkatkan hasi belajar IPA siswa kelas V MI Miftahul Huda Ngasem. Dalam penelitian ini, instrument yang digunakan yaitu berupa angket, observasi dan tes. Dari hasil media pembelajaran yang telah dikembangkan telah diuji kelayakan produk oleh ahli materi dan media. Berdasarkan hasil validasi materi menunjukkan media PARAKAN memiliki tingkat kelayakan 86,66% yang termasuk dalam kualifikasi “sangat layak”. Hasil validasi media menunjukkan media PARAKAN memiliki tingkat kelayakan 90% yang termasuk dalam kualifikasi “sangat layak”. Hasil uji coba skala kecil dicoba kepada 5 siswa dengan mendapatkan presentase siswa 79% serta hasil uji coba skala lagi dicoba kepada 10 siswa dengan mendapatkan persentase 84, 5%. Sehingga media PARAKAN dinyatakan sangat diperlukan serta sangat berkontribusi selaku penunjang pendidikan.
IMPLIKASI BERPIKIR KOMPUTASIONAL BAGI PENINGKATAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA MI/SD Nanik ulfa; Isna Nurul Inayati
EBTIDA': Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 6 No 1 (2026): June 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58788/ebtida.v6i1.9578

Abstract

This study aims to examine the critical role of computational thinking in enhancing mathematical problem-solving skills among students in Madrasah Ibtidaiyah (MI) and elementary schools. Using a literature review approach, this research analyzes various scholarly sources that discuss the relationship between key components of computational thinkingsu ch as decomposition, pattern recognition, abstraction, and algorithmic design and the development of students’ numeracy and logical reasoning abilities. The findings reveal that integrating computational thinking into mathematics instruction enables students to understand problems more systematically, select appropriate solution strategies, and foster creativity in generating solutions. Beyond its cognitive benefits, this approach also supports the growth of essential character traits such as independence, persistence, and collaboration. However, the literature also highlights variations in students’ mastery of computational thinking skills and the challenges teachers face in implementing them, underscoring the need for innovative instructional practices and curriculum adjustments. Overall, the study affirms the importance of integrating computational thinking into elementary mathematics education as a foundational step toward strengthening mathematical literacy and preparing students for the demands of the digital era.